
...~2 hari sebelumnya di tempat lain~...
"Tri, tolong cariin gue loker dong, penat banget ini hari2 dirumah doang" isi chat wa Luvi kepada Trinanda
Trinanda adalah teman sekelas Luvi, semenjak Trinanda pindah kampus 2 tahun lalu,
Trinanda yang sedang magang di salah satu bank swasta itupun menjawab chat wa Luvi
"Lo coba daftar disini" Tri mengirimkan beberapa link web lowongan kerja di internet
"Coba aja semuanya, mana tau berhasil" sambung Tri
Luvi pun membuka beberapa loker dan tempat magang disitus tersebut, dengan semangat Luvi mengisi semua berkas dan persyaratan pengajuan,
dia tidak peduli kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan apa saja, yang penting dia mendaftarkan diri dan ingin bekerja dapat uang hanya itu keinginan Luvi saat ini
*
Pagi hari ia mengecek email berharap dia diterima di salah satu perusahaan yang dia lamar, tapi tidak ada notifikasi dari perusahaan2 tersebut.
Dia menghembuskan nafas bosan dan kembali tidur.
Luvi Acilia begitulah nama panjangnya, bukanlah orang pemalas.
Dia rajin dan tekun, dia memiliki type melankolis nan lemah lembut, Mandiri dan berkepribadian Introvert, dia selalu tenang namun terkesan dingin dan pendiam,
Dia sedang menyelesaikan tugas akhir jurusan akuntansi di salah satu Universitas swasta di Jakarta.
Namun setelah beberapa bulan belakangan ini ia merasa begitu stress dan terganggu karena tugas akhirnya yang beberapa kali ditolak dosen pembimbing dan gonta ganti judul.
Ditambah lagi situasi pandemi yang mengharuskan orang2 beraktifitas dirumah. Sebenarnya tidak masalah bagi Luvi beraktivitas dirumah, tapi karena banyak hal merundung dirinya hingga ia menjadi sosok yang sering melamun dan tak terarah sekarang.
Hingga Siang hari, Luvi telah bangun dan bersiap menonton run BTS tontonan kesukaannya, serta performance2 BTS yang begitu membuatnya terpukau,
Biasnya Jeon Jungkook itulah pria idamannya, dia selalu berkhayal suatu saat bisa bertemu Jeon Jungkook.
Sedang asyik menonton, ada notif email dan ia langsung membukanya. Ternyata...
"Kepada Nn. Luvi Asila, perusahaan C telah menerima lamaran kerja anda, besok jadwal anda interview... bla bla" begitulah isi email tersebut
Luvi yang membaca email tersebut langsung tersenyum dan sekaligus khawatir karena ia belum punya pengalaman sama sekali untuk bekerja dibidang tersebut.
Ada rasa takut namun merasa tertantang untuk menerimanya.
...~keesokan harinya~...
Luvi hari ini telah bersiap interview, dengan memakai rok itam selutut, dan blazer yang membuatnya begitu anggun ditambah lagi sepatu hak namun tidak terlalu tinggi,
Da memoles wajahnya seadanya karena wanita bermata sipit dan berambut lurus panjang ini tidak suka bermake up,
ia hanya rajin menggunakan skin care. Ia berangkat menggunakan ojek online.
*
Luvi berhasil melewati interview perusahaan C, padahal ia hanya menjawab seadanya karena ia berpikir tak diterima pun tak apa yang penting dia sudah mencoba.
Hari ini dia pun sudah langsung bisa bekerja sebagai sekretaris seorang CEO muda perusahaan C,
Dia bekerja dengan teramat sangat baik walaupun belum berpengalaman namun ia tau melalui film dan drakor2 yang ia tonton tentang sikap dan kegiatan seorang sekretaris, jika ada hal yang tidak dia pahami dia akan bertanya ke karyawan lain ataupun langsung searching di google.
*
Pak Chandra memasuki ruangannya, dan Luvi dengan setia mengekor di belakangnya.
