
Beberapa Hari kemudian....
Rumah Sakit.
.
Kamar Jisuu Dirawat...
.
Hanya ada Taeyong dan Jisuu di ruangan itu, Doyoung sedang membeli makanan dan buah-buahan untuk Jisuu.
.
Winwin baru saja kembali ke perusahaan untuk mendatangi rapat penting bersama Lucas, dia berkata akan segera kembali kerumah sakit untuk merawat Jisuu.
.
"Aku dengar kau mendonorkan darahmu untuk menolongku" Tanya Jisuu, yang duduk diatas ranjangnya.
.
"Itu ada sesuatu yang inginku katakan padamu" Ucap Taeyong, yang duduk disamping ranjang Jisuu dengan posisi saling berhadapan.
.
Taeyong mengeluarkan selembar kertas hasil tes DNA, dia menunjukkan surat itu kepada Jisuu.
.
Jisuu membaca hasil tes DNA itu dan ekpresi wajahnya, menunjukkan bahwa dia sangat terkejut setelah membacanya.
.
"Bagaimana mungkin..." Ucap Jisuu, sambil membelalak menatapi kertas itu.
.
"Aku sudah menyuruh dokter lain untuk memeriksa tesnya lagi, dan hasilnya tetap sama" Ucap Taeyong.
.
Air mata menetes membasahi kertas yang dipegang oleh Jisuu.
.
Taeyong tertegun melihat Jisuu yang menangis dihadapannya.
"Aku kira, kau tidak bisa menangis" Ucap Taeyong, Hatinya terguncang melihat Jisuu yang menangis.
.
Taeyong menahan air matanya, dan membuat matanya berkaca-kaca.
.
Dia tidak ingin terlihat lemah jika menangis dihadapan wanita.
.
Disisi lain Doyoung sudah kembali,
"Aku tidak tau dia suka makan buah apa" Batin Doyoung.
.
Dia membelikan banyak buah-buahan dan makanan sehat untuk Jisuu.
.
Dia berdiri didepan pintu, sebelum masuk dia melihat dari luar jendela pintu.
Jisuu tengah memeluk Taeyong sambil memegang kertas.
.
"Sepertinya Aku sudah tau hasil tes DNA itu, tanpa harus bertanya pada Taeyong"
Batin Doyoung.
.
"Sebaiknya Aku membiarkan mereka dulu, dan menunggu diluar" Batin Doyoung.
.
Doyoung menunggu diluar ruangan, memberikan waktu untuk mereka berdua didalam kamar.
.
.
Jisuu memeluk Taeyong sambil menangis, Air matanya membasahi pundak Taeyong.
Taeyong menarik tengkuk leher Jisuu dan mengusap lembut rambutnya yang terurai panjang, membuat pelukan mereka semakin dalam.
.
"Aku kira, Aku sudah benar-benar sendirian didunia ini" Ujar Jisuu, yang masih menangis.
.
"Aku juga tidak menyangka, ternyata kau masih hidup. Maafkan Aku yang berpikir bahwa kau sudah mati dalam insiden perampokan itu" Ucap Taeyong.
.
"Aku tidak tau apa yang terjadi, Aku bahkan tidak tau wajah Ibu dan Ayah" Ucap Jisuu.
.
.
Kisah Keluarga Lee.
21 tahun lalu terjadi perampokan besar yang menimpa keluarga Lee, dan menewaskan seluruh keluarga meninggal karena pembantaian.
Para perampok diduga telah merencanakan ini sejak lama, karena ingin membuat Keluarga Lee lenyap.
.
Jisuu saat itu baru berusia 1 tahun sedangkan Taeyong berusia 4 tahun, mereka membantai seluruh orang yang berada didalam rumah tanpa tersisa satu orangpun.
.
Beruntungnya Taeyong yang saat itu sedang berada dirumah pamannya, membuat dia selamat dari insiden itu.
.
.
Ibunya berhasil kabur dari kejaran para perampok itu sambil menggendong Jisuu yang masih bayi.
.
Beliau selamat setelah berlari kedalam hutan untuk bersembunyi, Suaminya meninggal tepat di hadapannya saat bertarung melindungi anak dan istrinya.
.
Para perampok mencuri banyak data-data penting yang ada dirumah itu, kemudian setelah memastikan semua orang mati mereka membakar rumah itu.
.
Rumah yang begitu besar terbakar dan membuat seluruh orang yang mati disana ikut hangus.
