
Liu Yangyang (Yeye)
Dia salah satu anggota pembunuh bayaran tingkat S, yang sangat akrab dengan Jisuu.
.
Mereka sudah saling kenal sejak Jisuu masih bekerja sama dengan Agen Rahasia,
bisa dibilang Jisuu lebih awal berada disana dibanding Yangyang.
Setelah 1 tahun bekerja sama dengan Agen Rahasia itu, Yangyang pun datang karena direkrut langsung oleh pemilik perusahaan.
.
Yangyang dan Jisuu, menjadi rekan kerja untuk menerima tugas tim.
Walaupun Jisuu sudah lebih awal bekerja di perusahaan Agen rahasia itu, Yangyang tidak mau memanggilnya Senior, karena Yangyang lebih tua beberapa bulan dari Jisuu.
.
Yangyang begitu usil dan keras kepala, bahkan saat menjalankan misi tugas tim dia selalu bertindak sesukanya.
Jika dilarang dia akan mengacaukan misi itu dan membuat kegaduhan, terkadang Jisuu selalu ingin membunuhnya saat itu juga.
.
3 Tahun menjadi rekan kerja, mereka akhirnya saling mengerti satu sama lain, walaupun sikap usil Yangyang masih sama seperti dulu.
.
Jisuu memberikan nama panggilan untuknya yaitu 'Yeye' yang memiliki arti kebebasan.
Jisuu memberikan nama itu agar lebih mudah saat memanggilnya, bukan karena artinya atau apapun itu.
.
Saat 2019 Jisuu tidak melanjutkan kontraknya dengan Agen Rahasia dan memilih untuk berhenti.
Yeye yang mengetahuinya ikut berhenti dan memilih nganggur bersama Jisuu...
.
Yeye mengikuti kemanapun Jisuu pergi, bahkan Yeye sampai berani datang menemui Madam Judy.
.
Yeye satu-satunya pria yang berani mendatangi langsung Madam Judy, walaupun Jisuu bersahabat dengan Wonwoo, dia tidak berani menemui Madam Judy secara langsung.
.
Saat Jisuu memutuskan untuk pergi ke Seoul, Yeye memilih untuk kembali ke Jerman untuk urusan pribadinya.
.
Jisuu mengirimnya pesan 1 minggu yang lalu pada Yeye, karena dia butuh bantuannya untuk menjalankan rencana yang sudah dia buat.
.
Dan saat ini Yeye yang sedang membantu Jisuu melarikan diri dari kejaran para penjaga Libertix.
.
Jalanan Kota Seoul...
.
Yeye tengah asik mengendarai mobil taksinya sambil ugal-ugalan.
.
"Kau sengajakan membuat Aku menunggu, agar mereka semua bisa mengejar kita" Tegas Jisuu.
.
"Ayolahhhh,, pelarian tanpa kejar-kejaran itu gak asik" Jawab Yangyang.
.
"Kau!!! apa kau meremehkan kemampuan mereka semua?" Tanya Jisuu.
.
Brukkkk!!!!!
.
Taksi yang ditumpangi Jisuu ditubruk oleh mobil dari salah satu penjaga Libertix.
.
****!!!
.
"Cepat juga pergerakan mereka" Gumam Yangyang.
.
"Putar arah! dan buat mobil berjalan mundur!!" Tegas Jisuu.
.
"Okayy Babygirl" Jawab Yangyang, dengan begitu semangat.
Jendela mobil diturunkan, Yangyang memutar balikkan mobilnya dan melaju mundur dengan cepat.
.
Dorrrr!!! Dorrr!!!
.
Baku tembakpun terjadi, Jisuu berhasil menembak sopir dari mobil itu, kemacetanpun terjadi disebabkan oleh mobil yang tiba-tiba menabrak karena sopirnya tertembak.
.
Yangyang langsung memutar balikkan lagi lajunya,
"Hahaha, tadi itu keren sekali" Ucap Yangyang, sambil terus tertawa.
.
.
Perusahaan Libertix...
.
"Ada laporan dari Minho kalo salah satu sopir kita tertembak,dan meninggal ditempat" Ucap Doyoung.
.
Taeyong menggertak kesal,
"Biarkan Aku yang mengejar mereka!" Ucap Jeno, yang baru saja datang.
.
Lee Jeno

Dia adalah orang yang dipercaya Taeyong untuk memimpin para penjaga Libertix, Jeno sangat ahli mengendarai motor sambil menembak musuh.
.
