
"What's Your Name?" tanya Jane seraya mensejajarkan tubuhnya dengan keempat gadis tersebut.
Keempat gadis tersebut beranjak mundur dengan kondisi yang masih terduduk ditanah. Mereka saling berpegangan satu sama lain dengan tubuh yang bergetar ketakutan.
"Tidak perlu takut, kami tidak akan menyakiti kalian. Kenapa kalian bisa ada disini?" tanya Natalie lembut.
Alice berjalan menghampiri Jane dan Natalie sambil memapah Miko.
"Jane, tangan kamu nggak berdarah?" tanya Alice keheranan.
Semuanya menoleh kearah lengan Jane yang membekas sebuah tusukan yang dalam, tetapi tidak berdarah, melainkan dipinggir luka Jane terdapat bekas-bekas berwarna hitam. Jane mengangkat kedua bahunya dan mengalihkan pandangannya menatap keempat gadis tersebut.
"Who are you four and where are you four here?" tanya Jane datar.
"A-aku Joy, dia Reana, kalau dia Ferra, dan dia Kaylee." jawab salah satu dari mereka yang bernama Joy.
"Apa marga kalian?"
"Dan kenapa kalian ada disini?" tanya Alice datar.
Keempat gadis tersebut terdiam dan menundukkan kepalanya, Jane menghembuskan nafasnya kasar dan beranjak pergi.
"Kalian berempat ikut kita." titah Jane dingin.
Mereka menggeleng ketakutan dan mempererat pegangannya.
Jane berdecak kesal dan melangkahkan kakinya masuk kedalam mobil. Miko dkk berjalan beriringan mengikuti Jane.
"Kalau kalian mau disini, terserah. Kalian bakalan ketemu lagi sama preman lainnya. And i don't care." sahut Miko dan berlalu pergi.
Joy dkk terkejut dan langsung beranjak lari menghampiri mobil Jane dan Natalie. Mereka menggedor-gedor kaca mobil sambil terisak.
"Jangan tinggalkan kami, aku mohon." pinta Reana memohon.
"Biarkan kami ikut dengan kalian." sambung Ferra.
Natalie membuka kaca mobilnya dan mengisyaratkan untuk masuk. Begitupula dengan Jane. Joy dan Kaylee masuk kedalam mobil Jane. Sedangkan Ferra dan Reana masuk kedalam mobil Natalie. Mereka melajukan mobilnya cepat menuju suatu tempat.
×××
"Panggil manajermu kemari." titah Alice datar.
"Baik." jawab resepsionis sopan dan menelfon sekretaris manajernya.
Jane duduk disofa dengan kaki kiri yang memangku kaki kanannya. Ia meneliti sekeliling ruangan yang berdominan warna putih tersebut.
Mereka berada di sebuah perusahaan besar yang menjual berbagai rumah, apartemen, dan mansion mewah yang terletak diberbagai negara.
"Ada yang bisa saya bantu Nona." ucap sang Manajer ramah.
"Saya ingin membeli beberapa mansion." jawab Alice datar.
"Mari ikut keruangan saya."
Mereka semua berjalan menuju ruangan Manajer termasuk Joy dkk.
Manajer Room
"Silahkan duduk Nona."
Jane duduk disofa dengan posisi yang sama seperti tadi. Sedangkan yang lainnya hanya berdiri dibelakang dan disebelah Jane.
Manajer tersebut mengambil beberapa map nya yang berisi keterangan tentang mansion-mansion terbaiknya.
"Anda bisa pilih sesuka anda Nona. Kalau ada yang mau ditanyakan silahkan."
Jane melihat beberapa map dan foto foto didalamnya, ia juga menunjukkan foto tersebut ke teman atau saudaranya.
"Pertama saya mau beli Yang ini dan yang ini." ucap Jane dan menunjukkan dua mansion pilihannya.
"Tapi apa ada yang dinegara F." tanya Jane serius.
"Tunggu sebentar Nona, akan saya periksa."
