My Body My Pride

My Body My Pride
19. Kejutan Untuk Caterine



Hari ini Dirga berencana untuk melamar Caterine. Dirga tidak ingin terlalu lama berpacaran. Ia ingin segera mempersunting Caterine sebelum ada orang yang mendahuluinya.


"Aku harus segera melamar Caterine," gumam batin Dirga.


Ditengah-tengah kesibukannya tiba-tiba saja Dirga memikirkan hubungannya dengan Caterine. Dirga ingin segera melamarnya, akan tetapi sepertinya ia harus membicarakan ini semua kepada ibunya terlebih dahulu.


Karena sudah tidak sabar, Dirga pun ingin memberitahukan ibunya tentang rencananya yang akan segera melamar Caterine.


📱"Halo bu."


📱"Iya ada apa nak? Tumben telpon saat masih dikantor."


📱"Aku ingin segera memberitahukan rencanaku bu, aku ingin segera melamar Catherine."


📱"Apa? Secepat ini? Apa kamu sudah yakin dengan pilihan kamu Dirga?"


📱"Iya bu aku yakin."


📱"Tapi kita kan belum tahu tentang latar belakang keluarganya. Kita belum tahu tentang Caterine yang sebenarnya."


📱"Aku tidak perduli tentang keluarganya bu, yang penting aku sangat mencintainya."


📱"Kamu ini ya memang susah dibilangin."


📱"Maafkan aku bu, tapi aku ingin segera menikahinya. Dan hari ini aku akan melamarnya bu."


📱"Ya sudah itu terserah kamu saja jika kamu yakin dia itu adalah pilihan kamu."


📱"Oke bu terima kasih banyak."


📱"Iya nak."


📱"Ya sudah aku tutup dulu telponnya ya bu."


📱"Iya Dirga by."


Tak berapa lama panggilan itu terputus. Dirga merasa lega setelah berbicara dengan ibunya. Dirga pun berencana untuk memberikan kejutan pada Caterine hari ini. Dirga sudah tidak sabar ingin menjadikan Caterine sebagai istrinya.


Tok.. tok..


"Permisi pak," ujar Caterine sebelum masuk ke dalam ruangannya.


"Masuk," jawab Dirga dari dalam ruangan.


"Permisi pak, ini ada beberapa berkas yang harus ditandatangani," ujar Caterine sambil menyodorkan beberapa berkas kepada Dirga.


Dirga pun segera menandatangani berkas yang diberikan Caterine kepadanya. Setelah selesai Caterine pun segera meninggalkan ruangan. Akan tetapi saat baru beberapa langkah, tangan Dirga tiba-tiba menghentikan langkah Caterine.


"Tunggu Caterine," ujar Dirga sambil meraih tangan Caterine.


"Iya pak, ada apa?" jawab Caterine yang seketika berhadapan dengan Dirga.


"Nanti sepulang kerja kita makan bareng yah, sekalian ada sesuatu yang ingin aku bicarakan," ujar Dirga sambil menatap wajah Caterine.


"Iya pak, siap," jawab Caterine yang langsung berpaling dari Dirga.


"Apa ini pertanda jika rencanaku akan segera berhasil," gumam batin Caterine.


"Tunggu sebentar lagi Dirga! Ayo Caterine hanya tinggal beberapa langkah lagi," gumam batin Caterine lagi yang menyemangati dirinya sendiri.


"Ada apa Caterine? Apa kamu sudah ada acara?" tanya Dirga yang melihat Caterine seperti sedang melamun.


"Eh tidak pak, saya tidak ada acara nanti malam," jawab Caterine yang segera menjawab pertanyaan Dirga.


Merasa terlalu lama berada diruangan Dirga, Caterine pun segera bergegas pergi dari ruangan Dirga.


"Permisi pak, tidak enak jika ada yang melihat kita," ujar Caterine sambil berlalu meninggalkan ruangan Dirga.


"Yes, akhirnya sebentar lagi aku akan mengungkapkan perasaanku," ujar Dirga yang tersenyum bahagia.


Dirga pun segera mempercepat kinerjanya agar semua pekerjaan nya cepat selesai. Dirga segera menelpon sebuah restoran mewah agar persiapan nanti malam lebih sempurna. Dirga memesan tempat untuk nanti malam agar tempat yang ia pilih di dekor dengan hiasan yang indah dan terlihat sempurna.