Sejauh ini tidak pernah ada lawan yang berhasil lolos darinya, bahkan para Gengsterpun tidak mau mencari masalah dengannya.
.
.
Doyoung tertegun ketika mendengar Jeno ingin menangkap Jisuu,
"Lakukan saja" Ucap Taeyong.
.
Sejauh ini Jeno belum pernah bertemu dengan Jisuu, karena Jeno selalu sibuk diarea balapan milik Libertix.
.
Jeno pergi meninggalkan ruangan itu dan bergegas menuju bagasi...
.
.
"Sepertinya mereka sudah tidak mengejar kita lagi" Ucap Jisuu.
.
"Duhh, gak asik dong! masa cuma segitu doang sih" Jawab Yangyang.
.
"Kau membawa leptop yang Aku minta gak?" Tanya Jisuu.
.
"Ah iyah, ada dikursi belakang tuh" Jawab Yangyang.
.
Jisuu melepaskan seatbeltnya, diapun berpindah ke kursi belakang lalu menyalakan leptop itu.
.
"Pakai sabuk pengamanmu! Aku tidak mau nanti kau menggeplak kepalaku" Ucap Yangyang.
.
"Tunggu sebentar!!"
"Mereka masih mengejar kita!"
"Hati-hati didepan sana!!" Tegas Jisuu, yang memantau jalan di laptopnya.
.
!!!!!!
.
Yangyang membanting stirnya, ketika melihat pengendara motor berada didepan mobilnya sambil membidikan tembakan.
.
Bruk!!!
.
"Ahhh, ****!!!!" Teriak Jisuu, yang terbentur begitu keras.
.
"Maaf! sudah kubilang pakai sabuk pengamanmu" Ucap Yangyang.
.
Kepala Jisuu berdarah, namun dia mengabaikannya karena keadaan mereka masih dalam bahaya.
.
"Ambil laju kiri! Aku akan mengaktifkan pemblokiran jalan!" Tegas Jisuu.
.
Jisuu mengaktifkan pemblokiran jalan yang biasa digunakan polisi untuk melumpuhkan para Gengster.
.
Akses jalan berhasil ditutup dan membuat keramaian diseluruh kota,
"Sejauh ini tidak ada yang mengejar kita" Ucap Jisuu.
.
"Kau benar-benar hebat"
"Jisuu apa yang terjadi dengan kepalamu" Tanya Yangyang, yang begitu khawatir.
.
"Ah ini sepertinya karena benturan tadi, tidak perlu menghiraukan ini! lebih baik kau tetap fokus sekarang" Tegas Jisuu.
.
Yangyang menggenggam stirnya dengan begitu kuat, sorot matanya begitu tajam! dia benar-benar kesal saat ini.
.
"Ada apa?" Tanya Yangyang.
.
Brukkkk!!!!
.
Mobil mereka ditabrak oleh mobil lain yang tiba-tiba muncul didalam Gang..
Mobil Taksi yang mereka tumpangi terhempas dan terguling beberapa kali!
.
Yangyang tidak sadarkan diri, sedangkan Jisuu dia masih sadar walaupun seluruh tubuhnya sakit.
.
Jisuu berusaha melepaskan seatbelt yang dikenakan Yangyang, diapun membuka pintu mobil itu.
.
Setelah lebih awal keluar dari mobil dengan banyak darah dikepalanya, Jisuu pun membuka pintu depan untuk mengeluarkan Yangyang.
.
"Sialan! Aku sudah tidak memiliki banyak tenaga lagi"
.
"Seharusnya dia sudah datang untuk membantu! semoga dia datang tepat waktu"
.
Grep!!!
Seseorang menarik bahu Jisuu dengan penuh tenaga.
.
Settt!!
.
Buukkkkkk!!!
Jisuu yang berusaha melawan, malah terkena pukulan yang membuat bibirnya terluka.
.
Jisuu terjatuh, wajahnya tertutup oleh rambutnya yang panjang hingga membuat Jisuu tidak bisa melihat wajah pria yang telah memukulnya.
.
"Aku mohon, datanglah"
.
Pria itu menarik kerah baju Jisuu, dan membuat Jisuu berdiri.
Pria itu menyingkirkan rambut Jisuu yang menghalangi wajahnya, pria itu begitu kaget setelah melihat Jisuu.
.
Jisuu menyeringai ketika melihat pria itu,
"Kau rupanya, kalau tau akan begini seharusnya dulu Aku tidak menolongmu" Ucap Jisuu.
.
Uhukkkk!!
.
