
Perusahaan Grup Hong
.
Ruangan CEO
.
Joshua terluka cukup parah namun dia tetap memaksakan diri pergi ke perusahaan untuk mengecek data penting.
.
Seorang pegawai masuk dan membawa beberapa dokumen penting,
"Ini kumpulan data tentang para Assassin yang kami dapat" Ucap Sekertaris Yun. Wanita yang sudah bekerja dibawah perintah Grup Hong selama 5 tahun.
.
Joshua melihat data itu,
"Tidak ada satupun yang mirip dengannya, walaupun Aku tidak melihat wajahnya bentuk tubuhnya tidak ada yang sama" Ucap Joshua, sambil membaca data-data itu.
.
"Sudah kami selidiki bahkan sampai membeli data di pasar gelap, namun tidak ada data Assassin wanita seperti yang Tuan Hong gambarkan" Jawab Sekertaris Yun.
.
"Dia berniat membunuhku, dia tidak mengambil data mengenai perusahaan ini" Ucap Joshua.
.
"Sejauh ini tidak ada yang berani melakukan itu pada Tuan Hong, jikapun ada dia sudah menyiapkan ini semua dengan sangat sempurna" Jawab Sekertaris Yun.
,
"Aku tidak akan datang ke acara perjamuan Minggu ini" Ucap Joshua.
.
"Tapi ini acara yang sangat penting, kehadiran Tuan Hong sangat berpengaruh bagi perusahaan" Ucap Sekertaris Yun.
.
"Pelakunya sengaja melakukan ini agar Aku tidak datang ke acara itu, Tenang saja Aku akan tetap datang tapi menggunakan identitas lain" Ucap Joshua, sambil menyeringai.
.
"Tikus liar ini pasti datang bersama Tuannya ke acara yang besar ini"
.
Apartemen Minghao
.
"Kenapa kau membawaku kesini" Tanya Jisuu.
.
"Untuk sementara kau tinggal disini, keberadaanmu sedang dilacak oleh Grup Hong, setidaknya jika Kau ada disampingku Aku tidak terlalu merasa khawatir" Jawab Minghao.
.
"Dia mengkhawatirkanku" Batin Jisuu.
.
"Ck, dia tidak akan berhasil menyelidikiku! semua data yang dibuat Ibuku tidak ada yang gagal" Jawab Jisuu.
.
Minghao menyeringai, Jisuu selalu menunjukkan hal-hal yang menakjubkan, dan itu membuat Minghao semakin tertarik padanya.
"Tetap saja Aku khawatir padamu" Ucap Minghao.
.
"Sudahlah lupakan saja"
"Aku akan menempati kamarmu, Aku tidak mau tidur dikamar yang kecil itu" Ucap Jisuu, sambil masuk kedalam kamar Minghao.
.
Minghao hanya bisa memelas melihat kamarnya dirampas oleh Jisuu, mau bagaimanapun dia yang salah karena membawanya untuk tinggal disini.
.
Malam Haripun Tiba...
.
Jisuu sedang sibuk menonton film sambil ditemani satu botol wine dan satu bungkus rokok malboro yang dia dapatkan di kamar Minghao.
.
"Hey, Jung Jisuu! kau benar-benar seperti pemilik Apartemen ini saja ya" Ucap Minghao, yang sedikit kesal.
.
"Kenapa? bukankah kau yang menyuruhku untuk tinggal disini? jika kau keberatan Aku bisa pergi sekarang" Ucap Jisuu.
.
Minghao menahan kesalnya atas perilaku Jisuu, Diapun melemparkan bingkisan padanya.
.
"Apa kau ingin mati sekarang juga?" Ucap Jisuu.
.
"Kau tidak akan berani melakukannya" Ucap Minghao.
.
Set....!!!
Lemparan Pisau menancap ditembok tepat disamping wajah Minghao yang sedang berdiri.
.
"Huh meleset" Ucap Jisuu, baginya itu adalah sebuah candaan.
.
"Apa kau serius ingin membunuhku" Teriak Minghao, yang masih syok.
.
