
Rumah Kediaman Joshua Hong
Jisuu mendapatkan tugas untuk mencelakai Joshua sebelum hari minggu tiba, saat ini hari sabtu pukul 03.00 pagi Jisuu mendatangi langsung kediaman Joshua.
.
Dia menggunakan pakaian yang serba tertutup berwarna hitam seperti assasin, dia juga terlihat seperti seorang pria.
.
Jisuu hanya membawa pistol dan pisau setiap melakukan tugasnya, namun kali ini dia menyiapkan persiapan yang begitu matang.
.
Dia membawa dua pistol yang sudah dipasang silencer. (Peredam Suara)
Karena mangsanya bukan dari kalangan biasa dia harus berjaga-jaga.
.
keluarga Hong dikenal banyak orang dari kalangan dunia bawah Mafia, karena dia melakukan perjualan barang-barang antik ilegal.
.
"Aneh, dari awal Aku masuk kesini kenapa tidak ada seorangpun yang berjaga dirumah ini"
.
"Apa mereka tidak peduli pada keselamatan penerus keluarga Hong?"
.
"Tidak, Aku tidak boleh lengah! ini pasti jebakan"
.
Jisuu berhasil memanjat menuju kamar Joshua Hong tanpa kendala apapun.
.
Dia merasa aneh karena bisa lolos masuk kesini tanpa halangan sedikitpun.
.
"Baiklah langsung saja, lebih bagus jika Aku dapat membunuhnya sekarang"
.
"Seharusnya dia masih tertidur"
.
Jisuu melangkahkan kakinya tanpa suara, dia benar-benar tenang melakukannya.
Dia menghampiri tempat tidur Joshua, dan benar saja dia sedang tertidur pulas diatas ranjangnya.
.
Tidak basa-basi lagi Jisuu langsung mengayunkan pisaunya dan mengarahkan tepat dijantung Joshua.
.
Brug...!!!
.
"Sial, dia berpura-pura tidur dan menungguku!"
.
"Dia benar-benar meremehkanku"
.
"Ada tikus masuk rupanya" Ucap Joshua, yang baru saja menendang Jisuu hingga terhempas.
.
Jisuu tidak mengedipkan mata, sorot matanya terus tertuju ke arah Joshua yang mulai bangun menghampirinya.
.
Set.......!!!
.
Ayunan pisau Jisuu nyaris mengenai wajah Joshua yang begitu tampan.
.
Joshua hanya menghindari tebasan pisau dari Jisuu yang begitu cepat, Jisuu tidak memberikan cela untuk Joshua melawannya.
.
"Dapat kau"
.
Sett........
.
Tebasan pisau yang mengenai bahu tangan kiri Joshua, menyebabkan luka sobek yang cukup dalam dan lebar.
.
Darah mulai mengalir dan menetes ke lantai, Joshua menutupi lukanya menggunakan tangan kanannya.
.
Joshua terlihat sangat marah.
.
"Baiklah Aku sudah berhasil melumpuhkan tangan kirinya untuk sementara, Apa perlu Aku buat dia tidak bisa berjalan juga"
.
Jisuu menebaskan pisaunya lagi, gerakan tubuh dan tangan yang begitu lincah membuat Joshua semakin was-was.
.
"Si*l tikus liar ini benar-benar lincah, Aku telah meremehkannya" Batin Joshua.
.
Set......!! /Tebasan pisau Jisuu/
.
Brug!!!/Suara hempasan tubuh Jisuu/
.
Argh... /Suara Jisuu/
.
Jisuu berhasil menusuk kaki kiri Joshua, dan Joshua berhasil menendang Jisuu dengan kuat hingga terhempas ketembok.
.
"**** Aku bersuara" Batin Jisuu.
.
"Jadi dia perempuan!" Batin Joshua.
.
Jisuu telah berhasil melukai Joshua, dan membuat lantai dikamar itu dipenuhi darah Joshua.
.
Diapun segera pergi meninggalkan kamar Joshua dengan melompat keluar jendela.
.
Joshua menyuruh semua penjaganya untuk menangkap Jisuu bagaimanapun caranya.
Para penjaga mulai keluar, dan membuat Jisuu kesulitan untuk melarikan diri dari halaman rumah Joshua yang begitu luas.
.
Dorr!!!
.
Suara tembakan dari salah satu penjaga yang mengenai kaki kiri Jisuu.
.
Arghhhhh!!!
"****, kakiku terkena goresan peluru"
Jisuu melirik kebelakang dan melihat wajah orang yang udah bikin kakinya terluka.
.
"****!! karena masih gelap Aku jadi kesulitan melihat wajahnya"
.
Pelurunya sedikit meleset dan hanya membuat luka gores yang cukup sakit bagi Jisuu.
.
Walaupun terluka Jisuu tetap berusaha kabur melewati rute yang sudah dia tandai sebelum masuk kedalam halaman rumah Joshua.
.
