MISFITS INCEPTION

MISFITS INCEPTION
Episode 15



3 Hari Kemudian...


.


Perusahaan Lebel V.


Ruangan pribadi Winwin.


.


"Gaun sudah diterima oleh Jisuu" Ucap Lucas, Winwin mengabaikannya dan terus pokus bermain bilyar.


.


"Soal penyerangan yang terjadi pada Jisuu, sudah diselidiki dan pelaku yang merencanakannya sudah mati karena tertembak dia bernama Nancy" Ucap Lucas.


.


Winwin mengabaikannya, moodnya hari ini begitu buruk karena Jisuu tidak mengirim dia pesan selama tiga hari.


.


"Kau jadi begitu menyebalkan setelah bertemu dengan wanita itu, apa ini sikapmu yang asli?" Tanya Lucas.


.


"Permisi, rapatnya sebentar lagi dimulai mereka sedang menunggu Tuan Sicheng sekarang" Ucap Lami, sekertaris pribadi Winwin.


.


Winwin berhenti bermain dan segera bersiap-siap, Lami memakaikan Jas dan dasi Winwin.


.


Lami seorang wanita sederhana yang tinggal di daerah Itaewon, dia tinggal sendirian dan menyewa kamar kos disana.


.


Winwin bertemu dengan Lami saat dia sedang diganggu di sebuah gang kecil, saat itu Lami hampir diperkosa dan beruntungnya Winwin menolongnya.


.


Melihat kondisi Lami yang begitu menyedihkan, Winwin membantunya dengan memberi Lami uang.


Namun Lami menolaknya, dia berkata bahwa dia masih mampu untuk mencari uang sendiri.


.


Karena saat itu Winwin membutuhkan seorang sekertaris yang bisa dipercaya, Winwinpun mengajak Lami untuk bekerja di perusahaannya.


.


Dan sekarang Lami sudah bekerja menjadi sekertaris pribadi Winwin selama 3 tahun, hanya Lami satu-satunya wanita di perusahaan ini yang bisa memakaikan dasi dan jas milik Winwin.


.


Lami juga dibolehkan untuk keluar masuk kedalam ruangan pribadi milik Winwin, dimana ruangan itu menjadi tempat istirahat Winwin jika kelelahan bekerja.


.


Lami berhasil membuat seluruh wanita dikantor ini merasa iri padanya, karena dia begitu dekat dengan Winwin.


Bahkan sebagian dari mereka berharap jika Lami bisa berpacaran dan menikah dengan Winwin.


.


.


Winwin berjalan menghampiri ruangan rapat dengan begitu cepat, Lami menyesuaikan langkahnya dengan Winwin walaupun kakinya kesakitan.


.


"Kau sudah membawa dokumennya" Tanya Winwin.


"Sudah ditangan" Jawab Lami, dengan sigap.


.


Rapat berlangsung selama 3 jam, selama Rapat Winwin terus melirik Lami yang tidak pokus.


Para pegawai sudah keluar dari ruangan itu dan hanya menyisakan Lami sendirian disana.


.


Lami terduduk sambil membuka sepatunya, tiba-tiba Winwin kembali masuk dan mengagetkan Lami.


.


Lami bergegas berdiri walaupun sepatunya belum terpasang kembali di kakinya.


"Apakah ada sesuatu yang tertinggal" Tanya Lami, yang sedikit gugup.


.


Winwin menghampiri Lami dan berdiri tepat di sampingnya, Winwin melihat kaki Lami yang tidak memakai sepatu.


.


"Apa yang terjadi?" Tanya Winwin.


.


"Anu, maafkan saya karena kurang berhati-hati saat bekerja" Ucap Lami, sambil menundukkan kepalanya.


.


Lami tertegun ketika melihat Winwin yang berlutut dihadapannya,


"Duduk!!!" Tegas Winwin.


.


Eh...


.


Winwin menatap Lami yang tidak kunjung duduk, Lami pun segera duduk mengikuti perintah Winwin.


.


Winwin mengangkat kaki Lami dan melihat lukanya, kaki Lami tergores sepatu karena menyeimbangi langkah kaki Winwin.


.


