
Pukul 21:58
"Udah bang." ucap Jane dan memindahkan berkas-berkas yang ia tanda tangani ke meja Kevin.
"Kurang 2 menit. Bagus, tapi masih terlalu lambat. Paham?!"
Jane mengangguk dan berjalan kembali ke sofanya. Ia memakan beberapa potongan cake yang di pesan Kevin tanpa membagikannya ke Kevin. Jane memakan dengan tenang dan menghabiskan sekitar lima potong kue dan satu gelas jus alpukat serta susu putih dan susu coklat.
Dua puluh menit berlalu, Kevin sudah selesai dengan tugasnya dan sedang merapihkan berkas serta dokumen dimejanya dan memindahkan nya ke lemari. Sedangkan Jane masih asik dengan ponsel dan cakenya.
Kevin menoleh kearah Jane.
"Jane, kamu ngabisin semua cake nya." ucap Kevin seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat.
Jane mengangguk tanpa menoleh kearah Kevin.
"Bu-buat abang mana?" tanya Kevin dan menunjuk kearah dirinya sendiri.
Jane menoleh kearah Kevin dan membalasnya dengan sebuah cengiran tak berdosa dan mengajukan kedua jarinya ( Piece ). Kevin memijat pelipisnya dan berjalan mengambil jaketnya.
"Ayok pulang." sahut Kevin yang sudah berada diambang pintu ruangannya.
Jane menganggukan kepalanya dan memakai jaket yang diberikan Kevin.
"Naik apa bang?" tanya Jane yang kembaki sibuk memainkan ponselnya.
Kevin tak menjawab pertanyaan Jane dan terus berjalan sampai mereka berada tepat di depan gedung Hidden Agency. Kevin mengambil motor ninjanya dan berhenti tepat dihadapan Jane. Kevin mengisyaratkan Jane untuk naik ke motornya.
"Kan nggak boleh naik motor sama Mommy."
"No problem." ucap Kevin seraya memakai helm nya.
Jane mengangguk dan berjalan menaiki motor Kevin dan memeluk pinggang Kevin agar tidak terjatuh. Kevin melajukan motor nya dengan cepat yang membuat Jane merasa senang dengan hembusan angin malam yang kencang.
KEDIAMAN PRIBADI KELUARGA ZETO
Suara deruman motor Kevin memenuhi kediaman keluarga Zeto. Kevin berhenti tepat di pintu utama. Jane turun dari motor disertai dengan Kevin yang lamgsung membuka helm nya.
Merasa ada yang datang, Mommy Zeto langsung berlari keluar dengan terburu-buru dan langsung menjewer telinga kiri Kevin.
"Aawkhh!!"
"Ngapain ngasih Jane tugas sampe malem. Kenapa pulang nya larut, trus kenapa nganternya naik motor."
"Ngebut-ngebut an pasti kan." ucap Mommy Zeto mengencangkan jewerannya dan satu tangan menunjuk kearah Kevin.
"Nggak Mom, tadi jalannya pelan-pelan kok." jawab Kevin yang terus meringis kesakitan.
Mommy Zeto melirik kearah Jane dengan mimik wajah dan tatapan nya yang seakan bertanya.
"Bukannya tadi kita ngebut ya." ujar Jane santai tanpa dosa dan tidak menyadari tatapan Mommy nya.
Mommy Zeto tersenyum misterius dan mengangguk paham.
"Aawkhh!! Mom, sakit mom." teriak Kevin saat dirinya ditarik masuk kedalam rumah dengan sebuah jeweran.
Mommy Zeto melepaskan jewerannya tepat saat mereka berada diruang tamu.
"Jane, bangunin abang kamu. Masuk kamar, tidur." titah Mommy datar.
Glek
Jane membangunkan abangnya yang tertidur disofa dan mengajak nya pindah kekamar. Akibat Rafa yang terlalu manja, mereka bertiga tidur di kamar Jane dengan posisi Jane yang berada di tengah dan dipeluk erat oleh kedua abangnya.
Diusianya yang hampir ke tiga belas tahun. Jane memiliki proporsi tinggi badan yang lumayan dengan badan rampingnya. Jane memilih untuk membangun suatu hal yang lebih baik dan menantang. Jane membangun sebuah perusahaan dan Mafia.
