MISFITS INCEPTION

MISFITS INCEPTION
Episode 10



Hotel Delight...


.


Winwin dan Jisuu keluar dari kamar itu, dia langsung disuguhi oleh Lucas yang sedang sibuk baku tembak dengan para Gengster Vector.


.


"Bantu Aku Cepat!! Mereka terlalu banyak" Teriak Lucas, sambil melemparkan senjata ke arah Winwin.


.


Winwin menembaki para Gengster yang menghalangi jalannya, dia terus berada didepan Jisuu, agar Jisuu tidak terluka.


.


"Tetap dibelakangku" Ucap Winwin, yang sedang sibuk baku tembak.


.


Dorr... Dor...


.


Hujan peluru memenuhi lorong hotel itu, Jisuu mengambil senjata yang terjatuh disamping mayat para gengster yang sudah mati.


.


Walaupun Winwin menegaskan dia untuk tidak melawan, Jisuu tetap harus berjaga-jaga jika keadaan mendesak.


.


Mereka terus berjalan menyusuri lorong, Mereka mulai menuruni tangga darurat untuk berjaga-jaga.


Mereka khawatir Lift nya sudah di hack dan itu akan sangat membahayakan mereka.


.


"Kenapa Gengster Vector datang menyerang kesini" Tanya Winwin, pada Lucas.


.


"Aku tidak tau, mereka datang tidak lama setelah kau masuk kedalam hotel" Jawab Lucas.


.


Lucas yang lengah mengobrol dengan Winwin tidak sadar kalau ada seorang yang sedang mengarahkan pistol.


.


Dorr~~


One-shot yang mengenai kepala dari tembakan Jisuu, membuat Lucas sedikit kaget.


.


"Jangan lengah, mereka masih ada" Ucap Jisuu.


Winwin menatap Jisuu, dia sangat kaget melihat Jisuu yang begitu mahir menggunakan pistol.


.


...~...


Rumah kediaman Taeyong.


.


"Aku mendapatkan informasi tentang penyerangan di daerah Seoul. Terjadi penyerangan dari Gengster Vector di Hotel Delight" Ucap Doyoung, sambil melihat leptopnya.


.


"Lalu? mungkin mereka sedang membuat onar, karena tidak mendapat jatah dari pemilik hotel" Jawab Taeyong.


.


"Kau yakin? Aku sedikit ragu karena, mobil sport milikmu yang dibawa oleh Jisuu terparkir disana" Ucap Doyoung.


.


Deg....


.


"Cek seluruh CCTV, dan cari dimana wanita itu sekarang!!!" Tegas Taeyong.


.


Taeyong langsung sibuk menelpon para bawahannya untuk membubarkan Geng Vector.


Sedangkan Doyoung, dia sedang mencoba meretas CCTV Hotel Delight,


"Aku berhasil meretasnya, Aku sedang mencari wanita itu sekarang" Ucap Doyoung.


.


Doyoung mengecek setiap CCTV yang ada disana, dan mencari keberadaan Jisuu.


"Aku menemukannya!! dia berada di tangga darurat bersama 3 pria" Ucap Doyoung.


.


"Aku akan pergi kesana sekarang!!" Tegas Taeyong, diapun segera pergi menuju Hotel Delight.


.


.


Ini pertama kalinya bagi Doyoung, melihat Taeyong yang begitu mengkhawatirkan seorang wanita.


Dia bahkan bergegas sendiri untuk menolong Jisuu, tanpa menunggu bantuan dari para bawahannya.


.


"Jung Jisuu! Jika kau mati Aku tidak akan pernah memaafkanmu"


.


Taeyong begitu mencemaskan Jisuu, entah kenapa hatinya begitu mengkhawatirkan wanita itu.


Dia bahkan sangat takut jika wanita itu sampai terluka, dia begitu gelisah dan ingin segera sampai disana.


.


...~~...


Hotel Delight...


.


"Si*l mereka terus berdatangan" Teriak Lucas, yang mulia kelelahan.


.


"Kita minim Ammo, jika terus begini kita bisa kalah" Ucap Jisuu.


.


"Aku tidak akan membiarkan mereka melukaimu" Ucap Winwin, sambil terus menembaki para lawan.


.


Mereka akhirnya sampai di halaman luar Hotel Delight, mobil Winwin terparkir cukup jauh.


