
Taman.
02.30 Am.....
.
Jisuu terbangun dan langsung melirik Minghao, tangan Jisuu terus digenggam olehnya, Jisuu juga sedikit tersentuh melihat Minghao yang melepaskan jaket demi menyelimutinya.
.
"Padahal udaranya dingin sekali, apa dia manusia es?"
.
"Dia ikut tertidur"
.
"Tangannya terus menggenggamku, jika Aku melepaskannya..."
.
"Aku takut malah membangunkannya"
.
"Jam berapa sekarang ya"
.
Jisuu kaget ketika melihat jam menunjukkan pukul setengah 3 pagi, Dia langsung mencari handphonenya tapi tidak ada.
.
Minghao terbangun karena Jisuu terus bergerak dan melepaskan genggamannya,
"Ada apa? apa terjadi sesuatu?" Tanya Minghao, sambil menguap.
.
"Aku kehilangan ponselku, sepertinya terjatuh" Ucap Jisuu.
.
"Aku akan menyuruh orang untuk mencarinya besok, atau kau ingin ponsel yang baru?" Ucap Minghao.
.
"Tidak perlu biarkan saja" Ucap Jisuu.
.
"Taeyong pasti mengkhawatirkanku, Aku harus segera pulang kerumah" Batin Jisuu.
.
"Hao, Aku harus kembali sekarang juga, jika tidak Aku akan dalam masalah besar" Ucap Jisuu.
.
"Okay, baiklah Aku akan mengantarkanmu" Ucap Minghao.
.
"Tidak perlu, rumahnya tidak terlalu jauh dari sini, dan juga kita berlawanan arah jadi kita berpisah disini saja ya" Ucap Jisuu.
.
"Apa kau yakin?" Tanya Minghao.
"Tentu saja, kau tidak perlu khawatir, Aku akan memberimu kabar setelah Aku dapat ponsel baru" Ucap Jisuu.
.
"Baiklah, setidaknya kau harus mengirimku email terlebih dahulu, saat kau sampai dirumah" Ucap Minghao.
.
"Baiklah" Ucap Jisuu, sambil memberikan jaket Minghao.
.
"Terimakasih, kau harus memakainya! jangan sampai kau terkena flu" Tegas Jisuu.
.
Minghao menyeringai sambil menatap Jisuu yang tersenyum padanya...
.
Jisuu akhirnya pergi meninggalkan Minghao yang masih berdiri didepan bangku tempat mereka berdua tertidur tadi.
.
Suasana tiba-tiba menjadi hening dan sepi saat Jisuu tak lagi disampingnya...
.
"Padahal dia baru saja pergi, tapi Aku sudah mulai merindukannya lagi"
.
"Sampai jumpa, Jung Jisuu..."
.
.
Jisuu berjalan melewati jalanan yang begitu sepi, dia berjalan menuju Bar untuk mengambil mobilnya.
.
Tiba-tiba mobil hitam melintas dan berhenti ditepi jalan, Jisuu bersiap-siap karena mobil itu berhenti tepat disampingnya.
.
Tidak lama pengemudi mobil itu keluar dan menghampirinya, dengan pakaian yang dipenuhi banyak darah.
.
Rambutnya yang berantakan menutupi sorot matanya yang tajam...
.
Kedua tangannya di penuhi darah, pria itu sungguh sembrono berkeliaran dengan penampilan seperti itu.
.
Pria itu ternyata Taeyong...
Dia memeluk Jisuu dengan ekpresi wajahnya yang begitu cemas.
.
"Apa kau ingin mati Jisuu?" Tanya Taeyong, sambil memeluknya.
.
"Ma..mana mungkin..." Jawab Jisuu, yang terbata-bata.
.
.
"....."
.
"Jika kau ingin mati, bunuh Aku terlebih dahulu... setidaknya jika Aku mati lebih awal darimu, Aku tidak harus merasakan kesedihan yang begitu dalam karena harus kehilanganmu lagi" Ucap Taeyong.
.
Hiks...hikss..
Jisuu menangis sambil memeluk erat Taeyong, dia begitu sedih mendengar ucapannya.
.
"Maaf" Ucap Jisuu, sambil menangis.
.
.
Rumah Pribadi Taeyong.
.
"Aku akan memanggil dokter untuk memeriksa lukamu" Ucap Taeyong.
.
Jisuu menggenggam tangan Taeyong,
"Aku tidak nyaman jika orang lain melihat tubuhku" Jawab Jisuu.
.
"Lukamu harus diperiksa" Tegas Taeyong.
.
"Aku ingin kau yang memeriksanya, Aku mohon kau saja yang memeriksanya" Ucap Jisuu, sambil menggenggam erat Taeyong.
.
"Baiklah" Jawab Taeyong.
.
Jisuu melepaskan pakaiannya, dan membiarkan Taeyong memeriksa luka jaitan yang berada di dekat ***********.
.
Taeyong mengangkat dagu Jisuu dan melihat tanda kissmark, tepat berada dibawah dagunya.
"Siapa yang membuat ini" Tegas Taeyong.
.
"Eh..."
.
Taeyong menatap Jisuu yang terbaring dibawah tubuhnya,
"Kau pergi menemui Sicheng?" Tegas Taeyong.
.
"A-aku menemuinya sebentar tadi sore" Jawab Jisuu, yang terbata-bata.
.
Taeyong mengigit leher Jisuu tepat ditanda Kissmark yang dibuat oleh Winwin.
.
Ah....
.
"Apa yang kau lakukan" Teriak Jisuu, sambil berusaha mendorong Taeyong.
.
Taeyong menggigitnya hingga berdarah, sambil menahan kedua tangan Jisuu.
.
Sakithhh..
.
Tolong Hentikanhhh..
.
Ahh...
.
"Kau milikku! tak ada yang boleh membuat tanda kepemilikan seperti ini ditubuhmu! Jika kau menginginkannya, Aku bisa melakukannya untukmu" Tegas Taeyong.
.
"Apa kau gila!!" Teriak Jisuu.
.
"Yaaa! Aku Gila lalu kau mau apa?" Teriak Taeyong.
.
"Aku Gila karena Aku menyukai adiku sendiri!! Andai Aku tidak pernah tau mungkin Aku sudah menjadikanmu sebagai istriku" Tegas Taeyong, yang begitu kesal.
.
Deg.....
.
Taeyong pergi meninggalkan Jisuu yang terbaring diatas ranjang...
.
Jisuu masih terdiam memikirkan ucapan Taeyong..
.
Taeyong tidak pernah jatuh cinta pada wanita lain..
Dan saat dia merasakan jatuh cinta, dia malah mencintai adiknya yang telah lama terpisah dengannya.
.
Berat bagi Taeyong karena dia telah jatuh cinta pada adiknya sendiri, dan itu adalah hal yang sangat mustahil bagi mereka untuk bisa menjadi pasangan.
.
Bersambung....