"Wanita ini begitu cepat, bahkan Aku tidak bisa melihat gerakan tangannya saat dia melemparkan pisau" Batin Minghao.
.
"Pake gaun yang ada didalam bingkisan itu, Aku ingin kau pergi menjadi pasanganku untuk datang ke acara perjamuan" Ucap Minghao.
.
"Woah, ini pasti gaun yang mahal" Ucap Jisuu, sambil membuka bingkisan yang lain.
.
"Ouh, apaini \*\*\*\*\*\* \*\*\*\*\*" Ucap Jisuu, sambil mengangkat CD itu ke atas.
.
"Heyyy! berhenti! ini semua bukan Aku yang menyiapkannya" Ucap Minghao, yang wajahnya memerah.
.
"Hahaha, kau terlihat begitu malu apa kau belum pernah melihat ini sebelumnya?" Ucap Jisuu, sambil menunjukkan CD itu ke arah Minghao.
.
Minghao mengalihkan pandangannya, terlihat jelas bahwa dia begitu tidak nyaman dan malu.
.
"Xu Minghao, orang yang sering datang ke Club malam dan berpesta dengan para gadis, tapi dia tidak pernah tidur dengan satu wanitapun" Ucap Jisuu, sambil menggoda Minghao.
.
"Aku tidak mempermainkan wanita" Ucap Minghao.
.
"Ouh ya, Aku curiga apakah kau........." Ucap Jisuu.
.
"Apa kau ingin mencobanya sendiri? supaya tidak penasaran" Tanya Minghao.
.
"Tidak perlu Aku percaya" Ucap Jisuu, sambil tertawa kecil.
.
Minghao dibuat sangat kesal oleh perkataan Jisuu, dia menghempaskan Jisuu ke tembok dan memepetkan tubuhnya.
"Ow, Ternyata kau punya tenaga sekuat ini, Aku kira kau hanya pria lemah" Ucap Jisuu.
.
"Kau!!!" Gertak Minghao.
.
Jisuu menatap dingin Minghao, dia tidak mengedipkan matanya dan terus menyoroti mata Minghao.
Minghao melepaskan Jisuu, karena dia takut Jisuu merasa tidak nyaman tinggal bersamanya.
.
"Aku pikir kau akan menciumku barusan" Ucap Jisuu.
.
"Apa kau berharap Aku melakukan itu?" Tanya Minghao.
.
"Tidak, Aku hanya memastikan sesuatu" Ucap Jisuu.
.
"Jung Jisuu!!!" Teriak Minghao.
.
Jisuu pergi kekamar lalu segera mengunci pintunya, Minghao terlihat begitu kesal oleh perilaku Jisuu.
Malam Hari...
Restoran Cepat Saji
.
"Sayang, kamu mau makan apa?" Tanya Seohyun, yang sedang melihat menu makanan.
.
"Apapun selain Seafood" Jawab Wonwoo.
.
"Sekarang kamu mau nurutin perintah Jisuu?" Tanya Seohyun, sambil meliriknya.
.
Wonwoo terdiam dia tidak memperdulikan perkataan Seohyun.
"Kenapa Aku terus memikirkan Jisuu, Aku merasa khawatir karena dia sekarang tinggal bersama pria lain"
.
"Sayang! kamu kok ngelamun mulu sih? kamu gak enak badan?" Tanya Seohyun.
.
"Aku gppa...." Jawab Wonwoo.
.
15 Menit berlalu....
Makanan datang dan disajikan diatas meja mereka.
.
Seperti biasa Seohyun memesan seafood kesukaannya, sedangkan Wonwoo memesan beef steak.
Seohyun mengupas udang dan menyuapi Wonwoo, agar dia memakan seafood.
.
"Kamu gamau makan? cobain doang please ini enak banget tau" Ucap Seohyun, sambil menyuapi Wonwoo.
.
Wonwoo tidak bisa menolaknya diapun memakan udang itu dengan sangat terpaksa.
Seohyun tersenyum senang melihatnya sedangkan Wonwoo dia merasa sedikit tertekan karena perilaku Seohyun.
.
.
Bersambung.....