MaTa ISTiMeWa

MaTa ISTiMeWa
CHAPTER 10



1 Tahun Kemudian..


Kayra dan Samuel masih setia beras diruangan tersebut. Dengan kondisi kaki dan tangan yang dirantai.


"Muel, masih inget gak sama janji kita waktu itu." Tanya kayra dengan tatapan kosongnya.


"Inget. tapi jangan panggil aku muel, aneh tau." Cemberut samuel yang membuat kayra tertawa kecil.


Malam Itu


Ceklek


Suara pintu yang dibuka dengan pelan, namun tergesa gesa. Bi rui masuk dengan nafas yang terengah engah. Ia berjalan mendekat ke arah samuel dan Kayra yang tampak kebingungan.


"Berjanjilah untuk bertahan hidup. Berjanjilah untuk menjadi lebih kuat." Ujar bi rui seraya memegang pipi samuel dan kayra.


"Andaikan saat kalian berhasil keluar, jangan lupa kembali untuk membalaskan dendam. Bertahan walau salah satu dari kalian tumbang. Kalian harus ingat , saat kalian keluar nanti, kalian harus tetap berjalan. Dan gapai mimpi kalian." Tambah bu rui dengan air mata yang lolos membasahi pipinya.


Samuel dan kayra hanya mengangguk. Walau mereka belum sepenuhnya mengerti. Bi rui mengecup kening samuel dan kayra pelan, dan bergegas pergi meninggalkan ruangan. Samuel dan kayra sudah menganggap bi rui sebagai seorang ibu yang selalu menyanyangi mereka.


***


"Suka banget sih manggil aku muel. Nama aku samuel. S-A-M-U-E-L dibaca SAMUEL." tegas samuel kesal.


" Tapi kan kayra manggil muel supaya beda sama yang lainnya. Itu artinya samuel cuman milik kayra doank. Berarti samuel nggk mau donk." Ucap kayra berpura pura sedih. Membuat samuel tak tega dan menghembuskan nafasnya kasar. " Oke. Tapi yang manggil muel cuman boleh ayra doank."


Ayra? Pikir kayra penasaran.


"Ayra itu Panggilan sayang buat muel." Ujar samuel seakan mengerti apa yang dipikirkan kayra. Dan sukses membuat wajah kayra memerah mendengar kata 'sayang'


" Umur Ayra sekarang kan 9 tahun. Berarti umurnya muel berapa?" Tanya kayra penasaran.


" 10 tahun. Berarti kita cuman beda 1 tahun."


" Tua donk "


" itu muda tau " geram muel kesal.


Kayra hanya terkekeh kecil.


()()()()()()()()()()()


Hari hari mereka dilalui dengan canda tawa. Tak lupa dengan penyiksaan yang diberikan oleh Kaila dan Nyonya Alensia. Bi rui yangdatang diam-diam untuk menyuapi makanan dan bercerita bersama.


Sampai pada Akhirnya


Bi rui masuk dengan terburu buru. Dengan cepat bi rui membuka rantai yang terdapat dipergelangan tangan dan kaki kayra, begitu pula dengan samuel. Bi rui membawa lari kayra dan samuel dari rumah tersebut dan berlari kehutan. Beberapa orang mengejar mereka dan menembakkan peluru ke berbagai arah. Mereka Berlari sekuat tenaga dan berhenti di pinggir sebuah jurang. Mereka beristirahat sebentar.


" Bi rui dapet kuncinya darimana." Tanya kayra dengan nafas yang tersenggal senggal.


Bi rui menceritakan bahwa selama ini, ia bersikap layaknya pembantu setia. Dan ia dipercayai Nyonya Alensia untuk membersihkan ruangan yang tak pernah dimasuki oleh para pembantu. Ia memanfaatkan keadaan untuk mencari kunci yang merantai kayra dan samuel. Namun, alarm berbunyi. Dengan tergesa gesa bi rui menghampiri ruang bawah tanah dan melepas rantai yang mengikat pergelangan tangan kayra dan samuel.


Seketika obrolan mereka terhenti saat melihat orang-orang berjubah telah mengepung mereka.


Prok prok prok


Dengan sigap bi rui merentangkan sebelah tangannya dengan maksud menutupi tubuh kayra dan samuel.


"Sangat hebat rui. Kau bahkan berani berkhianat demi seorang anak kecil. TANGKAP DIA." Perintah Nyonya Alensia kepada salah satu orang berjubah. Yang dikenal dengan sebutan Rian. Orang yang memisahkan Zero dan Kayra saat ditaman.


Rian menarik paksa bi rui.


"LEPASIN BI RUI.." Teriak kayra sembari menarik salah satu pergelangan tangan bi rui.


"Lepaskan tanganmu atau dia akan mati." Ucap Rian dingin dan menyodorkan sebuah pistol ke kepala bi rui.


Samuel menarik tangan kayra dan memeluknya erat. Terasa bahwa ada air mengalir di baju samuel. Kayra terisak tanpa membalas pelukan samuel.


Rian membawa bi rui ke hadapan Nyonya Alensia.


