MISFITS INCEPTION

MISFITS INCEPTION
Episode 01



Rumah Kediaman Joshua Hong


Jisuu mendapatkan tugas untuk mencelakai Joshua sebelum hari minggu tiba, saat ini hari sabtu pukul 03.00 pagi Jisuu mendatangi langsung kediaman Joshua.


.


Dia menggunakan pakaian yang serba tertutup berwarna hitam seperti assasin, dia juga terlihat seperti seorang pria.


.


Jisuu hanya membawa pistol dan pisau setiap melakukan tugasnya, namun kali ini dia menyiapkan persiapan yang begitu matang.


.


Dia membawa dua pistol yang sudah dipasang silencer. (Peredam Suara)


Karena mangsanya bukan dari kalangan biasa dia harus berjaga-jaga.


.


keluarga Hong dikenal banyak orang dari kalangan dunia bawah Mafia, karena dia melakukan perjualan barang-barang antik ilegal.


.


"Aneh, dari awal Aku masuk kesini kenapa tidak ada seorangpun yang berjaga dirumah ini"


.


"Apa mereka tidak peduli pada keselamatan penerus keluarga Hong?"


.


"Tidak, Aku tidak boleh lengah! ini pasti jebakan"


.


Jisuu berhasil memanjat menuju kamar Joshua Hong tanpa kendala apapun.


.


Dia merasa aneh karena bisa lolos masuk kesini tanpa halangan sedikitpun.


.


"Baiklah langsung saja, lebih bagus jika Aku dapat membunuhnya sekarang"


.


"Seharusnya dia masih tertidur"


.


Jisuu melangkahkan kakinya tanpa suara, dia benar-benar tenang melakukannya.


Dia menghampiri tempat tidur Joshua, dan benar saja dia sedang tertidur pulas diatas ranjangnya.


.


Tidak basa-basi lagi Jisuu langsung mengayunkan pisaunya dan mengarahkan tepat dijantung Joshua.


.


Brug...!!!


.


"Sial, dia berpura-pura tidur dan menungguku!"


.


"Dia benar-benar meremehkanku"


.


"Ada tikus masuk rupanya" Ucap Joshua, yang baru saja menendang Jisuu hingga terhempas.


.


Jisuu tidak mengedipkan mata, sorot matanya terus tertuju ke arah Joshua yang mulai bangun menghampirinya.


.


Set.......!!!


.


Ayunan pisau Jisuu nyaris mengenai wajah Joshua yang begitu tampan.


.


Joshua hanya menghindari tebasan pisau dari Jisuu yang begitu cepat, Jisuu tidak memberikan cela untuk Joshua melawannya.


.


"Dapat kau"


.


Sett........


.


Tebasan pisau yang mengenai bahu tangan kiri Joshua, menyebabkan luka sobek yang cukup dalam dan lebar.


.


Darah mulai mengalir dan menetes ke lantai, Joshua menutupi lukanya menggunakan tangan kanannya.


.


Joshua terlihat sangat marah.


.


"Baiklah Aku sudah berhasil melumpuhkan tangan kirinya untuk sementara, Apa perlu Aku buat dia tidak bisa berjalan juga"


.


Jisuu menebaskan pisaunya lagi, gerakan tubuh dan tangan yang begitu lincah membuat Joshua semakin was-was.


.


"Si*l tikus liar ini benar-benar lincah, Aku telah meremehkannya" Batin Joshua.


.


Set......!! /Tebasan pisau Jisuu/


.


Brug!!!/Suara hempasan tubuh Jisuu/


.


Argh... /Suara Jisuu/


.


Jisuu berhasil menusuk kaki kiri Joshua, dan Joshua berhasil menendang Jisuu dengan kuat hingga terhempas ketembok.


.


"**** Aku bersuara" Batin Jisuu.


.


"Jadi dia perempuan!" Batin Joshua.


.


Jisuu telah berhasil melukai Joshua, dan membuat lantai dikamar itu dipenuhi darah Joshua.


.


Diapun segera pergi meninggalkan kamar Joshua dengan melompat keluar jendela.


.


Joshua menyuruh semua penjaganya untuk menangkap Jisuu bagaimanapun caranya.


Para penjaga mulai keluar, dan membuat Jisuu kesulitan untuk melarikan diri dari halaman rumah Joshua yang begitu luas.


.


Dorr!!!


.


Suara tembakan dari salah satu penjaga yang mengenai kaki kiri Jisuu.


.


Arghhhhh!!!


"****, kakiku terkena goresan peluru"


Jisuu melirik kebelakang dan melihat wajah orang yang udah bikin kakinya terluka.


.


"****!! karena masih gelap Aku jadi kesulitan melihat wajahnya"


.


Pelurunya sedikit meleset dan hanya membuat luka gores yang cukup sakit bagi Jisuu.


.


Walaupun terluka Jisuu tetap berusaha kabur melewati rute yang sudah dia tandai sebelum masuk kedalam halaman rumah Joshua.


