My Body My Pride

My Body My Pride
25. Ternyata Devan



Beberapa bulan pun berlalu, hubungan Devan dan Caterine pun semakin dekat. Akan tetapi belum ada kata-kata resmi dari mulut Devan. Dia belum mengutarakan isi hatinya meski dia mulai menyukai Caterine saat pertama kali mereka bertemu.


Hari ini Caterine berencana untuk mengunjungi rumah dokter Sarah karena sudah beberapa bulan terakhir mereka tidak bertemu. Rasanya hanya dokter Caterine yang ia kenal dekat selama ini.


Setelah orang tuanya meninggal Caterine tidak memiliki siapa-siapa lagi. Caterine hanya tinggal seorang diri. Caterine kira dengan menikah dengan Dirga, Caterine akan mendapatkan kebahagiaan karena mendapatkan suami sekaligus keluarga yang baru.


Namun ternyata hidup tidak sesuai dengan kenyataannya. Setelah menikah Caterine justru menderita bahkan hampir saja kehilangan nyawanya. Tapi beruntung Caterine akhirnya bertemu dengan seseorang yang baik dan perduli kepadanya, yaitu dokter Sarah.


Caterine sudah menganggap dokter Sarah sebagai saudaranya, begitupun dengan dokter Sarah yang menganggap Caterine sebagai adiknya sendiri. Untuk itu Caterine merasa tidak enak jika mereka sudah lama tidak bertemu.


Ting tong..


"Ada tamu, siapa ya?" ucap Sarah yang sedang sibuk di dapur. Ia pun mematikan kompor terlebih dahulu sebelum pergi meninggalkan dapur.


"Kejutan," ujar Caterine saat Sarah membukakan pintu untuknya.


"Hai apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu," timpal Sarah yang langsung memeluk Caterine.


"Aku baik, makanya aku datang kemari karena aku sudah kangen," celoteh Caterine.


"Ya sudah ayo masuk," ajak Sarah.


Caterine pun mengekor dari belakang. Dia merasa sangat senang karena akhirnya mereka bisa bertemu kembali.


"Aku ambil minum dulu ya," pamit Sarah yang segera bergegas ke dapur.


"Eh tidak perlu repot-repot, nanti biar aku saja yang mengambil sendiri jika aku haus," tukas Caterine.


"Ya sudah kalau begitu, aku ke dapur dulu ya tanggung pekerjaanku sebentar lagi beres," pamit Sarah yang kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Tidak perlu repot-repot," ujar Sarah.


"Ah tidak repot,hanya membantu sedikit saja," tambah Caterine.


Caterine pun segera menyusul Sarah ke dalam dapur. Caterine membantu semampu yang ia bisa. Sarah memang sibuk sejak tadi untuk menyambut kepulangan suaminya. Beruntung hari ini mertuanya tidak ada dirumah karena pergi ke luar kota.


"Kamu memang pandai memasak," puji Caterine.


"Ah biasa saja, lagipula sebagai seorang istri kita harus bisa memasak kan?" tanya Sarah.


"Iya juga sih," jawab Caterine.


Hampir satu jam mereka berkutat di dapur akhirnya pekerjaan mereka selesai. Sarah merasa senang karena kedatangan Caterine hari ini membuat pekerjaan Sarah lebih mudah. Tak berapa lama kemudian, akhirnya suami Sarah pulang.


"Aku pulang," ujar Axel saat baru masuk ke dalam rumah.


"Wah ada tamu ternyata," timpal Axel lagi.


"Ah aku bukan tamu, aku hanya kebetulan lewat sini saja," tukas Caterine yang merasa malu.


"Ya sudah kalian teruskan saja pembicaraan kalian, aku akan mandi dulu," pamit Axel yang segera bergegas ke dalam kamarnya.


Di ruang tamu Sarah dan Caterine begitu asyik mengobrol. Begitu banyak hal yang mereka bicarakan. Rasanya satu hari tidak cukup bagi mereka untuk terus mengobrol. Tidak berapa lama akhirnya Axel datang. Dan Caterine pun ikut makan malam bersama di rumah Sarah.


"Wah aku jadi merepotkan begini," celetuk Caterine.


"Ah Caterine kamu ini, kenapa harus bilang seperti itu," timpal Sarah.