
...~Keesokan hari~...
..Anneyonghaseyo Jeoneun bangtan sonyeondan hanggeum maknae Jeon Jungkook Imnida...
Seperti itulah nada alarm Luvi yang sengaja ia setel untuk membangunkannya apabila harus bangun tepat waktu pagi hari,
Luvu meraba2 mencari ponselnya dan segera melihat jam. Ya jam 05.30, ia harus bangun dan bersiap2 mandi dan menyiapkan sarapan untuknya, karena itu caranya berhemat daripada jajan diluaran sana.
Luvi tinggal di sebuah kamar kost yang tidak terlalu besar , namun sangat rapi dan nyaman. Kamar tersebut terdapat kasur, lemari, meja belajar dan hiasan2 dinding beserta foto dan poster2 BTS idol grup kesukaan Luvi.
Jarak Kost dan kantor barunya sekarang agak jauh, meskipun belum pernah ke perusahaan W tapi dia tau lokasi tersebut, oleh karena itu ia harus bangun lebih awal hari ini.
Setelah selesai bersiap2 ia berdoa semoga hari pertamanya pindah tempat kerja baik2 saja, atasannya seperti pak Chandra ramah dan sopan, kemudian ia menghela nafas panjang dan siap berangkat menggunakan ojek online.
*
Sesampainya di perusahaan W, Luvi langsung mendatangi resepsionis dan memberikan kartu nama yang sebelumnya diberikan pak Dino
"Mbak, saya ingin bertemu dengan pemilik kartu nama ini, kemarin beliau menyuruh saya datang dan memberikan kartu ini" Luvi bertanya kepada resepsionis
"Oh Pak Dino, baik mari saya antar keruangan nya mbak" jawab resepsionis tersebut tersenyum ramah
...Luvi Pov : ramah banget ya mbaknya, ahh lagian kan harus gitu, kalo sangar ntar orang pada takut buat nanya2 ke mbaknya, btw perusahaan ini simple ya minimalis sederhana, ada pilar2 menjulang tinggi terus lukisan2 dinding terpajang rapi....
Luvi celingukan menatap kiri dan kanan, memperhatikan setiap ruangan yang mereka lewati hingga memasuki lift.
Tiingg.. lift terbuka lantai 10
Resepsionis dan Luvi belok ke kiri menuju ruangan pak Dino, tepat disamping ruangan Pak Wira
"Silahkan masuk mbak, ini ruangan pak Dino" ucap resepsionis
"Terimakasih banyak mbak, spontan Luvi membungkukan badan" kebiasaan Luvi jika sedang berterimasih atau bertemu dengan orang yang lebih tua, udah terbawa budaya korea ya hihi
Tok..tokk..tokk
"Masuk" suara terdengar sayup dari dalam
"Selamat pagi pak" sapa Luvi
"Pagi Luvi, baiklah hari ini kamu sudah mulai bekerja ya, saya rasa kamu sudah tau jobdesk kamu mengingat kamu sudah bekerja dengan Chandra"
"saya akan langsung mengantar kamu ke ruangan Jestine dan setelah itu saya akan membawa kamu berkeliling untuk mengenali bagian2 kantor ini"
"Baik pak" Luvi tersenyum kaku agak sedikit takut mendengar nama Jestine. seperti apa ya boss baru nya ini?
Mereka menaiki lift menuju lantai 11, ruangan Jestin.
Ruangan tersebut telah menjadi markas kerja Jestin, namun penataan nya belum terlalu rapi, mengingat baru kemarin pindah dan tadi malam para pekerja tidak menyelesaikan nya karena keburu tengah malam.
Lift terbuka tepat di lantai 11, mereka keluar dan menuju ruangan Jestin. Pak Dino mengetuk pintu dan kemudian membukanya
"Pagi pak Jestin" begitulah pak Dino memanggil Jestin dikantor dengan sebutan formal
"Pagi, Pak Dino" memandang ke arah pak Dino dan Luvi
"pagi pak" sapa Luvi agak sedikit Kikuk
...Luvi Pov: ternyata masih sangat muda, keknya masih seumuran gue...