.


"Dimana Tikus Liar itu!" Tegas Joshua, pada para penjaga rumahnya.


.


"Maaf Tn.Muda kami kehilangan jejaknya, dia berlari begitu cepat walaupun kakinya tertembak" Jawab salah satu Penjaga.


.


"Cari semua informasi tentang Pembunuh bayaran wanita! dan segera informasikan padaku" Tegas Joshua.


.


"Baik Tuan" Jawab Kompak, para penjaga.


.


"Aku tidak akan melepaskanmu Tikus Liar! beraninya kau melukaiku"


.


.


Kosan Distrik Songpu.


.


"Tanpa sadar Aku malah kembali kesini, semoga saja dia tidak ada dikosan"


.


Jisuu membuka pintu tanpa suara, saat ini pukul 05.00 Pagi.


.


"Aku harus segera mengobati luka ini, Aku sudah kehilangan banyak darah dijalan"


.


Jisuu langsung segera masuk kedalam kamarnya, dia sedikit kaget melihat kamarnya yang begitu rapih.


.


"Dia merapihkan kamarku"


.


Jisuu menutup pintunya, dan segera mengobati lukanya...


Dia menumpahkan alkohol diatas lukanya, itu benar-benar perih namun Jisuu menahan teriakannya dengan menggigit baju.


.


Jisuu memperban lukanya, diapun segera mengganti pakaiannya, dan mulai berbaring diatas ranjangnya.


.


"Sudah lama tidak berbaring disini"


.


"Entah kenapa, disini Aku merasa nyaman dan aman"


.


"Rasa khawatirku juga hilang, hatiku senang saat berada didekatnya"


.


"Sudah lama Aku tidak melihat dia saat sedang tertidur"


.


Jisuu senyum-senyum sendiri sambil membayangkan wajah Wonwoo, rasa sakitnya hilang begitu saja saat dia memikirkan pria itu.



.


"Jisuu kita harus menolong Sungbin"


Ucap Wonwoo, yang berusia 9 tahun.


.


"Tidak perlu, biarkan saja dia tenggelam disana"


Jawab Jisuu, yang berusia 8 tahun.


.


"Tolong..... Tolong Aku! Aku tidak bisa berenang Tolong"


Teriak Sungbin, umur 10 tahun.


.


"Jisuu, bagaimana jika dia mati tenggelam di sungai itu"


.


"Biarkan saja dia mati, Aku membencinya karena dia selalu menyakitimu"


Ucap Jisuu.


.


"Kita harus menolongnya"


Ucap Wonwoo, sebelum melompat kesungai.


.


Byur~~~


.


Wonwoo melompat dan menolong Sungbin yang hampir mati tenggelam.


.


"Kau! tidak pernah menuruti perintahku"


Ucap Jisuu, yang kecewa karena Wonwoo menolong Sungbin.


.



.


"Aku tertidur begitu saja, pukul berapa sekarang"


.


Jisuu segera bangun dan melihat jam di ponselnya, saat ini menunjukkan pukul 11.30 Siang.


"Aku lapar...."


.


Jisuu keluar dari kamarnya, dengan langkah kakinya yang pincang karena sulit digerakkan.


.


Dia tertegun setelah keluar dari kamarnya karena disuguhi pemandangan yang begitu mengagetkan.


.


Wonwoo tengah asik bercumbu mesra dengan kekasihnya Seohyun yang duduk diatas kabinet dapur.


.


Terlihat jelas bahwa mereka baru saja selesai berciuman, dan terhenti karena Jisuu yang tiba-tiba keluar dari kamarnya.


.


Deg~


.


"Tidak perlu menghiraukanku!! kalian berdua lanjut saja" Ucap Jisuu, sambil pergi ke arah kamar mandi.


.


Seohyun terdiam menatap Jisuu, dan Wonwoo sangat kaget karena ada Jisuu disini.


.


15 menit kemudian...


.


Jisuu keluar dari kamar mandi, dia menghiraukan mereka yang sedang makan diruang tengah.


.


"Jisuu, kenapa kau tidak memberi kabar kalo kau kembali" Tanya Wonwoo.


.


"Aku hanya mengambil beberapa barang dan akan segera pergi lagi" Jawab Jisuu, sambil masuk kedalam kamarnya.


.


Wonwoo menghampiri Jisuu, dan mengabaikan Seohyun yang sedang makan bersamanya.


"Kau mau pergi kemana lagi" Tanya Wonwoo.


.


"Bukan urusanmu, kau tidak perlu mengurus hidupku!! urus saja kekasihmu itu" Jawab Jisuu.


.


Jisuu menyesuaikan langkah kakinya walaupun itu sangat sangat menyakitkan, dia tidak ingin Wonwoo mengetahuinya.


.


"Kenapa kau selalu melibatkan Seohyun, ketika Aku bertanya padamu" Tanya Wonwoo.


.