"Dimana Tikus Liar itu!" Tegas Joshua, pada para penjaga rumahnya.
.
"Maaf Tn.Muda kami kehilangan jejaknya, dia berlari begitu cepat walaupun kakinya tertembak" Jawab salah satu Penjaga.
.
"Cari semua informasi tentang Pembunuh bayaran wanita! dan segera informasikan padaku" Tegas Joshua.
.
"Baik Tuan" Jawab Kompak, para penjaga.
.
"Aku tidak akan melepaskanmu Tikus Liar! beraninya kau melukaiku"
.
.
Kosan Distrik Songpu.
.
"Tanpa sadar Aku malah kembali kesini, semoga saja dia tidak ada dikosan"
.
Jisuu membuka pintu tanpa suara, saat ini pukul 05.00 Pagi.
.
"Aku harus segera mengobati luka ini, Aku sudah kehilangan banyak darah dijalan"
.
Jisuu langsung segera masuk kedalam kamarnya, dia sedikit kaget melihat kamarnya yang begitu rapih.
.
"Dia merapihkan kamarku"
.
Jisuu menutup pintunya, dan segera mengobati lukanya...
Dia menumpahkan alkohol diatas lukanya, itu benar-benar perih namun Jisuu menahan teriakannya dengan menggigit baju.
.
Jisuu memperban lukanya, diapun segera mengganti pakaiannya, dan mulai berbaring diatas ranjangnya.
.
"Sudah lama tidak berbaring disini"
.
"Entah kenapa, disini Aku merasa nyaman dan aman"
.
"Rasa khawatirku juga hilang, hatiku senang saat berada didekatnya"
.
"Sudah lama Aku tidak melihat dia saat sedang tertidur"
.
Jisuu senyum-senyum sendiri sambil membayangkan wajah Wonwoo, rasa sakitnya hilang begitu saja saat dia memikirkan pria itu.
.
"Jisuu kita harus menolong Sungbin"
Ucap Wonwoo, yang berusia 9 tahun.
.
"Tidak perlu, biarkan saja dia tenggelam disana"
Jawab Jisuu, yang berusia 8 tahun.
.
"Tolong..... Tolong Aku! Aku tidak bisa berenang Tolong"
Teriak Sungbin, umur 10 tahun.
.
"Jisuu, bagaimana jika dia mati tenggelam di sungai itu"
.
"Biarkan saja dia mati, Aku membencinya karena dia selalu menyakitimu"
Ucap Jisuu.
.
"Kita harus menolongnya"
Ucap Wonwoo, sebelum melompat kesungai.
.
Byur~~~
.
Wonwoo melompat dan menolong Sungbin yang hampir mati tenggelam.
.
"Kau! tidak pernah menuruti perintahku"
Ucap Jisuu, yang kecewa karena Wonwoo menolong Sungbin.
.
.
"Aku tertidur begitu saja, pukul berapa sekarang"
.
Jisuu segera bangun dan melihat jam di ponselnya, saat ini menunjukkan pukul 11.30 Siang.
"Aku lapar...."
.
Jisuu keluar dari kamarnya, dengan langkah kakinya yang pincang karena sulit digerakkan.
.
Dia tertegun setelah keluar dari kamarnya karena disuguhi pemandangan yang begitu mengagetkan.
.
Wonwoo tengah asik bercumbu mesra dengan kekasihnya Seohyun yang duduk diatas kabinet dapur.
.
Terlihat jelas bahwa mereka baru saja selesai berciuman, dan terhenti karena Jisuu yang tiba-tiba keluar dari kamarnya.
.
Deg~
.
"Tidak perlu menghiraukanku!! kalian berdua lanjut saja" Ucap Jisuu, sambil pergi ke arah kamar mandi.
.
Seohyun terdiam menatap Jisuu, dan Wonwoo sangat kaget karena ada Jisuu disini.
.
15 menit kemudian...
.
Jisuu keluar dari kamar mandi, dia menghiraukan mereka yang sedang makan diruang tengah.
.
"Jisuu, kenapa kau tidak memberi kabar kalo kau kembali" Tanya Wonwoo.
.
"Aku hanya mengambil beberapa barang dan akan segera pergi lagi" Jawab Jisuu, sambil masuk kedalam kamarnya.
.
Wonwoo menghampiri Jisuu, dan mengabaikan Seohyun yang sedang makan bersamanya.
"Kau mau pergi kemana lagi" Tanya Wonwoo.
.
"Bukan urusanmu, kau tidak perlu mengurus hidupku!! urus saja kekasihmu itu" Jawab Jisuu.
.
Jisuu menyesuaikan langkah kakinya walaupun itu sangat sangat menyakitkan, dia tidak ingin Wonwoo mengetahuinya.
.
"Kenapa kau selalu melibatkan Seohyun, ketika Aku bertanya padamu" Tanya Wonwoo.
.
"Entahlah, lebih baik kau jaga dia dengan baik" Tegas Jisuu, sambil mendelik Seohyun.
