
Sesampainya di Hidden Agency mereka di kagetkan oleh keempat pria yang datang kehadapan mereka dengan kue ditangannya sambil menyanyikan lagu 'selamat ulang tahun'
"make a wish and blow out the candle." ujar Rey dan menyodorkan sebuah kue ulang tahun dihadapan Jane.
"Siapa yang ulang tahun?" tanya Jane bingung sedangkan Rey hanya terkekeh.
"Hari ini kamu ulang tahun, Kayra. Karena selama ini kalian nggak pernah dirayain, jadi kita rayain langsung sekaligus berempat." jelas Rey dengan senyum manisnya.
"Nama mereka siapa?" tanya Miko dan menunjuk kearah pria yang berdiri dihadapannya, Alice dan Natalie.
"Vero Adrilian." ucap pria yang berdiri dihadapan Miko.
"Veno Adrilian." ucapnya dihadapan Alice.
"Angga Adrilian." dihadapan Natalie.
"Rey Ad-"
"Udah tau." sambung Jane cepat.
"Tunggu, kalian kembar? Kok nggak mirip." tanya Alice seraya menunjuk kearah Veno dan Vero.
"Nggak, nama kita aja yang sama." ujar Veno cepat yang dibalas anggukan oleh Vero.
"Eh, marga kalian sama, artinya kalian-"
"Kita bukan keluarga, cuman satu marga." jawab mereka serempak.
Sedangkan yang lainnya sudah memsang mode menyimak.
"Kalian keluarga terkaya Nomor 5 kan. Keluarga yang dijuluki misterius." ujar Miko bersemangat.
Mereka hanya membalas dengan sebuah senyuman dan anggukan.
"Ini kita bisa masuk sekarang nggak. Berat nih kuenya."
Mereka berjalan masuk keruang pribadi khusus untuk keluarga dan duduk di sofa yang saling bersebrangan ataupun yang single.
Vero, Veno, Angga dan Rey menaruh kuenya disetiap hadapan pemiliknya dan menyuruh mereka untum membiat sebuah permohonan.
Jane, Miko, Alice dan Natalie meminta sebuah permintaan dalam hatinya dan meniup lilinnya secara bersamaan sambil tersenyum lebar.
"Kacang mahal?" tanya Axel yang sedari tadi diam.
"Potong kuenya." ucap Alex bersemangat.
"Giliran makanan aja cepet." gumam Raka pelan yang masih bisa di dengar oleh Alex.
"Kok telinga aku panas sih, kayaknya ada yang ngomongin nih." sindir Alex dan melirik kearah Raka sambil mengusap kedua daun telinganya.
Raka hanya memutar bola matanya jengah.
Jane dkk memotong kuenya dan menyuapkan nya kepada abang-abang nya.
"Kita nggak di suapin nih." ujar Angga dan menunjuk kearah dirinya sendiri.
Natalie berjalan menghampiri Angga dan menyuapkan sesuap kue ke mulut Angga. Diikuti oleh Miko yang menyuapkan kue ke Vero dan Alice ke Vero.
Jane berjalan kearah Rey dengan senyum manisnya dan menyuapkan cake ke mulut Rey.
Cup
"Thanks. You have made my birthday colorful." ucap Jane dengan senyum manisnya.
"YAAKK!! ADEK GUA!!" teriak Raka dan Rafa seakan tak terima.
Jane tertawa lepas dan bergantian menciumi pipi abang-abangnya. Mereka semua tersenyum dan tampak senang melihat Jane dapat tertawa dan tersenyum bagaikan tak ada beban.
"Kapan kita mau latihan?" tanya Jane kembali datar.
Mereka pergi ketempat latihan dan berlatih menembak, kecepatan, ketelitian dan beladiri selama kurang lebih dua setengah jam. Sedangakn Jane masih terus berlatih UFC hingga berjam-jam.
"Jane, dipanggil bang Kevin." ucap Vero yang langsung meneguk habis minumannya.
Jane mengangguk dan berjalan pergi keruangan Kevin.
Kevin merupakan orang terpercaya di Hidden Agency. Ia bertugas mengatur segalanya dan melatih para anggota. Kevin juga merupakan seseorang yang bertugas untuk membagikan misi kepada setiap anggotanya.
Braakk
"WOOEE!!" teriak Kevin kaget dan mengelus ngelus dadanya.
"TTP" ucap Jane datar tanpa mau basa basi.
note : TTP adalah singkatan dari To The Point**.