"Entahlah, lebih baik kau jaga dia dengan baik" Tegas Jisuu, sambil mendelik Seohyun.


.


"Apa maksud perkataanmu itu" Tanya Wonwoo.


.


"Kau tidak perlu tau, kau hanya perlu menjaga dia dengan baik" Ucap Jisuu.


.


"Apa kau akan membunuh Seohyun? seperti kau membunuh Mina?" Tanya Wonwoo.


.


Deg~


.


"Aku tidak pernah membunuh Mina" Jawab Jisuu.


.


"Kau membunuh Mina! Kau membencinya karena Mina selalu mendekatiku!" Ucap Wonwoo.


.


"Kenapa Aku harus membencinya, hanya karena dia mendekatimu" Jawab Jisuu.


.


"Kau membuat semua orang yang mendekatiku terluka, kau bahkan terang-terangan ingin membuat anak yang menyakitiku mati didepanku" Tegas Wonwoo.


.


"Kau mendorong Mina kejurang hingga membuatnya tewas! kau juga yang membakar rumah Yeongjo hingga membuat Yeongjo dan keluarga mati terbakar!" Ucap Wonwoo.


.


"Sungguh diluar dugaan kau berpikir Aku yang melakukan semua itu" Ucap Jisuu.


.


Jisuu merasa muak dengan semua perkataan Wonwoo, Jisuu merapihkan seluruh dokumen dan baju-bajunya kedalam koper.


.


"Jika kau berpikir Aku yang melakukan semua itu, Kau harus menjaga kekasihmu dengan sangat hati-hati ya, karena sekarang Aku benar-benar akan melakukannya" Ucap Jisuu, sambil menyeringai.


.


"Hentikan kekonyolanmu itu Jisuu! jika kau masih ingin berteman denganku" Ucap Wonwoo.


.


Deg~


.


"Apa ini sebuah ancaman?" Tanya Jisuu.


"Ini perintah" Jawab Wonwoo.


.


"Aku akan menuruti perintahmu jika kau mau menuruti satu perintahku" Ucap Jisuu.


.


"Selagi itu masuk akal, Aku akan menurutinya" Ucap Wonwoo.


.


"Aku ingin kau putus dengan Seohyun" Ucap Jisuu, sambil mendelik Seohyun.


.


"Kenapa Aku harus memutuskan Seohyun?"


.


"Karena kali ini Aku benar-benar membencinya" Tegas Jisuu.


.


"Maaf Jisuu Aku tidak bisa menuruti perintahmu" Ucap Wonwoo.


.


"Tidak apa, Kau dari dulu tidak pernah menuruti perintahku, ini bukan hal yang kaget bagiku" Ucap Jisuu, dengan senyum pahitnya.


.


"Aku dan Seohyun akan bertunangan bulan depan, Aku harap kau bisa hadir diacara pertunangan kami" Ucap Wonwoo, sambil menatap Jisuu.


.


"Oh selamat, Aku ikut berbahagia jika ada waktu Aku akan datang" Ucap Jisuu.


.


Jisuu selesai merapihkan barangnya, dia menarik kopernya dan bersiap untuk pergi.


"Kau mau kemana, biar Aku antar" Tanya Wonwoo.


.


Ding~Dong~


.


Bell Pintu berbunyi....


.


"Tidak perlu! kekasihku sudah datang menjemput" Ucap Jisuu, sambil menarik kopernya.


.


Deg~


.


Jisuu membuka pintu, dia membohongi Wonwoo kalo yang datang menjemput itu kekasihnya.


.


"Oh hay Baby~" Ucap Jisuu, sambil memeluk Minghao.


.


Minghao yang cepat menyadari situasi langsung ikut berakting bersama Jisuu.


.


"Udah beres Bee? Ayo biar Aku yang bawain koper kamu" Ucap Minghao, sambil menatap mesra Jisuu.


.


"Dia siapa? kok Aku gatau kalo kau punya pacar" Tanya Wonwoo.


.


"Kau pasti sahabatnya Jisuu, kenalkan saya Minghao kami baru mulai pacaran 1 bulan lalu" Jawab Minghao, dengan begitu lancar.


.


"Kau mau membawa Jisuu kemana?" Tanya Wonwoo.


.


"Mulai sekarang saya yang bertanggung jawab untuk Jisuu, tidak perlu mencemaskannya dia akan tinggal bersamaku" Jawab Minghao.


.


"Ayo sayang, Aku sudah pegal berdiri terus" Ucap Jisuu, sambil menjamah dada Minghao menggunakan kedua tangannya.


.


"Oh \*\*\*\* dia membuatku kehilangan akal sehat" Batin Minghao.


.


Grep~


.


"Sabar dong Bee" Bisik Minghao, yang memeluk mesra Jisuu.


.


Deg....


.


Wonwoo terlihat sangat kesal karena tingkah Minghao pada Jisuu.


Minghao membawa Jisuu pergi menggunakan mobil sportnya yang terparkir didepan kosan.


.


Bersambung...