
Bar Itaewon...
.
Pukul 23.30 Pm...
.
Mereka minum sambil membahas hal-hal lucu yang pernah terjadi ketika menjalankan misi bersama.
.
Mereka berdua terus tertawa karena saling mengejek, Jisuu melupakan rasa sedihnya dan kembali bahagia.
.
"Hey Hao, apa cita-citamu saat masih kecil?" Tanya Jisuu.
.
"Ah, saat Aku masih sekolah Guru meminta kami untuk menuliskan cita-citanya, lalu Aku mengisinya. Aku bercita-cita ingin menjadi orang kaya" Jawab Minghao.
.
"Hahaha, sekarang kau sudah berhasil meraih cita-citamu" Ucap Jisuu, sambil tertawa.
.
"Haha iya, lalu bagaimana denganmu?" Tanya Minghao, sambil tertawa kecil.
.
"Aku ingin menjadi seorang chef, dan membuat banyak makanan enak" Jawab Jisuu.
.
"Hahahaha, konyol sekali kau bahkan tidak pernah memasak" Ucap Minghao, yang tertawa terbahak-bahak.
.
"Kau meragukan keahlian memasakku!" Tegas Jisuu, yang menatap sinis Minghao.
.
"Aku akan percaya jika kau menunjukkannya padaku" Jawab Minghao.
.
"Aku tidak ada waktu untuk melakukannya" Ucap Jisuu.
.
"Bilang saja kau tidak bisa masak, hahaha" Ucap Minghao, sambil tertawa.
.
Brukkk....
.
Tiba-tiba segerombolan pria masuk kedalam Bar, mereka semua memegang senjata tajam.
Mereka meminta minuman secara paksa sambil menodongkan senjata kearah bartender.
.
Keadaan Bar begitu sepi hanya ada beberapa orang saja disana, para pengunjung Bar yang lain begitu ketakutan.
.
"Wah, sepertinya mereka tidak sayang nyawanya sendiri" Ucap Minghao.
.
Dorr...
.
Tembakan dari Jisuu berhasil memecahkan kepala pria berbadan besar, yang sedang menodongkan sajam kearah bartender.
.
"Kenapa tidak memberiku aba-aba terlebih dahulu! Baiklah mari kita bersenang-senang" Tegas Minghao.
.
Hujan peluru membuat kegaduhan didalam Bar, banyaknya para berandalan yang datang membuat Jisuu dan Minghao kehabisan peluru.
.
Jisuu dan Hao pun berhenti menyerang dengan pistol dan mulai berkelahi menggunakan pisau andalan Jisuu.
.
Brum... brum...
.
Suara motor yang berdatangan terus-menerus membuat mereka saling menatap.
.
"Mereka terlalu banyak" Ucap Jisuu.
Minghao menggenggam tangan Jisuu dan membawanya lari lewat pintu belakang.
.
Aksi kejar-kejaranpun terjadi, Hao terus menggenggam Jisuu agar tidak tertinggal.
.
"Sudah lama Aku tidak bersemangat seperti sekarang" Teriak Minghao, sambil berlari.
.
"Kenapa kita kabur dasar bodoh" Jawab Jisuu, yang sedikit kesal.
.
"Hahaha, sudahlah untuk apa melawan mereka, toh bukannya kau sudah membunuh banyak orang tadi" Ucap Minghao.
.
Jisuu tersenyum sambil terus berlari menyeimbangi kecepatan Minghao.
.
Mereka berlari melewati rute gang kecil untuk menghindari kejaran dari para berandalan itu.
.
Mereka berhasil meloloskan diri dan berhenti ditaman...
.
Keringat membasahi tubuh mereka berdua,
"Aku akan mencari minimarket dan membeli minuman, kau tunggu sebentar disini" Ucap Minghao.
.
Jisuu menggenggam tangan Minghao yang bersiap pergi meninggalkannya.
.