.
"Apa maksud perkataanmu itu" Tanya Wonwoo.
.
"Kau tidak perlu tau, kau hanya perlu menjaga dia dengan baik" Ucap Jisuu.
.
"Apa kau akan membunuh Seohyun? seperti kau membunuh Mina?" Tanya Wonwoo.
.
Deg~
.
"Aku tidak pernah membunuh Mina" Jawab Jisuu.
.
"Kau membunuh Mina! Kau membencinya karena Mina selalu mendekatiku!" Ucap Wonwoo.
.
"Kenapa Aku harus membencinya, hanya karena dia mendekatimu" Jawab Jisuu.
.
"Kau membuat semua orang yang mendekatiku terluka, kau bahkan terang-terangan ingin membuat anak yang menyakitiku mati didepanku" Tegas Wonwoo.
.
"Kau mendorong Mina kejurang hingga membuatnya tewas! kau juga yang membakar rumah Yeongjo hingga membuat Yeongjo dan keluarga mati terbakar!" Ucap Wonwoo.
.
"Sungguh diluar dugaan kau berpikir Aku yang melakukan semua itu" Ucap Jisuu.
.
Jisuu merasa muak dengan semua perkataan Wonwoo, Jisuu merapihkan seluruh dokumen dan baju-bajunya kedalam koper.
.
"Jika kau berpikir Aku yang melakukan semua itu, Kau harus menjaga kekasihmu dengan sangat hati-hati ya, karena sekarang Aku benar-benar akan melakukannya" Ucap Jisuu, sambil menyeringai.
.
"Hentikan kekonyolanmu itu Jisuu! jika kau masih ingin berteman denganku" Ucap Wonwoo.
.
Deg~
.
"Apa ini sebuah ancaman?" Tanya Jisuu.
"Ini perintah" Jawab Wonwoo.
.
"Aku akan menuruti perintahmu jika kau mau menuruti satu perintahku" Ucap Jisuu.
.
"Selagi itu masuk akal, Aku akan menurutinya" Ucap Wonwoo.
.
"Aku ingin kau putus dengan Seohyun" Ucap Jisuu, sambil mendelik Seohyun.
.
"Kenapa Aku harus memutuskan Seohyun?"
.
"Karena kali ini Aku benar-benar membencinya" Tegas Jisuu.
.
"Maaf Jisuu Aku tidak bisa menuruti perintahmu" Ucap Wonwoo.
.
"Tidak apa, Kau dari dulu tidak pernah menuruti perintahku, ini bukan hal yang kaget bagiku" Ucap Jisuu, dengan senyum pahitnya.
.
"Aku dan Seohyun akan bertunangan bulan depan, Aku harap kau bisa hadir diacara pertunangan kami" Ucap Wonwoo, sambil menatap Jisuu.
.
"Oh selamat, Aku ikut berbahagia jika ada waktu Aku akan datang" Ucap Jisuu.
.
Jisuu selesai merapihkan barangnya, dia menarik kopernya dan bersiap untuk pergi.
"Kau mau kemana, biar Aku antar" Tanya Wonwoo.
.
Ding~Dong~
.
Bell Pintu berbunyi....
.
"Tidak perlu! kekasihku sudah datang menjemput" Ucap Jisuu, sambil menarik kopernya.
.
Deg~
.
Jisuu membuka pintu, dia membohongi Wonwoo kalo yang datang menjemput itu kekasihnya.
.
"Oh hay Baby~" Ucap Jisuu, sambil memeluk Minghao.
.
Minghao yang cepat menyadari situasi langsung ikut berakting bersama Jisuu.
.
"Udah beres Bee? Ayo biar Aku yang bawain koper kamu" Ucap Minghao, sambil menatap mesra Jisuu.
.
"Dia siapa? kok Aku gatau kalo kau punya pacar" Tanya Wonwoo.
.
"Kau pasti sahabatnya Jisuu, kenalkan saya Minghao kami baru mulai pacaran 1 bulan lalu" Jawab Minghao, dengan begitu lancar.
.
"Kau mau membawa Jisuu kemana?" Tanya Wonwoo.
.
"Mulai sekarang saya yang bertanggung jawab untuk Jisuu, tidak perlu mencemaskannya dia akan tinggal bersamaku" Jawab Minghao.
.
"Ayo sayang, Aku sudah pegal berdiri terus" Ucap Jisuu, sambil menjamah dada Minghao menggunakan kedua tangannya.
.
"Oh \*\*\*\* dia membuatku kehilangan akal sehat" Batin Minghao.
.
Grep~
.
"Sabar dong Bee" Bisik Minghao, yang memeluk mesra Jisuu.
.
Deg....
.
Wonwoo terlihat sangat kesal karena tingkah Minghao pada Jisuu.
Minghao membawa Jisuu pergi menggunakan mobil sportnya yang terparkir didepan kosan.
.
Bersambung...