
Tak terasa beberapa minggu sudah berlalu, kini tiba saatnya bagi Caterine dan Dirga untuk menikah. Semua persiapan sudah Dirga rencanakan dengan begitu matang. Dirga sudah tidak sabar ingin segera memiliki Caterine.
"Tunggu sebentar lagi Dirga, aku akan membalas perbuatanmu," ujar Caterine yang sedang bersiap dan kini sudah memakai baju pengantin didalam kamar. Caterine berencana akan membuka kedok asli tentang Dirga. Ia menyiapkan beberapa barang bukti agar Dirga dapat dihukum seberat-beratnya.
Semua sanak saudara dan tamu undangan sudah berada di gedung pernikahan antara Dirga dan Caterine. Saat pernikahan akan segera dimulai Caterine pun dipanggil ke bawah. Semua orang yang melihat Caterine begitu memuji kecantikan Caterine.
"Dia cantik banget ya," ujar seseorang yang berbisik kepada temannya.
"Iya Dirga beruntung bisa menikah dengan wanita secantik itu," timpal salah seorang temannya.
"Sebelum acara pernikahan ini di mulai ada sesuatu yang ingin aku bicarakan," ujar Caterine.
"Apa itu Caterine?" tanya Dirga yang mulai penasaran dengan apa yang akan disampaikan Caterine.
"Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih saja," timpal Caterine yang pura-pura manis dihadapan Dirga. Padahal Caterine sudah sangat muak dengan Dirga.
"Baiklah kalau begitu silahkan naik ke atas panggung, aku akan menemanimu," ujar Dirga dengan penuh percaya diri.
Diatas panggung Caterine sudah berdiri. Tepat disampingnya ada sebuah layar besar bagi para penonton agar dapat melihat aktifitas pengantin dari kejauhan. Hal itu dimanfaatkan Caterine untuk memutar video sebagai bukti bahwa Dirga telah membunuhnya.
Sementara semua tamu undangan sudah siap menyaksikan pernikahan antara Dirga dan Caterine.
"Pertama-tama aku mengucapkan banyak terima kasih karena akhirnya aku bisa seperti ini. Terutama Dirga dan keluarganya yang sudah menjadikan aku hingga seperti ini," ujar Caterine saat berbicara diatas panggung.
Dirga yang mendengar itu hanya senyum-senyum sambil sesekali melihat Caterine. Sementara tamu undangan yang menyaksikan mereka diatas panggung turut tepuk tangan melihat kemesraan mereka berdua.
"Satu lagi aku ingin memperlihatkan perjuangan mereka yang sudah membuat aku seperti ini," tambah Caterine lagi dan mulai memutar video saat dirinya masih berbadan besar.
"Video apa itu? Wanita itu siapa?" para tamu undangan tampak riuh saat melihat video itu diputar.
"Apa maksud dari semua ini Caterine? Siapa kau sebenarnya? Mengapa memutar video si gendut itu?" ujar Dirga yang kini mulai panik. Begitupun dengan ibunya Bu Isabel dan juga Lia.
"Kita lihat saja, apa kamu tidak mengenal siapa wanita gendut itu!" pekik Caterine.
"Video apa itu bu? Kenapa di video itu ada kita segala?" pekik Lia yang mulai merasa kesal. Di dalam video itu terlihat jelas bahwa Lia dan ibunya selalu membuat Caterine menderita.
Beberapa menit berlalu, didalam video itu terlihat jelas saat Caterine dahulu mengalami kecelakaan. Bukannya menolong Dirga justru mendorong mobil itu sampai masuk ke dalam jurang.
"Tega sekali laki-laki itu," ujar seorang tamu yang menyaksikan video itu.
Setelah kecelakaan itu, kini terlihat Caterine yang berada dalam video itu. Di dalam video itu di jelaskan bahwa sebelum kecelakaan Caterine memiliki postur tubuh yang sangat besar dan diberi keterangan nama Azkia Hanifah atau Kia dibawahnya.
