
Happy Reading... 😊
Soal itu tidak menjadi masalah. Setelah mendengar tentang kehidupan anda saya merasa prihatin. Untuk itu saya akan menyedot lemak anda dengan cuma-cuma alias gratis," ucap dr. Sarah dengan senyuman terbaiknya.
"Beneran dok?" tanya Kia tidak percaya.
"Bener dong! Masa iya saya bohong," ujar dr. Sarah.
"Terima kasih dok sebelumnya, karena sudah sangat baik sama saya," ucap Kia dengan penuh rasa gembira.
Sedot lemak atau liposuction adalah prosedur bedah untuk menghilangkan lemak tubuh yang tidak diinginkan. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal, tetapi terkadang juga digunakan untuk mengatasi penyakit tertentu.
Setelah pembicaraan itu, akhirnya Kia mulai menjalankan operasi sedot lemak itu. Beberapa hari setelah melakukan operasi akhirnya Kia berhasil menjadi seperti apa yang ia inginkan. Kini Kia merasa seperti terlahir kembali karena kini Kia memiliki tubuh yang ramping, berkulit putih dan memiliki hidung yang mancung. Wanita mana yang tidak mengingkan hal itu. Menjadi wanita yang cantik sempurna merupakan keinginan dari setiap wanita.
"Apa ini benar-benar aku?"tanya Kia pada dirinya sendiri yang entah untuk yang keberapa kali Kia melihat bayangan dirinya sendiri didepan cermin yang cukup besar sambil berputar didepannya melihat wajah dan tubuhnya yang kini sudah berubah drastis.
Ada rasa senang, ada rasa gembira yang Kia rasakan. Setelah bertahun-tahun Kia menginginkan semua ini akhirnya terjadi juga. Mimpinya yang selama ini ia inginkan wujudkan akhirnya menjadi kenyataan.
"Wah kamu memang cantik Kia," ujar dr. Sarah yang memuji Kia dan terus menatap Kia tidak percaya.
"Ah dokter bisa aja," ucap Kia yang tersipu malu.
"Hal ini benar-benar sempurna," ujar Kia.
"Dokter memang seorang dokter yang hebat! "puji Kia.
"Ah kamu bisa aja. Ini memang sudah menjadi profesiku," ujar dr. Sarah.
"Memang benar dok, semua ini benar-benar sempurna," ujarnya lagi.
"Sudah ah, stop memujiku," ujar dr. Sarah yang tersipu malu atas pujian Kia.
"Berapa harga yang harus aku bayar jika aku membayarnya dok?" tanya Kia yang penasaran.
"Ah sudahlah, nanti kamu pingsan lagi denger harganya," ujar dr. Sarah.
"Oiya Kia, bagaimana jika kamu mengganti namamu, mengganti identitasmu," ujar dr. Sarah.
"Apa dok? Ganti nama?" tanya Kia yang tak percaya.
"Iya ganti nama, seperti dalam film-film," ujar dr. Sarah yang mencoba memberikan masukan.
Untuk sesaat Kia terdiam memikirkan kata-kata dr. Sarah. Kia berfikir setelah mengganti namanya bagaimana jika ia membalaskan dendamnya yang selama ini menyakiti perasaan Kia dan menghancurkan hidupnya.
Kia berfikir keras memikirkan hal itu berulang-ulang. Jika Kia mengingat sakit hati yang ia rasakan, Kia ingin sekali membalaskan dendamnya. Tapi terkadang hatinya terlalu baik untuk melakukan itu semua.
"Apakah aku harus membalaskan dendamku," gumam batinnya dalam hati.
"Hey Kia, malah bengong," ujar dr. Sarah yang menepuk punggung Kia karena sedari tadi melamun.
"Eh iya dok," jawab kia.
"Kamu mikirin apa?" tanya dr. Sarah.
"Jadi gimana kamu setuju?" tanya dr. Sarah memastikan.
"Boleh juga dok, tapi siapa ya namanya dok?" tanya Kia lagi.
"Mmhh, gimana kalo Caterine," jawab dr. Sarah setelah beberapa saat terdiam dan melipatkan kedua tangannya.
