
Mereka masih di butik, Winwin dan Doyoung masih berdebat sedari tadi..
.
"Tuan Sicheng begitu tampan, Andai saja Aku masih sendiri... Mungkin sekarang Aku sudah mendapatkannya" Batin Seohyun.
.
Winwin terus melihat ponselnya menunggu balasan pesan dari Jisuu, dia tidak berhenti menatap ponselnya.
.
...PESAN MASUK...
...Gadis Kecil ♥ (Jisuu)...
...--------...
^^^Kau sedang dimana?.... ^^^
^^^11.20 Am^^^
^^^--------^^^
Aku sedang dibutik
11.20 Am
----------
^^^Kau sedang sibuk? Apa Aku mengganggu?^^^
^^^11.21 Am^^^
^^^--------^^^
Tidak, Aku senang kau mengirimku pesan..
Aku merindukanmu, bagaimana kabarmu?
11.21 Am
----------
^^^Aku juga rindu...^^^
^^^Kondisiku sudah membaik, Jika tidak percaya, Aku akan membuktikannya.^^^
^^^11.22 Am^^^
^^^--------^^^
Kalau begitu mari bertemu, Aku akan datang kesana setelah ini selesai.
Tidak perlu membuktikannya, Aku percaya pada Wanitaku.
11.23 Am
----------
^^^Baiklah, Aku akan menunggumu.^^^
^^^Kau mengatakan itu seolah seperti Aku milikmu.^^^
^^^11.25 Am^^^
^^^--------^^^
Kau memang milikku, Walaupun Aku harus bertarung dengan Taeyong! Aku akan melakukannya.
11.28 Am
----------
...--------...
Jisuu berhenti membalas pesan Winwin, dan itu membuat Winwin sedikit khawatir.
Winwin meninggalkan butik, dan berkata akan kembali lagi jika Gaunnya sudah selesai dibuat.
.
Kediaman Lee Taeyong...
.
Kamar Jisuu.
.
Taeyong sedang terbaring diatas ranjang tempat tidur Jisuu, setelah dia merampas handphonenya.
Jisuu sedang duduk diranjang, Taeyong perlahan bergeser dan mulai tidur dipangkuan Jisuu.
.
Taeyong meletakkan tangan Jisuu di rambutnya, dia meminta Jisuu untuk mengelus elus rambutnya.
.
Jisuu hanya tersenyum melihat tingkahnya yang begitu manja,
"Aku tidak menyangka pria mesum ini ternyata kakaku" Ucap Jisuu, sambil mengelus rambut Taeyong.
.
"Ayolah, berhenti membahas itu! Aku kan sudah meminta maaf padamu, Aku tidak tau sebelumnya" Ucap Taeyong.
.
"Apa kau bersikap seperti itu pada wanita lain?" Tanya Jisuu.
.
"Tidak, Aku bersumpah" Ucap Taeyong.
"Lalu kenapa dulu kau bersikap seperti itu padaku?" Tanya Jisuu.
.
"Aku ingin melindungimu, dengan cara mengikatmu bersamaku! Jika saat itu Aku membiarkanmu pergi, Mungkin kau sudah dibunuh oleh para Yakuza" Jawab Taeyong.
.
Jisuu terdiam, lalu menatap Taeyong yang terbaring di pangkuannya,
Aku sangat ingin melindungimu, Apa mungkin karena kita adik kakak?" Tanya Taeyong.
.
"Mungkin... Walaupun kita sudah terpisah sangat lama, ketika Aku bertemu denganmu Aku sangat mempercayaimu begitu saja" Ucap Jisuu.
.
"Aku akan merayakan pesta penyambutan atas pertemuan kita nanti, setelah kondisimu benar-benar pulih" Ucap Taeyong.
.
"Apa perlu sampai seperti itu?" Tanya Jisuu.
.
"Tentu saja, Aku ingin semua orang tau kalau kau Adikku! Untuk sedikit memperingati mereka" Tegas Taeyong.
.
Jisuu tersenyum, dia mengelus elus rambut Taeyong sampai membuatnya berantakan.
