My Bias Is My First Husband

My Bias Is My First Husband
#1 Amanat Papa



"Cia temani aku makan malam nanti ya, jam 7" pinta Jestin dalam chat yang segera ia kirimkan


Thiing..


"Iya sayang, dimana? di Cafe biasakan?" balasan chat dari orang seberang sana


****


Jestin memegang tangan Cia dengan erat, Jestin merasa tanggungjawabnya sangat berat sekarang hingga ia merasa sedikit tertekan. dengan sabar dan tenang Cia menguatkan dan memeluk Jestin.


Setelah Jestin menceritakan semuanya, Cia menyemangati Jestin. dan Cia berjanji akan selalu ada disamping Jestin menemaninya menghadapi semua kemungkinan yang akan terjadi


"aku tau kamu Jestin, aku kenal kamu, ini hanya masalah waktu lama kelamaan kamu tidak akan merasa terbebani lagi" ucap Cia menenangkan seraya mengusap2 punggung tangan Jestin


"aku akan selalu menemanimu" hibur Cia


setelah selesai makan merekapun pulang, dan Jestin mengantar Cia terlebih dahulu pulang.


●FLASHBACK ON●


Di sebuah ruang keluarga pengusaha, yang terlihat elegan dan minimalis berkumpulah keluarga Jestin Walton.


ya Jestin sebagai anak pertama dari keluarga Walton akan menjadi CEO baru di perusahaan milik keluarga Walton yaitu Walt Grup yang bergerak di bidang real estate mencakup ruko, mall serta perumahan dan apartemen.


Pemindah jabatan ini dikarenakan Papa dari Jestin, Wira Walton telah meninggal akibat kecelakaan tunggal beberapa waktu lalu.


sebelumnya Wira lah yang menangani perusahaan W Grup hingga berkembang pesat seperti sekarang yang dulunya hanya usaha kecil seperti sewa kost-kosan yang dirintis oleh Heri Walton, kakeknya Jestin.


"Jestin, ini adalah berkas-berkas yang pak Wira telah siapkan beberapa tahun lalu, bahwa selesai kuliah kamulah yang akan menangani perusahaan" Pak Dino asisten kepercayaan pak Wira itu, menyodorkan beberapa dokumen.


Jestine mengambil berkas tersebut dan membacanya, disana tertera sangat jelas bahwa dialah sebagai penerus jabatan papanya, apabila suatu hari pak Wira tidak bisa meneruskan perusahaan.


Entah firasat apa yang dimiliki pak Wira hingga dalam keadaan muda dan sehatpun dia berpikir jauh kedepan akan kelanjutan perusahaan keluarganya.


Pak Wira berpikir tidak ada yang tau hari esok, maka dari itu dia menyiapkan segala sesuatu hari ini dengan baik untuk hari esok, semuanya terencana dan teratur begitulah cara kerja pak Wira.


"baiklah pak Dino, aku menyanggupinya. Ini adalah amanat papa, dan aku akan berusaha semampuku. tolong pak Dino bantu aku dalam mengelolanya" Pinta Jestin membuang nafas berat memandang pak Dino


"baik Jestin" jawab pak Dino sekaligus permisi


Mama Jestin, Ny. Lusi, dan adiknya Jolyn beserta sepupunya dari keluarga adik pak Wira juga hadir disana.


Mereka paham betul tidak ada yang bisa menggantikan pak Wira selain Jestin karena sepupunya yang lain masih seumuran dengan Jestin


dan diantara mereka Jestin lah yang dianggap sanggup oleh mereka menjalankan perusahaan sama seperti wasiat pak Wira.


"aku butuh dukungan kalian semua" Jestin mengedarkan pandangan kepada mereka yang hadir di ruangan itu.


Lusi duduk mendekati Jestin merangkul dan memeluknya "kami percaya padamu Jest, kau anak baik dan kuat kami akan selalu mendukungmu" Lusi menyemangati mengusap2 punggung bahu Jestine.


Lusi paham betul bahwa sebenarnya Jestin belum siap untuk menangani perusahaan,


memang dia baru saja wisuda beberapa bulan lalu atas gelar S1nya, ia menyelesaikan kuliahnya 3,5 tahun jurusan ekonomi dan bisnis.


Dan beberapa waktu lalu pak Wira kecelakaan dan dinyatakan meninggal itulah pukulan terberat bagi Jestin.


Jestin sangat menyayangi pak Wira, baginya pak Wira adalah superhero dalam hidupnya,


Bagaimana tidak pak Wira banyak sekali mengajarkan hal-hal yang sangat berkesan baginya.