Jisuu batuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya, pandangannya juga perlahan mulai kabur.
.
"Jika kau tau cara berterimakasih, lepaskan kami sekarang"
"Kecuali kau tidak tau, maka lebih baik kita mati bersama sama sekarang" Ucap Jisuu.
.
Pria yang telah menabrak mobil Jisuu adalah Jeno, dan dia begitu kaget karena orang yang dia lukai adalah Jisuu, Wanita yang telah menyelamatkannya 5 tahun yang lalu.
.
"Aku memasang bom tanam disetiap lampu merah kota Seoul, bom itu tepat dibawah kita sekarang! dan seseorang sedang memantau kita di CCTV itu" Tegas Jisuu, sambil terus batuk darah.
.
Jeno hanya terdiam sambil terus menatap Jisuu yang sudah terluka parah.
"Aku hanya tinggal memberikan tanda, dan orang yang sedang memantau kita akan meledakkan bom itu tanpa ragu" Ucap Jisuu.
.
Grep!!
Jisuu memegang tangan Jeno yang sedang mencengkram kerah bajunya.
.
Uhukkkk... Uhukkkk...
.
Uhukkkk...
.
Jeno melepaskan cengkramannya, dia sedikit tidak tega melihat Jisuu yang terus batuk dan muntah darah.
.
Yangyang baru tersadar dan segera keluar dari mobil...
Yangyang menangkap tubuh Jisuu yang hampir terjatuh, diapun menatap Jeno yang berdiri dihadapan mereka.
.
Jeno tertegun ketika melihat Yangyang,
"Si brengs*k ini! harusnya Aku tidak membiarkan Jisuu menolongmu saat itu" Tegas Yangyang, sambil bergegas mengambil pistol untuk menembak Jeno.
.
DOR!!!!
'HAA....HAAH..'
DHUAK!!
.
"YANGYANG!!!!"
Jisuu membelakak melihat Yangyang terhempas, karena tertembak didadanya.
.
'BRENGS**!!!'
HAA...HAAH...
.
"Apa yang kau lakukan Jen? Jangan lengah dan hanya diam saja. Cepat bawa mereka!!" Tegas Jaemin, yang baru saja menembak Yangyang.
.
Jeno terdiam menatap Jisuu yang begitu histeris memeluk Yangyang....
.
"Aku tidak mengijinkan kau untuk mati sekarang!! Bertahanlah Aku akan menghabisi mereka semua!! " Teriak Jisuu, sambil memeluk Yangyang.
.
"HAH..HAA.. Sejak kapan kau menjadi sebodoh ini Jisuu... Uhukkkk" Ucap Yangyang, dengan nada begitu lemah.
.
SET-
.
"kau tidak bisa kabur lagi, sebaiknya kau ikut bersama kami sekarang" Ucap Jaemin, sambil mengarahkan pistol dikepala Jisuu.
.
Menyeringai...
.
'Hey! bisakah kalian mendengarku? sebaiknya kalian lepaskan dia, dan buat dia menghentikan bom waktunya' Ucap seseorang, yang memberikan sinyal suara menggunakan earpiece.
.
'Gedung D, mengalami ledakan! kita tidak tau wanita itu telah memasang bom di gedung mana saja'
.
"Kalian telah membunuh sahabatku, Aku akan membalasnya 1000x lipat!! walaupun Aku harus mati sekarang, aku tidak akan menyesal, Karena kita akan mati bersama" Tegas Jisuu, yang menidurkan Yangyang di pangkuannya.
.
GRRT....
Jaemin menggertak kesal..
.
SYUUUU-
Jeno mengarahkan pistol dikepala Jaemin,
"Lepaskan dia!" Ucap Jeno.
.
Uhukkkk...
Jisuu terus muntah darah, walaupun dia sudah tidak punya tenaga untuk melawan, dia tetap berusaha keras agar terlihat kuat.
.
Pandangan Jisuu mulai kabur, dia bahkan sudah tidak punya tenaga untuk duduk dengan benar.
.
SYUUUU~~
.
'TURUNKAN SENJATA KALIAN'
.
TAK~ TAK~
Seorang pria menghampiri Jisuu,
.
.
'Kondisimu saat ini, begitu membuatku khawatir'
.
'Lepaskan mereka! Biar Aku yang membunuh mereka nanti'
.
'Nona, lebih baik kau tidur dan jangan memaksakan dirimu lagi'
.
'Siapa kau! Aku tidak bisa melihat wajahmu dengan benar'
.
'Kau akan tau itu nanti'
.