MISFITS INCEPTION

MISFITS INCEPTION
Episode 18



Taman.


02.30 Am.....


.


Jisuu terbangun dan langsung melirik Minghao, tangan Jisuu terus digenggam olehnya, Jisuu juga sedikit tersentuh melihat Minghao yang melepaskan jaket demi menyelimutinya.


.


"Padahal udaranya dingin sekali, apa dia manusia es?"


.


"Dia ikut tertidur"


.


"Tangannya terus menggenggamku, jika Aku melepaskannya..."


.


"Aku takut malah membangunkannya"


.


"Jam berapa sekarang ya"


.


Jisuu kaget ketika melihat jam menunjukkan pukul setengah 3 pagi, Dia langsung mencari handphonenya tapi tidak ada.


.


Minghao terbangun karena Jisuu terus bergerak dan melepaskan genggamannya,


"Ada apa? apa terjadi sesuatu?" Tanya Minghao, sambil menguap.


.


"Aku kehilangan ponselku, sepertinya terjatuh" Ucap Jisuu.


.


"Aku akan menyuruh orang untuk mencarinya besok, atau kau ingin ponsel yang baru?" Ucap Minghao.


.


"Tidak perlu biarkan saja" Ucap Jisuu.


.


"Taeyong pasti mengkhawatirkanku, Aku harus segera pulang kerumah" Batin Jisuu.


.


"Hao, Aku harus kembali sekarang juga, jika tidak Aku akan dalam masalah besar" Ucap Jisuu.


.


"Okay, baiklah Aku akan mengantarkanmu" Ucap Minghao.


.


"Tidak perlu, rumahnya tidak terlalu jauh dari sini, dan juga kita berlawanan arah jadi kita berpisah disini saja ya" Ucap Jisuu.


.


"Apa kau yakin?" Tanya Minghao.


"Tentu saja, kau tidak perlu khawatir, Aku akan memberimu kabar setelah Aku dapat ponsel baru" Ucap Jisuu.


.


"Baiklah, setidaknya kau harus mengirimku email terlebih dahulu, saat kau sampai dirumah" Ucap Minghao.


.


"Baiklah" Ucap Jisuu, sambil memberikan jaket Minghao.


.


"Terimakasih, kau harus memakainya! jangan sampai kau terkena flu" Tegas Jisuu.


.


Minghao menyeringai sambil menatap Jisuu yang tersenyum padanya...


.


Jisuu akhirnya pergi meninggalkan Minghao yang masih berdiri didepan bangku tempat mereka berdua tertidur tadi.


.


Suasana tiba-tiba menjadi hening dan sepi saat Jisuu tak lagi disampingnya...


.


"Padahal dia baru saja pergi, tapi Aku sudah mulai merindukannya lagi"


.


"Sampai jumpa, Jung Jisuu..."


.


.


Jisuu berjalan melewati jalanan yang begitu sepi, dia berjalan menuju Bar untuk mengambil mobilnya.


.


Tiba-tiba mobil hitam melintas dan berhenti ditepi jalan, Jisuu bersiap-siap karena mobil itu berhenti tepat disampingnya.


.


Tidak lama pengemudi mobil itu keluar dan menghampirinya, dengan pakaian yang dipenuhi banyak darah.


.


Rambutnya yang berantakan menutupi sorot matanya yang tajam...


.


Kedua tangannya di penuhi darah, pria itu sungguh sembrono berkeliaran dengan penampilan seperti itu.


.


Pria itu ternyata Taeyong...


Dia memeluk Jisuu dengan ekpresi wajahnya yang begitu cemas.


.


"Apa kau ingin mati Jisuu?" Tanya Taeyong, sambil memeluknya.


.


"Ma..mana mungkin..." Jawab Jisuu, yang terbata-bata.


.


.


"....."


.


"Jika kau ingin mati, bunuh Aku terlebih dahulu... setidaknya jika Aku mati lebih awal darimu, Aku tidak harus merasakan kesedihan yang begitu dalam karena harus kehilanganmu lagi" Ucap Taeyong.


.


Hiks...hikss..


Jisuu menangis sambil memeluk erat Taeyong, dia begitu sedih mendengar ucapannya.


.


"Maaf" Ucap Jisuu, sambil menangis.


.


.


Rumah Pribadi Taeyong.


.


"Aku akan memanggil dokter untuk memeriksa lukamu" Ucap Taeyong.


.


Jisuu menggenggam tangan Taeyong,


"Aku tidak nyaman jika orang lain melihat tubuhku" Jawab Jisuu.


.


"Lukamu harus diperiksa" Tegas Taeyong.


.


"Aku ingin kau yang memeriksanya, Aku mohon kau saja yang memeriksanya" Ucap Jisuu, sambil menggenggam erat Taeyong.


.


"Baiklah" Jawab Taeyong.


.


Jisuu melepaskan pakaiannya, dan membiarkan Taeyong memeriksa luka jaitan yang berada di dekat ***********.


.


Taeyong mengangkat dagu Jisuu dan melihat tanda kissmark, tepat berada dibawah dagunya.


"Siapa yang membuat ini" Tegas Taeyong.


.


"Eh..."


.


Taeyong menatap Jisuu yang terbaring dibawah tubuhnya,


"Kau pergi menemui Sicheng?" Tegas Taeyong.


.


"A-aku menemuinya sebentar tadi sore" Jawab Jisuu, yang terbata-bata.


.


Taeyong mengigit leher Jisuu tepat ditanda Kissmark yang dibuat oleh Winwin.


.


Ah....


.


"Apa yang kau lakukan" Teriak Jisuu, sambil berusaha mendorong Taeyong.


.


Taeyong menggigitnya hingga berdarah, sambil menahan kedua tangan Jisuu.


.


Sakithhh..


.


Tolong Hentikanhhh..


.


Ahh...


.


"Kau milikku! tak ada yang boleh membuat tanda kepemilikan seperti ini ditubuhmu! Jika kau menginginkannya, Aku bisa melakukannya untukmu" Tegas Taeyong.


.


"Apa kau gila!!" Teriak Jisuu.


.


"Yaaa! Aku Gila lalu kau mau apa?" Teriak Taeyong.


.


"Aku Gila karena Aku menyukai adiku sendiri!! Andai Aku tidak pernah tau mungkin Aku sudah menjadikanmu sebagai istriku" Tegas Taeyong, yang begitu kesal.


.


Deg.....


.


Taeyong pergi meninggalkan Jisuu yang terbaring diatas ranjang...


.


Jisuu masih terdiam memikirkan ucapan Taeyong..


.


Taeyong tidak pernah jatuh cinta pada wanita lain..


Dan saat dia merasakan jatuh cinta, dia malah mencintai adiknya yang telah lama terpisah dengannya.


.


Berat bagi Taeyong karena dia telah jatuh cinta pada adiknya sendiri, dan itu adalah hal yang sangat mustahil bagi mereka untuk bisa menjadi pasangan.


.


Bersambung....