MISFITS INCEPTION

MISFITS INCEPTION
Episode 09



Taman Hotel Delight...


Malam Hari pukul 23.30


.


Jisuu masih menangis dibawah sinar lampu taman sambil duduk dibangku, dia akan menangis sangat lama jika tidak ada siapapun.


Setiap kali menangis dia akan membayangkan, Anak laki-laki itu datang untuk mengusap air matanya lagi.


.


"Apa yang sudah Aku lakukan"


.


"Apakah pantas untuk orang sepertiku menangis seperti ini"


.


"Rinduku membingungkan, Ketika ingin melepasnya, Aku tidak tau harus bagaimana"


.


Hiks....hiks...


.


"Hey... apa kau baik-baik saja?" Tanya seorang pejalan kaki yang melewati Jisuu.


.


Jisuu langsung segera mengusap air matanya, dia menutup wajahnya menggunakan masker dan topi.


.


"Aku baik-baik saja, tidak perlu menghiraukanku" Jawab Jisuu, sambil bergegas pergi.


.


Pria itu hanya menatap Jisuu, yang semakin jauh dari pandangannya.


.


"Dia menangis tengah malam sendirian" Batin Lucas.


.


Lucas melihat selembar kertas yang tertinggal diatas bangku tempat Jisuu duduk tadi.


Di kertas itu tergambar seorang pria yang wajahnya tidak asing bagi Lucas,


.


"Tunggu, sepertinya Aku mengenal pria ini, Dia terlihat sangat mirip dengan Sicheng" Batin Lucas.


.


"Apa dia baru saja menangisi Sicheng? tapi tidak mungkin juga sih" Batin Lucas.


.


Lucas mengikuti Jisuu diam-diam karena rasa penasarannya, Dia ingin tau ada hubungan apa Jisuu dengan Sicheng.


.


Lorong Hotel Delight....


.


"Kemana perginya wanita itu, kenapa dia tiba-tiba menghilang" Batin Lucas.


.


Lucas berbalik badan dan memutuskan untuk kembali, dia sangat kaget saat melihat Jisuu tiba-tiba ada dibelakangnya.


.


"Wtf" Kaget Lucas.


"Kenapa kau mengikutiku" Tanya Jisuu.


"A-aku hanya..." Ucap Lucas, yang terbata-bata.


"Hanya apa?" Tegas Jisuu.


"Aku hanya ingin mengembalikan ini" Ucap Lucas, sambil mengeluarkan lukisan Jisuu.


.


Jisuu mengambilnya dengan begitu terburu-buru, Jisuu terus menatap sinis Lucas.


"Apa kau mengenali Sicheng?" Tanya Lucas.


.


Jisuu tertegun dan sedikit membelalak sambil menundukkan kepalanya.


.


"Aku hanya ingin bertanya, karena wajah orang yang kau lukis begitu mirip dengan temanku Sicheng" Ucap Lucas, sambil menatapi Jisuu.


.


"Katakan pada temanmu, '02 Januari 2006' Jika dia tau, temui Aku di Royal Garden besok jam 08 malam" Ucap Jisuu.


.


Jisuu langsung pergi menuju kamarnya, Lucas hanya terdiam memikirkan apa yang terjadi di tanggal itu.


.


...~...


Bar Itaewon


.


"Aku sudah menemukan lokasinya, dia sedang berada di Hotel Delight" Ucap Naeun, sambil melihat laptopnya.


.


"Bagaimana kau begitu yakin dia ada disana?" Tanya Nancy.


.


"Dia membawa mobil sport milik Taeyong, Siang tadi dia pergi untuk berlibur selama 2 hari, itu berarti dia sedang sendirian disana sekarang" Jawab Naeun.


.


"Aku sudah menemukan kamar yang ditempati oleh Jisuu" Ucap Hyunki, seorang hacker pria.


.


"Bagus, kirim perintah pada semua anggota Gengster Vector, untuk menyerang Jisuu sekarang" Tegas Nancy.


.


"Apa perlu menyuruh seluruh anggota? untuk membunuh 1 wanita?" Tanya Hyunki.


.


"Dia tidak mudah untuk dihadapi, jadi jangan meremehkannya" Tegas Nancy.


.


"Jisuu tidak membawa apapun saat pergi, kemungkinan dia tidak memeiliki senjata sekarang" Ucap Naeun.


.


"Jangan mengganggapnya biasa saja, wanita licik itu selalu membawa pisau kemanapun dia pergi" Ucap Nancy.


.


"Aku sudah menyiapkan segala hal dengan sangat detail, harusnya malam ini adalah malam terakhir bagimu Jung Jisuu" Batin Nancy.


.


...~~~...


Kediaman Dong Sicheng/Winwin.


.


"Hey Win, apa kau mau mendengar sesuatu?" Tanya Lucas.