Jisuu hanya terengah-engah sambil terus memegang dadanya, dia terlihat begitu kesakitan.
"Sakit sekali, Luka jaitanku masih belum pulih total, tapi Aku sudah berlari-lari"
.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Minghao, sambil berlutut didepan Jisuu.
.
"Aku baik-baik saja, pergilah dan hati-hati" Ucap Jisuu, sambil melepaskan genggamannya.
.
Minghao tersenyum dan segera pergi mencari minimarket...
.
Bar Itaewon...
01.20 Am
.
"Jisuu tidak ada disini!" Ucap Doyoung, yang sudah memeriksa seisi bar.
.
"Mobilnya masih terparkir rapih, sepertinya dia kabur lewat pintu belakang. Cari dia, Dia pasti masih di sekitar sini" Tegas Taeyong, yang begitu mengkhawatirkan Jisuu.
.
"Lalu bagaimana dengan mereka?" Tanya Doyoung, sambil menunjuk para berandalan yang tertangkap olehnya.
.
"Tahan mereka, Jika terjadi sesuatu pada Jisuu, Aku sendiri yang akan memberikan pelajaran untuk mereka" Tegas Taeyong.
.
Taeyong menyelidiki Jisuu menggunakan GPS yang terpasang di mobilnya, Taeyong begitu khawatir terjadi sesuatu pada Jisuu.
.
"Aku menemukan ponsel dihalaman belakang Bar, sepertinya terjatuh saat sedang berlari" Ucap Jeno, salah satu anggota Mafia Libertix.
.
"Ini milik Jisuu" Ucap Taeyong, setelah mengambil ponsel itu.
.
"Dia baru saja menjalankan operasi 3 minggu lalu, luka jaitannya belum pulih dengan sempurna" Ucap Doyoung.
.
Brughhh...
.
Taeyong menendang wajah salah satu berandalan itu untuk melampiaskan kekesalannya.
.
"Bangsa*t mati saja kalian Anj*ng" Gertak Taeyong, sambil terus menendang wajah berandalan itu hingga membuatnya tak dikenali.
.
"Aku berhasil membawa salah satu berandalan yang mengejar Nona Jisuu" Ucap Jungwoo, yang baru saja datang sambil membawa berandal yang tertangkap.
.
"Dimana dia" Tegas Taeyong, pada berandalan yang baru saja dibawa Jungwoo.
.
"Kami, kehilangan arahnya mereka berlari masuk kedalam gang gang kecil" Jawab berandalan itu, sambil menundukkan kepalanya.
.
"Bangsa*t!!!" /Brug
Taeyong terus menghantam pria itu menggunakan tangan kosong, sudah lama Taeyong tidak pernah berkelahi didepan para anggotanya.
.
Ini menjadi peringatan juga bagi mereka bahwa Jisuu sangat penting bagi Taeyong.
.
Taeyong menghajar semua berandalan yang tertangkap sampai mereka semua mati.
.
Taman....
.
Jisuu menahan sakitnya sampai dia tertidur dibangku taman dengan posisi duduk.
Minghao yang baru saja kembali sambil membawakan minuman, sedikit terkejut melihat Jisuu yang tertidur.
.
Dia tidak mau membangunkan Jisuu yang tertidur begitu lelap, dia melepaskan jaketnya untuk menyelimuti Jisuu.
.
Minghaopun duduk disamping Jisuu yang sedang tertidur, dia menyandarkan kepala Jisuu kebahunya.
.
"Dia bisa tidur dimana saja ya"
.
"Jung Jisuu, terimakasih untuk hari yang special ini"
.
"Berkat kehadiranmu, Aku bisa merasakan hidup yang sesungguhnya"
.
"Walaupun kau tidak akan pernah bisaku miliki"
.
"Aku sudah sangat bersyukur, karena bisa menjadi orang yang dekat denganmu"
.
"Aku sangat senang, karena kau mempercayaiku"
.
Bersambung....