My Body My Pride

My Body My Pride
13. Panggilan Yang Tiba-tiba



Beberapa bulan berlalu, hubungan Dirga dan Caterine pun semakin dekat. Berita mengenai hubungan Caterine dan Dirga pun akhirnya sampai ke telinga Angeline. Angeline yang merasa kesal dengan hubungan yang terjadi diantara mereka pun merasa sangat kesal dan marah.


"Siapa dia berani-beraninya merebut Dirga dariku!" gumam batin Angeline.


Merasa penasaran dengan berita itu akhirnya Angeline datang menemui Dirga dikantornya. Ia sudah tidak sabar ingin mendengar penjelasan dari Dirga tentang hubungannya bersama Caterine.


"Dirga!" pekik Angeline yang tiba-tiba datang ke dalam ruangannya.


"Kenapa kamu ada disini? Kenapa ga bilang dulu kalau kamu mau kesini?" tanya Dirga yang merasa terkejut dengan kedatangan Angeline yang tiba-tiba.


"Seharusnya aku yang nanya, Caterine itu siapa?" tanya Angeline yang langsung menanyakann apa yang ada dalam pikirannya.


"Dia itu hanya temanku saja Angeline," jawab Dirga yang terbata. Beruntung Caterine hari ini tidak ada dikantor karena sedang ada pekerjaan di luar.


"Aku tidak percaya! Sebenarnya siapa dia? Apa dia bekerja disini?" tanya Angeline dengan penuh penekanan.


Meski sebenarnya Dirga sangat ingin berpisah, tapi Dirga harus memikirkannya secara baik-baik. Dirga tidak boleh sampai salah dalam mengambil keputusan. Sebab ini berhubungan dengan hidup dan matinya. Dirga harus meyakinkan Angeline jika itu hanyalah kabar burung saja. Setelah diberi pengertian Angeline pun akhirnya mau mendengarkan apa yang dikatakan Dirga. Dirga berhasil meyakinkan Angeline dan akhirnya ia bersedia untuk pulang.


"Jadi berita itu cuma hoaks kan?" tanya Angeline lagi.


"Iya itu semua tidaklah benar," jawab Dirga dengan penuh keyakinan.


"Tapi awas saja kalau kamu bener-bener berkhianat, aku tidak akan mengampunimu!" jelas Angeline dengan penuh penekanan dan segera bergegas pulang.


"Iya sayang beneran," ujar Dirga yang segera memeluk Angeline untuk lebih meyakinkan dirinya.


"Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu," pamit Angeline.


"Iya sayang, maaf aku tidak bisa mengantarmu pulang karena pekerjaanku sangat banyak hari ini," ujar Dirga


"Tidak apa-apa sayang, aku mengerti," ucap Angeline yang segera pergi meninggalkan ruangan Dirga.


"Syukurlah, akhirnya dia pulang juga," ujar Dirga yang merasa lega setelah Angeline pulang.


"Hampir saja aku ketahuan, jika dia tahu tentang yang sebenarnya matilah aku. Perusahaanku juga pasti akan terancam," gumamnyan lagi.


Angeline segera bergegas pulang dengan diantar oleh supir pribadinya. Kemanapun ia pergi supirnya akan selalu mengantarkannya.


Hidup dengan segala fasilitas yang ia miliki membuat hidupnya menjadi manja. Angeline terlahir dari orang tua yang begitu mapan dan sangat berkecukupan. Ditambah Angeline adalah anak satu-satunya sehingga orang tuanya akan memberikan apa saja yang ia inginkan. Termasuk hubungannya bersama Dirga, meski awalnya orang tua Angeline tidak merestui hubungan mereka, namun akhirnya seiring berjalannya waktu mereka merestui hubungan itu.


Orang tua Angeline banyak mendengar kabar tentang Dirga yang kurang baik. Karena itulah mereka khawatir jika anaknya akan disakiti oleh Dirga. Namun karena Angeline yang terus memohon akhirnya mereka menyetujui hubungannya dengan Dirga. Bahkan orang tua Angeline berniat untuk segera menikahkan mereka.


Tok... tok...


Satu jam kemudian Caterine tiba dikantor. Setelah seharian bekerja diluar membuat Caterine merasa lelah, karena baru kali ini Caterine menemui klien seorang diri.


"Permisi," ujar Caterine yang langsung memasuki ruangannya.


