
Berusaha melupakan apa yang sudah terjadi. Menerima kenyataan dan menjalankannya. Mengikhlaskan apa yang sudah tidak bisa dimiliki.
Satu tahun telah berlalu. Sebuah kabar yang membuat mereka senang dan bahagia. Semua memperpanjang acara menginap dan membuat party keluarga. Mommy Fredly dinyatakan hamil dua bulan.
Mereka mengadakan party di halaman belakang rumah (mansion). Berbagai macam camilan dan minuman disediakan. Juga membagikannya kepada pelayan dan penjaga. Mengajaknya sedikit bersantai dan bersenang-senang.
"Mom, hp Jane ketinggalan dikamar. Jane mau kekamar dulu ya Mom." pamit Jane sopan.
Para Mommy tersenyum dan mengangguk.
Jane melangkahkan kakinya pergi. Ia menaiki lift dan berjalan kekamarnya. Setelah selesai menemukan hpnya, Jane hendak melangkahkan kakinya..
Akibat terlalu bersantai dan bersenang-senang. Mereka tak menyadari bahwa digerbang depan para penjaga telah dilumpuhkan. Para penyusup berjalan mengendap kebagian belakang mansion. Mereka mengepung tiga keluarga besar dari jauh.
Miko, Alice, Natalie, Auristela dan Vanessa. Mereka yang menyadari situasi pun dengan cepat berjalan maju mengelilingi keluarganya. Mereka mengambil pistol dalam sakunya dan menodongkannya kedepan.
Dor
Dor
Dor
Seluruh keluarga kaget. Mereka baru sadar bahwa mereka tengah dikepung.
Dor
Dor
Aksi penembakan dimulai, yang lainnya mulai mengambil posisi dan membantu menembaki para penyusup. Segerombolan penyusup datang, mereka tiba dalam jumlah yang semakin membanyak, dan peluru para keluarga sudah mulai menipis. Mereka semua dikepung dan semakin berjalan mendekat.
Jane berlari keruang senjata dan mengambil berbagai peluru, pistol dan satu senapan. Ia mengamankan para pelayan yang notabe nya baru masuk kerja. Jane berlari kearah rooftop dan menaruh senapan nya pada pinggir pembatas rooftop.
Dor
Dor
Dor
Jane menembaki para penyusup dengan senapannya dan dengan lihai. Para penyusup mencari keberadaan Jane dan mulai siaga saat Jane kembali menembaki dengan cepat.
Miko menoleh kearah Jane dan menganggukan kepalanya sekali. Jane membalas anggukan Miko. Ia mengambil sebuah tas hitam berisi peluru dan pistol.
"Alice, jaga depan." titah Miko dan berlari kearah tas yang dilempar oleh Jane. Dengan cepat Miko membuka tas tersebut. Ia membagikan seluruh peluru dan pistol, dan memulai kembali aksi penembakannya.
Jane memperhatikan dari jauh dan sesekali membantu menembak. Ia menyadari bahwa dibelakangnya terdapat seorang pria yang mengincarnya.
Sreett
Jane menggeser tubuhnya cepat dan menodong sebuah pistol pada pria tersebut.
Sriing
Pria tersebut mengayunkan pedangnya kearah Jane. Jane menahan pedang tersebut dengan senapan nya. Pistolnya terjatuh, jane menoleh kearah pistol tersebut dan menendangnya agar menjauh.
Jane mengambil celah saat pria tersebut menoleh kearah pistol yang ditendang Jane. Ia berlari cepat kearah kesamping dan menancapkan sebuah pisau pada pinggang pria tersebut.
"Aakkhh!!" teriaknya kesakitan yang membuat semua menoleh kearah rooftop.
Miko, Natalie, Rafa, Alex dan Axel memanfaatkan keadaan tersebut dan membasmi seluruh penyusup sampai tuntas.
Jleeb
Seorang pria mendadak muncul dan menusuk bagian depan perut Mom Fredly. Ia berjalan dan menghilang begitu saja dibawa angin. Semuanya berlari kearah Mommy Fredly yang mendadak pingsan.
"Mommy!!" teriak Jane dan memegang pembatas rooftop.
Duaakk
Pria tersebut (yang tadi bertarung dengan Jane) memukul tengkuk leher Jane kuat. Tubuh Jane mulai sempoyongan. Ia menggeleng kepalanya kencang dan berusaha untuk tetap sadar. Pria tersebut menyemprotkan sebuah cairan ke wajah Jane dan tersenyum smrik. Ia meninggalkan Jane sendiri yang terbaring tak sadarkan diri.
Semuanya tak menyadari bahwa Jane pingsan di rooftop. Mereka membopong Mommy Fredly masuk dan membawanya ke Ruang Medis Khusus (RMK). Daddy Zeto menelpon seorang dokter yang khusus untuk keluarga Fredly.
"Biikk.. Jane dimana?" tanya Aileen khawatir.
"Loh, bukannya tadi masih dirooftop ya(?)" jawab seorang pelayan dengan raut wajah bingung nya.
Arsenio dan Aileen berlari dengan tergesa-gesa kearah rooftop.
