MISFITS INCEPTION

MISFITS INCEPTION
PROLOG



Peringatan Cerita ini mengandung banyak unsur kekerasan. Dibawah umur harap minggir . Mohon bijaklah dalam membaca. Jika kamu tidak bisa membedakan cerita fiksi dan nonfiksi maka tinggalkan.


.


.


Happy Reading~


.


.


Rumah Sakit Together


"Lihat apa yang terjadi sekarang! hanya karena ingin membuat dia senang! kau rela jatuh sakit!!" Gertak Jisuu, yang merasa kesal.


"Sudahlah Jisuu, aku baik-baik saja sekarang" Jawab Wonwoo, yang terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit.


"Baik-baik saja dari mananya!! lihat kau harus dirawat karena sakit perut! udah tau gak bisa makan seafood! tapi malah maksain banget" Ucap Jisuu, yang makin dibuat kesal.


"Tolong jangan berisik ini dirumah sakit" Ucap seorang perawat.


"Maafkan temanku" Jawab Wonwoo, yang sedikit merasa malu.


Jisuu mendecak kesal lalu pergi meninggalkan Wonwoo.


"Mau pergi kemana, Hey Jung Jisuu!!" Panggil Wonwoo, yang masih terbaring.


"Mulai sekarang, jangan harap Aku akan menuruti perintahmu lagi! Kau urus saja pacarmu itu" Ucap Jisuu, yang membelakangi Wonwoo.


"Hey Jisuu!" Panggil Wonwoo.


Jisuu pergi dengan begitu kesal, dia merasa kecewa terhadap sikap Wonwoo yang begitu lemah pada pacarnya.


3 Hari Kemudian


"Biaya perawatan dan pengobatan sudah dibayar, obatnya juga sudah ditebus silahkan ambil di bagian apotek" Jawab suster, yang berjaga dibagian loket.


"Maaf kalo boleh saya tau, dibayar atas nama siapa ya?" Tanya Wonwoo.


"Atas nama Jung Jisuu" Jawab Suster.


Wonwoo terdiam sejenak, dia merasa tidak enak karena Jisuu telah banyak membantunya.


Jisuu tidak kembali kerumah sakit, setelah dia pergi karena begitu marah padanya.


..........


Wonwoo dan Jisuu memiliki hubungan yang begitu dekat, mereka adalah sahabat sejak kecil, dulu mereka tinggal di Busan kemudian keduanya merantau dan tinggal di Seoul, mereka sudah tinggal di Seoul selama 2 tahun dan tinggal dikosan yang sama.


Kedua orang tua Wonwoo mempunyai restoran ayam bakar di Busan, sedangkan Jisuu dia seorang anak yatim piatu yang dibesarkan oleh Ibu angkatnya (Madam Judy).


1 tahun lalu Ibu angkatnya meninggal karena usianya yang sudah tua, Jisuu yang berada di Seoul tidak bisa melihat wajah sang Ibu untuk terakhir kalinya.


.


Wonwoo kuliah S2 di Universitas Seoul, sedangkan Jisuu dia bekerja di salah satu perusahaan yang sampai saat ini Wonwoo tidak tau Perusahaan itu menjalankan bisnis apa.


••••••


Kosan Distrik Songpu


Wonwoo dan Jisuu tinggal di kamar kos yang sama, kamar kos ini memiliki 2 kamar tidur dan cukup luas.


.


"Eow, bau apa ini" Ucap Wonwoo, yang baru saja membuka pintu.


.


Terlihat begitu banyak botol minuman keras yang berserakan dilantai, ya tidak salah lagi ini adalah perbuatan Jisuu.


.


"Dia minum lagi.... dia juga merokok lagi" Ucap Wonwoo, sambil melihat sekeliling.


.


Wonwoo menghampiri kamar Jisuu yang terbuka, kamarnya begitu berantakan seperti biasanya.


Jisuu ternyata ada di dalam kamarnya dia sedang asik sambil menghisap rokoknya, dia tidak memperdulikan Wonwoo yang masuk kedalam kamarnya.


.



.


Wonwoo menghampiri Jisuu, Jisuu menatapnya lalu menghembuskan asap rokok itu tepat didepan wajah Wonwoo.


Dia menyeringai senang, Wonwoo merasa kesal karena nafasnya begitu bau minuman keras.


.


"Kau mabuk dipagi hari dan mengacaukan seisi ruangan!! apakah bagus bertindak seperti itu?" Ucap Wonwoo, yang begitu kesal.


.


"Wah, Aku kira kau tidak akan pulang hari ini Jeon Wonwoo!!" Jawab Jisuu, lalu menghisap rokoknya lagi.


.


Jisuu terus menghembuskan asapnya ke arah wajah Wonwoo, dia sengaja agar Wonwoo kesal padanya.


Wonwoo yang terpancing, mulai kesal lalu mengambil rokok Jisuu dan segera memadamkannya.


.


"Berhenti merokok dan bereskan semua ini! kau itu perempuan harusnya kau menjaga kebersihan dan memperbaiki sikapmu ini" Tegas Wonwoo, yang begitu kesal.


.


"Kau mengaturku? tapi kau sendiri tidak bisa ku atur" Jawab Jisuu.


.


"Apa masalahku? apa karena Aku masuk rumah sakit? kau menjadi seperti ini lagi?" Jawab Wonwoo.


.


"Aku sudah membayar biaya rumah sakit, Setiap kali kau sakit Aku yang mengurusmu hingga sembuh, Apa kau tidak merasa bersalah padaku?" Ucap Jisuu.


.