"Apa jadi selama ini? Kamu adalah Kia wanita gendut itu?" tanya Dirga yang kini mulai menyadari jika Caterine itu ternyata Kia.
"Ya Dirga aku adalah Kia, seorang istri yang memiliki tubuh besar dan tidak cantik. Wanita yang selama ini kamu bunuh," jawab Caterine yang begitu puas saat melihat wajah Dirga ketakutan.
"Apa? Jadi dia itu memang wanita gendut itu?" tanya Bu Isabel yang berbisik ditelinga anaknya.
"Tepat sekali Bu Isabel, ibu mertuaku. Tidak lama lagi kalian akan mendapatkan balasan atas perbuatan kalian selama ini," pekik Caterine.
"Wah kasian sekali wanita malang itu. Hanya karena tubuhnya yang begitu besar mereka memperlakukan wanita itu dengan sangat kasar. Mereka juga tega hingga membunuh wanita itu," ujar salah seorang tamu.
"Begitulah keluarga mereka para hadirin. Ya akulah si wanita gendut yang ada dalam video itu. Aku wanita yang sudah mereka perlakukan semena-mena sampai akhirnya dibunuh. Tapi beruntung saat kecelakaan itu terjadi ada seorang malaikat yang menolongku hingga akhirnya bisa membuatku seperti ini," lirih Caterine yang mengingat kejadian itu.
Caterine merasa sangat sedih dan sakit hati saat mengingat kejadian saat itu. Caterine yang selalu diperlakukan semena-mena oleh ibu mertua dan iparnya, serta suami yang begitu tega mengkhianati Caterine dan tidak segan membunuhnya.
Tidak berapa lama, sekelompok polisi pun datang untuk menangkap keluarga Dirga.
"Tolong maafkan aku Caterine, aku sangat menyesal dengan apa yang sudah ku lakukan," lirih Dirga yang langsung berlutut dihadapan Caterine saat polisi itu datang menangkap mereka.
"Iya Caterine tolong maafkan kami. Kami khilaf dan kami tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi," timpal Bu Isabel dan Lia secara bersamaan.
"Mamah mohon Caterine, mamah tidak ingin dipenjara. Apa kamu tidak kasihan melihat mamah yang suka sakit-sakitan masuk ke dalam penjara," lirih Bu Isabel yang pura-pura menangis karena tidak ingin masuk ke dalam penjara.
"Maaf semua maaf kalian sudah terlambat, kalian harus mempertanggungjawabkan perbuatan kalian," ujar Caterine sambil tersenyum simpul.
"Bawa saja mereka pak," titah Caterine kepada para polisi yang sudah menangkap keluarga Dirga. Semua barang bukti sudah sangat jelas, sehingga membuat mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
"Tolong maafkan kami Caterine," lirih Lia yang menangis saat polisi membawanya.
Tidak ada jawaban dari mulut Caterine meski mereka terus memohon agar polisi tidak memenjarakan mereka. Tapi mereka harus mendapatkan akibat dari perbuatan mereka agar tidak mengulangi perbuatan itu dikemudian hari. Terlebih yang mereka lakukan sangat merugikan orang lain dan berkaitan dengan nyawa seseorang.
Ibarat sebuah tanaman, kita yang menanam kita juga yang akan menuai. Begitupun dengan perbuatan yang kita lakukan. Jika perbuatan baik yang kita lakukan maka kebaikan itu akan kembali kepada kita. Sedangkan jika perbuatan buruk yang kita lakukan maka keburukan itu yang akan kembali kepada kita.
Para tamu undangan pun menyoraki keluarga Dirga saat dibawa ke kantor polisi.
"Aku tidak menyangka jika ternyata keluarga Dirga Wijaya ternyata orang yang sangat jahat," ujar seseorang saat menyaksikan mereka dibawa ke dalam mobil polisi.
Caterine pun merasa puas karena akhirnya mereka mendapatkan balasan atas apa yang mereka perbuat.
"Aku harap kalian tidak akan memandang rendah fisik seseorang setelah kejadian ini," gumam batin Caterine.