MISFITS INCEPTION

MISFITS INCEPTION
Episode 08



Perusahaan Libertix.


Ruangan CEO...


.


Taeyong melihat data yang sudah Doyoung susun dan rapihkan agar dia tidak kesulitan saat mencermatinya.


.


DATA DIRI


.


Nama Awal : Min Kyung


Nama Baru : Jung Jisuu


Nama Inggris : Rachen Miller


.


Tanggal lahir : Tidak diketahui


Tanggal lahir buatan : 10 Desember 2000


Tempat lahir : Tidak diketahui


.


Kota Asal : Busan


Orang Tua angkat : Judy Miller


Orang Tua kandung : -


.


Catatan Doyoung:


Min Kyung seorang anak yang diadopsi Judy Miller pada tanggal 02 Januari 2006 dari Panti Asuhan Seocho di Daegu.


.


Dikabarkan Panti Asuhan Seocho, mengalami kebakaran pada saat Judy Miller mengadopsi Min Kyung.


.


Entah bagaimana detailnya, Min kyung dirawat oleh Judy Miller menggunakan identitas baru sebagai Rachen Miller.


.


Dia menggunakan nama Jung Jisuu untuk beraktivitas sehari-hari, Jisuu dibesarkan untuk menjadi seorang pembunuh oleh Judy.


.


Jisuu dibesarkan dibusan bersama Jaehyun saudara tirinya yang diadopsi lebih awal oleh Judy.


.


Namun karena Jaehyun keras kepala dia memutuskan untuk kabur karena tidak ingin mematuhi Judy.


.


Judy membesarkan Jisuu dan melatihnya untuk menjadi seorang Assassin terbaik.


.


...~~~...


"Jadi wanita ini benar-benar anak angkat Judy Miller" Ucap Taeyong.


.


"Benar, dia juga menjadi ketua Gengster Knife yang sudah dikendalikan Judy selama 45 tahun" Ucap Doyoung.


.


"Aku ingat dulu kau pernah tertangkap oleh mereka karena mencoba mencari Judy" Ucap Taeyong.


.


Doyoung tersenyum memelas dia ogah membayangkan dirinya pada saat itu.


.



Jisuu Pov :


Jisuu mendengarkan semua pembicaraan Taeyong bersama Doyoung menggunakan alat mikrofon tersembunyi yang berada dibawah meja Taeyong dan saku Doyoung.


.


Jisuu memasukkan mikrofon kedalam saku Doyoung saat mencoba melepaskan jaketnya tadi.


Jisuu mendapatkan alat itu didalam ruang kerja Taeyong yang berada dirumahnya.


.


Jisuu mendengar semua percakapan mereka menggunakan earpiece yang menyambung dengan mikrofon tersembunyi itu.


.


"Si\*l sudah ku duga dia pasti sedang menyelidikiku"


.


"Apa yang ingin dia lakukan sampai berbuat sejauh ini"


.


"Sepertinya Aku harus sangat berhati-hati dengan mereka berdua"


.


Apartemen Minghao.


.


"JUNG JISUU!!!! Kemana saja kau selama seminggu ini!!" Teriak Minghao yang begitu kesal.


.


"Duh, kau berisik sekali ya Hao!! Aku ada beberapa masalah yang harus diurus sepertinya Aku tidak bisa tinggal lebih lama lagi disini" Ucap Jisuu.


.


"Kau! Mau pergi kemana" Tanya Minghao.


.


"Aku mendapatkan tugas, selama 3 bulan mungkin kita tidak akan bertemu, jaga dirimu baik baik oke. Tenang saja kau tidak perlu mengkhawatirkanku" Ucap Jisuu, yang sibuk mengemas barang-barangnya.


.


Minghao terdiam menatap Jisuu, dengan sorot mata yang tidak biasanya.


Jisuu merasa ada yang aneh dengan Minghao hari ini, karena dia begitu mengamatinya.


.


"Eh.. dari mana kau tau?" Ucap Jisuu.


.


"Jadi benar? kau bekerja sama dengan Grup Libertix" Tegas Minghao.


.


