MaTa ISTiMeWa

MaTa ISTiMeWa
CHAPTER 3



Pagi 07:10


"Oke anak anak, duduk yang rapi , kita berdoa menurut kepercayaan dan agama masing masing. Berdoa mulai." Seluruh murid berdoa dalam hati sesuai kepercayaan mereka masing masing.


"Berdoa Selesai." Ucap Bu guru kelas 3B.


"Ibu harap kalian bisa bekerjasama dan saling menghargai satu sama lain.


Kalian akan memiliki teman baru.


Silahkan masuk dan perkenalan nama mu."


Ujar Bu Guru sembari mempersilahkan anak baru masuk kedalam kelas.


"Iya bu." Jawab seorang siswa yang melangkah kan kakinya masuk dan berdiri dihadapan siswa siswi kelas 3B.


Seluruh siswa dan siswi menatap dengan penuh kekaguman. Mukanya yang tampan dan seukir senyuman manis. Gaya yang elegan juga berwibawa. Badan Tinggi dan ideal.


Banyak yang memuji atas ketampanan pria tersebut. Dan tak luput dari caci makian yang memandang tak suka.


Berbeda dengan Kayra. Ia menutupi wajahnya dengan buku yang ia dirikan. Berharap tak diketahui dan tak dikenali. Kayra berdoa agar pria tersebut melupakan kejadian kemarin.


"Hai semuanya. Perkenalkan nama saya Rey A. Saya pindahan dari sekolah xxx dinegara S. Semoga kita bisa berteman baik selamanya." Ucap Rey memperkenalkan namanya.


"SALAM KENAL. SEMOGA KITA BISA JADI AKRAB."


"SALAM KENAL , NGGK USH TERLALU SOK AKRAB." Sindir para kaum lelaki.


" Rey kamu silahkan duduk disebelah Zaydan." Titah BuGuru dan menujuk ke arah Zaydan yang tengah melambaikan tangannya.


"Bu. Saya boleh tidak duduk sama perempuan yang ada disana." Pinta Rey sembari menunjuk ke aah Kayra.


"Kenapa Memangnya ? Bukan kah lebih baik duduk dengan sesama pria."Tanya Bu Guru terhadap Rey.


"Saya kan sudh kenal bu sama dia. Jadi saya bisa bertanya tanya dengannya. Klo masalah duduk sama cowok atau cewek nya saya tidak keberatan Bu." Jawab Rey panjang lebar agar diperbolehkan duduk disebelah kiri Kayra.


"Baiklah. Silahkan duduk dan ikuti pelajaran dengan tertib. kalau tidak ada yang dimengerti bisa tanyakan langsung kepada Kayra atau Bu Guru. Paham?!" Tanya Bu Guru.


"Paham bu." Jawab Rey sembarang melangkah kan kakinya pergi menuju sebelah Kayra.


"Hai Kita bertemu lagi. Apa kau sudh lupa denganku?" Tanya Rey kepada Kayra sembari menurunkan buku yang menutupi mukanya.


"Kenalkan Aku Rey , Bukankah kemarin kita belum saling berkenalan." Sapa Rey sembari mengulurkan tangannya.


"Ngomong ngomong soal yang kemaren, bisa dilupain aja gak." Pinta Kayra sembari menyatukan kedua tangannya.


" Iya gak apa apa. Udah aku lupain juga kok." Sahut Rey sembari mengelus kepala Kayra.


_Blussh_


Dengan cepat , Kayra menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya yang berada di atas Meja. Rey hanya terkekeh geli dengan sikap Kayra.


Rey tersenyum sembari mengenang sikap kekasihnya yang sama seperti sikap Kayra. Dengan muka yang memerah seperti kepiting rebus , mereka benar benar mirip.


Rey dan Kayra semakin dekat seiring berjalan nya waktu. Rey juga sering menjahili Kayra karena ekspresi nya yang menggemaskan.


Kayra pun mulai terbiasa dengan sikap Rey yang sering menjahilinya. Mulai dari mengagetkan , memfoto diam diam , mencoret namanya dibuku Kayra , bermain spidol , main air.


Rey berperilaku seakan sebagai Abang Kayra. Ia selalu melarang Kayra jika Kayra berdekatan dengan cowok yang tidak ia kenal.


Rey Juga sering melarang Kayra memakan makanan yang terlalu pedas atau rasa yang Terlalu pekat.


Hari hari Kayra dilalui bersama Rey. Bahkan kini Kayra tidak terlalu dekat lagi dengan teman sekelasnya kecuali Ayesha dan Nana. Ayesha dan Nana juga sering bermain bersama Rey.


Tanpa mereka sadari , sepanjang hari ada yang menatap mereka dengan tatapan tak suka , ada pula yang menatap mereka dengan tatapan iri. Tak dipungkiri dengan ketampanan yang dimiliki Rey , yang membuat para kau hawa iri dengan Kayra , Ayesha Dan Nana.


**Hai Author kembali


Jangan lupa


Like


Komen


Vote sebanyak banyaknya


dan bgikan pada teman teman agar mereka juga tau dengan cerita ini.


kasih saran supaya author jadi semakin semangat nulisnya.



*Sebuah jalan menuju Kegelapan.


Kehidupan yang akan dimulai saat kita melangkah kan kaki masuk kedalam dunia gelap*