
Keesokan Harinya....
Acara Perjamuan Perusahaan Grup Lexxa.
.
Ini adalah perusahaan yang dijalankan oleh seorang Bos Yakuza, tentunya para tamu yang hadir bukan dari kalangan biasa.
.
Banyak para pejabat tinggi yang berpengaruh di Dunia Bawah, juga para tamu terhormat dari kalangan Mafia & Gengster.
.
Jisuu bisa masuk kedalam acara ini karena dia menjadi pasangan Minghao.
Para tamu yang bisa masuk kedalam hanya yang memiliki undangan khusus dari pemilik perusahaan.
.
"Apa kau mengenal pemilik Perusahaan Lexxa?" Tanya Minghao, yang sedang menatap Jisuu.
.
"Aku hanya tau sedikit tentangnya, dia bernama Nakamoto Yuta usianya tidak jauh denganku tapi dia sudah berhasil menduduki posisi Bos" Ucap Jisuu.
.
"Aku dengar salah satu rekannya memiliki marga yang sama denganmu, apa kau mengenal dia" Tanya Minghao.
.
"Tidak" Jawab Jisuu, dengan nada sedikit kesal.
.
Jisuu, melihat seseorang yang dia cari-cari selama ini...
"Tunggu sebentar Aku akan segera kembali" Ucap Jisuu, sambil melangkah pergi.
.
"Ada apa dengannya, dia begitu terburu-buru" Batin Minghao.
.
Jisuu mengikuti arah sosok seorang yang dia cari itu,
"Aku tidak mungkin salah lihat, itu benar-benar dia"
.
"Kemana perginya dia, kenapa dia menghilang begitu cepat"
.
Grep...!!!
.
Tiba-tiba seseorang menarik Jisuu dan meletakkan pisau tepat dileher Jisuu.
.
"Kenapa kau mengikutiku" Ucap Joshua.
.
"****, dari suaranya tidak salah lagi kalo dia Joshua Hong"
.
"Tolong lepaskan Aku, Aku tidak mengikutimu, Aku tersesat saat mencari toilet" Jawab Jisuu.
.
"Untuk saat ini Aku harus lepas darinya terlebih dahulu"
.
"Cepat temukan dia! dia pasti masih disekitar sini" Ucap para pengawal, yang sedang mengincar Joshua.
.
"****" Gertak Joshua.
.
Joshua membungkam mulut Jisuu agar tidak bersuara, dia membawa Jisuu bersembunyi bersamanya.
.
"Si*l kenapa Aku harus terlibat bersamanya, ini benar-benar menjengkelkan" Batin Jisuu.
.
Joshua menggenggam Jisuu dan membawanya berlari bersama,
"MEREKA DISANA CEPAT KEJAR!!" Teriak seorang pengawal.
.
Jisuu dan Joshua berlari tak tentu arah,
"Hey kenapa kau membawaku ikut terjebak dalam masalahmu!!" Ucap Jisuu.
.
"Maaf Nona, tapi untuk sekarang lari saja dulu" Jawab Joshua.
.
"Aku menggunakan sepatu Haihils, Aku tidak bisa berlari! tolong berhenti kakiku sakit" Ucap Jisuu, yang kesakitan.
.
Joshua membawa Jisuu masuk kedalam ruangan, untuk bersembunyi.
Jisuu segera melepaskan sepatunya, kakinya lecet karena goresan saat berlari tadi.
.
"Luka kemarin terbuka lagi, sungguh sial banget hari ini" Batin Jisuu.
.
"Dasar pria brengs*k kau melibatkanku dengan masalahmu" Ucap Jisuu, yang begitu kesal.
.
Brug!!!!
.
Pintu terdobrak oleh para pengawal yang mengincar Joshua,
.
"Baiklah tangkap saja pria itu, Aku tidak ada hubungannya dengan dia" Ucap Jisuu, sambil melangkah menuju luar pintu.
.
Dengan santainya Jisuu berjalan dan berpikir para pengawal akan memberikan jalan untuknya.
"Tangkap Jal*ng Ini" Ucap seorang pengawal.
.
Jisuu kesal karena ucapan pengawal itu, tidak ambil lama dia langsung menebas tenggorokan pria itu menggunakan pisaunya yang dia sembunyikan dibalik roknya.
"Jaga ucapanmu" Ucap Jisuu, dengan wajahnya yang penuh darah.
.
Darah bercucuran keluar dari lehernya dan mengenai wajah Jisuu.
"Tangkap Wanita itu!!!" Teriak pengawal lain.
.
Jisuu melawan komplotan para pengawal itu dengan menggunakan dua pisau yang ada ditangan kiri & kanannya.
.
"Gerakannya sangat mirip dengan Assassin wanita itu, Apa mungkin dia orang yang sama" Batin Joshua.
.
Joshua mulai bergerak melawan menggunakan pistol, karena tangan dan kakinya masih terluka dia tidak bisa bertarung.
.
Joshua mulai berjalan menyusuri lorong, dia dibuat kaget karena Jisuu telah menghabisi lebih dari 10 orang pengawal di lorong itu.
Tubuh Jisuu yang dipenuhi darah terlihat begitu mengerikan, aksinya membuat Joshua tertarik padanya.
.
"Dia seperti seorang Monster yang haus akan darah manusia" Batin Joshua.
.
Karena seluruh pengawal telah terbunuh, Jisuu akhirnya pergi meninggalkan Joshua, di lorong itu.
Joshua tidak bisa mengejarnya karena luka di kakinya terbuka lagi.
.
Kamar Tamu...
.
