
"Namaku Lee Taeyong, tentang latar belakangku Aku tidak bisa mengatakannya. Tapi jika kau penasaran kau bisa memohon padaku untuk memberi tahumu Baby Girl" Ucap Pria itu.
.
"Baiklah, tugasku hanya menjadi pengawal pribadimu! Aku punya hak untuk melawan jika kau berani melakukan hal yang tidak senonoh padaku!" Tegas Jisuu.
.
"Baik seperti yang kau katakan Baby Girl" Ucap Taeyong, sambil membelai wajah Jisuu.
Jisuu menepis tangan Taeyong, karena merasa tidak nyaman.
.
"Tapi kau harus ingat baik-baik, didalam kontrak ini tertulis satu peraturan, dari kedua belah pihak dilarang untuk jatuh cinta pada pihak lain" Ucap Taeyong.
.
"Siapa juga yang akan jatuh cinta padamu, pria mesum!!" Tegas Jisuu.
.
Taeyong menyeringai,
Jisuu menandatangani kontrak kerjanya bersama Taeyong, karena dia tidak mempunyai jalan keluar lain.
.
Taeyong mengambil kertas kontrak perjanjian kerja itu dan menatapinya dengan begitu senang.
"Baiklah akan aku jelaskan soal peraturan barusan, Yang dimaksud pihak lain yaitu Kau tidak boleh jatuh cinta pada pria lain selain Aku" Ucap Taeyong, sambil tersenyum menyeringai.
.
Jisuu terlihat kaget dan begitu kesal karena dia sudah salah tanggap.
"Dasar pria licik!! Aku mau membatalkan kontraknya sekarang juga!!" Tegas Jisuu, yang dibuat kesal oleh Taeyong.
.
"Kalau begitu kau harus membayar denda seperti yang tertulis di peraturan kontrak" Jawab Taeyong.
.
Jisuu membaca seluruh peraturan yang tertulis diatas kontrak itu,
"Sial harusnya Aku membaca semua peraturan ini terlebih dahulu" Batin Jisuu.
.
"Apa yang kau maksud dengan 'Jika ingin membatalkan kontrak makan harus membayar denda dengan tidur bersama pihak yang bersangkutan dengan kontrak' Apa kau mencoba mempermainkanku?" Tanya Jisuu.
.
"Ini sudah peraturannya, bagaimana apa kau masih mau membatalkan kontraknya?" Tanya Taeyong.
.
"Dasar Pria Mesum yang begitu licik!! Aku tidak akan pernah sudi tidur bersama denganmu!" Ucap Jisuu, yang begitu nyolot.
.
Taeyong menyeringai, sambil menatap Jisuu yang terlihat begitu manis di pandangannya.
.
1 Jam Kemudian...
.
Setelah lama berdebat dan bersiap-siap meninggalkan gedung apartemen itu, Jisuu dibawa oleh Taeyong menuju rumah pribadinya.
Disana Jisuu sangat dimanjakan oleh Taeyong.
Segala kebutuhan yang Jisuu mau, akan disiapkan oleh seorang pelayan yang ada disana.
.
Ruang Kerja Taeyong...
.
"Bagaimana apakah kau sudah mendapatkan hasil dari penyelidikan wanita itu?" Tanya Taeyong, pada Doyoung asisten pribadinya.
.
"Jujur Aku sedikit bingung saat menyelidikinya, karena banyak data yang sulit dibaca tentang wanita itu" Jawab Doyoung, sambil membuka dokumen.
.
"Tidak ada yang bisa membuat data serumit ini, kecuali dia JUDY MILLER" Jawab Taeyong.
.
"Judy Miller, meninggal dunia satu tahun lalu karena usianya sudah sangat tua" Jawab Doyoung.
.
"Ada kemungkinan wanita itu dekat dengannya sebelum Judy meninggal" Ucap Taeyong.
.
Doyoung seketika terdiam mengingat sesuatu.
"Kita tidak bisa menyelidiki data tentang Judy Miller, karena wanita tua itu sangat cerdik dan licik" Ucap Taeyong.
.
"Kecuali jika kita menggunakan Jaehyun! karena dia sebelumnya pernah menjadi anak angkat Judy Miller" Ucap Doyoung, sambil melirik Taeyong.
.
Taeyong berpikir sejenak memikirkan cara untuk menyelidiki asal usul Jisuu.
.
"Jaehyun bukan orang yang mudah untuk didekati, keberadaannya juga sulit untuk ditemukan" Ucap Taeyong.
.
"Belakangan ini sedang ramai dipasar gelap, tentang toko penjual senjata ada kemungkinan Jaehyun yang membuka toko itu" Jawab Doyoung.