"Caterine? Boleh juga, nama yang bagus," ujar Kia.
Sejak obrolannya bersama dr. Sarah membuat Kia memutuskan untuk berganti nama menjadi Catrine. Nama yang cukup cantik dan sesuai dengan wajah dan bentuk tubuhnya yang sekarang ini.
Sejak saat itu Kia berusaha untuk mencari pekerjaan untuk bertahan hidup. Caterine ditawari menjadi seorang model oleh temannya dr. Sarah karena kecantikannya.
Baru satu hari Caterine bekerja sudah banyak orang yang jatuh hati kepadanya.
Sejak pertama kali bekerja sebagai seorang model, Caterine begitu senang karena banyak orang yang menyukainya. Selama hidupnya, baru kali ini Caterine merasa dihargai karena sekarang ia begitu cantik dan memiliki badan yang ideal dan wajah yang sempurna.
Wanita saja menyebut jika Caterine begitu cantik, apalagi setiap laki-laki yang melihat Caterine. Sejak saat itu, menjadi seorang model adalah awal karirnya. Memang keahlian bukan segalanya, yang terpenting adalah kecantikan. Dengan kecantikan dan bentuk badan yang kita miliki membuat kita lebih dihargai orang, karena yang pertama kali orang lihat adalah paras yang cantik. Jika orang melihat kita cantik, maka keahlian yang tidak bisa kita lakukan pun menjadi bisa bahkan terlihat sempurna.
"Gimana pengalam jadi seorang model?" tanya dr. Sarah.
"Aku senang sekali dok, karena dengan penampilanku yang sekarang, setiap orang yang melihatku akan menghargaiku dok," jawab Kia antusias.
Sebelumnya mereka sudah membuat rencana untuk ketemuan. Sudah beberapa bulan setelah operasi dan ganti nama, baru kali ini mereka dipertemukan kembali. Dari awal pertemuan mereka, dr. Sarah memanglah sangat baik pada Caterine.
Mereka kini menjadi sahabat yang selalu berbagi suka maupun duka. Hal apapun selalu mereka bagi bersama.
"Syukurlah kalau begitu, aku seneng dengernya," ujar dr. Sarah.
"Dok? Makasih ya, karena selama ini dokter sudah baik banget sama aku," ucap Caterine.
"Sama-sama, sebagai seorang manusia kan sudah seharusnya kita harus saling tolong-menolong," jawab dr. Sarah.
Mereka pun saling berpelukan satu sama lain. Caterine sangat beruntung karena ia bisa dipertemukan dengan orang yang sangat baik. Bahkan dr. Sarah seperti malaikat penolong bagi Caterine.
Selama ini, Caterine selalu dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang. Namun kini, setelah penampilan barunya Caterine justru dihargai dan sangat diperhatikan karena kecantikannya.
"Sudah, jangan terima kasih mulu. Cepet makan makanannya, nanti dingin loh!" ujar dr. Sarah yang menyuruh Caterine makan yang sebelumnya mereka pesan.
"Iya dok, iya," jawab Caterine yang seperti anak kecil.
Merekapun menyantap makanan mereka bersama. Beberapa jam terlewat, entah sudah berapa lama mereka menghabiskan waktu bersama. Yang jelas kini mereka selalu menghabisakn waktu bersama. Entah untuk makan bersama, atau hanya sekedar cerita-cerita hal yang ringan diantara mereka.
Kedekatan mereka berdua memang tidak bisa dipisahkan. Dua orang sahabat itu, kini selalu berbagi suka maupun duka. Kia merasa sangat bahagia karena kini ia bisa mengoptimalkan hubungan diantara mereka. Kia juga merasa sangat bahagia akhirnya kini ia bisa dekat dengan seseorang.
"Makasih banyak dok, karena dokter audah sangat baik sama saya," ujar Kia setelah meminum minumannya.
"Sama-sama Kia, entah untuk yang keberapa kali kamu selalu meminta maaf," tegur dr. Sarah.
Kia hanya tertawa mendengar kata-kata dr. Sarah. Teman sekaligus sahabat yang Caterine miliki saat ini. Selama hidupnya Caterine belum pernah bertemu seseorang yang sangat baik kepadanya.