MaTa ISTiMeWa

MaTa ISTiMeWa
•EPISODE 2•



KEDIAMAN PRIBADI KELUARGA ZETO


Pukul 01.25


Seorang Gadis duduk dikursi balkon dengan rambutnya yang terurai dan baju gamis putih panjangnya. Ia menatap kearah langit dengan tatapan kosongnya. Gadis tersebut mulai meneteskan air matanya.


"Don't you miss me?"


translate : apa kau tak merindukanku?


"Didn't you promise to marry me. Keep your promise so we will always be together."


translate : Bukankah kamu berjanji untuk menikah denganku. Tepati janjimu agar kita selalu bersama.


"Do you know? I miss your smile and laugh."


translate : Tahukah kamu? Aku rindu senyum dan tawamu.


"When are you coming back? I need a warm hug."


translate : Kapan kamu kembali? Aku butuh pelukan hangat.


"You promised to always be beside me."


translate : Kau berjanji untuk selalu berada disampingku.


Tangis Jane semakin pecah. Ia beranjak dari duduknya dan berjalan menutup pintu balkon, lalu kembali dan duduk dikursinya tersebut. Jane menyenderkan badannya pada kursi dan mengangkat kakinya keatas meja. Ia tertidur dengan hembusan angin malam yang sangat dingin.


---------------------------


"Kayra kan punya Samuel. Nggak boleh ada yang ngambil Kayra dari Samuel."


---------------------------


"Kayra lucu deh kalo malu."


"Samuel janji nggak akan ngegodain Kayra lagi."


--------------------------


"Kalau udah gede, Kayra harus nikah sama Samuel. Nggak boleh sama yang lain."


"Karena pangeran yang hebat harus sama princess yang terpilih."


--------------------------


"Kayra kok jutek sih sama Samuel."


"Samuel ada salah ya."


"Apa Kayra nggak suka sama Samuel."


----------------------------


"Yeaaayy... Kayra emang yang terbaik."


----------------------------


Ingatan tentang kebersamaan nya dengan Samuel terlintas. Tidur Jane antara tenang dan gelisah. Ia masih terus meneteskan air matanya walaupun sudah tertidur.


Pagi 06:38


"Jane!! Bangun Dek!!!" teriak Raka yang menggedor-gedor pintu kamar Jane.


"Bisa nggak teriaknya jangan disebelah orang." geram Rafa kesal yang berdiri telat disebelah Raka.


ceklek


Pintu kamar Jane terbuka sendiri akibat gedoran kencang Raka dan pintunya memang sedang tidak dikunci. Suasana kamar Jane benar-benar hening dan mencekam. Rafa berjalan bersembunyi di belakang Raka.


"Apaan sih.. Lepas gak?"


Rafa tak menghiraukan ucapan Raka dan tetap berpegangan dengan lengan kanan Raka dan bersembunyi di belakangnya. Mata Rafa terbelalak kaget saat melihat sebuah rambut terjuntai dilantai dengan adanya kain berwarna putih.


"HUAAA MOMMY!!". teriak Rafa dan berlari keluar kamar.


Raka menatap kearah rambut panjang tersebut dan meneguk salivanya kasar. Ia berjalan dan membuka pintu balkon yang transparan tanpa ditutup gorden atau tirai. Ia mengangkat tangannya dan menyingkirkan rambut yang menutupi wajah perempuan tersebut.


"AAA MOMMY!!" teriak Rafa dan berlari menuju dapur.


"Kenapa sih, pagi-pagi udah teriak-teriak." tanya Mommy yang masih fokus mencuci piringnya.


hosh..hosh..hosh..


"I-itu" ujar Rafa seraya menunjuk kearah kamar Jane. "Ada kuntilanak dikamar Jane."


"Bwuahahaha..." tawa Theo kencang yang sedang berjalan menuruni anak tangga dengan tablet ditangannya dan earphone dilehernya.


"Lawakan lu lucu parah." ejeknya dan bersender dipinggir pembatas tangga.


Rafa tak menghiraukan ejekan Theo dan tetap fokus pada Mommy nya.


"Terus sekarang Raka dimana?" tanya Mommy.


"di ka-"


"MOMMY!!DADDY!!" teriak Raka histeris dari dalam kamar.


Mendengar teriakan Raka, daddy Zeto tersedak dengan kopi yang ia minum. Dengan cepat Mommy Zeto melepas celemeknya dan mematikan air keran. Mereka semua berlari menaiki anak tangga menuju kamar Jane.