"Hai.... kamu, silahkan duduk" jawab Jestin seperti seorang yg sudah akrab
Jestin telah mengetahui Bagaimana ceritanya kenapa Luvi bisa jadi sekretarisnya, ya pak Dino telah menceritakannya tadi malam.
"Saya permisi" pak Dino pamit dan keluar dari ruangan Jestine
"Sepertinya kita seumuran, berapa usia mu?" tanya Jestin tanpa ragu
"saya 22 pak" jawab Luvi mencoba bersikap profesional
"wah ternyata kita seumuran" senyum Jestin yang ntah kemana arah senyum itu, sulit mengartikannya
"Baiklah, Luvi. Saya sudah tahu kamu dari pak Dino, dan pasti Pak Dino sudah menjelaskan tentang saya juga kan? Mari Berteman dan bekerja sama" Jestine mengulurkan tangan dengan senyuman ramah dan termanis kepada Luvi
dengan ragu2 Luvi menjabat uluran tangan Jestin, dan mereka bersalaman "Baik Pak" jawab Luvi
"Ruangan kamu disebelah ruangan saya ini, datanglah segera apabila saya memanggil" Jestin berbicara dengan sangat berwibawa.
...****...
Luvi memasuki ruangannya, Betapa senangnya ia mengingat Jestin tidak seseram yang ia bayangkan.
Wajah Lugu itu tak hentinya tersenyum karena atasannya itu sangat bersikap hangat padanya yang artinya dapat mempermudah semua pekerjaannya nanti.
Luvi mengedarkan pandangan ke segala arah di ruangannya, semua sudah tertata rapi. ada meja kerja di lengkapi smart computer,telepon, beserta buku2 catatan dan alat tulis yang dibutuhkan nanti saat bekerja.
disudut ruangan terdapat beberapa pot tanaman hijau yang mempercantik ruangan. serta desain dinding dan atap yang terkesan minimalis modern simple membuat ruang tersebut indah meski tidak terlalu besar.
Luvi berencana diatas meja kerjanya ia akan menghias dengan stiker dan figure dari Jungkook dan BTS idol Grup kesukaannya itu, itu akan menambah semangatnya bekerja karena ia di temani oleh 7 lelaki tampan. hihi....
"ah aku akan menghias meja kerjaku ini" gumam Luvi
"Luvi, hari ini kamu bantu saya membereskan ruangan ini, karena pekerjaan begitu menumpuk besok kita akan mengerjakannya dan kita akan lembur" Jestin menjelaskan panjang lebar
"Baik, Pak. lalu apa yang perlu di bantu? tanya Luvi ingin cepat mengerjakannya karena merasa canggung jika lama2 berdiri di hadapan Jestin.
"kamu susun, buku2 yang ada di dalam kardus ini ke lemari buku yang tersedia, saya akan memilih buku di kardus satunya untuk di kelompokkan sesuai jenisnya" perintah Jestin seraya menjelaskan
"Baik" jawabmu singkat
trtttttt...trtttttttt suara dari Hp Jestin.
Jestin mengangkat panggilan tersebut " Hallo sayang, hah kamu di depan?"
Jestin kemudian berlari keluar ruangannya dan mendapati Cia baru keluar dari Lift.
Jestin memeluk dan menciumi pipi Cia kekasihnya itu, ia mengajak Cia masuk ke ruangannya. "ayo masuk, ke ruangan CEO yang tampan ini" sombong Jestin
Cia menggaet lengan Jestin, dan mereka kemudian masuk.
Clekk... pintu terbuka
Luvi masih asyik menata buku2 bisnis milik Jestin ke lemari bukunya. Luvi menyadari siapa yang datang tapi ia memilih tidak peduli, baginya pekerjaan lah sekarang yang penting, ia harus fokus.
"dia sekretaris kamu?" tanya Cia kepada Jestin penasaran
"Iya, namanya Luvi, dan Luvi ini Cia calon tunanganku" Jestin memperjelas
"Hallo Luvi, aku Cia" sapa Cia ramah
"Hallo Bu" sapa Luvi membungkukan badan
Cia dan Jestin pun duduk di sofa depan meja kerja Jestin, mereka saling bertukar cerita dan bercanda. ya sepasang kekasih yang layaknya bertemu, sekali2 mereka berpelukan dan berciuman.
