MaTa ISTiMeWa

MaTa ISTiMeWa
•EPS 8•TAHUSEGALANYA•



Sesampainya mereka semua di mansion, Joy turun dari mobil terlebih dahulu dan membuka pintu mobil Jane.


Mereka semua masuk kedalam mansion tanpa terkecuali, mafionso menatap kagum mansion Jane yang lebih megah dan besar berkali-kali lipat dari markasnya.


Mafionso berkumpul dilantai bawah kecuali Aaron, Aarav dan Jane dkk. Mereka berkumpul dilantai dua.


"Kalian bisa tinggal disini. Dan disini adalah markas baru kalian."


Salah satu mafionso mengangkat tangannya.


"Apa nama mafianya?"


"Black Rose. Kalian tahu bukan."



Black Rose,, Mawar Hitam,, Keindahan yang terpendam karena dendam,, Aura cerah yang hilang karena kegelapan..


"Dan ya, jangan pernah naik kelantai 3. Dan lantai dua untuk kalian perawatan medis dan beristirahat." ucap Jane dan hendak melangkahkan kakinya pergi.


"BAIK!! QUEENNY!!" jawab mafionso serempak.


Jane terkejut dan memberhentikan langkahnya. Ia membalik badannya dan menatap kearah mafionso.


"Queenny??" ucap Jane bingung.


"E-eh, maksud kita, Queenny itu kayak Queen. T-tapi karena sifat anda berbeda, jadi kita tambahin Y biar lebih bagus." jawab salah satu mafionso gugup.


Jane mengangguk paham. "Nama yang cukup bagus." ucapnya dan berlalu pergi.


Entah kenapa para mafionso senang mendengar jawaban Jane.


Saat disore hari. Mereka semua pergi berlatih ditempat yang sudah disediakan oleh Jane. Mereka beristirahat sekitar 20 menit dan melanjutkan lagi latihannya.


Dimalam Hari. Jane mempercayakan pada mafionso untuk memasak makanan. Mereka makan diwaktu yang sama, namun ditempat yang berbeda.


Saat sudah larut, Jane terbangun dari tidurnya dan ia berjalan kedapur untuk mengambil minum. Disaat itulah Jane melihat sebuah pintu kecil yang terdapat dilantai.


Ia melangkahkan kakinya masuk menuruni anak tangga dengan pelan dan hati-hati. Seluruh ruangan dipenuhi dengan berbagai warna laser. Jane memilih untuk mengikuti ruangan dengan laser merah.


Setiap langkah kaki Jane terdengar nyaring. Ia menelusuri lorong dengan sangat hati-hati.



Jane meraba sakunya dan mengambil ponselnya. Saat ingin menyalakan senter, salah satu laser bergerak ketangan Jane dan menghempaskan ponselnya. Untungnya tangan Jane tidak mengenai laser tersebut.


Jane tiba dilorong yang terang, ia melewati beberapa laser biru dan merah. Tanpa sengaja bajunya menyentuh laser tersebut dan membuatnya menjadi panik.


Laser bergerak seakan mencari keberadaan musuh. Jane menghindar dengan kelincahannya. Namun, saat kakinya tidak seimbang, Jane jatuh terduduk.


Seluruh laser menargetkan kearah Jane. Entah kenapa tubuh Jane menjadi kaku. Ia tak dapat bergerak saat salah satu laser biru bergerak mendekat.


Jane menutup matanya dan menggenggam tangannya erat. Akibat kuku Jane yang panjang, telapak tangan Jane berdarah, darah tersebut menetes dilantai.


STOP IT


Suara tersebut memberhentikan gerakan laser. Seluruh laser padam dan berubah menjadi lampu yang terang.


Jane melangkahkan kakinya pergi. Namun rasa penasaraanya membuatnya kembali masuk menelusuri lorong.


"Who are you?" lirih Jane pelan.


Ia melihat sebuah ruangan kaca dalam kegelapan. Terdapat seorang pria yang berdiri tegap dengan posisi membelakangi Jane.


Jane berjalan mendekat. Pintu kaca tersebut terbuka secara otomatis. Seorang pria membalikkan badannya menatap kearah Jane.


"Who are you? This is my home."


Pria tersebut mengangkat kedua bahunya. "Tapi aku sudah lebih lama tinggal disini."


Jane memicingkan matanya dan berjalan mendekat.


"What are you doing here?"


"Kau tahu aku?" tanya balik pria tersebut.


Jane menggeleng dan pria tersebut membalasnya dengan anggukan.


"Apa yang kau lakukan disini?"


"Aku hanya penasaran." jawab Jane santai.


Pria tersebut melangkahkan kakinya memasuki sebuah ruangan. Jane mengikuti pria tersebut tanpa disuruh.


"Kenapa kau mengikuti."


"Aku hanya penasaran."