Raka menggedong Jane masuk kekamarnya dan membaringkan tubuh Jane kekasur. Tubuh Jane benar benar pucat dan dingin bagaikan salju. Raka menyelimuti tubuh Jane dengan selimut yang berlapis lapis.


"MOMMY!!DADDY!!" teriak Raka saat melihat wajah Jane yang semakin pucat dengan bibir yang mulai membiru.


Braakk


"Kenapa Rak?" tanya Mommy panik.


Mereka berjalan kearah Raka yang tengah memeluk erat tubuh Jane.


"Kuntilanak kan bang?" tanya Rafa memastikan.


Raka menatap tajam kearah Rafa dan melepas pelukannya.


"JANE!!" teriak mereka kaget.


"hmmm..." erang Jane dan mengubah posisi tidurnya menjadi membelakangi keluarganya.


Mereka menghembuskan nafasnya lega karena mereka mengira bahwa Jane pingsan. Mereka menunggu dan duduk ditepi ranjang Jane.


Tubuh Jane kembali dengan suhunya yang normal seperti semula. Mereka keluar dari kamar Jane dan berkumpul di ruang tamu.


"Jadi yang kuntilanak tadi?" tanya Rafa dengan kebodohannya.


"RAFA!!" teriak mereka serempak.


"Itu Jane tau nggak sih!! Bukan kuntilanak!" geram Theo kesal.


Kalau ditanya si Alien kemana. Pastinya dia udah balik ke perusahaan nya yang ada dinegara L. Biasalah Ceo pasti sibuk. Alien berangkat beberapa hari sebelum mereka pulang ke kediaman pribadi keluarga Zeto.


note : Alien maksudnya si Aileen ya.


\=\=\=\=


"ANAK-ANAK MOMMY YANG GANTENG DAN YANG CANTIK BANGUN!! KALAU NGGAK BANGUN NGGAK DAPET JATAH MAKAN!!"


Gubrak


"IYA MOM!!" jawab mereka serempak.


Semuanya keluar dari kamarnya dan berlari menuju keruang makan.


"Loh, Alex sama Axel kok nggak sekolah?" tanya Mommy bingung.


"Kan libur Mom."


"Ooh..Yaudah ayo makan."


Mereka mulai memakan makanannya dengan gaya yang elegan dan anggun. Hanya suara dentingan sendok yang terdengar. Begitu juga dengan sikap Keluarga Fredly dan Zeto. Mereka bisa disebut sebagai kaum bangsawan tingkat tinggi dengan sikapnya yang anggun dan lembut.


"Kalian nggak ada rencana mau jalan-jalan?" tanya Mommy Fran yang sibuk menggonta-ganti channel Tv. Mereka semua berkumpul diruang keluarga hanya untuk bersantai.


"Latihan aja deh Mom, ajak yang lainnya." ujar Miko dan meraih ponselnya yang berada dimeja.


¶Calling On


"Apa?" tanya Jane datar dari sebrang telepon.


"Mau latihan nggak Jane, mumpung udah lama kita nggak latihan bareng."


"hmm.. Tunggu dicafe X1."


"O-"


Tutt...tutt..


"Sialan, gua belom selesai ngomong udah dimatiin." gerutu Miko kesal.


"Natalie mau gak?" tanya Alice tanpa menoleh kearah Miko.


"Kan belum ditanya." geram Miko semakin kesal.


"Yaudah sana tanya."


Miko memutar bola matanya malas dan kembali menekan nomor di ponselnya.


Cafe X1


"Udah lama nunggunya." ujar Natalie yang baru datang dan langsung menaruh tasnya dimeja dan mendudukkan tubuhnya dikursi.


"Berangkat." ucap Jane datar dan beranjak dari duduknya.


"Astaga gua baru duduk."


"Makanya kalau misalnya janjian jam 10 jangan berangkat pas jam 10 nya." sahut Alice dan berjalan mengikuti Jane diikuti oleh Miko dan abang-abangnya.


"Kayaknya didaftar keluarga gua lebih tua deh, kok gua malah dinistain sama adek sendiri." gumam Natalie pelan dan berlari mengikuti yang lainnya yang sudah lumayan jauh.


Sesampainya di Hidden Agency mereka di kagetkan oleh keempat pria yang datang kehadapan mereka dengan beberapa kue ditangannya sambil menyanyikan lagu 'selamat ulang tahun'


JANGAN LUPA UNTUK LIKE DAN VOTE SEBANYAK BANYAKNYA. KASIH RATE 5 JUGA YA. SAMA KARYA KEDUA AUTHOR. INGET, LIKE ITU GRATIS NGGAK BAYAR KOK.


SEE YOU NEXT TIME