Sebab itulah Jestin butuh waktu untuk menerima semuanya, namun karena tuntutan perusahaan, dia harus mulai ke kantor secepatnya.


"makasih mam" jawab Jestin singkat


"Lo bisa Jest, kita siap bantu lo, kalo lo butuh bantuan kita" timpal Erick sepupu Jestin yang sedang kuliah kedokteran saat ini


"iya kak, kita siap bantu kak Jestin" Sahut Jolyn tersenyum bangga.


***


Jestin mengambil ponselnya hendak mengirim pesan singkat ke pacarnya, Cia


ya, Cia adalah pacar Jestin, Cia lebih muda setahun dibanding Jestin.


Cia anak bungsu dari keluarga Hartono yang saat ini sedang kuliah fashion desain dan modeling.


●FLASHBACK OFF●


~keesokan hari~


hari ini adalah hari pertama Jestin Ke kantor, karena hari ini adalah pengumuman siapa pengisi jabatan CEO yang kosong dan Urusan kantor semuanya pak Dino yang menangani selama seminggu ini.


Jestin memakai baju dan kemeja serta jasnya dengan rapi, tampan memang bahkan sangat tampan.


Serta rambut yang sedikit berponi menjadikan penampilan sebagai seorang CEO muda yang sempurna dikalangan anak muda.


"wah kak Jestin ganteng banget, keliatan berkarisma. padahal kan pecicilan aslinya" sindir Jolyn takjub


Jestin menyibakkan rambutnya ke belakang seakan tebar pesona dan berjalan ala2 CEO pada umumnya.


"iihhhh malah gue ilfeel liat lo kek gitu kak" ledek Jolyn


***


Jestin telah sampai di ruang rapat, dimana semua petinggi2 dari perusahaan dan semua staff dan karyawan berkumpul.


pak Dino memperkenalkan Jestin sebagai anak pertama pak wira dan sebagai CEO baru di perusahaan W grup.


kemudian Jestin memperkenalkan diri dan menyampaikan segala visi dan misinya serta amanat papanya yang akan di jalankan,


tak lupa Jestin mengajak semua orang yang ada diruangan itu untuk bekerja sama dan saling membantu.


ditengah pidatonya, semua orang terkesima dengan wibawa dan pembicaraan Jestin,


seperti seorang yang telah mahir dan bepengalaman di dunia bisnis. (Gasalah sih kan dia kuliah bisnis).


apalagi kaum hawa yang memuji2 ketampanannya, luar biasa.


"aku bisa mabuk tiap hari ngeliat ketampanan CEO baru kita" karyawan 1 bersuara tanpa berkedip melihat Jestin


"pak Jestin tampan banget, gue mau jadi istrinya" timpal Staff yang lain


"jan mimpi lo pada" mereka saling menimpali


"kalo gini mah, semangat gue tiap hari kerja, lembur pun gass" sahut karyawan yang lain


"udah punya pacar belum ya, tapi gamungkin juga single tampan begitu" sahut yang lain terkekeh


akhirnya acara hari itu berjalan lancar, semua staff dan karyawan pun di perintahkan pulang lebih cepat dari biasanya, karena Jestin akan berkeliling dengan nyaman untuk mengenali setiap ruangan di gedung 15 lantai ini,


Jestine tiba di ruangan dilantai 10, ruangan dimana pak Wira selagi masih menjabat sebagai CEO, dia memandangi foto mama Lusi di meja kerja pak Wira


"betapa setianya papa, foto mama aja dipajang di meja kerja begini" senyum bibir tipis itu mengembang Jestin seraya menatap foto tersebut.


Jestin bermaksud menjadikan ruangan ini tetap utuh, ia akan menyulap ruangan di lantai 11 menjadi ruangannya


"biarkan ruangan ini menjadi kenangan ruangan papa, jangan ada yang menggeser ataupun mengganti ruangan ini" gumam Jestine berbicara sendiri sambil mengamati setiap sudut ruangan.


Kemudian ia membuka dan mempelajari berkas dan dokumen proyek kerja sama yang belum selesai ditangani pak Wira tentu saja Jestin ditemani pak Dino.


Jestin pun merekrut sekretaris dan beberapa staff lain untuk membantunya, sementara pak Dino tetap menjadi asisten Jestin.


...■■■■■■■...


Happy Reading ya, jangan lupa tinggalin Jejak ya. makasih, Borahae💜