Pria tersebut menghembuskan nafasnya kasar. Mereka tiba disebuah ruangan santai dengan nuansa hitam. Jane duduk disofa walau belum dipersilahkan. Sedangkan pria tersebut mengambil sebuah remot dan duduk disebelah Jane.


Tanpa Jane sadari, mereka duduk dihadapan kaca berukuran besar yang tak terlihat. Pria tersebut memencet tombol diremot.



Pemandangan tersebut muncul dari kaca besar yang ada dihadapan Jane. Jane terkejut dan tersenyum lebar.


"Aku tahu segalanya." ucap pria tersebut tiba-tiba.


Jane menoleh dan memasang raut wajah bingung.


"Bisakah kau melepas topengmu?" tanya Jane.


"Aku tidak ingin."


Jane mengangguk. "Lantas apa yang kau tahu tentangku." tanya Jane penasaran. Sebenarnya ia tak yakin dengan ucapan pria itu.


"Kau berusaha sekuat tenaga agar terlihat dingin."


"Kau berusaha sekuat tenaga untuk berlatih keras."


"Kau berusaha sekuat tenaga menahan perasaanmu."


Jane terkejut dengan apa yang diucapkan pria tersebut. "Darimana kau tahu?" tanya Jane dan memandang kearah langit.


"Apa kau tahu? Langit itu terlihat nyata." ucapnya dan menunjuk kearah langit yang dilihat Jane.


"Tapi sayangnya itu hanyalah buatan."


Jane tersenyum tipis.


"Raut wajahmu terlihat nyata dihadapan semua orang. Tetapi tidak denganku."


"Aku mengetahui isi hatimu. Dan aku mengetahui apa yang kau sembunyikan. Bahkan aku mengetahui apa yang tidak kau ketahui."


"Apa yang kau ketahui tentangku tapi aku tak mengetahuinya?" tanya Jane dan sedikit memejamkan matanya.


"Tu Fuerza."


Jane langsung membuka matanya dan menoleh kearah pria tersebut.


"Apa yang kau ketahui tentang itu." tanya Jane antusias.


"Sebelum itu, aku ingin tanya padamu, apa kau tahu tujuan mu hidup?"


Jane menggeleng ragu.


"Kau memiliki misi yang tak dimiliki orang lain."


"Dan aku berharap misi mu berjalan lancar."


"Sepertinya aku harus mencari tahunya sendiri." timpal Jane dan kembali menatap langit. Pria tersebut terkekeh kecil.


"Kau masih ingat teman mu."


"Aku tidak memiliki teman selain mereka."


Note : yang dimaksud Mereka itu Joy dkk ya.


"Kau yakin kau tak memiliki teman seorang pria?"


Mata Jane terbelalak kaget. "Sepertinya aku tak bisa meremehkan kemampuanmu."


"Siapa kau sebenarnya."


"Kita akan bertemu suatu hari nanti. Dan kau akan tahu siapa aku."


Jane mengangguk paham. "Aku menanti pertemuan kita selanjutnya."


"Apa kau tak ingin jujur?"


"Jujur apa??" tanya Jane bingung.


"Tentang perasaanmu. Jujurlah bahwa kau belum melupakan samuel."


Jane tertawa kecil. "Kenapa kau mengatakannya. Aku berusaha keras untuk melupakannya."


"Semakin kau berusaha, kau akan semakin tersakiti."


"You're right, I'm a bad liar."


Satu kristal kecil lolos membasahi pipi mulus Jane.


"I wish I could escape it, I don't wanna fake it."


"But I'm a bad liar."


"Now You Know."


"Did all my dreams never mean one thing?"


"Believe me."


"But I'm a bad liar, bad liar."


Pipi Jane semakin basah. Mungkin hanya dihadapan pria itulah Jane tidak dapat berbohong dan menyembunyikan apapun.


"Apa kau tahu kehidupanmu yang sekarang. Dan cobaanmu yang sekarang. Bahkan tidak ada apa-apa nya dengan beberapa tahun kedepan."


"Aku harap kau bisa menjadi kuat."


"Sepertinya aku harus menjadi kuat. Setelah aku tahu tujuan kehidupanku." balas Jane dengan senyum smrik nya.


"Sepertinya tidak sia-sia kau menjadi Ceo."


"Aku hanya ingin tahu. Apa itu salah?"


Pria tersebut menggeleng.


"Aku hanya memberitahu satu."


"You have to protect this world."


HAI KAKAK,, MAU RECOMENDED CERITA YANG PENUH MISTERI?? CERITA YANG MEMBINGUNGKAN?? DAN CERITA YANG MEMBUAT KITA BERFIKIR KERAS?? DENGAN ALUR YANG MEMBUAT KITA BERFIKIR DALAM!!


JANGAN LUPA BACA A MISSION. DILIKE, KOMEN, RATE DAN VOTE SEBANYAK BANYAKNYA. BYEE BYEE. SEE YOU NEXT TIME. JANGAN LUPA MAMPIR YA.