MISFITS INCEPTION

MISFITS INCEPTION
Episode 11



Rumah Sakit Together...


.


Diharap tenang sedang menjalankan Oprasi....


.


1 Jam Berlalu.....


.


.


3 Jam Berlalu......


.


.


Seorang dokter wanita keluar dengan penuh kegelisahan, membuat Winwin, Taeyong, & Lucas seketika langsung menghampirinya.


.


Doyoung baru saja selesai kembali setelah berdo'a sadari tadi, Doyoung juga mengabari Jaehyun tentang keadaan Jisuu.


Namun Jaehyun masih belum membaca pesan darinya,


"Kami kekurangan persediaan stok darah, kami kekurangan stok darah golongan O-" Ucap dokter itu.


.


"Taeyong, bukannya kau memiliki golongan darah O- ? "Ucap Doyoung.


.


" Jika memang sudah yakin, kita bisa melakukan transfusi secara langsung, karena kami benar-benar sudah terdesak " Ucap Dokter.


.


Taeyong dibawa masuk oleh dokter itu, untuk membantu Jisuu yang sedang menjalankan oprasi.


.


Beruntungnya peluru itu tidak mengenai jantung Jisuu, pelurunya berada dibawah paru-paru Jisuu.


.


Taeyong terus menatap Jisuu, entah kenapa dia sangat takut jika Jisuu sampai tidak selamat.


.


.


2 Hari Berlalu....


.


.


"Terang sekali...."


.


Jisuu.. Akhirnya kau sadar


.


Dokter sedang menuju kemari...


.


Suara terdengar semar semar, pandangan yang perlahan buram mulai kembali pulih perlahan, dan kemudian menjadi kabur kembali...


.


Jisuu melihat sekelilingnya walaupun terlihat buram, dia bisa memastikan kalo Winwin dan Doyoung sedang menatapnya.


.


Jisuu melihat Taeyong yang sedang tidur dengan posisi duduk, Taeyong bergegas bangun menghampirinya setelah mendengar kabar bahwa Jisuu sudah sadarkan diri.


.


Genggaman tangan yang hangat bisa dirasakan oleh Jisuu...


.


Genggaman itu terasa saat dia masih dalam kondisi koma...


.


Genggaman tangan itu menariknya dari dalam kegelapan...


.


Jisuu melirik lemah, tangan siapa yang sedari tadi menggenggamnya...


.


"Winwin terus menggenggam tanganku"


.


"Aku sangat senang bisa melihat kalian lagi"


.


Jisuu tersenyum lalu, tertidur kembali karena kondisi tubuhnya masih sangat lemah.


.


"Apa yang terjadi padanya" Tegas Taeyong, sambil menarik kerah baju Dokter.


.


"T-tolong tenang Tuan Lee" Gugup Dokter, sambil terbata-bata.


.


"Dia hanya tidur! tidak perlu sampai seperti ini! Kondisinya masih sangat lemah" Ucap Doyoung, sambil meredakan kekhawatiran Taeyong.


.


.


Lorong tangga Rumah Sakit.


.


"Hasil tes DNA nya sudah keluar, apa kau sudah melihatnya?" Tanya Doyoung.


.


.


"Apa kau sudah mendapatkan hasil dari penyelidikanmu kemarin, tentang Panti Asuhan Seocho?" Tanya Taeyong.


.


"Semua data Panti Asuhan Seocho, sudah lenyap terbakar oleh api, bersama pemilik Panti yang dikabarkan meninggal karena insiden itu" Jawab Doyoung.


.


"Aku mendapatkan sedikit Informasi bahwa Dong Sicheng, berasal dari Panti Asuhan Seocho" Ucap Doyoung.


.


Taeyong melirik Doyoung,


"Jadi Sicheng, bukan anak kandung pemilik perusahaan Lebel V?" Tanya Taeyong.


.


"Belum diketahui pasti, bagaimanapun kita harus bertanya langsung padanya" Jawab Doyoung.


.


"Aku tidak sengaja mendengar namaku disebut oleh kalian" Saut Winwin, sambil menuruni tangga menghampiri Doyoung & Taeyong.


.


Winwin menatap sinis Doyoung sambil menghampirinya,


"Apa kalian sedang menyelidikiku?" Tanya Winwin.


.


"Kami tidak punya waktu untuk menyelidikimu" Ucap Doyoung, dengan nada sedikit kesal.


.


Winwin menyeringai,


"Apa kau sedari tadi menguping pembicaraan kami?" Tanya Taeyong.


.


"Sepertinya Aku tidak bisa berbohong padamu, jujur saja Aku sudah berada disana sedari tadi" Ucap Winwin.


.


"Apa yang sedang kau cari dasar brengs*k" Tegas Doyoung.


.


"Tenang Doy, apa yang kau mau?" Ucap Taeyong, sambil menahan Doyoung lalu menatap Winwin.


.


"Aku ingin berterima kasih padamu, karena kau sudah menolong Jisuu" Ucap Winwin, sambil sedikit membungkukkan badannya.


.


Taeyong mendecak lalu menyeringai,


"Kenapa kau sampai berbuat seperti ini?" Tanya Taeyong.


.


"Jisuu sangat berarti bagiku, Aku sudah mencarinya selama 17 tahun. Aku begitu senang ketika bertemu dengannya lagi, Aku tidak ingin kehilangan dia untuk kedua kalinya" Ucap Winwin, dengan raut wajah yang begitu tulus.


.


"Awalnya Aku kira Tuan Sicheng yang begitu anti wanita, tidak akan pernah jatuh cinta. Ternyata ada alasan lain yang begitu mengejutkan" Ucap Taeyong.


.


"Tapi apa kau tau apa yang lebih mengejutkan lagi?" Ucap Taeyong.


.


Winwin melirik Taeyong,


"Jika tidak ada kaitannya dengan Jisuu, bagiku itu akan biasa-biasa saja" Jawab Winwin.


.


"Jisuu sebelumnya sudah menandatangani Kontrak denganku, dia menjadi asisten pribadiku. Didalam kontrak itu tertulis satu peraturan yang melarangnya untuk jatuh cinta dengan pria lain selama kontrak itu berjalan" Ucap Taeyong, sambil menyeringai.


.


Winwin tertegun,


"Aku ingin membatalkan kontrak itu, berapapun yang kau minta Aku akan membayarnya atas nama Jisuu" Tegas Winwin.


.


"Benar apa kata orang, Grup Lebel V begitu kaya raya hingga mau membayarkan denda pembatalan kontrak demi seorang wanita" Ucap Taeyong.


.


"Katakan saja padaku! berapapun yang kau minta Aku akan memberikannya, agar kontrak itu dibatalkan" Tegas Winwin.


.


Taeyong mendelik Winwin, dengan tatapan yang begitu tajam.


"Aku tidak kekurangan uang, hanya ada satu cara untuk membatalkan kontrak itu" Ucap Taeyong.


.


Winwin terlihat begitu kesal,


"Yaitu dengan cara, Jisuu harus tidur denganku. Maka Aku akan membatalkan kontrak itu" Ucap Taeyong.


.


"BRENGS*K" Gertak Winwin, yang begitu kesal.


Winwin kehilangan kesabarannya hingga ingin melukai Taeyong, gerakan Doyoung yang cepat tanggap menahan Winwin agar tidak memukul Taeyong.


.


"Bersabarlah, kontrak itu hanya 3 bulan saja. Tidak perlu khawatir" Ucap Taeyong.


.


"Kau hanya perlu menyiapkan mental saja, takutnya Jisuu malah jatuh cinta padaku" Tegas Taeyong, sambil menyeringai.


.


.


Bersambung....