"Ohya, kapan kau akan memberitahu Winwin kalo kita itu adik kakak?" Tanya Jisuu.
.
"Biarkan saja dulu, dia akan tau nanti saat acara itu tiba, Aku ingin melihat ketulusannya padamu" Jawab Taeyong.
.
"Aku belum sempat baca pesannya tadi, Kirakira Winwin bales apaan ya, Handphoneku keburu dirampas Taeyong"
.
Ding... Dong...
.
Winwin datang kerumah Taeyong sendirian tanpa ditemani pengawal, dia membawa buket bunga mawar yang begitu cantik.
.
Jisuu menuruni tangga dan menghampiri Winwin yang sedang menunggunya diruang tamu, Winwin menatap Jisuu yang berjalan kearahnya.
.
"Kau benar-benar datang" Ucap Jisuu.
"Tentu saja, Maaf membuatmu lama menunggu, Aku membawakan ini untukmu" Ucap Winwin, sambil memberikan buket bunga.
.
Jisuu tersenyum, sambil menghirup aroma bunga yang begitu segar,
"Sungguh besar sekali nyalimu Dong Sicheng!! Berani datang langsung kerumahku dan memberikan bunga pada wanitaku" Ucap Taeyong, dari kejauhan yang sedang berjalan menuju mereka.
.
Winwin menatap tajam Taeyong dia begitu kesal mendengar ucapannya.
"Hey, Gadis kemarilah" Ucap Taeyong, sambil menggerakkan telunjuknya.
.
Jisuu menghampiri Taeyong karena dia sudah sepakat untuk melihat ketulusan Winwin pada Jisuu.
Taeyong mengambil buket bunga itu, lalu mendekatkan wajahnya dengan wajah Jisuu, Dia mencium aroma bunga mawar yang melekat dibibir Jisuu.
.
"Apa yang kau lakukan brengs*k! menjauh darinya sebelum Aku menghajarmu" Tegas Winwin, sambil mengepal telapak tangannya.
.
"Kau bahkan berani mengancamku disini, kau bodoh apa bagaimana?" Tanya Taeyong.
.
"Jika kau seorang laki-laki, maka lawan Aku tanpa bantuan dari para pengawalmu! " Ucap Winwin, dengan sorot mata yang tajam.
.
"Kau sepertinya meragukanku! baiklah jika kau ingin bertarung maka Aku akan menerima tantanganmu" Tegas Taeyong.
.
"Sepertinya kalian tidak membutuhkanku disini, baiklah urus saja masalah kalian berdua dan jangan hiraukan Aku" Ucap Jisuu, yang merasa kesal.
.
"Jangan berkata seperti itu Babygirl, apa kau tidak mengerti Aku sedang cemburu sekarang! Kau menyuruh pria lain datang kesini untuk menemuimu, Apakah Aku kurang memuaskanmu?" Ucap Taeyong, sambil mengangkat dagu Jisuu menggunakan jarinya.
.
"Si brengs*k ini benar-benar membuatku muak, sepertinya Jisuu sangat tertekan berada disini" Batin Winwin.
.
"Jika Aku terus disini, dia akan terus menggoda Jisuu.. Untuk saat ini sepertinya Aku harus mengalah dan pergi" Batin Winwin.
.
"Melihatmu baik-baik saja sepertinya sudah cukup bagiku, kita bertemu lain kali saja... Jaga kesehatanmu dan jangan lupa untuk meminum obatmu" Ucap Winwin.
.
"Kau mau pergi sekarang?" Tanya Jisuu.
"Ya, Aku masih ada sedikit urusan yang harus dikerjakan, Kita akan bertemu lagi lain kali" Jawab Winwin.
.
"Hey, brengs*k jika sampai kau melukai Jisuu, Aku tidak akan membuat hidupmu tenang" Tegas Winwin, yang menatap sinis Taeyong.
.
Taeyong hanya diam, Winwin pun pergi dengan raut wajah yang begitu murung, Dia merasa sangat kesal pada dirinya sendiri karena tidak bisa berbuat apa-apa.
.
Bersambung...