"Aku tidak pernah menyuruhmu melakukan itu semua! tanpamu Aku bisa merawat diriku sendiri" Ucap Wonwoo.


.


"Apa karena kau sekarang memiliki kekasih, kau jadi berkata seperti itu padaku?" Tanya Jisuu.


.


"Jangan libatkan Seohyun!" Jawab Wonwoo.


Park Seohyun, Nama pacar Wonwoo.


.


"Kenapa kau begitu membelanya? Apa kau sudah tidur bersama dengannya?" Ucap Jisuu, sambil menyeringai.


.


.


Karena hilang kesabaran Wonwoo menampar Jisuu.


Jisuu terdiam dia kehabisan kata-kata ketika sahabat yang begitu dekat dengannya menampar dia begitu saja.


.


"Jisuu, Maafkan Aku, Aku benar-benar tidak sengaja" Ucap Wonwoo, yang terbata-bata.


.


Jisuu menyeringai menutupi rasa sakitnya, bukan rasa sakit yang dibuat karena tamparan Wonwoo.


Tapi rasa sakit yang begitu dalam dihatinya, membuat dia hampir menjatuhkan air matanya.


.


"Kau, bilang tadi bisa mengurus diri tanpaku kan? kalo begitu Aku lega sekarang. Karena kau sudah tidak butuh Aku lagi" Ucap Jisuu, sambil menatap Wonwoo.


.


Jisuu mengambil tas dan beberapa barang penting miliknya, dia segera pergi meninggalkan Wonwoo.


Wonwoo tidak tinggal diam dia mengejar Jisuu karena merasa sangat bersalah, namun Jisuu bergerak sangat cepat hingga Wonwoo kehilangan arahnya.


.


"Apa yang sudah Aku lakukan, Hatiku begitu sakit setelah menamparnya"


.


"Maaf Jisuu....."


.


1 Bulan Kemudian...


BAR Itaewon


.


"Target sudah dibereskan, Ini barang yang kau butuhkan" Ucap Jisuu, sambil memberikan sebuah chip.


.


"Kau benar-benar mengerikan Nona, Uang nya sudah masuk kedalam rekeningmu" Ucap Minghao, tidak diketahui identitasnya namun dia memiliki status penting di dunia bawah mafia.


.


Dunia Bawah Mafia, dimana para penjahat berkelas dikenal, tidak hanya Mafia ada juga gengster dan para pembunuh bayaran.


Jisuu memiliki status yang tidak biasa didunia bawah, dia berprofesi sebagai pembunuh bayaran tingkat S.


Pembunuh dibagi menjadi beberapa tingkat, yaitu SS, S, A, B, D, & E


Semakin tinggi tingkat pembunuh, semakin profesional dan mahal bayarannya, tidak sembarang orang yang bisa menyewa jasa mereka.


.


Dulu dia bekerja dibawah Agen rahasia saat dia masih di Busan selama 4 tahun, namun dia berhenti dan memulai untuk bekerja sendiri tanpa mengandalkan siapapun.


.


Dia sudah menjalankan profesinya sebagai pembunuh bayaran selama 7 tahun, saat usianya baru 15 tahun.


.


Dia hidup dengan menggunakan identitas palsu yang dibuat khusus oleh Ibu angkatnya.


Madam Judy dulunya merupakan Ketua Gengster, dengan anggota yang cukup banyak.


Namun karena beliau sudah meninggal dunia, kelompok Gengster itupun dipimpin oleh Jisuu.


.


........


"Jisuu, ada satu tugas lagi untukmu, Aku ingin kau membunuh seseorang untukku, tapi Aku sedikit ragu memberikan tugas ini untukmu" Ucap Minghao.


.


"Kau tidak mempercayaiku? Minghao?" Jawab Jisuu, sambil mengangkat gelas yang berisikan Wine.


.


Minghao menyeringai, sambil mengisi gelas wine milik Jisuu, yang sudah kosong.


.


"Tentu saja Aku mempercayaimu, Aku hanya takut kau tidak berhasil"


Jisuu menatap Minghao, dan membuatnya sedikit gerogi.


.


"Sejujurnya Aku tertarik padamu dan mulai mengkhawatirkan keselamatanmu" Ucap Minghao, sambil melirik Jisuu.


.


"Katakan siapa orangnya?" Tanya Jisuu.


.


"Jisuu, memang tidak suka bertele-tele ya, baiklah akanku katakan... Dia Joshua Hong" Ucap Minghao.


.


"Joshua Hong" Ucap Jisuu, sambil mengangkat alisnya.


.


"Ya, sepertinya kau sudah mengenal dia" Tanya Minghao.


.


"Aku hanya mengetahui sedikit informasi tentangnya, sepertinya akan sedikit sulit untuk masuk kedalam rumahnya" Ucap Jisuu.


.


"Aku tidak memaksa kau untuk berhasil membunuhnya, asal kau bisa melukainya dan membuat dia tidak bisa datang ke pertemuan minggu nanti, Aku akan tetap membayarmu" Ucap Minghao.


.


"Baiklah akan ku coba" Ucap Jisuu, sambil mengambil sebatang rokok lalu meletakkan dibibirnya.


.


Minghao menyeringai, lalu menyalakan korek dan membantu Jisuu membakar rokoknya.



Notes:


Semua Watak, Karakter, maupun Sifat semua tokoh dalam cerita ini sama sekali TIDAK BERHUBUNGAN dengan kehidupan Idol didunia nyata. Jadi dihimbau kebada seluruh pembaca sekalian untuk TETAP BISA MEMBEDAKAN cerita dan realita Idol maupun Aktor.



Terima Kasih