
Happy Reading... 😊
"Makasih banyak dok, karena dokter sudah sangat baik sama saya," ujar Catrine setelah meminum minumannya.
"Sama-sama Kia, eh Caterine maksudnya. Entah untuk yang keberapa kali kamu selalu meminta maaf," tegur dr. Sarah dan entah kenapa dr. Sarah selalu lupa dengan nama baru Kia padahal ia sendiri yang memberikan nama itu pada Caterine.
Caterine hanya tertawa mendengar kata-kata dr. Sarah. Teman sekaligus sahabat yang Caterine miliki saat ini. Selama hidupnya Caterine belum pernah bertemu dengan seseorang yang sangat baik kepadanya.
Caterine merasa sangat bahagia atas apa yang ia miliki selama ini, memiliki wajah yang cantik, pekerjaan yang bagus serta memiliki seorang sahabat yang begitu baik kepadanya.
Beberapa bulan kemudian, Caterine pun ingin membalaskan dendamnya. Mulai dari Dirga yang harus membayar semua rasa sakit yang Caterine alami. Catrine berencana untuk menemui Dirga dengan pura-pura melamar pekerjaan dikantornya.
Keesokan harinya.
Pagi-pagi sekali Caterine sudah bersiap untuk melamar pekerjaan dikantor Dirga. Caterine memakai pakaian hitam putih, tidak lupa Catrine juga membawa surat lamaran yang dimasukan ke dalam amlop coklat. Caterine pergi menuju kantor Dirga dengan menggunakan taksi online yang sebelumnya ia pesan.
Meski sekarang Caterine memiliki kendaraan sendiri berkat kesuksesannya, akan tetapi Caterine tidak ingin memamerkan itu. Caterine ingin terlihat sebagai orang biasa saat berada dikantor Dirga. Tidak lama akhirnya Caterine tiba dikantor Dirga. Disana sudah ramai beberapa orang yang baru datang.
"Permisi pak, jika ingin melamar pekerjaan disebelah mana ya?" tanya Caterine pada satpam yang sedang berdiri di depan gerbang.
"Mari saya antar bu," jawab satpam itu ramah dan mengajak Caterine untuk mengikutinya.
"Baik pak," tanpa basa-basi Caterine langsung mengekor dibelakang satpam itu.
Satpam itu menunjukan tempat penerimaan karyawan baru atau ruang HRD.
"Silahkan ditunggu disini bu, boleh saya minta surat lamarannya," pinta satpam itu.
"Iya pak, silahkan," jawab Caterine sambil memberikan amlop coklat itu dan duduk dibangku yang sudah disediakan.
"Ibu tunggu saja disini sampai nanti nama ibu dipanggil. Kalau begitu saya permisi," pamit satpam itu sambil tersenyum ramah dan berlalu meninggalkan Caterine diruang tunggu bersama beberapa orang lainnya yang sudah ada ditempat itu.
"Iya pak, terima kasih banyak," ujar Caterine yang sedang duduk diruang tunggu.
Setelah satpam itu pergi, Caterine menunggu diruang tunggu yang sudah disediakan. Disini ternyata sudah ramai beberapa orang yang sama-sama ingin melamar pekerjaan. Satu persatu dari kami pun dipanggil ke dalam untuk wawancara kerja. Tidak berapa lama, kini giliran Caterine yang dipanggil. Saat memasuki ruangan, seorang petugas tersenyum ramah kepada Caterine.
Caterine mulai ditanyai beberapa pertanyaan oleh petugas HRD tersebut. Mulai dari pendidikan, pengalaman kerja dan tempat bekerja sebelumnya. Tidak lama akhirnya wawancara itu selesai dan Caterine diterima diperusahaan itu.
"Selamat ya bu, anda kami terima dan besok anda sudah bisa mulai bekerja," ujar seorang petugas itu.
"Wah beneran bu? Akhirnya, terima kasih banyak," pamit Caterine yang merasa senang karena akhirnya ia diterima bekerja diperusahaan Dirga.
"Akhirnya langkah pertamaku berhasil, diterima kerja diperusahaan ini," gumam batin Caterine sambil tersenyum sinis.