"Hey, kenapa kau terlihat begitu kesal? Apakah salah jika Aku bekerja dengan Grup Libertix" Tanya Jisuu, dengan nada sedikit kesal.


.


"Kenapa? apa mereka memaksamu untuk bekerja sama?" Tegas Minghao.


.


"Aku tidak bisa melibatkan Hao dengan Grup Libertix"


.


"Ini kemauanku sendiri, jadi tidak perlu khawatir, Aku hanya akan bekerja sama dengan mereka selama 3 bulan" Jawab Jisuu.


.


Minghao begitu mengkhawatirkan keselamatan Jisuu, karena musuh Grup Libertix begitu banyak.


Dia takut Jisuu harus menghadapi banyak lawan yang setara dengannya.


.


Jisuu pergi meninggalkan Apartemen itu, dia memasukkan kopernya kedalam mobil yang dia bawa dari kantor Taeyong.


Mobil sport yang hanya ada 9 didunia, mobil itu sebenarnya milik Taeyong, Jisuu berhasil mendapatkan kuncinya saat berdebat dengan Taeyong.


.


"Wah, jika Aku jual apakah dia akan marah padaku"


.


"Aku menemukan ATM didalam mobilnya, apakah ini ada isinya.. sebaiknya Aku mencobanya"


.


"Jika berhasil Aku akan menghabiskan seluruh uangmu Pria Mesum"


.


Jisuu pergi ke pusat perbelanjaan, dia masuk kedalam toko busana dan memilih beberapa set pakaian.


Dia membayar menggunakan ATM yang dia temukan di mobil Taeyong, dan ternyata berhasil.


.


Niat Jisuu akhirnya menjadi-jadi dia pergi menuju MALL dan berniat menghabiskan seluruh uang di ATM milik Taeyong.


.


Jisuu sedang asik berbelanja ini pertama kali baginya bisa sepuasnya menghamburkan uang milik orang lain.


.


"Ahh, Aku bingung mau beli apa lagi"


.


"Aku membeli banyak perhiasan entah mau ku apakan"


.


"Sebaiknya untuk sekarang Aku mencari hotel untuk istirahat, karena Aku masih punya satu hari lagi untuk bersenang-senang"


.


.


Hotel Delight....


.


Jisuu memesan kamar hotel yang begitu mewah, dia juga memesan banyak makanan dan pelayanan yang ada dihotel ini.


.


Malam Hari.....


.


Jisuu sedang berjalan-jalan disekitar taman diarea Hotel Delight.


.


Dia mulai duduk melamun dibangku taman sambil ditemani cahaya lampu.


.


Dia menatap langit-langit malam yang dipenuhi bintang, sambil membayangkan sosok seseorang yang dia cari-cari.


.


"Aku menghilangkan kalung liontin nya, Apa kau sekarang marah padaku? Aku sangat takut, Aku takut tidak pernah menemukan liontin itu lagi"


.


"Maaf Aku tidak menjaganya dengan baik, Aku berjanji akan mencarinya"


.


Jisuu mengatakan itu didalam lubuk hatinya, diapun menangis sambil menatap langit malam.


Dia tidak tau apakah pemilik kalung itu masih hidup atau tidak, setiap dia merindukannya dia akan menatap langit malam sambil berbicara didalam hati.


.


Jisuu menangis tersedu-sedu di tengah taman hotel yang begitu sepi, tangisnya yang pecah walaupun sudah ditahan sekuat tenaga, Membuat dia terlihat begitu menyedihkan.


.


Tidak pernah ada yang menenangkan dirinya saat menangis, Hanya Anak Laki-laki yang tinggal bersamanya di Panti Asuhan Seocho.


Yang selalu menenangkan Jisuu saat sedang menangis, walaupun dalam keadaan yang begitu menakutkan.


.


Jisuu hanya mau menangis dihadapan laki-laki itu saja, sejauh ini dia selalu menahan tangisnya dan berusaha kuat dihadapan orang lain.


.


Sekarang dia sangat membutuhkannya namun anak laki-laki itu, Jisuu tidak tau dimana dia sekarang.


.


Bersambung....