Kobaran api yang begitu besar bisa terlihat dari dalam hutan, Istrinya menangis histeris sambil memeluk putrinya.
.
Kondisi tubuhnya yang kian melemah membuat dia tidak yakin bisa bertahan hingga sejauh mana.
Dia terus berjalan menyusuri hutan dengan baju yang berlumuran darah, Dia tidak kuat lagi sampai pada akhirnya dia terjatuh sambil memeluk putrinya.
.
Taeyong yang masih kecil hanya bisa menangis melihat keluarganya mati begitu saja, Paman dan neneknya mengklaim bahwa tidak ada yang selamat.
.
Merekapun membuatkan malam untuk Ibu & Adik Taeyong walaupun jasadnya tidak ditemukan.
Mereka berpikir bahwa jasadnya sudah hangus tanpa meninggalkan jejak.
.
3 Bulan Kemudian...
Taeyong masih yakin kalo ibu & adiknya tidak mati, namun keyakinannya kian memudar setelah mendapatkan kabar bahwa seorang wanita ditemukan tewas didalam hutan dengan kondisi tubuh yang mengenaskan.
Diduga wanita itu di serang binatang buas dan membuat beberapa bagian tubuhnya menghilang.
.
Taeyong yang tumbuh dewasa dengan penuh dendam membuat dia menjadi seseorang yang tidak memiliki perasaan pada lawannya.
Dia menjadi penerus seluruh harta Keluarganya yang dijaga rapih oleh sang nenek.
Dia berhasil merebut kembali perusahaan yang telah dirampas oleh kerabat dekat Ayahnya yang diduga pelaku dari pembantaian keluarganya.
.
Diusianya yang baru menginjak 18 tahun, dia sudah berhasil memegang kembali perusahaan milik Ayahnya.
.
Taeyong juga berhasil membantai balik pelaku yang sudah membunuh keluarganya, dengan cara yang berbeda.
.
Dia menculik seluruh pelaku perampokan beserta keluarganya, dan mengurungnya di lorong bawah tanah.
Dia menyiksanya dengan begitu sadis hingga membuat para pelaku meminta untuk dibunuh.
Namun Taeyong tidak melakukannya, dia masih terus menyiksa mereka sampai pada akhirnya mereka mati karena begitu kesakitan.
.
Perusahaan Libertix yang telah dirampas, kini telah kembali pada penerus aslinya.
Dia juga menjadi pemimpin para gengster yang dulunya digenggam oleh kerabat dekat Ayahnya, Gengster itu kini diberi nama Libertix 2.
.
Karena keberanian Taeyong untuk membalaskan dendam keluarganya, Diapun mendapatkan penghormatan dari para Mafia yang dulunya para bawahan sang Ayah.
Para Mafia itu meminta Taeyong untuk menjadi pemimpin mereka, permintaan ini bukan hanya dari para Mafia itu saja.
Melainkan dari sang ayah yang sudah dia tulis saat Taeyong baru saja terlahir.
.
Jika anaknya kelak tumbuh menjadi orang biasa dan menentang dengan pekerjaan sang Ayah, beliau tidak akan memaksanya untuk meneruskan kelompok Mafia ini.
.
Tapi jika Taeyong tumbuh dengan penuh keberanian dan ingin melindungi keluarganya, dia akan memberikan posisinya sebagai pemimpin Mafia Libertix untuk Anaknya Kelak.
.
Permintaan itu tertulis saat Taeyong belum lama terlahir, dan sang Ayah memberikan surat ini untuk ditunjukkan kepada para bawahannya.
.
Lee Taeyong...
Anak laki-laki yang sudah lama tidak pernah menangis didepan orang lain, kini dia menangis dipelukan sang adik yang sudah lama menghilang.
.
Taeyong yang selalu memasang wajah dingin tanpa ekpresi dihadapan orang, kini terlihat begitu menyedihkan.
.
Pria yang selalu terlihat kuat dan membuat lawannya bertekuk lutut, kini dia begitu lemah lembut sambil memeluk sang adik.
.
Takdir benar-benar tidak terduga, mereka akhirnya dipertemukan kembali setelah 21 tahun terpisah.
Mereka berdua yang tumbuh dewasa karena keadaan, benar-benar menyakitkan.
.
Taeyong sangat bersyukur karena adiknya selamat, hingga tumbuh dewasa sampai saat ini.
.
Bersambung..........