Jane mengambil tumpukan berkas tersebut dan menaruhnya di meja kursi sofa. Jane mengerjakan berkas-berkas yang ada dihadapannya dengan teliti. Sedangkan Kevin masih sibuk dengan pekerjaanya sendiri.
Mereka fokus tanpa menghiraukan apa pun. Bahkan Jane sampai lupa dengan abang-abangnya dan adiknya.
Pukul 21:20
"Jane belum selesai juga?" tanya Axel yang mulai khawatir.
"Nggak tau, susul aja." uacal Rafa dan berjalan cepat menuju ruangan Kevin diikuti oleh yang lainnya.
Ceklek
"Jane" panggil Rafa pelan.
Mereka masuk kedalam ruang Kevin tanpa bersuara. Mereka menatap kearah Jane dan Kevin yang disekitarnya dipenuhi oleh berkas-berkas dan dokumen penting.
"Ini seriusan nggak masalah." bisik Miko pada Vero yabg berdiri tepat disebelah nya.
"Bang-ke ini harus juga." tanya Jane dan berjalan mendekati meja Kevin sambil menunjuk sebuah kertas yang menurutnya sedikit aneh.
Kevin memeriksa berkas tersebut dan tersenyum smrik.
"Tanda tangani aja, tapi keuntungan nya diubah jadi dua puluh persen."
"Kalau mereka nggak terima gimana?"
"Tinggal cabut kontrak, tarik saham dan suruh mereka bayar uang kompensasinya." jawab Kevin santai.
"Menarik" lirih Jane pelan dan menganggukan kepalanya.
Jane berjalan kembali kesofanya. Namun, matanya menangkap beberapa orang yang berdiri disebelah dan dibelakang sofanya.
"What?" tanya Jane dan memiringkan kepalanya.
"Kapan kita pulang, ini udah malem." ucap Raka datar.
"Duluan aja, entar Jane dianter bang-ke." balas Jane tak kalah datarnya.
"Jangan terlalu larut pulangnya, bahaya."
sahut Alex dan mengelus kepala Jane pelan.
"Kevin, jagain adek gue jangan sampe lecet."
Kevin dan Jane hanya membalasnya dengan anggukan. Jane mengantar mereka semua hanya sampai pintu ruangan Kevin. Mereka melambaikan tangannya pada Jane dan berlalu pergi kerumah masing-masing.
Jane kembali memasuki ruangan dan duduk disofa sambil mengerjakan berkas-berkas yang tersisa.
"Mau kopi nggak Jane?" tanya Kevin tanpa menoleh kearah Jane.
"Nggak, jus sama susu aja."
Kevin memencet tombol merah yang berada di bawah mejanya dan memesan minuman serta cemilan untuk meringankan pikiran.
Disisi Lain
Raka dan Rafa sampai dipintu rumahnya dan langsung berjalan masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Mereka berjalan dengan mata yang sudah lima watt.
Diruang tamu terdapat Mommy Zeto yang menggigit jari kukunya dengan wajah yang tampak khawatir ditemani oleh Daddy dan Theo. Mommy yang menyadari kedatangan Raka dan Rafa dengan cepat berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri kedua anaknya.
"Jane Mana?!" tanya Mommy panik dan sedikit berteriak.
Mata Raka dan Rafa langsung terbuka segar saat mendengar suara Mommy nya.
"Jane masih disana." jawab Rafa santai sedangkan Raka sudah mulai gugup dan langsung menutup telinganya.
"APAA?!!" teriak Mommy menggelegar.
"KALIAN TINGGALIN JANE DISANA?!" sahut Theo yang ikut berteriak.
"I-iya." jawab mereka ragu.
"Kita kesana sekarang."
"Eh, nggak usah Mom. Tadi Jane lagi dikasih tugas sama Kevin, nanti Jane pulang dianter Kevin kok." ujar Raka yang berusaha menenangkan Mommy nya.
Setelah sekian lama berdebat, akhirnya Mommy memutuskan untuk mengalah dan menunggu sampai Jane pulang. Yang lainnya menemani Mommy Diruang tamu sambil menonton Tv untum mengurangkan rasa bosan dan kantuk. Sedangakan Raka dan Rafa sudah tertidur dari tadi disofa.
MAAF YA BARU UP SEKARANG. JANGAN LUPA BACA KARYA KEDUA AUTHOR ,, LIKE DAN VOTE SEBANYAK BANYAKNYA. BYEE BYEE SEE YOU NEXT TIME GUUUYSSS. MUUAACHH
AUTHOR USAHAIN UPDATE SETIAP HARI KALAU NGGAK ADA GANGGUAN YA. RATE LIMA NYA JUGA DONK.