
"apakah airmata itu karena aku?" suara yang selalu menjadi candu bagi Luvi itu terdengar menyelidik
"hmmmm" Luvi berdehem pelan dan menghela nafasnya, dia menyadari bukan saatnya untuk menutupi perasaannya lagi.
lelaki yang memiliki tinggi badan 179 cm itu mengeratkan pelukannya, mengusap pundak Luvi dengan lembut, sentuhan lembut yang bisa menenangkan gejolak hati Luvi yang tak menentu.
"maaf" lirihnya pelan menundukkan kepala persis di dekat telinga Luvi.
Luvi bergidik meringkuskan tubuhnya.. terkejut dengan bisikan sensual itu.
"apa kau mencintaiku?" tanya nya lagi masih dengan suara lembut.
"hmmmmm" Luvi berdehemm pelan
menyadari Luvi yang tampak tak banyak bicara Jestine melepas pelukannya, dan memegang dagu Luvi mengarahkan wajahnya untuk menatap dirinya.
"aku juga mencintaimu" wajah tampan itu tampak begitu serius, menatap manik mata Luvi dalam terdapat banyak cinta disana, namun terbersit juga keraguan di mata indah itu.
"yang kau lihat tadi tak seperti yang kau pikirkan, wanita itu Jolyn adik bungsuku" seolah mengerti arah jalan pikiran dan keraguan Luvi, Jestine menjelaskan situasi yang membuat Luvi begitu kacau itu.
Luvi tampak menunduk dan salah tingkah, wajahnya memerah merasa malu telah mengira yang bukan-bukan.
Jestine memegang bahu Luvi dengan kedua tangannya, membuat Luvi tersentak dan kembali mengangkat wajahnya, menatap keseriusan wajah Jestine
"mulai sekarang aku akan menjaga, melindungimu, menemanimu. aku tau aku bukan orang yang sempurna seperti idolamu Jungkook, tapi aku akan berusaha menjadi seperti yang engkau inginkan" suara lembut penuh dengan kepastian itu terdengar sangat mempesona bagi siapa saja yang mendengarnya.
Jestine memegang tangan kanan Luvi, dan berlutut dengan satu kaki bertumpu pada lantai membuka sebuah kotak beludru ungu yang dia keluarkan dari kantong celananya.
"menikahlah denganku" tatapan Jestine sangat dalam, keseriusan yang baru kali ini disaksikan Luvi.
Luvi menggigit bibirnya pelan, sungguh dia terharu dengan suasana seperti ini. lelaki yang membuatnya begitu nyaman selama ini berlutut di hadapannya membuat tangisnya kembali pecah.
sambil tersenyum dan tetesan airmata yang terus mengalir membasahi pipinya Luvi menganggukkan kepala "aku akan menikah denganmu" suaranya terdengar serak.
Secepat kilat tubuh tinggi itu memeluk kembali Luvi, seketika senyumnya sumringah dan matanya berkaca-kaca. sungguh ini lebih bahagia dari yang dia bayangkan. dia menciumi pucuk kepala Luvi dengan penuh perasaan bahagia yang tak bisa diungkapkan.
Luvi merasakan jantungnya berdegub kencang, dia merasa bahagia. tak henti-hentinya dia tersenyum menatap Jestine.
bersamaan dengan itu mama Lusi, Jollyn, Clara dan Erick datang dan bertepuk tangan meriah menyaksikan dua sejoli yang akan mengikatkan komitmen untuk bersama.
masing-masing mereka menembakkan party popper ke udara, membuat perkumpulan 6 orang itu tampak meriah dengan kertas warna warni yang beterbangan di udara.
Jestine tersenyum puas dan meraih tubuh Luvi, membawa kembali dalam pelukannya yang begitu hangat dan memabukkan.
Lusi mendekati Jestine dan Luvi, memeluk Jestine dengan rasa bangga dan haru.
"selamat ya Jestine, kamu harus berubah tidak boleh jahil lagi" candanya sambil tertawa
"Luvi... ini mama aku" Jestine merasa canggung karena belum sempat mengenalkan mamanya ke pada Luvi
"Luvi... tante sudah banyak mendengar tentang kamu dari Jestini, dia sangat mencintaimu sampai2 dia sering tak tidur memikirkanmu"
mendengar celotehan Lusi, Luvi melirik Jestine membayangkan bagaimana lelaki tampan itu galau karenanya.
"iya tante... maaf sudah salah paham sebelumnya dengan tante dan Jollyn" Luvi membungkukan badan pertanda permintaan maaf yang mendalam.
"tidak.. tidak apa2, jangan seperti itu" menyuruh Luvi berdiri utuh dan memeluknya
"kamu akan jadi menantu tante, panggil mama saja ya"
Luvi membalas pelukan itu dengan rasa haru dan bahagia.
Clara, Erick dan Jolyn bergantian menyalami Luvi dan Jestine mengucapkan selamat atas keputusan bahagia mereka berdua.
...■■■■■■■■...
...disini dulu ya... ceritanya ringan. maklum ini karya pertama author. support terus yaa. oya jangan berkerumun, cuci tangan, pakai masker. semoga selalu sehat ya. semoga bumi kita cepat pulih. borahae💜...