MaTa ISTiMeWa

MaTa ISTiMeWa
CHAPTER 11



Z'L HOTEL


Kayra mengerjapkan matanya dan bersandar di pembatas ranjang berukuran king size tersebut. Ia mengumpulkan kesadarannya dan mengingat-ngingat kejadian sebelumnya. Air mata kayra berderai, ia turun dari ranjang dan bergegas keluar kamar.


Ceklek


Seorang pria memasuki kamar dan membawa sebuah nampan berisikan makanan. Ia menyuruh kayra untuk duduk , dan menaruh nampan tersebut di meja. Tanpa pikir panjang , kayra menuruti pria tersebut , dan duduk di tepi ranjang. Pria tersebut membuka hodienya dan


"KA ZEEROOO..." Teriak kayra , dan langsung berlari memeluk tubuh Zero. Kayra menangis sejadi-jadinya dan menceritakan seluruh kejadian saat mereka berpisah. Rahang Zero mengeras. Ia mencoba menahan amarahnya dan tak melampiaskannya di hadapan kayra.


"Kak Zero udah nyuruh beberapa orang buat nyari muel kamu. Kita tunggu kabar dari mereka." Ujar zero menenangkan.


"Muel pasti Selamat kan kak?" Tanya kayra memastikan. Zero terdiam dan mengeratkan pelukannya. Kayra memukul dada zero berkali kali.


Kayra melepas pelukannya dan berlari keluar. Banyak yang ingin menghentikan kayra. Namun mereka mengurungkan niatnya. Kayra berlari keluar hotel tanpa arah , dan terus berlari tanpa alas kaki. Air mata yang berderai , mengalir tanpa henti pada setiap langkah kayra. Sedangkan disisi lain, Zero hanya diam termenung di tempat yang sama. Tanpa sadar , matanya mengeluarkan sebuah kristal kecil secara terus menerus. Zero menatap jendela dengan tatapan kosongnya.


 


*Bruk*


Kayra terjatuh akibat sebuah batu. Ia meringkuk dan tetap menangis. Seakan tak merasakan luka lecet di lututnya. Seorang gadis menghampiri kayra dan membantunya berdiri. Ia membawa kayra menuju sebuah gubuk kumuh. Bahkan pakaian yang dia kenakan sudh tak layak untuk dipakai.


Gadis tersebut membersihkan luka kayra.


" Emang nggak sakit? " Tanya gadis tersebut memiringkan kepalanya. Kayra hanya menggeleng pelan.


"Kamu kenapa? kok nangis." Tanya sang gadis penasaran dan menghapus air mata yang membasahi pipi kayra.


Ia duduk disebelah kayra dan memeluk tubuh kayra.


" Mungkin kamu belum bisa cerita. Nangis aja nggk apa apa kalau itu bisa membuat kamu tenang."


"Oh iya , kenalin nama aku Lili." Ucap lili menjulurkan tangan dan tersenyum manis. Kayra membalas uluran tangan lili.


"Kayra. Kamu tinggal sendiri disini? Orang tua kamu mana?" Tanya kayra celingukan mencari sosok orang tua lili.


" Udah nggk ada. Mereka udh tenang di alam sana sama kakak aku." Jawab lili dengan senyum paksanya. Kayra memeluk tubuh lili erat. Mereka menangis bersama gemuruhnya hujan lebat dan petir yang kilat.


Selang beberapa waktu, Zero dan beberapa orang dari S'E AGENCY. Ia menghampiri kayra dan lili, dan mengajaknya untuk kembali ke hotel. Kayra meyakinkan lili bahwa zero adalah orang baik. Mereka pergi meninggalkan gubuk kumuh yang sudah mau roboh akibat derasnya hujan.


Z'L HOTEL


Zero membuka kamar hotel VVIP untuk kayra dan lili. Ia pikir , mereka tak mungkin mau dipisahkan. Zero memesan pakaian untuk anak anak. Ia memberikan pakaian tersebut kepada kayra dan lili. Mereka mandi bersama di kamar mandi hotel yang berukuran besar dan mewah.


Kayra terdiam. Ia tak berani menyentuh air mengingat luka luka yang ada ditubuhnya. Luka yang dihasilkan oleh Kaila dan Nyonya Alensia. Lili menghampiri kayra dan mengajaknya berendam di sebuah bathub besar. Ia mengisi bathub dengan air hangat. Lili terkejut saat melihat luka luka yang ada di tubuh kayra saat mereka sedang berendam. Kayra menceritakan semuanya dari awal hingga akhir.


Lagi lagi lili terkejut. Lili menceritakan bahwa ia mengalami hal yang sama.Ia diselamatkan dari keluarga Alensia oleh sebuah keluarga yang mengadopsinya. Namun, salah satu saudara angkatnya iri pada dirinya. Ia memfitnah lili telah meracuni ibunya dan berakhir di gubuk kumuh yang selama ini ia tempati.


Kayra merasa bahwa jalan kehidupan mereka sama. mereka berjanji untuk saling terbuka dan menjaga satu sama lain. Setelah mandi mereka memakai baju kembar yang dipesan oleh Zero.


Karna penasaran, kayra dan lili keluar kamar secara bersamaan.


Jegrek


Suara pintu kamar mereka tertutup. Kayra dan lili saling memandang , mereka tertawa terbahak\-bahak saat tau mereka terkunci diluar. Mereka berkeliling dan turun kelantai dasar menggunakan lift. Mereka meminta bantuan seorang pria paruh baya yang berada didalam lift.