"Silahkan masuk sayang," jawab Dirga.


"Kamu pasti lelah, biar aku telpon ke pantry untuk membawakan kamu makanan dan miniman ya!" usul Dirga.


"Tidak usah lah pak," tolak Caterine.


"Pokoknya kamu harus makan dulu," ujarnya yang tetap perhatian.


Dirga pun segera menelpon pantry untuk memesan makanan dan minuman ke ruangannya. Tidak berapa lama akhirnya makanan itu datang.


Tok... tok..


"Permisi pak, saya mau mengantarkan makanan," ujar office boy itu yang langsung menyimpan makanannya diatas meja.


"Masuk, terima kasih ya!" timpal Dirga.


Dirga pun segera membuka makanannya. Nasi goreng spesial dan jus jeruk yang menggugah selera.


"Caterine sini makan dulu," ajak Dirga.


"Kamu saja yang makan, aku sedang tidak nafsu makan," lirih Caterine.


"Sini biar aku suapi biar kamu mau makan," ujar Dirga yang langsung menyuapi Caterine.


Perlahan tapi pasti, Caterine pun akhirnya memakan makanannya. Meski awalnya tidak mau, karena suapan Dirga akhirnya Caterine makan juga. Sedikit demi sedikit akhirnya makanan itu habis juga. Tak terasa waktu menunjukan pukul 5 sore, itu artinya sekarag tiba saatnya untuk pulang kantor. Seperti biasa Caterine selalu diantar pulang oleh Dirga.


"Kamu tidak masuk dulu?" tawar Caterine yang berbasa-basi.


"Sebentar aku angkat telpon dulu," izin Dirga yang segera mengangkat telponnya.


Setelah mengantar Caterine tiba-tiba suara ponsel Dirga berbunyi. Tidak berapa lama akhirnya panggilan itu berakhir.


"Maaf aku harus segera pergi," pamit Dirga.


"Loh mau kemana? kok buru-buru?" tanya Caterine yang menautkan kedua halisnya.


"Ini ada pekerjaan mendadak," jawab Dirga.


"Ya sudah kalau begitu aku pulang ya!" pamit Dirga yang langsung melajukan kendaraannya.


"Iya hati-hati," jawab Caterine.


Didalam hatinya Caterine tidak pernah ingin mengajak Dirga ke rumahnya. Ia hanya pura-pura mengajaknya saja, agar ia terlihat lebih meyakinkan jika ia benar-benar mencintai Dirga.


Dirga pun segera melajukan kendaraannya. Dirga mendapat telpon dari Angeline jika ia diminta untuk segera datang ke rumahnya. Entah hal apa yang akan dibicarakan, yang jelas Dirga harus segera sampai dirumah Caterine biar semuanya lebih jelas.


Dengan kecepatan yang begitu tinggi Dirga melajukan kendaraannya. Bahkan haya satu jam saja Dirga bisa sampai ke tempat Angelin. Padahal jarak dari rumah Caterine menuju rumah Angeline lumayan jauh.


Hanya saja Dirga ingin segera tiba ditempat itu.


"kamu cepat sekali sampai mas? ujar Angeline.


"Iya aku tadi buru-buru," jelas Dirga.


"Ya sudah cepetan masuk yu, mamah sama papah udah nungguin tuh," jelas Angeline.


"Selamat malam om, tante," sapa Dirga yang menyalami orang tua Angeline.


"Malam juga Dirga," jawab mereka serempak.


"Jadi kamu sudah tau jika kami memanggilmu kemari?" tanya Pak Jhon.


"Belum om, saya malah bingung sebenarnya ada apa?" tanya Dirga yang menautkan kedua halisnya.


"Begini, om sebenarnya ingin melihat kalian segera bertunangan," ujar Pak Jhon.


"Apa om?" tanya Dirga yang merasa terkejut dengan pernyataan Om Jhon.


"Kamu kenapa kok kaget begitu?" tanya Pak Jhon.


"Bu, bukan begitu om. Aku hanya belum siap saja," jawab Dirga yang terbata.


"Memangnya kenapa?" tanya Om Jhon yang menautjan kedua halisnya.


"Sebenarnya saya belum berbicara pada orang ibu saya om, mungkin saya akan membicarakannga dulu dengan ibu saya," jelas Dirga yang mencoba mencari alasan.