
Caterine hari ini berencana untuk mencari sebuah pekerjaan. Di dalam hidupnya, Caterine ingin mendapatkan suasana baru. Untuk itu ia segera melamar pekerjaan ke beberapa perusahaan.
Jauh-jauh hari Caterine sudah menyiapkan beberapa lamaran pekerjaan. Baru saja Caterine akan keluar rumah, tiba-tiba Devan datang berkunjung.
"Devan? Ada apa datang sepagi ini?" tanya Caterine yang menautkan kedua halisnya. Sebab tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu jika Devan akan berkunjung ke rumahnya.
"Surprise," ujar Devan dengan tersenyum simpul. Devan segera mengeluarkan tangan kanan yang disembunyikannya sejak tadi. Devan mengeluarkan tangan kanannya yang memegangi bunga mawar merah.
"Wah indah sekali," ujar Caterine yang merasa terkejut saat Devan memberikannya kejutan.
"Tapi untuk apa semua ini?" tanya Caterine yang masih tidak memahami perasaan Devan.
"Tidak untuk apa-apa, aku hanya ingin mengutarakan isi hatiku," jawab Devan.
"Apa? Apa semua ini tidak terlalu cepat?" tanya Caterine yang menautkan kedua halisnya. Caterine merasa jika ini terlalu cepat.
"Tidak Caterine, aku sangat mencintaimu dan aku tidak ingin kehilanganmu," lirih Devan.
Untuk beberapa saat Caterine pun terdiam. Sebenarnya ia pun masih bingung dengan perasaannya sendiri. Apakah Caterine harus menerima Devan atau tidak. Yang jelas Caterine masih bingung dengan perasaannya sendiri.
"Baiklah Caterine jika kamu masih ragu, aku mengerti," lirih Devan yang terlihat kecewa dan segera bergegas pergi dari rumah Caterine.
"Tunggu!" pekik Caterine yang melihat ada sesuatu yang jatuh dari tangan Devan.
"Ini, gelang mainan ini milik siapa?" tanya Caterine.
"Gelang itu milikku dan satu lagi ada pada teman masa kecilku namanya Kia," lirih Devan.
"Apa? Jadi kamu itu Devan yang gendut itu?" tanya Caterine.
"Ya kenapa kamu tahu jika aku dulu gendut?" tanya Devan.
"Karena aku adalah Kia. Kia yang gendut sama sepertimu Devan," tukas Caterine.
Caterine pun menganggukan kepala. Devan tidak pernah menyangka jika seeorang yang dia cari selama ini berada dihadapannya. Begitupun dengan Caterine yang tidak pernah menduga jika ia akan bertemu lagi dengan cinta masa kecilnya dulu.
Flashback On
Setiap hari Devan dan Kia selalu pergi sekolah bersama. Sudah sejak lama mereka berteman. Bahkan satu sekolah juga sudah mengetahui jika mereka memiliki satu kesamaan yaitu sama-sama memiliki tubuh yang gendut.
Disekolah juga mereka selalu diejek oleh teman-teman mereka. Namun Devan selalu membela Kia lebih dulu. Meski ia memiliki tubuh yang sama justru dia memakai kelebihan nya untuk melawan orang-orang yang selalu mengejek Kia.
"Kia gendut, kia gendut," sorak beberapa orang teman yang selalu mengejek Kia setiap hari.
"Sudah Kia jangan menangis, awas kalian berani-beraninya mengejek Kia," pekik Devan yang kini menjadi tameng bagi Kia.
"Hahaha sesama gendut saling melindungi," ujar salah seorang teman mereka.
"Hentikan! Tidak seharusnya kalian berbicara seperti itu! Kita harus menghargai apapun ciptaan Tuhan! Mengejek makhluk berarti mengejek sang pencipta!" pekik Devan lagi yang semakin meninggikan suaranya.
Mendengar kata-kata Devan membuat teman-temannya menjadi ketakutan. Hanya dengan perkataan seperti itu membuat mereka terdiam seketika. Akhirnya tak berapa lama mereka pun membubarkan diri.
"Terima kasih Van karena selalu menolongku," lirih Kia.
"Sama-sama Kia," jawab Devan. Sejak saat itu Kia menyukai Devan karena dia selalu ada untuknya.
Beberapa tahun kemudian mereka pun terpisah karena setelah lulus sekolah Devan harus pergi ke luar kota.
Flashback Off
Hingga akhirnya kini mereka dipertemukan kembali dalam situasi dan keadaan yang berbeda. Devan yang dulu hitam dan gendut justru kini begitu tampan dan gagah serta bertubuh atletis.
Sedangkan Kia yang dulu hitam, berbadan besar kini begitu cantik dengan badan yang ideal. Mereka hanya tersenyum saat mengenang masa lalu mereka.