"Janee!!" teriak mereka serempak dan berlari menghampiri Jane.
"Dek bangun dek.." ujar Arsenio panik.
Aileen mengangkat tubuh Jane ala bridal style dan membawanya pergi keruang medis. Ia meletakkan Jane disalah satu kasur yang terdapat dalam ruangan medis.
Setelah selesai memeriksa Mom Fredly, sang dokter menundukkan kepalanya.
"Maaf Tuan, istri anda tidak apa apa dan luka dalam nya sudah saya obati. Tapi istri anda mengalami keguguran." jelas sang dokter masih dengan kepala yang menunduk.
"Nggak mungkin dok.." sahut mom Fredly yang sudah sadar.
"Nggak mungkin!!" teriaknya histeris.
"Dokter!!" teriak Arsenio yang membuat semua nya menoleh.
"Jane!!" teriak mereka serempak.
"Jane.. Bangun nak.." ucap Mom Fredly penuh kekhawatiran. Ia menggoyangkan tubuh Jane dan menangis histeris.
Kehilangan anak dalam kandungannya dan melihat anak nya yang tersayang pingsan, membuat hati Mommy Fredly terluka.
Semuanya berusaha menenangkan dan menuntun Mommy Fredly untuk kembali kekasurnya. Dokter memeriksa keadaan Jane dengan teliti.
"Nona Muda Jane hanya pingsan, ia tak mengalami sesuatu yang buruk." jelas Dokter dengan senyumnya.
Aileen berjalan ke dusuk disebelah kepala Jane, ia mengelus kepala Jane lembut dan mengecup kening Jane pelan.
"Mom istirahat dulu aja, kalau misalnya Jane bangun nanti Raka panggil ya."
Mommy Fredly tertidur dengan keadaan hati yang kacau. Yang lainnya kembali kekamar masing-masing kecuali Miko, Alice dan Natalie. Mereka tertidur di kasur Jane untuk menjaga nya.
***
Jane mengerjapkan matanya dan menoleh kearah saudaranya. Ia tersenyum melihat saudaranya yang tertidur pulas. Senyum Jane menyurut saat mengingat Mommy nya. Alice terbangun dari tidurnya.
"Jane.." panggil Alice lembut.
Jane menoleh kearah Alice dan tersenyum.
Alice merangkak pelan dikasur dan berjalan kedapur untuk mengambil makanan. Akibat pergerakan Alice, Natalie dan Miko terbangun dari tidurnya dan duduk dipinggir kasur.
Jane menyandarkan tubuhnya pada pembatas kasur. Alice kembali dengan bubur ditangannya diikuti oleh para keluarga.
"Jane makan dulu ya." ujar Mom Fransisco lembut.
Jane menggeleng pelan dan mengalihkan pandangannya.
"Mom, Jane udah bangun." ucap Raka pelan.
Mom Fredly langsung membuka matanya dan berjalan kearah Jane.
"Jane.. Jane nggak apa apa kan."
Jane menoleh kearah Mommy nya dan memegang perut Mommy nya.
"Mom, kok perut Mommy kempes." tanya Jane bingung.
Mom Fredly menahan tangisnya dan mengelus puncuk kepala Jane. Jane mulai meneteskan air matanya dan menggenggam erat seprei kasurnya.
"ja-jangan bilang...hikss..hikss" tangis Jane pecah.
"Maafin Jane Mom.. Jane nggak bisa jaga keluarga Jane dengan baik."
Ia mulai memukul dadanya yang terasa sesak. Dan beberapa kali memukul kepalanya kencang.
Mom Fredly menarik Jane dalam pelukannya.
"Mommy masih punya kalian nak.."
"Tapi Jane nggak bisa jagain Mommy."
Mom Zeto mulai mengelus punggung Jane untuk menenangkan nya. Yang lainnya hanya diam berusaha menahan tangisnya.
"Jane makan dulu ya." sahut Daddy Fransisco lemah lembut.
Auristela mengambil bubur ditangan Alice dan berjalan menghampiri Jane. Ia duduk dipinggir kasur dan mulai menyuapi Jane.
Kini Jane yang mereka kenal ramah, lembut dan humoris berubah menjadi seorang Jane yang datar dan dingin. Jane selalu fokus berlatih apa pun yang ia inginkan. Jane masih bersikap lembut lada keluarganya, tapi tidak dengan orang luar.
Mereka semua kembali kerumah masing-masing. Jane terus mencari jejak tentang Samuel yang menghilang. Namun tak ada kemajuan sama sekali.
Jane memiliki gelar S3 diumurnya yang ke 12 tahun. Ia menjalani karir bisnis nya tanpa sepengetahuan orang tuanya. Hanya Miko, Alice, Natalie, Theo dan Arsenio yang tahu tentang semuanya.
Jane sering mendapat misi dari berbagai negara. Identitasnya benar benar ditutup rapat oleh 5 negara sekaligus. Jane memulai dunia gelapnya dan membangkitkan sebuah mafia terkuat.
Bye Bye...
SEE YOU NEXT TIME.
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE SEBANYAK BANYAKNYA.