.
Brug!!!!!
Pintu terbuka dengan sangat kasar..
.
.
"Sepertinya kau baru saja membawa harimau betina kedalam rumahmu" Gumam Doyoung, pada Taeyong.
.
"Jaga ucapanmu pria berkacamata" Tegas Jisuu, sambil mendesak Doyoung ke tembok.
.
Doyoung terlihat begitu panik karena posisi wajah Jisuu yang begitu dekat dengan wajahnya.
Taeyong terlihat begitu kesal karena posisi mereka berdua sangat dekat.
.
"Mampusss Taeyong terlihat begitu kesal, sepertinya Aku sudah dekat dengan ajalku" Batin Doyoung.
.
"Lepaskan dia! Aku akan menyuruh para pelayanku untuk tidak mengganggumu" Ucap Taeyong, sambil menggertak giginya.
.
Jisuu menjauh dari Doyoung yang begitu ketakutan, walaupun Doyoung seorang asisten pribadi Taeyong, kemampuan berkelahinya masih kalah jauh dengan Jisuu.
.
Doyoung segera menyadari situasi dan segera pergi meninggalkan ruangan,
"Aku akan kembali bekerja" Ucap Doyoung, sebelum pergi keluar.
.
Taeyong menghampiri Jisuu yang terlihat begitu kesal, wajah Taeyong yang begitu merasa bersalah seketika membuat hati Jisuu tergoyahkan.
.
Deg...
.
"Maafkan Aku, Aku tidak bermaksud melakukan itu semua padamu, Aku tidak tau kau suka pakaian yang seperti apa" Ucap Taeyong, dengan nada yang begitu sedih.
.
"Oh ****, wajahnya kenapa begitu menggemaskan! Apakah dia masih pria mesum itu"
.
"Ya, yaa baiklah kali ini Aku maafkan! kedepannya kau tidak perlu menyuruh para pelayanmu datang ke kamarku! Aku lebih suka melakukannya sendiri" Ucap Jisuu.
.
Jisuu, melihat-lihat ruang kerja Taeyong yang dipenuhi banyak dokumen serta Buku-buku bertumpukan di meja kerjannya.
"Boleh Aku melihat-lihat ruang kerjamu?" Tanya Jisuu.
"Tentu saja, lakukan apapun yang kau mau Baby girl" Jawab Taeyong.
.
Jisuu meraba-raba tembok disekitar ruangan itu, sambil memejamkan matanya dia juga menghitung langkah kakinya.
.
"Apa yang wanita ini lakukan, Apa dia mengetahui sesuatu" Batin Taeyong.
.
"Ketemu, sepertinya ada ruangan rahasia dibalik tembok ini" Batin Jisuu.
.
"Ruanganmu sangat berantakan, apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Jisuu.
"Seperti biasa mengurus dokumen perusahaan" Jawab Taeyong.
.
"Sebaiknya kau istirahat sekarang, besok kau ikut denganku ke perusahaan" Ucap Taeyong.
.
"Baiklah, tapi sebelumnya bisa tolong kembalikan barang-barangku? Aku ingat tas dan ponselku Aku simpan diatas ranjang bersama gaun ku" Ucap Jisuu.
.
"Aku tidak menemukan ada ponsel dan tas semalam, Apa kau menjatuhkannya? Aku hanya menemukan gaunmu" Jawab Taeyong.
.
"Tidak mungkin Aku menjatuhkannya, Apa dia sedang membohongiku?" Batin Jisuu.
.
Jisuu menatap sinis Taeyong,
"Aku bersumpah, Aku tidak melihat ponsel dan tasmu! Jika kau tidak percaya Aku akan menyuruh orang untuk memeriksa CCTV kamar apartemen itu" Ucap Taeyong, dengan bersungguh-sungguh.
.
"Aku tidak memperdulikan ponsel dan tasnya, Ada barang yang sangat penting bagiku didalam tas itu, Aku harap itu tidak hilang" Ucap Jisuu, dengan raut wajahnya yang begitu sedih.
.
"Kalo Aku boleh tau apa barang itu? Aku akan menyuruh orang untuk mencarinya" Ucap Taeyong.
.
"Itu sebuah Kalung dengan liontin batu ruby merah" Jawab Jisuu.
.
"Aku akan mencarikannya untukmu, bagaimanapun sepertinya kalung itu sangat berarti bagimu" Ucap Taeyong.
.
Jisuu, terlihat begitu sedih karena kalung itu tidak ada pada Taeyong, Jisuu sangat sedih karena Kalung itu pemberian dari seseorang yang dulu tinggal bersama Jisuu.
.
Bersambung....