Winwin menghela nafas dan bangun, dia menyuruh Lami untuk tetap duduk, sementara dirinya pergi untuk mengambil kotak P3K.


.


Winwin kembali dengan membawa kotak P3K, diapun berlutut kembali dan langsung mengobati kaki Lami.


Lami hanya terdiam tersipu malu, ketika dia diperlakukan seperti ini oleh seorang pria.


.


"Lain kali jika Aku terlalu cepat, kau harus berteriak dan marah padaku" Ucap Winwin.


.


"M-mana mungkin orang sepertiku berani melakukan itu" Ucap Lami, yang terbata-bata.


.


.


Lami tersipu, wajahnya kian memerah karena diperlakukan begitu lembut oleh Winwin.


"Pulanglah dan istirahat sampai kakimu benar-benar sembuh" Ucap Winwin.


.


"Aku baik-baik saja, tidak perlu sampai seperti itu" Ucap Lami.


.


"Terserah kau saja" Ujar Winwin, lalu pergi meninggalkan Lami.


.


Ruangan Pribadi Winwin..


.


"Kau abis ngapain tadi sama Lami?" Tanya Lucas.


.


Winwin mengabaikannya, dia sibuk melepaskan Jasnya.


"Tadi Jisuu datang kesini, karena dia melihat kau begitu sibuk dengan Lami, dia pamit pergi.. Dia titip pesan katanya Makasih" Ucap Lucas.


.


Winwin tertegun,


"Kenapa kau tidak memanggilku" Tegas Winwin.


"Tadinya mau ku panggil, tapi Jisuu melarangku. Katanya biarkan saja jangan mengganggunya" Ucap Lucas.


.


Winwin melihat kunci mobil berada disofa miliknya, diapun menyeringai..


.


"Kau, apa kau gila?" Tanya Lucas, yang ketakutan.


Winwin mengambil kunci itu, lalu memutar-mutar kunci dijarinya.


.


Tidak lama kemudian...


.


Brukkk...


.


"Lucas, Apa kau melihat kunci mobilku? sepertinya tadi jatoh disekitar sini" Tanya Jisuu, yang tiba-tiba masuk.


.


Jisuu tertegun ketika melihat Winwin yang sedang mengganti bajunya disana,


"Ah, maaf harusnya Aku mengetuk pintu terlebih dahulu" Ucap Jisuu, yang perlahan melangkah mundur.


.


"Kau mencari ini? Ambilah" Ucap Winwin, sambil melemparkan kunci mobil itu keatas mejanya.


.


Jisuu mengambil kunci itu, dan Winwin menghampirinya...


.


"Apa yang kau lakukan! pakai bajumu terlebih dahulu" Ucap Jisuu, yang merasa malu.


.


Winwin menyeringai, sambil terus mendekat hingga membuat Jisuu terpojokan.


Jisuu tidak bisa melangkah mundur lagi karena ada meja yang menghalangi.


.


Winwin meletakan tangannya di tengkuk leher Jisuu, dan mendekatkan wajahnya.


Winwin terus melirik bibir Jisuu yang semakin dekat, Jisuu meletakkan tangannya di tengkuk pinggang Winwin.


.


Cup~


.


Winwin ******* bibir Jisuu dengan begitu lembut, sambil menarik tengkuk leher Jisuu dan membuat ciuman mereka semakin dalam.


.


Ciuman semakin liar, Jisuu mengalungkan kedua tangannya dileher Winwin...


.


Winwin mengangkat Jisuu dan mendudukkannya diatas meja...


.


Mereka melanjutkan ciuman mereka yang semakin liar...


.


Winwin mulai menyusuri leher Jisuu, dan membuat beberapa kissmark...


.


Ah....


.


Desahan Jisuu membuat Winwin semakin ingin menjamah tubuh Jisuu..


Namun Winwin menahannya karena kondisi Jisuu masih belum pulih dengan baik.


.


Ciuman mereka berakhir ketika seseorang mengetuk pintu, Winwinpu mendekatkan bibirnya disamping telinga Jisuu lalu membisikkan.


"Kita akan melanjutkannya nanti" Bisik Winwin, dengan nada yang begitu lembut membuat Jisuu merinding.


.


Deg....


.


Bersambung.....