Jisuu masuk kedalam kamar itu dan segera melepaskan pakaiannya, dia pergi mandi sambil mengobati lukanya.
.
.
"Arghh, ini menyakitkan! karena terlalu banyak bergerak luka di kakiku jadi terbuka lagi"
.
Jisuu membersihkan lukanya dan mulai berendam, membersihkan darah yang menempel ditubuhnya.
.
Dia berendam cukup lama didalam bathtub yang berisikan air hangat, karena merasa sangat letih Jisuu tanpa sadar malah tertidur.
.
"Aku sangat mengantuk"
.
"Hmmm"
.
"Pria yang tadiku ikuti, sangat mirip dengannya..."
.
"Mataku sangat berat, tidur sejenak mungkin bisa menghilangkan sedikit rasa lelah ku"
.
Aula Utama Acara...
.
"Dimana kau Jung Jisuu" Batin Minghao.
.
"Ada keributan saat kau pergi tadi, Aku harap itu bukan ulahmu" Batin Minghao.
.
Minghao begitu khawatir, dia terus menghubungi ponsel Jisuu namun tidak ada jawaban darinya.
Minghao tidak bisa mencari Jisuu karena pengawal menutup akses menuju ke atas.
.
.
Keesokan Harinya....
.
"Hangat, begitu nyaman"
.
Jisuu terbangun dan merasa kaget karena dia berada diatas ranjang, dia tertidur menggunakan kemeja putih yang begitu besar ditubuhnya.
.
"Dimana Aku... apa yang terjadi? kenapa Aku tertidur disini"
.
Pintu terbuka, Jisuu bersiap-siap untuk melawan siapapun yang masuk kedalam ruangan itu.
.
Ayunan lampu mejapun melayang hampir mengenai kepala pria yang masuk kedalam ruangan itu.
Namun pria itu dengan begitu cepat menghindarinya, tenaganya yang begitu kuat membuat Jisuu tidak bisa berkutik.
.
"Siapa kau!" Tanya Jisuu.
"Sungguh mengesankan, kau tidak mengenaliku" Ucap Pria itu.
.
"Apa yang kau lakukan padaku dasar pria mesum!" Ucap Jisuu.
.
"Kau harusnya berterimakasih padaku, Kau hampir saja mati tenggelam di dalam bathtubku" Jawab Pria itu.
.
"Lepaskan cengkramanmu!!" Tegas Jisuu.
.
"Kau melemparkan dirimu sendiri kedalam kamarku, kenapa Aku harus melepaskanmu" Jawab Pria itu.
.
Pria itu melirik kebawah, memandangi tubuh Jisuu yang begitu dekat dengannya.
"Apa yang kau lihat dasar brengs*k!" Tegas Jisuu, sambil meronta.
.
Kedua tangan Jisuu di cengkram oleh pria itu, sehingga Jisuu tidak bisa melakukan apapun.
.
"Kenapa kau begitu malu, lagi pula Aku sudah melihat seluruh bentuk tubuhmu semalam Babygirl" Ucap Pria itu.
.
"Lepaskan Aku dasar pria brengs*k! Aku ingin pergi sekarang" Ucap Jisuu.
"Pergi saja jika kau ingin mati sekarang juga" Tegas Pria itu.
.
"Kau membuat kekacauan diacara semalam dan itu membuat Yuta sangat marah, kau sedang dicari para Yakuza sekarang" Ucap Pria itu.
.
"Bagus Jung Jisuu, kau sudah membuat lubang kematianmu sendiri"
.
"Aku sudah melindungimu dari kejaran mereka semalam, kau berhutang budi padaku Babygirl" Ucap Pria itu.
.
"Aku tidak pernah memintamu untuk membantuku! jadi lepaskan Aku sekarang juga! Tidak peduli Aku harus mati sekarang atau nanti" Tegas Jisuu.
.
"Kau tidak akan pernah bisa lari dariku, mungkin kau bisa lolos dari kejaran para Yakuza, tapi tidak dariku" Tegas pria itu.
.
"Apa yang kau mau dariku! Aku tidak punya apapun untuk membalas budimu" Ucap Jisuu.
.
"Aku akan melepaskanmu, tapi dengan satu syarat" Ucap Pria itu.
"Katakan!" Jawab Jisuu.
.
"Jadilah pengawal pribadiku selama 3 bulan, setelah itu kau bebas dariku" Ucap Pria itu, sambil menatap Jisuu.
.
"Apa kau kekurangan pengawal sampai menyuruh wanita lemah sepertiku?" Ucap Jisuu, sambil menyeringai.
.
Pria itu tersenyum,
"Wanita lemah tidak akan sanggup membunuh 13 pengawal terlatih dalam beberapa detik" Ucap Pria itu.
.
Jisuu terdiam,
"Dia mengetahuinya, apa dia melihatku saat sedang membantai para pengawal itu"
.
"Aku akan menyiapkan pasilitas khusus untukmu, kau butuh apa? mobil, rumah, uang, katakan saja padaku" Ucap Pria itu.
.
"Aku tidak membutuhkan apapun!" Jawab Jisuu.
.
"Baiklah, tandatangani kontrak ini dan mulai bekerja sama denganku" Ucap Pria itu.
.
"Aku harus tau lebih jelas siapa kau! dan apa latar belakangmu" Tanya Jisuu.
"Kau sangat berhati-hati sekali ya" Jawab Pria itu.
.
Jisuu menatap sinis pria itu, Pria itu sedikit menjauh darinya lalu bersiap memperkenalkan dirinya.
.
.
Bersambung.....