
Saat ini Luvi dan Jestine telah beristirahat karena kelelahan dengan serangkaian acara mereka tadi siang.
Selepas acara, Luvi dan Jestine serta kakak kandung Luvi bersama suami dan anaknya yang sudah 3 hari di Jakarta pulang menuju Apartemen.
tak banyak yang mereka lakukan setelah pulang. mereka mengganti baju dan membersihkan badan. acara tadi siang membuat tubuh mereka begitu lelah.
sekitar jam dua Jestine terjaga dari tidurnya.. karena merasakan haus, dia meraih segelas air putih yang telah disediakan di nakas.
kemudian dia kembali berbaring dan membenarkan posisi tidur Luvi yang tak beraturan.
Jestine menatap wajah teduh dengan mata terpejam itu dengan takjub. dia mencium kening Luvi dan kembali tidur.
...******...
pagi ini matahari bersinar sangat cerah, menembus kaca jendela apartemen berukuran sedang itu.
di ruang makan tampak Luvi dan Luna kakaknya sedang menyiapkan sarapan,
"gimana malam pertama kalian?" selidik kak Luna mengamati mimik wajah Luvi
"biasa aja" jawabnya sambil berlalu
"gak asyik kayaknya" ledeknya lagi
"kami kecapekan kak" jawabnya malas membalas celotehan kakaknya.
selesai menyiapkan sarapan, Luvi berlalu ke kamarnya untuk membangunkan Jestine.
Luvi menyibakkan selimut Jestine perlahan, menggoyang-goyangkan tubuhnya.. namun juga tak bangun
akhirnya tiba ide jail Luvi menggelitiki telapak kakinya dan pinggangnya. tak juga bergeming.
akhirnya Luvi memencet hidung mancung pria itu..
Jestine tersedak karena tak bisa menghirup nafasnya, dan segera menangkap Luvi masuk dalam pelukannya. ternyata Jestine telah bangun dari tadi ...
"kenapa kau masih saja nakal?" Luvi bertanya pelan sambil mencubit ****** Jestin
"Aduh geli Vi" elaknya sambil menggeliat
"kenapa kau tak memintanya semalam?" tanya Luvi tiba tiba dengan wajah serius
melihat wajah serius itu, Jestine langsung mengerti maksud perkataan Luvi.
"biar saja kau yang meminta" jawabnya meraih kepala Luvi kepelukannya lagi
"aku akan menunggu kau benar-benar siap"
"hmmm.. " Luvi berdehem mengerti. meskipun dia telah menikah dengan Jestin rasanya dia perlu membiasakan diri menjadi benar-benar seorang istri untuk Jestine.
"lagipula kau tak malu, ada Jungkook yang mengawasi tidur kita" Jestine melirik gambar besar Jungkook di dinding.
"biar saja, dia akan mengambilku darimu kalau kau menyakitiku" ancam Luvi tersenyum sedikit menengadah
"aku tak berjanji untuk tidak menyakitimu, tapi aku akan berjanji menyayangi menjaga dan melindungimu" Jestine mencium puncak kepala Luvi dengan lembut
"ayo bangun... nanti siang aku akan mengajakmu ke suatu tempat"
Jestine dan Luvi pun beranjak dari tempat tidur, membersihkan diri dan makan bersama kakak dan iparnya serta ponakan Lesticia yang Lucu berumur lima tahun.
"kak, rencana resepsi di desa, satu bulan lagi, gimana?" Jestine bertanya sekaligus meminta pendapat kedua kakak iparnya tersebut.
"iya Jestin, jangan dilama-lamain, biar orang tahu kalau adik kakak sudah tak jomblo lagi" celotehnya mengedipkan mata pada Luvi.
"nanti pasti bakalan heboh" celetuk suami Luna
Jestine hanya tersenyum senang mendengar perkataan mereka.
mereka melanjutkan sarapan diiringi candaan ringan, dan tawa yang terdengar sangat bahagia.
...****...
"kau membeli rumah?" tanya Luvi pada Jestine yang sedang memarkirkan mobil di depan sebuah rumah dua lantai, yang tampak begitu asri.
"iya, untuk kita" jawabnya sambil membuka seatbelt.
