
sinar mentari begitu menawan dilangit sore ini, menampilkan aura jingga yang meneduhkan. semua orang yang hadir di acara tersebut menikmati mommen ini, berdansa dengan alunan musik yang begitu romantis, atau hanya duduk sambil menikmati musik yang mengalun lembut.
...~2 jam sebelumnya~...
Luvi telah menjelma menjadi princess yang sangat mempesona, dengan setelan gaun pengantin model sabrina yang membuat bahu mulusnya terekspos, gaya rambut twisted chignon dengan beberapa untaian anak rambut disekitar wajah menambah keanggunannya.
konsep pernikahan bertema putih hijau, berhiaskan bunga-bunga dan balon begitu memanjakan mata.
"aku sedikit deg-degan" katanya sambil mengelus dada pelan
"wajarlah, ini hari bahagia kamu" Clara berseloroh sambil menunduk merapikan gaun bagian belakang Luvi.
Luvi bersiap berjalan menuju altar pernikahan digandeng oleh Triananda dan Clara sahabatnya.
Di kejauhan sana telah menunggu seorang lelaki berpakaian putih bersih, rambut sedikit berponi dan ada belahan sedikit disamping membuat tampilan lelaki 5 tahun lebih muda dari usianya, didampingi dua orang wanita sisi kiri dan kananya.
angin pantai yang berhembus pelan menerpa gaun pengantin Luvi, melayang pelan seperti hendak menyampaikan kebahagiaan juga.
tamu yang datang terkesima melihat pemandangan itu, mereka berdiri dan bertepuk tangan turut merasakan kebahagiaan.
Jestin tersenyum bahagia melihat kedatangan wanitanya itu, berjalan beberapa langkah menuruni altar dan mengulurkan tangannya meraih tangan Luvi.
dengan lembut Luvi memegang tangan tersebut dan menggandeng bahunya menaiki beberapa tangga altar...
terdengar suara tepuk tangan riuh tamu undangan terpukau menyaksikan hal itu....
Luvi dan Jestin berbalik menghadap tamu dan melemparkan senyum termanis yang pernah mereka miliki...
bagaikan puteri dan pangeran dibalut gaun putih bersih, menandakan kesucian mereka melangsungkan acara pernikahan.
diakhiri sebuah pelukan dan ciuman bahagia.
bagi Luvi, inilah kebahagiaan yang selalu diimpikannya. menikahi seorang lelaki yang begitu menyayanginya, tulus apa adanya, menerima baik dan kurangnya. mengerti dirinya tanpa bercerita, memahami sifat Luvi yang aneh dan tertutup. dan yang terpenting bersedia terus belajar menjadi yang terbaik bagi dirinya.
lelaki aneh dengan segudang sikap menyebalkan baginya dulu, sekarang menjadi suaminya, siapa sangka?
hmmm... Luvi menitikkan airmata bahagia.
bagi Jestine, inilah hari bahagia yang ditunggu-tunggunya menikahi seorang wanita lucu yang begitu profesional dalam pekerjaan namun begitu menggemaskan. wanita yang memiliki tingkat kehaluan tinggi dengan idolanya, wanita yang seolah tak pernah tertarik dengan lelaki disekitarnya. ternyata dibalik itu, dia menyimpan masa lalu yang kelam membuatnya takut memulai hubungan baru.
karena kebersamaan, keanehan itu berubah menjadi hal yang lucu, menimbulkan benih benih cinta, dan rasa nyaman ketika bersama Luvi.
Jestine sering mengingkari perasaannya pada Luvi, tapi semakin di ingkari semakin dia tersiksa. hingga dia menyadari Luvi adalah orang yang disayanginya dan akan melindungi dan menjaga hingga akhir.
Jestine tersenyum penuh makna dalam pelukan itu.
hari ini Luvi Acillia resmi menjadi istrinya. dia berjanji kepada semesta akan selalu mengaja wanita ini.
...■■■■■■■■...
hai readers, ceritanya dah mau end. segitu aja ya! readers jaga kesehatan, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, makan minum tidur teratur. jangan stress, supaya kita tetap aman.
jangan lupa tinggalin jejak, komen, kritik boleh, autor butuh masukan untuk mengasah haluan author ini. maafkan segala kekurangan author yaa...
...semangattt!!...