Tak terasa hampir seharian penuh mereka bekerja. Kini saat nya bagi Dirga untuk melanjutkan rencana nya. Namun Caterine memilih untuk pulang dulu agar ia bisa bersiap. Caterine sengaja mempercantik dirinya agar Dirga benar-benar jatuh cinta kepadanya.


Sebelum Dirga pulang, ia pun memastikan tempat yang akan ia datangi terlebih dahulu. Setelah menurutnya bagus, ia pun segera bersiap memakai pakaian terbaiknya dan segera menjemput Caterine.


Tidid.. tidid..


"Apa itu mobil Dirga?" ujar Caterine yang masih sibuk merias dirinya.


"Caterine," teriak Dirga dari luar.


Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya Caterine membuka pintu. Betapa Dirga sangat terkejut melihat penampilan Caterine yang lain dari biasanya. Malam ini Caterine terlihat begitu cantik dan anggun.


Caterine memakai baju long dress berwarna merah menyala dengan rambut yang tergerai panjang dibahunya. Sehingga siapapun yang melihat Caterine akan terpesona saat melihat Caterine.


"Caterine?" tanya Dirga yang tidak berkedip saat melihat Caterine yang terlihat begitu cantik malam ini.


"Iya Ga, ini aku. Ayo kita berangkat," ajak Caterine yang pura-pura merasa senang saat Dirga datang.


"Dirga," teriak Caterine yang sudah berdiri didekat mobil Dirga.


"Eh iya maaf," ujar Dirga yang segera membukakan pintu untuk Caterine. Dirga terpesona saat melihat kecantikan Caterine.


"Terima kasih," tukas Caterine saat ia masuk ke dalam mobil.


"Sama-sama," jawab Dirga yang segera menutup pintu mobil. Dan ia setengah berlari menuju mobilnya. Rasanya sudah tidak sabar bagi Dirga untuk segera sampai ditempat yang sudah ia sewa.


Dirga segera melajukan kendaraannya dengan kecepatan yang tinggi. Satu jam kemudian akhirnya mereka tiba disebuah restoran yang sudah Dirga pesan sebelumnya. Sebuah restoran mewah dengan hiasan yang sangat cantik.


"Wah indah sekali," ujar Caterine yang merasa takjub dengan apa yang dilihatnya.


"Apa kamu menyukai ini?" tanya Dirga.


"Ya tentu, aku sangat menyukainya," tukas Caterine.


"Silahkan duduk," ujar Dirga yang segera menarik kursi untuk Caterine.


"Terima kasih," jawab Caterine.


Wanita mana yang tidak akan merasa senang jika diberikan kejutan seperti ini. Seperti wanita pada umumnya, Caterine merasa sangat senang atas perlakuan Dirga. Namun Caterine hanya pura-pura saja.


Semua ini ia lakukan hanya karena untuk membalaskan dendamny saja.


"Aku yakin, hari ini kamu pasti akan melamarku Dirga!" gumam batin Caterine.


"Silahkan dimakan," tawar Dirga yang tersenyum bahagia.


"Tunggu saja Dirga, tidak akan lama lagi senyuman itu akan berubah menjadi kesedihan," gumam batin Caterine.


"Ada apa Caterine apa makanannya tidak enak?" tanya Dirga.


"Tidak bukan itu, ini enak sekali," jawab Caterine.


Beberapa saat setelah menghabiskan makanannya, Dirga pun melanjutkan acaranya. Kini ia ingin membicarakan hal yang serius dengan Caterine. Meski merasa gugup tapi Dirga berusaha untuk bersikap setenang mungkin.


"Oiya Caterine ada sesuatu yang ingin aku bicarakan," ujar Dirga sambil memegang tangan Caterine.


"Tentang apa?" tanya Caterine pura-pura tidak tahu.


"Aku ingin melamarmu dan aku ingin segera menikah denganmu," tukas Dirga sambil menyempatkan sebuah cincin pada jari manis Caterine.


"Apa ini tidak terlalu cepat? Kita belum terlalu lama saling mengenal," jawab Caterine yang pura-pura menolak Dirga secara halus.


"Tapi aku sangat mencintaimu, aku sudah merasa cocok denganmu. Jadi bagaimana apa kamu menerima pakaianku?" tanya Dirga lagi.


Tanpa berkata apa-apa Caterine pun meganggukan kepalanya.


"Jadi itu artinya kamu menerima lamaranku?" tanya Dirga memastikan.


"Iya tentu," jawab Caterine sambil tersenyum.