"lalu apartement?" jawab Luvi yang masih kebingungan
"kita tinggalkan" Jawab Jestine sambil melepaskan seatbelt Luvi
Luvi tampak berpikir, dia senang tapi juga merasa sayang apabila apartemen itu ditinggalkan begitu saja.
cupp... sebuah ciuman mendarat sekilas di bibir Luvi
"aku suka, tapi sayang kalau apartemen di tinggal begitu saja"
"selama ada aku semuanya akan aman, ayo masuk"
Jestine telah membuka pintu kiri mobil mempersilahkan Luvi turun.
mereka memasuki rumah berukuran sedang itu, terdapat ruang tengah yang luas serta TV berukuran besar, cocok untuk menonton film.
dapur yang bernuansa putih yang tampak mewah dengan dengan berbagai macam peralatan masak.
dihalaman belakang, terdapat taman yang dipenuhi tanaman bunga indah berwarna warni.
mereka menaiki lantai dua terdapat dua kamar dan satu ruang kerja disana. serta di sudut ruangan terdapat tangga menuju rooftop.
wah... diatas rooftoop terdapat pavillien serta kursi dan meja untuk tempat bersantai. beberapa tumbuhan hijau tertata rapi diatas sana..
"sungguh indah menikmati suasana sore hari ditempat ini" Luvi bergumam pelan menatap pemandangan
Jestine hanya memeluk Luvi dari belakang.
"kenapa kau tau semua apa yang kusuka?"
"ini semua untukmu, aku membaca semua yang kau suka dari notebook yang kau lemparkan kepadaku dulu" Jestine meletakkan dagunya di bahu Luvi
"pantas saja aku tak pernah menemukan notebook itu" Luvi mengingat kejadian ketika dia melempar notebook itu
"Tutup matamu, aku masih ada hadiah untukmu"
Dengan wajah yang berseri Luvi menuruti perkataan Jestine.
"bukalah" Jestine memberika sebuah amplop biru kepada Luvi
"apa ini? uang?" ledek Luvi sumringah
Luvi membuka amplop tersebut, disana terdapat barcode dan tulisan besar " LUVI ACILLIA TERDAFTAR" Luvi terus mengamati kertas itu ada tanggal dan tempat, mata Luvi terbelalak melihat sebuah Logo di balik kertas tersebut.
BTS
ya.. yang dipegang Luvi adalah tiket konser BTS yang akan diselenggarakan minggu depan di Seoul. dan VVIP paling depan..
wah Luvi seketika melonjak kegirangan, dia memeluk Jestine refleks. melompat-lompat seperti anak kecil.
Jestine tersenyum senang melihat kebahagiaan istrinya itu, kemudian memeluknya dengan tenang.
"kita akan berjalan-jalan disana, dan menonton konser ini"
"aku sudah mengontak manager mereka, kita bisa bertemu di belakang stage"
Luvi kembali lagi bersorak mendengar penuturan Jestine, karena tertawa wajah Luvi tampak merah dan matanya berair.
"kau menangis?" tanya Jestine menghapus airmata Luvi
"aku bahagia" jawabnya memeluk Jestine erat
"terimakasih, kau begitu baik padaku, aku mencintaimu" Luvi mencium wajah Jestine sembarang arah
"kau mencintaiku atau Jungkook?" Jestine bertanya menyelidik kepada Luvi
"aku mencintaimu sebagai suamiku, dan Jungkook sebagai mantan suamiku" Jawab Luvi enteng sambil mengeratkan pelukan
"hehehe..." Jestine tertawa pelan...
Jestine tahu perasaan Luvi pada BTS, pada bias nya Jungkook adalah rasa kekaguman yang mendalam kepada idol saja. sebab itulah dia tak perlu cemburu lagi.
justru dia ingin berterimakasih kepada BTS karena telah banyak mengajarkan hal baik kepada Luvi ditengah keterpurukannya dulu.
"aku lebih mencintaimu" Jestine meregangkan pelukan Luvi dan mencium bibir merah muda istrinya itu.
mereka saling berciuman dalam paduan cinta yang begitu dalam.
kebahagiaan yang dulu hancur berkeping-keping sekarang telah tumbuh dan kokoh kembali bersama tunas-tunas yang baru.
begitulah kehidupan.. ada saatnya kita merasa benar-benar terpuruk, luka masa lalu yang mendalam, pengkhianatan. mari sikapi semua itu dengan lapang dada, hidup terus berjalan..
suatu saat kita semua akan menemukan kebahagiaan kita dengan cara masing-masing.
...■■■■■■■...
...Ceritanya End. tetap semangat buat kita yang sedang rapuh saat ini, apapun yang terjadi sekarang semua akan berlalu. akan ada kebahagiaan yang sedang menantikan kita dikemudian hari....
...salam Army💜....