MISFITS INCEPTION

MISFITS INCEPTION
Episode 16



Winwin memakai kemejanya walaupun belum mengkancingkan seluruh kancingnya.


Sedangkan Jisuu, dia pergi ke kamar mandi yang ada di ruangan itu, untuk merapihkan baju dan rambutnya.


.


Orang yang mengetuk pintu itu masuk sambil tersenyum gugup kearah Winwin yang sedikit gelisah.


"Ah, maaf apakah Aku mengganggu" Ucap Lami, yang melihat Winwin sedang tergesa-gesa memasang kancing bajunya.


.


"Tidak, ada urusan apa lagi datang kesini?" Tanya Winwin.


.


Eh..


.


"Anu, terimakasih tadi udah mengobati kakiku, Aku membuatkan kopi dan membawakan beberapa cemilan sebagai tanda terimakasih" Jawab Lami, dengan ekpresi wajah yang begitu gugup.


.


"Padahal kau tidak perlu repot-repot melakukan itu" Ucap Winwin.


.


Wajah Lami terlihat begitu ketakutan saat tatapan Winwin menyorot kearahnya, Lami sudah tau kalo dia akan menolak ini semua tapi Lami tetap mau memberikannya.


.


"Sudahlah, letakan saja disana" Ucap Winwin, yang terlihat gelisah.


.


Lami meletakkan kopi dan cemilan itu dimeja, setelah meletakkannya dia berjalan kearah Winwin.


.


"Anu, kancing bajumu tidak terpasang dengan rapih, kau harus terlihat selalu rapih untuk memberikan contoh pada para pegawaimu" Tegas Lami, yang berada dekat dihadapan Winwin.


.


Lami merapihkan kancing baju Winwin karena itu sudah menjadi tugasnya sebagai sekertaris pribadi.


.


"Sudah selesai" Ucap Lami, sambil melangkah mundur.


.


Lami kehilangan keseimbangan saat melangkah mundur, karena kakinya sedang terluka.


Winwin tanpa sadar menarik tangan Lami, yang hampir membuat tubuhnya terjatuh kebelakang.


Lami terhempas kedalam pelukan Winwin, karena terlalu kaget Lami malah terdiam cukup lama.


.


Jisuu yang sedari tadi sudah membuka pintu kamar mandi, hanya memandangi mereka yang sedang berpelukan.


.


Winwin yang menyadari Jisuu sedang melihat kearahnya seketika langsung mendorong Lami, agar melepaskan pelukannya.


.


"Maafkan Aku, Maafkan aku, Ak.. Aku terlalu ceroboh tadi" Ucap Lami, dengan terbata-bata.


.


Winwin tidak menanggapi Lami, dia sangat kaget ketika melihat Jisuu yang sedang mengarahkan pistol kearah Lami.


.


Winwin seketika menghadang Lami,


"Kenapa kau melindunginya" Tanya Jisuu, yang bersiap menembak.


.


Lami ketakutan melihat Jisuu sedang mengarahkan pistol kearahnya, saking takutnya Lami sampai terjatuh kelantai.


.


Jisuu mengarahkan pistolnya kebawah, mencari celah agar peluru itu mengenai Lami yang terduduk dilantai.


.


"Jisuu!!! Stop jangan lakukan itu" Tegas Winwin.


.


Jisuu melirik Winwin yang begitu gelisah,


"Apa kau rela menghadang tembakan ini untuknya?" Tanya Jisuu, dengan nada dingin.


.


"Kau tidak akan melakukannya" Jawab Winwin.


.


"Apa kau rela mati untuknya?" Tanya Jisuu.


.


"Jisuu, turunkan pistol itu dan berhenti menakutinya" Tegas Winwin.


.


"Apa kau berpikir bahwa Aku sedang bermain-main?" Tegas Jisuu.


.


Dorrr...


.


Pranggggg~


.


Tembakan itu tepat mengenai Vas bunga yang berada disamping Winwin,


"Aku bertanya sekali lagi! Apa kau rela menghadang peluru ini untuk wanita itu? atau membiarkan wanita itu mati sekarang?" Tegas Jisuu.


.


Winwin melirik Lami yang sedang menangis ketakutan, bagaimanapun Lami begitu menyedihkan dimatanya.


.


Winwin memilih untuk melindungi Lami karena dia berpikir kalo Jisuu tidak akan mungkin menembaknya.


.


"Sepertinya kau rela mati untuknya, bagaimana jika sedikit diubah" Tegas Jisuu.


.


.


Winwin tertegun, dia begitu bingung dengan pilihan ini, Dia tidak ingin salah satu dari mereka mati.


.


"Kau bahkan begitu ragu memilihku, Apakah gadis ini lebih berarti dariku" Batin Jisuu.