Kayra dan lili berjalan mengitari taman yang dekat dengan Z'L HOTEL. Bercanda tawa ria dan bertukar cerita. Menikmati hembusan angin kencang yang menerpa rambut mereka.


Disisi Lain


Zero bersama dengan Tuan Lee berada di dalam lift. Mereka membawa nampan berisikan makanan untuk kayra dan lili. Karna makanan yang dibawa zero sebelum ada lili di tinggalkan dikamar yang lain.


Setelah keluar dari lift , Zero dan Tuan Lee berjalan menghampiri kamar kayra dan lili.


Jegrek


Zero dan Tuan lee berjalan masuk dan menaruh nampan di meja.


"Kayra...Lili makan!!"


hening


"KAYRA..LILI MAKAAN"Teriak Zero seraya berjalan ke setiap ruangan.


Zero keluar dari kamar mandi dengan tergesa-gesa. Dan berlari keluar kamar sambil menarik Tuan Lee. Zero mengambil hp disakunya dan memencet salah satu nomor anak buahnya.


*calling on


"cari anak yang tadi kita bawa. kayra sama lili. SEGERA"


Zero memerintah kan semua orang untuk mencari kayra dan lili. Ia menyusuri setiap tempat dihotel. Ia berlari keluar hotel dengan panik.


Ia menganga tak percaya. Zero memegang dada nya dan mengelus-ngelus dadanya.


OMG!! Oke dari tadi gua nyari. gua panik. gua khawatir. gua kecapekan. gua keringetan. dan ternyata mereka lagi main bunga dengan angin yang kencang dan sejuk ini. sabar...


Zero menghubungi semua orang bahwa kayra dan lili telah ditemukan. Ia berjalan menghampiri kayra dan lili, dan duduk di sebuah bangku taman.


"Udah dari tadi disini?"Tanya Zero memperhatikan kayra dan lili.


"IYA. DARI KEKUNCI." Jawab mereka serempak.


Zero menahan tawanya.


"Kok bisa kekunci?"


"Karna kartunya nggk ada di kita."


Kayra dan lili berlari lari ditaman penuh bunga. Sedangkan Zero hanya memperhatikan, dan sekali-kali memfoto kejadian tersebut.


Disisi lain. Kedua orang yang sedang menggerutu dan memaki kebodohan mereka. Mereka tak bisa menangkap dan mengurung seorang anak kecil. Anak kecil tersebut lolos diselamatkan oleh Tuan Kim.


**


Kayra dan Lili tidur dalam satu ranjang berukuran king size. Zero tengah berbincang oleh seseorang dalam telpon. Tuan Lee sedang merencanakan sesuatu dengan beberapa Temannya. Sedangkan beberapa anak buah Tuan Lee sedang mempersiapkan keberangkatan mereka.


Sore 15:30


Kayra dan lili terbangun dari tidurnya. Mereka melangkahkan kakinya kekamar mandi. Setelah mandi , mereka memakan makanan dilantai 4 bersama Zero.


Zero menyuruh mereka untuk menunggu di lobi bersama Tuan lee. Tuan Lee selalu setia dengan topeng yang ia kenakan dari awal. Dua mobil sport berhenti tepat dihadapan mereka. Zero membuka kaca mobil dan menyuruh mereka untuk masuk. Lili satu mobil dengan Zero. Sedangkan kayra satu mobil dengan Tuan Lee.


Mereka berjalan menuju bandara. Namun sebelum itu , mereka membeli macaron , dessert , hamburger dan ice cream. Sesampainya dibandara , Zero dan Tuan Lee membawa koper dan menggandeng tangan Kayra dan Lili.


"Kita mau kemana kak?" Tanya kayra dan lili penasaran.


" Negara Y " Jawab Zero dan Tuan Lee secara bersamaan yang hanya dibalas anggukan oleh kayra dan lili.


**Pesawat


"Kita mau ngapain ke negara Y?"


" Ngapain aja." Jawab Zero santai.


"Ngipiin iji." Ledek kayra dan lili bersamaan yang membuat Zero geram. Beda halnya dengan Tuan Lee, ia hanya memandangi dengan tatapan datarnya.


Kayra dan Lili memakan cemilan yang tadi mereka beli. Dan sering meledek Zero yang begitu malas. Bahkan mengganggu Zero yang ingin tertidur.


Mereka turun dari pesawat pribadi Tuan Lee. dan berlari sembari berputar putar.


"WELKOM TO NEGARA Y" Teriak kayra dan lili , yang membuat semua orang melihat kearah mereka.


"Rip bahasa inggris." ujar Zero seraya menggelengkan kepalanya menahan malu. Sedangkan Tuan Lee sudah berjalan lebih cepat, karnaerasa malu dengan kayra dan lili yang sedari tadi teriak.


Zero menarik kerah belakang baju kayra dan lili , dan membwanya keluar bandara. Mereka menaiki sebuah mobil milik Tuan Lee berwarna hitam. Tuan Lee turun lebih dahulu disebuah tempat.


Sesampainya ditempat tujuan , Kayra dan Lili memandang kagum kearah sebuah mansion besar dan memasuki gerbang. Mereka disambut oleh keluarga Fredly dari depan pintu dengan senyum hangatnya.


Mata Kayra terbelalak kaget menangkap sesosok pria yang berdiri di antar keluarga Fredly.


"KAK REEEY..."


Jangan lupa


Like


Komen


Vote sebanyak banyaknya


Tunggu episode selanjutnya



***Hal paling menyakitkan adalah saat kita harus merelakan orang yang kita cintai.


See You Next Time*