
3 Hari Kemudian...
.
Perusahaan Lebel V.
Ruangan pribadi Winwin.
.
"Gaun sudah diterima oleh Jisuu" Ucap Lucas, Winwin mengabaikannya dan terus pokus bermain bilyar.
.
"Soal penyerangan yang terjadi pada Jisuu, sudah diselidiki dan pelaku yang merencanakannya sudah mati karena tertembak dia bernama Nancy" Ucap Lucas.
.
Winwin mengabaikannya, moodnya hari ini begitu buruk karena Jisuu tidak mengirim dia pesan selama tiga hari.
.
"Kau jadi begitu menyebalkan setelah bertemu dengan wanita itu, apa ini sikapmu yang asli?" Tanya Lucas.
.
"Permisi, rapatnya sebentar lagi dimulai mereka sedang menunggu Tuan Sicheng sekarang" Ucap Lami, sekertaris pribadi Winwin.
.
Winwin berhenti bermain dan segera bersiap-siap, Lami memakaikan Jas dan dasi Winwin.
.
Lami seorang wanita sederhana yang tinggal di daerah Itaewon, dia tinggal sendirian dan menyewa kamar kos disana.
.
Winwin bertemu dengan Lami saat dia sedang diganggu di sebuah gang kecil, saat itu Lami hampir diperkosa dan beruntungnya Winwin menolongnya.
.
Melihat kondisi Lami yang begitu menyedihkan, Winwin membantunya dengan memberi Lami uang.
Namun Lami menolaknya, dia berkata bahwa dia masih mampu untuk mencari uang sendiri.
.
Karena saat itu Winwin membutuhkan seorang sekertaris yang bisa dipercaya, Winwinpun mengajak Lami untuk bekerja di perusahaannya.
.
Dan sekarang Lami sudah bekerja menjadi sekertaris pribadi Winwin selama 3 tahun, hanya Lami satu-satunya wanita di perusahaan ini yang bisa memakaikan dasi dan jas milik Winwin.
.
Lami juga dibolehkan untuk keluar masuk kedalam ruangan pribadi milik Winwin, dimana ruangan itu menjadi tempat istirahat Winwin jika kelelahan bekerja.
.
Lami berhasil membuat seluruh wanita dikantor ini merasa iri padanya, karena dia begitu dekat dengan Winwin.
Bahkan sebagian dari mereka berharap jika Lami bisa berpacaran dan menikah dengan Winwin.
.
.
Winwin berjalan menghampiri ruangan rapat dengan begitu cepat, Lami menyesuaikan langkahnya dengan Winwin walaupun kakinya kesakitan.
.
"Kau sudah membawa dokumennya" Tanya Winwin.
"Sudah ditangan" Jawab Lami, dengan sigap.
.
Rapat berlangsung selama 3 jam, selama Rapat Winwin terus melirik Lami yang tidak pokus.
Para pegawai sudah keluar dari ruangan itu dan hanya menyisakan Lami sendirian disana.
.
Lami terduduk sambil membuka sepatunya, tiba-tiba Winwin kembali masuk dan mengagetkan Lami.
.
Lami bergegas berdiri walaupun sepatunya belum terpasang kembali di kakinya.
"Apakah ada sesuatu yang tertinggal" Tanya Lami, yang sedikit gugup.
.
Winwin menghampiri Lami dan berdiri tepat di sampingnya, Winwin melihat kaki Lami yang tidak memakai sepatu.
.
"Apa yang terjadi?" Tanya Winwin.
.
"Anu, maafkan saya karena kurang berhati-hati saat bekerja" Ucap Lami, sambil menundukkan kepalanya.
.
Lami tertegun ketika melihat Winwin yang berlutut dihadapannya,
"Duduk!!!" Tegas Winwin.
.
Eh...
.
Winwin menatap Lami yang tidak kunjung duduk, Lami pun segera duduk mengikuti perintah Winwin.
.
Winwin mengangkat kaki Lami dan melihat lukanya, kaki Lami tergores sepatu karena menyeimbangi langkah kaki Winwin.
.
Winwin menghela nafas dan bangun, dia menyuruh Lami untuk tetap duduk, sementara dirinya pergi untuk mengambil kotak P3K.