.


Jisuu menurunkan senjatanya sebelum Winwin memilih salah satu dari mereka, Jisuu berjalan mengambil tas dan kunci mobilnya.


Winwin bergegas menghampiri Jisuu yang terlihat begitu dingin,


"Jika kau berani mengikutiku, Aku akan menyuruh orang untuk membunuh gadis itu" Tegas Jisuu, dengan sorot mata yang begitu tajam.


.


Winwin terdiam kesal, dia membanting setiap barang yang ada dihadapannya ke lantai, dia membuat ruangan itu sangat berantakan.


Sedangkan Lami masih terduduk dilantai karena kakinya lemas, dia begitu ketakutan hingga tidak bisa berdiri.


.


Bar Itaewon...


. Malam Hari.


.


"Hey, kau kemana aja! Apa kau tidak tau kalo Aku begitu mencemaskanmu" Tanya Minghao, yang baru saja tiba.


.


Jisuu mengabaikannya dan terus meneguk Wine, dia terlihat begitu sedih dan kesal.


"Sepertinya kau sedang tidak baik-baik saja" Ucap Minghao.


.


"Hao.. Aku sudah bertemu dengannya" Ucap Jisuu.


.


Minghao terdiam, dan berpikir siapa yang Jisuu maksud.


"Anak laki-laki yang sering Aku katakan padamu, Aku sudah bertemu dengannya" Ucap Jisuu.


.


"Ah, Aku kira siapa. Syukurlah kalo kau sudah menemukannya, Lalu kenapa kau terlihat sedih? Apa dia sudah menikah?" Tanya Minghao.


.


"Belum, tapi ada gadis lain yang dekat dengannya. Saat Aku mencoba menembaknya dia langsung melindunginya" Jawab Jisuu, sambil meneguk Wine nya.


.


"Mungkin saja gadis itu sudah lama dekatnya dan menemaninya selama dia mencarimu" Ucap Minghao.


.


"Apa kau juga akan melakukan hal yang sama dengannya? Jika seseorang mau menembakku apa kau akan melindungiku?" Tanya Jisuu.


.


"Hahaaa, itu tidak akan pernah terjadi" Jawab Minghao, sambil tertawa.


.


Jisuu terdiam,


"Itu tidak akan pernah terjadi, karena mereka tidak akan punya kesempatan untuk melukaimu" Ucap Minghao.


.


"Aku melindungimu dengan caraku sendiri, mereka yang mau melukaimu tidak akan kuberi kesempatan, karena mereka akan lebih dulu mati ditanganku!" Ucap Minghao, sambil menatap Jisuu.


.


"Lalu kenapa kau sampai mau melakukan itu semua? walaupun berbahaya?" Tanya Jisuu.


.


"Karena kau teman terbaikku, kau sudah banyak membantuku selama ini, Aku selalu menunggu momen dimana Aku bisa membalas kebaikanmu" Jawab Minghao.


.


"Apa kau memiliki perasaan padaku?" Tanya Jisuu, yang mulai mabuk.


.


"Jika kau bertanya seperti itu, Aku akan memberitahumu. Aku sudah tertarik padamu sejak pertama kali kau menolongku, dan entah kenapa semakin hari Aku malah semakin ingin lebih dekat denganmu" Ucap Minghao.


.


"Semakin hari Aku merasa takut, Aku takut kita tidak bertemu lagi, lalu Aku mulai mencari informasi tentangmu dan Aku menemukannya, Aku menggunakan jasamu agar Aku bisa bertemu denganmu lagi" Jawab Minghao.


.


"Kau hebat, bisa melacakku, Aku menerima misi darimu karena penasaran siapa orang yang bisa melacakku, Aku tadinya berniat membunuhmu. Dan setelah mengetahui itu kau, Aku jadi tidak melakukannya" Ucap Jisuu.


.


"Aku Menyukaimu Jisuu, Bukan karena kau menolongku, Tapi karena keberanianmu yang membuatku kagum" Ucap Minghao.


.


"Aku sebenarnya penakut, tapi karena keadaan memaksaku, Aku harus berpura-pura terlihat kuat" Jawab Jisuu.


.


"Kau melakukannya dengan baik Jisuu, sepertinya kau kebanyakan minum sampai membocorkan sikap aslimu" Ucap Minghao.


.


"Aku tidak banyak minum, Aku mengatakannya karena Aku percaya padamu" Jawab Jisuu.


.


"Terimakasih karena telah percaya padaku, Aku sangat senang" Ucap Minghao, sambil tersenyum.


.


"Jangan tersenyum, itu memuakkan" Ucap Jisuu.


.


Minghao tertawa kecil, mereka berduapun memesan beberapa botol wine lagi dan meminumnya bersama.


.


Bersambung....