"Luvi, kamu sudah tau tugas kamu?" Tanya Chandra
"Sudah pak" jawab Luvi yakin
"Bagus, tolong bacakan jadwal saya siang ini" pinta pak Chandra
"Jam 14.00 ada pertemuan dengan grup M mengenai kerja sama pembangunan proyek, hanya itu jadwal pak Chandra yang tersisa hari ini" jelas Luvi dengan mantap
Namun saat Luvi menutup catatan di tangannya, seorang wanita datang dan membuka pintu dengan keras membuat Chandra dan Luvi melihat ke arah wanita tersebut
"Oh jadi ini, wanita yang kamu bilang yang selalu ada buat kamu itu ndra?" Tanya wanita itu kepada Chandra seraya menggeram
"Apasih Jes, dia sekretaris baru aku" jawab Chandra santai seolah paham kemana tujuan kalimat itu
"Kamu kira aku bakal percaya gitu aja? Dah seminggu kamu gak ada ngabarin aku, terakhir kamu bilang kamu begitu menyayangi seseorang yang selalu ada buat kamu, diakah orangnya?" Tuduh Jesica sambil memandang ke arah Luvi
"Yang ku maksud itu kamu Jes" potong Chandra
Luvi hanya menunduk.. sepertinya hanya salah paham..
"Maaf bu, sepertinya ibu salah paham, saya baru bekerja disini" Luvi menerangkan apa yang ia yakini
"Kamu boleh keluar dulu Luvi" pinta Chandra tegas namun sopan
...Luvi Pov : anjirr ni wanita, maen nuduh2 aja. Gue aja baru pertama masuk ke ruangan ini, baru menginjakkan kaki disini, baru aja kenal sama pak Chandra, aishhh ribet dunia percemburuan ini....
Jesica terduduk di sofa depan meja kerja Chandra, ia lelah dan lunglai, memang belakangan ini hubungan Jesica dan Chandra sedang tidak baik2 saja,
Jesica selalu berpikiran buruk terhadap Chandra yang selalu sibuk akhir2 ini, itu dikarenakan ia harus menangani semua masalah kantor sendirian, sekretaris lamanya resign dan asisten pribadinya sedang menyelesaikan urusan mendesak di luar kota.
Seminggu yang lalu, Chandra hanya mengirimkan pesan singkat kepada Jesica bahwa ia merindukan seseorang yg selalu ada untuknya, maksud dari ucapan Chandra adalah Jesica sendiri yang selama 2 tahun ini menemaninya,
namun ntah apa yang terjadi dengan Jesica tiba2 menuduh Chandra yang bukan2 bahkan Luvi sekretaris barunya.
"maafkan aku Jes, aku sibuk belakangan ini, yang kumaksud tempo hari aku merindukanmu, orang yang selalu ada untukku"
"Tapi kamu tak biasanya mengirim pesan seperti itu padaku, bahkan setelah kuhubungi kembali kau tak pernah menganggkat telponku, aku hanya menunggu pesan dan telpon darimu, tapi tidak ada sampai hari ini" Jesica terisak di pelukan Chandra
"Aku cemburu ndra" sambung Jesica
"Aku sangat sibuk Jes, lagian kan kamu bisa langsung datang kesini kalau2 merindukan aku" jawab Chandra
"Sudahlah, maafkan aku. Aku tidak akan mengabaikan kamu lagi" Chandra menenangkan sambil mengecup kening Jesica.
"Biar aku saja yang jadi sekretaris kamu, agar aku selalu didekatmu" pinta Jesica
"Aku janji akan selalu profesional, aku terlalu cemburu melihat gadis2 cantik yang menemanimu kemana2" ucap Jesica panjang
Belum sempat Chandra menjawab
Tok tok tok....
"Masuk" Chandra menyuruh pengetuk pintu masuk
"Siang Chandra, eh ada Jesica juga" sapa pak Dino paman dari Chandra
"Iya om siang,masuk, silahkan duduk" ucap Chandra
"Apa kabar Chandra Jesica?, kapan kalian menikah?" Tanya pak Dino menyelidiki
"Rencana tahun depan om, dalam waktu dekat ini aku harus membantu Chandra dulu di kantor" Jesica menerangkan
"Di kantor?"