Manajer tersebut memeriksa mapnya dan mencari beberapa letak mansion yang dipilih Jane.
"Ada Nona, tapi mansion kedua yang anda pilih berada di negara Rusia. Apa anda berkenan." ucap sang Manajer.
"Berapa harga keduanya."
"Harganya xxxx Nona."
"Jane menyerahkan black cardnya dan membayar uang mansion yang ia beli.
Info : Jumlahnya nggak usah dikasih tau ya,, nanti jiwa misqueen author meronta.
" Terimakasih Nona, Jangan lupa untuk berkunjung kembali." ucap Manajer dan membungkukkan sedikit badannya.
Jane beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut. Ia benar-benar merasa puas dengan layanan diperusahaan tersebut. Bukan hanya perusahaan nya yang besar, juga dari perilaku para karyawan yang ramah dan sopan. Bahkan saat Jane membawa masuk Joy dkk yang memakai pakaian yang sedikit tidak layak.
"Alice, ajukan kontrak kerjasama dengan perusahaan ini."
"Baik." jawab Alice sopan dan menelfon sekretaris Jane.
•Calling On
"Leon, ajukan kontrak kerjasama dengan perusahaan xx." ucap Alice.
"Sungguh keberuntungan." ucap Leon dari sebrang telepon.
•Calling Off
Leon merupakan sekretaris dan orang kepercayaan Jane dan Alice diperusahaan. Sedangkan Keenan merupakan sekretaris dan orang kepercayaan Natalie dan Miko.
Jane memberhentikan langkahnya dan membalikkan badannya.
"Hubungin Mommy, Kita ke negara F sekarang." ucap Jane dan menunjuk Miko dkk menggunakan kacamata hitamnya.
Setelah selesai, Mereka berangkat menuju Mall terbesar dinegara Y dan membeli baju untuk Joy dkk. Banyak pengunjung yang menatap jijik kearah mereka kecuali Jane.
"Pilih baju yang kalian suka sebanyak-banyaknya. Nanti Jane yang bayar." ucap Natalie dan melirik kearah Jane dengan senyum tak berdosanya.
Jane memutar bola matanya jengah dan mengangguk pasrah.Mereka semua mencari baju yang mereka sukai. Dan disaat mereka ingin mencoba sepatu, salah satu pegawai tersebut menjegah Joy dkk untuk duduk disofa yang disediakan. Joy dkk hanya menundukkan kepalanya malu dan memilih untuk mengembalikan sepatunya.
Jane yang sedang berkeliling melihat baju langsung datang menghampiri Joy dkk diikuti oleh Miko dkk.
"Apa salah jika seorang pelanggan datang dan ingin mencoba sepatu yang diinginkan." ucap Jane dingin.
"Tapi mereka bisa membuat kotor tempat saya Nona. Dan mereka bisa membuat barang-barang disini menjadi rusak dengan tangan mereka." ucap pegawai kesal.
"Barang-barang kalian memang jelek, lalu apanya yang mau rusak." balas Jane dengan senyum sinisnya.
"Maaf Nona, Anda berkata seperti itu bukan karena anda tidak bisa bayar kan."
Jane memutar bola matanya malas dan duduk disofa kecil yang sudah disediakan.
"Duduklah." ucap Jane pada Joy dan Miko dkk.
Miko dkk langsung mendudukkan tubuhnya tanpa ragu. Sedangkan Joy dkk sangat malu untuk duduk disofa yang terlihat mewah tersebut.
"Jika kalian duduk, maka kalian harus membayar ganti rugi sofa itu." ucap sang pegawai tak terima.
"Aku yang menyuruh kalian duduk." ucap Jane datar.
Joy dkk duduk difosa yang bersebelahan dengan Jane.
"Panggil manajermu kesini sekarang."
"Tunggu saja." ucap pegawai dan menelfon manajernya.
Beberapa menit berlalu, Manajer dari kios tersebut datang dan langsung menghampiri Jane dkk.
"Apa-apaan ini, Siapa yang menyuruh pengemis ini untuk datang kemari!!!"