Keesokan harinya Caterine sudah bersiap dan segera bergegas pergi ke kantor karena hari ini adalah hari pertamanya masuk kerja. Dengan penampilan barunya, Caterine terlihat sangat berbeda dari biasanya. Caterine berdandan secantik mungkin agar Dirga bisa jatuh hati kepadanya. Sesampainya diperusahaan, Caterine langsung mendatangi tempat yang kemarin, tempat dimana ia mulai diterima.
"Selamat pagi bu Caterine, mari saya antar ke ruangan anda," sapa wanita yang kemarin menerimanya.
"Selamat pagi bu," jawab Caterine yang langsung mengekor dibelakang wanita itu.
"Mari saya perkenalkan pada pemilik perusahaan ini," ujar wanita itu.
Tok... tok...
Tak berapa lama sampailah mereka didepan ruangan Dirga.
"Permisi pak, boeh saya masuk," ujar wanita itu.
"Perkenalkan, ini Caterine asisten baru bapak," jelas wanita itu.
"Mas Dirga, kamu tidak pernah berubah dan sangat tampan," gumam batin Caterine.
"Saya Caterine," ujar Caterine memperkenalkan diri sambil menyodorkan tangan kanannya.
"Saya Dirga," ucap Dirga yang langsung menjabat tangan Caterine.
"Sa, saya Caterine," timpal Caterine gagap.
"Ayo Kia fokus, fokus. Kamu kesini untuk balas dendam. Bukan untuk melihat Dirga," gumam Caterine dalam hati.
"Kamu kenapa?" tanya Dirga yang melihat Caterine terdiam.
"Tidak, saya tidak apa-apa," jawab Caterine.
Setelah sejak lama tidak melihat suaminya, Caterine merasakan rindu pada Dirga. Suami yang selama ini begitu ia cintai dan sayangi, namun ternyata dia begitu tega mengkhianati Kia.
"Kalau begitu saya permisi," pamit wanita yang mengantar Caterine tadi.
"Iya bu, terima kasih karena sudah mengantar saya," ujar Caterine.
"Sama-sama bu," jawab wanita itu ramah.
Wanita itu segera bergegas meninggalkan ruangan Dirga untuk melanjutkan pekerjaannya lagi. Kini didalam ruangan itu hanya ada Dirga dan Caterine saja. Sesekali Caterine pun mencuri pandang wajah Dirga. Wajah yang begitu tampan, berkulit putih, dan memiliki postur tubuh yang tinggi besar. Serta sangat ramah saat pertama kali Caterine bertemu dengan dia saat itu, karena itu pula yang membuat Caterine jatuh hati kepada Dirga. Tapi kini yang ada hanyalah sebuah kebencian karena pengkhianatan. Caterine merasa sangat sedih jika mengingat akan masa lalunya saat itu. Namun Caterine bersikap biasa di hadapan Dirga.
"Eh kamu? Tadi siapa nama kamu? Saya lupa?" tanya Dirga.
"Saya Caterine pak," jawab Caterine ditengah lamunannya.
"Ganteng-ganteng kok pelupa," gumam batin Caterine.
"Kamu sudah tahu kan tugas sekretaris apa?" tanya Dirga.
"Siap pak, tahu," jawab Caterine singkat.
Sejak saat itu Caterine bekerja sebagai sekretaris pribadi Dirga. Rencana yang kedua telah berhasil Caterine lakukan. Akan tetapi sepertinya Dirga masih cuek dan bersikap biasa saja. Caterine harus melakukan sesuatu untuk membuat Dirga jatuh cinta kepadanya.
Beberapa hari berlalu, akan tetapi Dirga masih bersikap biasa pada Caterine. Untuk itu Caterine berpura-pura jatuh dihadapan Dirga saat itu.
"Aduh.." teriak Caterine yang hampir saja akan terjatuh karena terpeleset.
"Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Dirga yang langsung menangkap Caterine dipelukannya saat ia akan terjatuh.
"Ma, maaf pak," ujar Caterine.
"Tidak, tidak apa-apa," jawab Dirga dan berusaha tetap tenang.
Sejak saat itu ada rasa yang tak biasa yang dirasakan Dirga. Ia sepertinya mulai menyukai Caterine.
"Dilihat-lihat kamu cantik juga," gumam batin Dirga.
"Kenapa pak?" tanya Caterine yang melambaikan tangannya dihadapan wajah Dirga karena sejak tadi terdiam.
"Tidak, saya tidak apa-apa," jawab Dirga yang langsung salah tingkah karena sejak tadi memandangi wajah Caterine.