"Tidak, Aku lelah" Jawab Winwin, yang sama-sama baru pulang kerumah.


.


Winwin melepaskan kemejanya lalu menggantinya, menggunakan kaos hitam dan bersiap tidur.


.


"Aku bertemu seorang wanita" Ucap Lucas.


.


"Wanita itu, melukis wajah yang mirip denganmu saat kecil, lalu dia menyuruhku mengatakan '02 Januari 2006' Entah apa yang dia maksud, wanita itu begitu cuek dan dingin" Ucap Lucas.


.


Winwin tertegun, dan langsung menghampiri Lucas sambil membulatkan matanya.


"DIMANA WANITA ITU SEKARANG?" Tegas Winwin, sambil mencengkram bahu Lucas.


.


"Dia berada di Hotel Delight, dia menyuruhmu datang besok malam jam 08 di Royal Garden" Ucap Lucas, yang sedikit merasa tegang.


.


"Kamar berapa!!" Tegas Winwin.


"Dia, dia masuk ke kamar 1009 di lantai 09" Jawab Lucas.


.


Winwin langsung memakai jaket dan topinya, dia segera turun ke bagasi dan langsung mengendarai mobil sport miliknya.


Lucas tidak tinggal diam diapun mengikuti Winwin, untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu disana.


.


Winwin mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, dia tidak memperdulikan keselamatannya.


Dia hanya ingin segera sampai di Hotel Delight dan langsung memeluk sang gadis kecil yang dia cari selama ini.


.


"Tunggu Aku gadis kecil"


.


Winwin mengusap air matanya yang terjatuh, dia begitu bahagia mendengar kabar tentang Gadis kecil itu.


.


...~~...


Hotel Delight....


Kamar 1009


.


Jisuu sedang sibuk ditemani satu botol anggur merah sambil merokok, dan melihat pemandangan kota Seoul dari jendela kamarnya.


"Apa itu benar-benar dia"


.


"Harusnya Aku ikut dengan pria tadi dan langsung bertemu dengannya"


.


Ding...Dong....


"Siapa yang menekan bell di jam 01 malam"


.


Jisuu membuka pintunya, dengan sangat hati-hati....


.


Set~


.


Pelukan yang begitu eratpun terjadi,


"Siapa pria bertopi ini"


.


"Aku ternyata masih bisa bertemu denganmu" Ucap Winwin, yang memeluk erat Jisuu.


.


Deg.....


.


"Min Kyung... Aku mencarimu selama ini, Aku sangat merindukanmu" Ucap Winwin.


.


Deg~


.


Hiks... Hiks...


.


Tangisan Jisuu pecah karena, Akhirnya dia dipertemukan kembali dengan Winwin.


.


' Winwin' adalah nama panggilan yang diberikan Jisuu saat masih tinggal di Panti Asuhan Seocho.


.


Moment romantis ini tidak bisa bertahan lebih lama lagi, ketika suara tembakan yang begitu keras terdengar dari luar kamar Jisuu.


.


Jisuu dan Winwin saling bertatapan begitu lama, tatapannya teralihkan ketika seseorang menekan bell kamar Jisuu.


.


Winwin memegang wajah Jisuu dengan begitu lembut,


"Aku tidak tau apa yang terjadi, tapi Aku berjanji akan membawamu keluar dari sini" Ucap Winwin, sambil menatap Jisuu.


.


Deg~


.


Winwin begitu menyayangi Jisuu, sekalipun dia tau kalo Jisuu pandai bertarung, Winwin akan tetap sangat mencemaskannya.


Dan selagi Winwin ada disampingnya dia tidak ingin tangan Jisuu ternodai oleh darah karena harus melawan para penjahat.


.


"Kita akan keluar, Aku akan melawan mereka, selagi ada celah pergilah, dan tunggu Aku dibawah sana" Ucap Winwin, sambil menatap Jisuu.


.


"Aku akan membantumu" Jawab Jisuu, sambil menggenggam tangan Winwin.


.


"Tidak!! Aku tidak mau melihat kau dalam bahaya! percayalah padaku, Dan tunggu Aku!" Tegas Winwin.


.


Deg~


.


Jisuu menatap Winwin yang begitu tulus padanya, hanya Winwin yang selalu bersikap lembut padanya.


Walupun sudah berpisah selama 17 tahun, sikapnya tidak pernah berubah pada Jisuu.


.


Cup~~


.


Winwin terdiam membisu ketika Jisuu mencium bibirnya,


"Kau sudah berjanji padaku bahwa kau akan kembali" Ucap Jisuu, setelah mencium bibir Winwin.


.


Winwin tersenyum menatap Jisuu, rasa semangatnya kini begitu membara.


"Baiklah, Gadisku tunggu Aku kembali" Ucap Winwin.


.


Bersambung.....