Luvi yang terkadang tidak sengaja melihat itupun merasa segan dan kesal, sudah 2x iya izin ke toilet di luar ruangan Jestin, kemudian 2x pula Jestin mengirim pesan dan menyuruhnya masuk ketika menyadari Luvi sudah lama keluar.
...Pov Luvi : sebenarnya si Jestin ini mau nya apa, mentang2 gue ga punya pacar dia seenaknya pamer bermesraan begitu, apa gak malu ada gue disini? ahhhh jadi maless......
akhirnya Luvi menyelesaikan tugasnya menata buku, dan sekarang waktunya makan siang. Ia bermaksud akan keluar dan ke kantin kantor untuk mengisi perutnya yang lapar.
Cia sudah pulang sekitar 20 menit yang lalu karena ada panggilan telepon saat mereka berciuman, ntah hal apa. tapi sepertinya sangat terburu2.
Jestin hanya melihat kepergian Cia dan kembali duduk ke meja kerjanya.
"Sudah selesai pak, saya akan keluar dan makan siang" Luvi memberitahu sekaligus izin kepada atasannya itu
"kamu disini saja, ada pekerjaan yang harus saya bahas dengan kamu, makan siang nanti pak Dino antar kesini" ajak Jestin sembari menatap Luvi dengan tatapan yang sulit diartikan, tegas tapi seperti berniat usil.
Luvi sebenarnya keberatan, apalagi mengingat kelakuan mereka tadi. huh... apa CEO tidak takut reputasinya hancur, jika misalnya oranglain seperti dirinya dibiarkan berkeliaran diruangan yang sama sementara mereka bermesraan, kan bisa aja di foto di sebarin di bikin berita, fitnah, apalah.... atau tidak malu gitu? ah sungguh aneh
mereka.
karena ini permintaan atasannya, Luvi pun duduk di sofa dan Jestin duduk di hadapannya.
"Sepertinya kamu bisa jadi temanku" Jestin membuka pembicaraan
"teman seperti apa yang bapak maksud" jawab Luvi tenang
"karena kita seumuran, dan beda tanggal doang. jadi kita partner" jawabnya sambil senyum menaikkan alis
"lalu?" Luvi masih dengan sikap tenangnya, sambil menyantap makan siangnya
Luvi berpikir ada yang tak beres, namun ia tidak mau menerka2.
"karena yang paling dekat dan kutemui tiap hari adalah kamu sekarang, jadi aku mau kita berteman seperti orang berteman pada umumnya" Jestin tampak tulus mengucapkannya
"baiklah kita berteman" jawab Luvi singkat karena merasa agak terganggu dengan pembicaraan ini
Jestin langsung mengambil tangan Luvi dan men tos kan dengan tangannya
"POKKKK..."
"terimakasih sekretarisku, temanku baruku...." senyumnya berbinar
Luvi kaget dan terkesiap, ia tak menyangka dibalik wibawa Jestin yang seorang CEO tingkahnya aneh dan random,
tadi bermesraan tak tau tempat sekarang begini seolah2 mereka sudah benar2 dekat, namun Luvi hanya bersikap biasa.
baginya begitulah dunia, semua yang terlihat mata tak bisa dinilai dari luarnya saja pasti mereka menyimpan hal2 lain yang hanya bisa di ketahui apabila telah saling mengenal.
"hayo makan, perut mu pasti lapar" mulut Jestin nyerocos seperti lagi di angkringan
Luvi tidak kaget mendengar itu, karena tadi mereka berteman, ya mungkin bahasa mereka juga harus seperti teman pada umumnya
"iya, aku lapar" Luvi menjawab
Jestin memandang wajah lapar Luvi dan tersenyum, tidak tau apa yang ada dipikiran Jestin.
...■■■■■■■...
happy reading, jangan lupa tinggalin jejak ya💜