Mereka sudah tidak sempat untuk pergi menuju mobil Winwin, untung saja Taeyong sampai tepat waktu dan parkir tepat dideket Jisuu.


.


Taeyong langsung turun menghampiri Jisuu sambil menembaki para Geng Vector yang mencoba maju.


"Cepat Naik Jisuu!!!" Teriak Taeyong, terus sambil menembaki.


.


"Pergilah, Aku akan menyusulmu" Ucap Winwin.


.


Jisuu mempercayai Winwin, diapun mulai berjalan masuk menghampiri mobil Taeyong.


Sebelum pergi Taeyong melemparkan tas berisikan senjata dan Ammo untuk Winwin dan Lucas.


Setelah itu Taeyong langsung mengendarai mobilnya dan pergi bersama Jisuu.


.


"Mereka semua pergi, sepertinya target mereka adalah Jisuu" Ucap Lucas.


.


"Bergegas ke mobilku, kita harus mengikuti Taeyong dan menjaga mereka" Tegas Winwin.


.


Lucas dan Winwin bergegas menuju mobil dan langsung segera menyusul mereka.


.


.


Taeyong & Jisuu.


.


"Apa yang terjadi" Tanya Taeyong.


"Aku tidak tau, mereka tiba-tiba datang padaku" Jawab Jisuu.


.


Trang...


.


Mobil Taeyong ditembaki oleh para Gengster itu, Jisuu tidak bisa tinggal diam dia membuka atap mobil Taeyong dan mulai menembaki para gengster itu.


.


"Hati-hati!!!" Tegas Taeyong.


"Tenang saja! Tanganku sudah gatal dari tadi hanya diam saja" Ucap Jisuu.


.


Taeyong menyeringai, sambil terus menyetir mobilnya.


"Pegangan!!" Teriak Taeyong, lalu membanting stir nya.


.


"Arghh, Si*lan kau membuat tembakanku meleset" Teriak Jisuu, yang sedikit kesal.


.


.


"Dasar bodoh! kenapa tidak ada satupun dari kalian yang berhasil mengenai wanita itu" Tegas Nancy, yang berada disalah satu mobil gengster.


.


Mobil yang ditumpangi Nancy tepat berada dibelakang mobil Taeyong, hanya ada 3 mobil sport dari anggota gengster itu yang berhasil mengikuti mobil Taeyong.


.


"Berikan senapan itu padaku!" Tegas Nancy.


.


Nancy mengambil senapan itu, dan langsung membidik Jisuu yang sedang sibuk menembaki lawan lain.


"Hari ini kau akan mati ditanganku"


.


Dorrrrr.....


.


.


"Tunggu, siapa yang kau tembak?" Tanya Winwin, yang sibuk menyetir.


.


"Ada seorang wanita yang menggunakan senapan didalam mobil itu, Aku berhasil menembaknya" Ucap Lucas.


.


"Mereka, menghindar... Apa ini sudah berakhir" Tanya Winwin.


"Sepertinya Aku sudah membunuh bossnya, dan membuat ini semua berakhir" Jawab Lucas.


.


.............


.


"Hey, Baby Girl sepertinya mereka sudah pergi" Tanya Taeyong.


.


Jisuu masih berdiri, perlahan senjatanya terlepas dari tangannya.


Jisuu terus memegangi dadanya,


"Apa yang terjadi Jisuu!!" Tanya Taeyong.


.


"Taeyong" Ucap Jisuu, yang membalikan tubuhnya lalu menatap Taeyong.


.


Taeyong tertegun melihat mulut Jisuu yang penuh darah, serta tangan yang terus memegangi dada.


Taeyong segera menepi dan melihat keadaan Jisuu,


"Hey, hey! Jisuu!! Aku tidak mengijinkan kau untuk mati" Teriak Taeyong, yang memangku Jisuu.


.


Lucas dan Winwin menghampiri mereka,


"Apa yang ter-" Tanya Winwin, yang langsung terhenti ketika melihat kondisi Jisuu.


.


Winwin membelalak ketika melihat Jisuu terluka dipangkuan Taeyong,


"Apa yang kau lakukan cepat bawa dia kerumah sakit!!!" Teriak Winwin, yang begitu khawatir.


.


Winwin pergi menaiki mobil Taeyong, sambil memangku Jisuu dan menahan pendarahannya.


.



Bersambung...


.