.
Winwin kembali dengan membawa kotak P3K, diapun berlutut kembali dan langsung mengobati kaki Lami.
Lami hanya terdiam tersipu malu, ketika dia diperlakukan seperti ini oleh seorang pria.
.
"Lain kali jika Aku terlalu cepat, kau harus berteriak dan marah padaku" Ucap Winwin.
.
"M-mana mungkin orang sepertiku berani melakukan itu" Ucap Lami, yang terbata-bata.
.
.
Lami tersipu, wajahnya kian memerah karena diperlakukan begitu lembut oleh Winwin.
"Pulanglah dan istirahat sampai kakimu benar-benar sembuh" Ucap Winwin.
.
"Aku baik-baik saja, tidak perlu sampai seperti itu" Ucap Lami.
.
"Terserah kau saja" Ujar Winwin, lalu pergi meninggalkan Lami.
.
Ruangan Pribadi Winwin..
.
"Kau abis ngapain tadi sama Lami?" Tanya Lucas.
.
Winwin mengabaikannya, dia sibuk melepaskan Jasnya.
"Tadi Jisuu datang kesini, karena dia melihat kau begitu sibuk dengan Lami, dia pamit pergi.. Dia titip pesan katanya Makasih" Ucap Lucas.
.
Winwin tertegun,
"Kenapa kau tidak memanggilku" Tegas Winwin.
"Tadinya mau ku panggil, tapi Jisuu melarangku. Katanya biarkan saja jangan mengganggunya" Ucap Lucas.
.
Winwin melihat kunci mobil berada disofa miliknya, diapun menyeringai..
.
"Kau, apa kau gila?" Tanya Lucas, yang ketakutan.
Winwin mengambil kunci itu, lalu memutar-mutar kunci dijarinya.
.
Tidak lama kemudian...
.
Brukkk...
.
"Lucas, Apa kau melihat kunci mobilku? sepertinya tadi jatoh disekitar sini" Tanya Jisuu, yang tiba-tiba masuk.
.
Jisuu tertegun ketika melihat Winwin yang sedang mengganti bajunya disana,
"Ah, maaf harusnya Aku mengetuk pintu terlebih dahulu" Ucap Jisuu, yang perlahan melangkah mundur.
.
"Kau mencari ini? Ambilah" Ucap Winwin, sambil melemparkan kunci mobil itu keatas mejanya.
.
Jisuu mengambil kunci itu, dan Winwin menghampirinya...
.
"Apa yang kau lakukan! pakai bajumu terlebih dahulu" Ucap Jisuu, yang merasa malu.
.
Winwin menyeringai, sambil terus mendekat hingga membuat Jisuu terpojokan.
Jisuu tidak bisa melangkah mundur lagi karena ada meja yang menghalangi.
.
Winwin meletakan tangannya di tengkuk leher Jisuu, dan mendekatkan wajahnya.
Winwin terus melirik bibir Jisuu yang semakin dekat, Jisuu meletakkan tangannya di tengkuk pinggang Winwin.
.
Cup~
.
Winwin ******* bibir Jisuu dengan begitu lembut, sambil menarik tengkuk leher Jisuu dan membuat ciuman mereka semakin dalam.
.
Ciuman semakin liar, Jisuu mengalungkan kedua tangannya dileher Winwin...
.
Winwin mengangkat Jisuu dan mendudukkannya diatas meja...
.
Mereka melanjutkan ciuman mereka yang semakin liar...
.
Winwin mulai menyusuri leher Jisuu, dan membuat beberapa kissmark...
.
Ah....
.
Desahan Jisuu membuat Winwin semakin ingin menjamah tubuh Jisuu..
Namun Winwin menahannya karena kondisi Jisuu masih belum pulih dengan baik.
.
Ciuman mereka berakhir ketika seseorang mengetuk pintu, Winwinpu mendekatkan bibirnya disamping telinga Jisuu lalu membisikkan.
"Kita akan melanjutkannya nanti" Bisik Winwin, dengan nada yang begitu lembut membuat Jisuu merinding.
.
Deg....
.
Bersambung.....