Awalnya Jane membangun mafia hanya untuk menjaga Perusahaan dan keluarganya dari incaran musuh. Namun, karena suatu hal yang membuat Jane bertekad untuk melindungi dunia.
Jane memiliki banyak cabang perusahaan nya didunia. Bahkan perusahaan menduduki peringkat nomor satu didunia. Perusahaannya dibuat dan diatur dibawah pengawasan Alice. Sedangkan Natalie dan Miko memiliki perusahaannya sendiri yang menduduki peringkat nomor dua didunia.
Mereka membangun perusahaan sendiri sepengetahuan dan campur tangan keluarga. Mereka memulai semuanya dari titik terendah sampai titik tertinggi.
Walau ditpat yang berbeda, mereka selalu sibuk oleh urusan masing-masing bahkan prrnah sampai lupa untuk beristirahat. Jane selalu memandangi laptopnya dan mencari tahu tentang Ghoul dan Fuerza.
Note : Fuerza artinya Kekuatannya dakam bahasa spanyol.
Mereka diperbolehkan untuk mengendarai mobil oleh keluarganya, tapi hanya mobil lambo. Saat pulang dari kantor, Jane, Alice dan Natalie Miko bertemu disebuah jalan. Mereka mengendarai mobil dengan kecepatan maksimal.
"Jane, liat deh." ucap Alice dan menunjuk kesebuah jalan.
Jane menepikan mobilnya dan menatap kerarah jalan yang ditunjuk Alice.
"Do they have no other work." ucap Jane malas.
Translate : Apakah mereka tidak punya pekerjaan lain.
Natalie memberhentikan mobilnya dan turun diikuti oleh Miko dan Alice. Sedangkan Jane hanya diam dimobil dan menatap dari arah jendela. Merek berjalan ketempat tersebut dan bersandar pada tembok yang tinggi.
"Hai gadis, apa kamu menyerahkan dirimu sendiri kepada kami." ucap salah satu preman dan berjalan mendekat kearah Alice.
Bugh
Bugh
"Don't touch me." ucap Alice datar.
"Apa kau ingin menjadi pahlawan." ucap preman lainnya.
"To-tolong kami hikkss.." pinta seorang gadis sambil memeluk ketiga saudaranya.
Tangan Miko mengepal kuat. Ia paling tak suka melihat wanita yang ditindas apalagi dengan seorang pria. Miko berjalan menuju puluhan preman tersebut dan menghajarnya habis-habisan.
Sreett
"Kau bergerak maka dia akan mati."
Miko benar-benar tersulut emosi. Ia berjalan mendekat dan menggenggam pisau yang sedang dipegang preman tersebut. Darah segar mengalir ditangan Miko. Tapi tak ada rasa sakit sama sekali. Warna mata Miko berubah menjadi merah darah dengan jari kuku yang menghitam dan mulai memanjang.
Miko mencekik para preman yang tersisa dan menekan lehernya dengan kukunya. Sedangkan Alice dan Natalie hanya mendapat datar kearah Miko. Jane yang melihat hal tersebut tak tinggal diam. Ia membuka pintu mobil dan berlari ke arah Miko. Darah segar Miko berubah menjadi warna biru.
Jane menggenggam erat pergelangan tangan Miko. Miko yang tak menyadari langsung mencengkram lengan Jane kuat dan menoleh kearah Jane.
Deg
Tubuh Miko terkulai lemas, kepalanya menjadi pusing dan penglihatannya memburam. Miko terduduk di tanah sambil memegangi kepalanya. Kesadarannya mulai kembali, mata dan tangan Miko kembali seperti semula.
Jane berjalan mendekat kearah empat gadis yang terduduk di tanah dengan pakaian sudah tidak layak untuk digunakan diikuti oleh Natalie di belakangnya. Sedangkan Alice berjalan menghampiri Miko dan membantunya berdiri.
"What's your name?" tanya Jane seraya mensejajarkan tubuhnya dengan keempat gadis tersebut.
HEEYYOOO,, JANGAN LUPA BOOM LIKE KEDUA KARYA AKU YA,, DITUNGGU LIKE NYA OLEH AUTHOR😆. BYEE BYEEE SEE YOU NEXT TIME.
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE SEBANYAK BANYAKNYA. RATE JUGA JANGAN LUPA. LIKE ITU GRATIS LOOH