"Aku yang menyuruh nya." Jawab Jane dan bangkit dari duduknya.
"Aku hanya ingin berkata bahwa barang-barang mu sungguh jelek. Bahkan melihatnya saja membuatku ingin muntah." sambungnya dan bergilir menyentuh sepatu-sepatu yang ada dirak.
"Apa maksudmu!!Barang kami termasuk barang terbaik dinegara ini." jawab manajer dengan emosi yang meluap.
Sedangkan pegawai tadi hanya tersenyum smrik.
"Sungguh menjijikan."
"Natalie, hubungi dia " ucap Jane datar.
"O-oke." jawab Natalie sambil mengambil ponselnya dan menelpon nomor sekretarisnya.
Calling on
"Keen, disuruh Jane kesini sekarang."
"Dimana?" tanya Keenan dari sebrang telepon.
"Mall terbesar negara Y, dikios sepatu terbaik. Bawa beberapa bodyguard."
Calling off
"Sudah." ucap Natalie dan memasukkan ponselnya kesaku celananya.
Manajer dan pegawai tersebut hanya memutar bola matanya malas dan menatap remeh kearah Jane dkk.
Beberapa menit akhirnya Keenan datang bersama beberapa bodyguard yang ia bawa. Keenan menggunakan masker untuk menutupi identitasnya. Karena Keenan dan Leon dikenal sebagai pemilik perusahaan Jane dan Natalie, itu karena mereka selalu mengikuti rapat dan tampil didepan media.
"Beli Mall ini sekarang jangan lupakan dengan kios ini, buat atas nama dirimu." titah Jane dingin.
"Hahahaha....Apa kau bermimpi?" sinis Manajer.
Keenan menatap tajam kearah manajer tersebut dan menelfon pihak Mall.
"Sudah Boss." ucap Keenan sopan.
Drrtt..drrt..
"Silahkan kembali keruangan anda dan kemas seluruh barang anda." ucap mantan pemilik hotel.
"Kenapa pak?" tanya manajer kios bingung.
"Kios itu sudah bukan milikmu, pergi dari sana SEKARANG."
Tuutt..ttutt..
"Sudah selesai?" tanya Jane dengan senyum miringnya.
"Bodyguard, hancurkan kios ini sekarang."
"Baik Boss."
Bodyguard yang dibawa Keenan langsung menghancurkan kios itu dengan sempurna. Mereka membanting dan menginjak seluruh barang yang ada disana.
Tubuh sang manajer terkulai lemas dan jatuh terduduk dilantai. Pegawai yang tadi langsung berlari kabur meninggalkan Mall.
"Siapa kalian sebenarnya?" tanya sang manajer gugup.
"Kau pasti tau siapa aku, kan?" tanya Keenan dan berjongkok dihadapan mantan manajer tadi.
Keenan membuka masker nya dan tersenyum smrik. Mantan manajer tersebut kaget dan langsung memegang tangan Keenan.
"Ma-maaf kan aku, aku mohon maafkan aku."
"Kami tidak membutuhkan sampah sepertimu." ucap Jane dingin dan berlalu pergi.
"Kau boleh pulang." ucap Natalie pada Keenan.
Keenan mengangguk dan melangkahkan kakinya pergi bersama bodyguard yang ia bawa. .
Miko dkk dan Joy dkk berjalan mengikuti Jane. Mereka membeli baju dan keperluan lainnya ditoko lain. Para pegawai tidak ada yang berani mengusik mereka karena sempat melihat kejadian tadi.
Para pegawai pegawai dam pengunjung menatap kagum kearah Jane dkk. Gaya dan style mereka benar-benar elegan dan menarik.
Setelah selesai membeli barang-barang yang dibutuhkan, mereka pergi ke bandara dan berangkat menuju negara F dengan jet pribadi Jane.
Sesampainya Di Negara F
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN. LIKE ITU GRATIS LOH NGGAK BAYAR. TINGGALKAN VOTE DAN RATE JUGA YA. BYEE BYEE. SEE YOU NEXT TIME