"Iya om, aku akan menjadi sekretaris Chandra mulai besok" jelas Jesica
"Jesica cemburuan om kalau aku....." potong Chandra
Huft, Jesica menutup mulut Chandra.
"Aku sedang tidak ada kegiatan apa2 jadi tidak ada salahnya membantu Chandra disini om" tukas Jesica berbohong
"Lalu bagaimana dengan sekretaris lamamu?
"Ada di ruangannya, namun aku pikir lebih baik Pindahkan saja ke divisi lain" potong Jesica
"Kalau begitu perkenalkan padaku, kebetulan Jestin sedang merekrut sekretaris karena dia sekarang sudah menggantikan pak Wira" pinta pak Dino
Pak Dino adalah paman Chandra, adik laki2 Ayahnya Chandra. Tapi karena bersahabat dengan pak Wira ia memilih menjadi asisten pak wira.
"Kurasa lebih baik begitu, mengingat Jestine pengusaha baru pasti dia kerepotan jika tidak segera mendapatkan sekretaris" pikir Chandra
Kemudian ia berdiri dan menuju gagang telepon dan menekan nomor ruangan Luvi
"Luvi, tolong masuk ke ruangan saya" pinta Chandra
Luvi bergegas keruangan pak Chandra, setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk Luvi berdiri agak jauh dari mereka.
...Luvi Pov: aduh mati gue, tadi gue diomelin tunangannya sekarang apalagi ni, papanya kah? Atau mertuanya?...
Luvi menunduk ketakutan
"Maafkan saya Bu, Pak saya sekali baru bekerja hari ini, jadi saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi"
Melihat sikap Luvi yang polos, menunduk dan ketakutan, Jesica menghampiri
"Luvi nama kamu? Saya minta maaf sudah salah paham sama kamu, Chandra sudah menjelaskan dan saya percaya itu" Jesica sedikit merasa bersalah
"Tapi kamu mulai hari ini bukan lagi sekretaris Chandra, karena saya akan menggantikan kamu, kamu akan dipindahkan menjadi sekretaris atasan pak Dino, paman dari Chandra" ucap Jesica tegas sambil memandang Chandra
Karena sebenarnya Jesica memberi penekanan supaya bukan gadis lain yang harus selalu menemani Chandra.
"Betul Luvi, atasan saya Jestin sedang membutuhkan sekretaris baru, berhubung disini Jesica menjadi sekretaris Chandra, jadi ada baiknya kamu menjadi sekretaris Jestine"
"ini kartu nama saya. Besok kamu boleh langsung datang ke perusaan W tersebut" terang pak Dino sembari menyodorkan kartu nama.
"ambillah Luvi, mereka rekan kerja saya. saya juga minta maaf atas kesalahpahaman kecil tadi" Chandra menimpali mengisyaratkan tangan supaya kartu itu diterima Luvi
"baik pak, saya juga mohon maaf, dan terimakasih pak tidak memecat saya" Luvi menyebutkan kekhawatirannya.
Tak mau ambil pusing, Luvi mengerti dengan semua penjelasan itu, ia pun mengambil kartu nama tersebut dan segera keluar dari ruangan Chandra.
"Om kesini, hanya ingin melihatmu Chandra, karena om hari ini pulang cepat dan kebetulan lewat daerah sini, om permisi dulu ya. Sehat2 kalian" pamit pak Dino lalu pergi
"Iya om, terimakasih" jawab Jesica sambil memandangi punggung pak Dino yang menghilang setelah menutup pintu.
Kini, Luvi hanya menghela nafas berat.
hari pertama masuk bekerja ia sudah di hadapkan dengan situasi ini,
namun ini hanya masalah kecil ia percaya bekerja tak semudah yang diharapkan orang2.
Dia pun melanjutkan pekerjaan yang harus ia kerjakan hari ini, dan sisanya ia akan menyerahkan kepada Jesica.
...■■■■■■■...
Happy Reading💜