"Kita lihat seberapa lama kau bertahan hidup bersama kedua anak kecil tersebut. " Sinis Nyonya Alensia sembari mencengkram kuat dagu Bi rui dan tersenyum licik.


"MEREKA TIDAK BERSALAH... LEPASKAN MEREKA DAN BIARKAN MEREKA HIDUP IBLIS. " Teriak bi rui menggelegar.


plakk


"Ingat. Aku tak suka dibentak. Apalagi dengan orang rendah seperti dirimu."


Bi rui berusaha kabur bersama kayra dan samuel. Namun , sebuah pelatuk ditarik dan tepat mengenai dada bi rui.


dor


"BI RUI" Teriak kayra dan samuel seraya menggoyang goyang kan badan bi rui. Kayra menangis histeris dan memeluk erat tubuh bi rui.


Samuel menarik paksa tangan kayra dan melindungi tubuh mungil kayra dibalik tubuhnya.


"Ingat apa pesan bi rui.Kita harus keluar dari sini , terus berjalan , menggapai mimpi dan kembali untuk membalaskan dendam." Lirih samuel agar tak terdengar oleh orang-orang berjubah.


"Kembali atau mati" Sahut Nyonya Alensia dingin.


"Aku tidak akan pernah kembali jika bukan untuk membalaskan dendamku , kayra dan bi rui." Jawab samuel dengan mata yang melotot.


"Baiklah jika itu yang kau mau."


Samuel membawa lari kayra dan menerobos orang orang berjubah. Nyonya Alensia mengisyaratkan untuk tidak menghadang dan membiarkan mereka lari. " kita lihat sampai mana mereka mampu berlari."


Samuel berlari mengikuti arah jurang.


Dor


dor


dor


Beberapa tembakan yang mampu membuat tubuh kayra bergetar ketakutan. Samuel menangkap tubuh mungil kayra yang terkulai lemas.


Suara tembakan kembali terdengar. Namun dalam jarak yang sangat dekat. Nyonya Alensia bersama pasukannya kembali mengepung samuel dan kayra.


"Apakah kau masih ingin lari?" Tanya Nyonya Alensia sinis.


Samuel melakukan hal yang sama saat bi rui telah abruk.


"Baiklah. Tanpa basa basi. TANGKAP MEREKA."


"LEPAS..LEPAS. KAU TELAH MEMBUNUH BI RUI, DAN SEKARANG KAU INGIN MEMBUNUH KAMI JUGA. HAH?!" Teriak Samuel.


plakk


"Bukan kah sudah kubilang, bahwa aku tak suka dibentak." Ucap Nyonya Alensia mendekat kearah samuel.


Samuel menggigit tangan orang berjubah yang menarik paksa tangannya.


Bugh


bugh


Samuel menonjok dan menendang tubuh Nyonya Alensia.


Jleb


"SAMUUEELL..." Teriak kayra histeris dan melepas cengkraman orang berjubah. Berlari menghampiri samuel yang terbaring lemah dan menaruh kepala samuel di pangkuannya.


"Tepat sasaran. Bukan kah aku sudah bilang jangan pernah menduakanku." Ucap Kaila yang menembakkan anak panah kearah samuel tepat dari atas pohon.


" Muel kan kuat, jadi muel harus bertahan. Muel kan janji mau nikah sama Ayra di masa depan. Kalau nggk ada pangeran princess sama siapa." Tanya kayra dengan airmata yang tumpah yang membasahi muka samuel.


"kan pangeran ada banyak. Mana mungkin ada pangeran yang nggk mau sama princess kayra." Jawab samuel terbata bata dan mengelus pipi kayra.


Nyonya Alensia berjalan mendekat kearah kayra diikuti oleh beberapa orang berjubah dibelakangnya. Namun langkah nya terhenti.


Suara helikopter yang terdengar keras mendekat kearah mereka berada. Helikopter tersebut berhenti tepat diatas kayra dan samuel. Beberapa orang turun dan menembaki para orang berjubah. Nyonya Alensia berhasil kabur bersama Kaila meninggalkan tempat tersebut.


Tanpa diketahui, salah satu orang berjubah menarik kayra dan menodongkan pistol kearah kayra. "Siapa pun yang mendekat , maka dia akan mati." Ancam orang tersebut.


Samuel yang masih setengah sadar berjalan mengendap-ngendap kebelakang orang tersebut. Ia menarik orang tersebut dan terjatuh ke jurang yang dalam.


"MUUEELL" Teriak kayra selepas melihat samuel jatuh kedalam jurang. Bruk. Tubuh kayra lemas dan pingsan. Dengan cepat Zero menarik tangan kayra ke dalam pelukannya.Ia menggendong kayra dan berjalan kearah helikopter.


**Oke Fiks gua kesel banget nulisnya. Gua kesel juga dengan otak gua kenapa harus buat alur cerita si samuel mati. Gua ngebayangin tiap adegan apalagi pas samuel jatoh ke jurang.


Tinggalkan jejak ya . Byeee see you next time.