
"KAK REEYY..." Teriak kayra dan berlari memeluk rey.
" Hai " Sapa Rey membalas pelukan kayra.
" Kak Rey kemana aja. Kok nggak mas--" Ucap kayra terhenti dan memandangi wajah rey dengan raut wajah bingung.
"Kenapa?" Tanya rey seraya melepas pelukannya.
"Kak Rey masih inget sama kayra?" Tanya balik kayra sembari menunjuk ke dirinya sendiri.
Rey hanya terkekeh kecil. Sedangkan yang lainnya hanya menyimak.
"Inget lah. Masa nggk inget sama princess kayra." Jawab rey seraya mencubit hidung kayra pelan.
Ucapan Rey mengingatkan kayra pada samuel. Sebenarnya, ia ingin melupakan kejadiannya bersama samuel. Namun , mengingat samuel yang telah menemaninya selama setahun ini. Dan Menghiburnya dikala kayra menangis.
Kayra termenung dalam diam. Zero yang menyadari bahwa kayra teringat dengan samuel , menepuk bahunya pelan. Kayra terperanjak kaget dan menoleh ke arah Zero yang tengah tersenyum.
"Oh iya lupa. Kak rey terakhir kemana aja, kok nggak masuk sekolah?" tanya kayra dengan tatapan menyelidikinya.
"Nggk kemana-mana. Emang kenapa?"
Jawab rey santai.
"Kan kayra nyariin. Kok kak Rey nanya nya gitu sih." Dengus kayra kesal dengan tampang imutnya.
Uwaah kiyowo đ
Aaaa gemesh banget parah
Astaga minta dikarungin anak orang.
Gembul banget pipinya , mau nyiumđ
Huuaa anak orang lucu bangeeett.
Lucu banget sih.. Jadi pengen punya adek. bosen punya kakak doankđ
"Lucu banget sih Kayra..." seru Rey dan mencubit gemash pipi kayra.
Kayra kembali mengerucutkan bibirnya kesal. Beberapa orang menghampirinya dan mencubit pipi kayra gemash.
"Aakh sakit tau. nanti melar pipi kayra." Seraya mengelus pipinya sebal.
"hahaha.. Kalian ada-ada aja. Udah ayok masuk , jangan diluar terus." Ujar Nyonya Fredly dan melangkah kan kakinya masuk.
Mereka masuk kedalam rumah. Kayra dan lili memandang kagum isi bagian ruang tamu yang besar dan mewah.
" Nama kalian siapa?" Tanya Tuan Fredly .
"Aku kayra, dia lili." Jawab kayra sembari menunjuk ke dirinya dan menunjuk ke arah lili.
Drrtt....drrt
Calling on
"Berhasil boss" ujar seseorang dari balik telpon.
"Tunggu saya. Saya akan tiba disana dalam waktu 5menit."
Calling off
"Om , Tante... Aku pamit dulu ya. Mau ketemu sama seseorang." pamit zero.
"kak zero mau kemana? kan kita baru nyampe. Masa udh mau pergi lagi." Ujar kayra cemberut.
" Kan entar kak zero balik lagi. Kayra tunggu disini bareng kak Rey sama lili. Jangan nakal nakal ya." seraya mengelus kepala kayra.
"Janjikan entar kesini lagi." Tanya kayra mengacungkan jari kelingking nya.
Zero menautkan jari kelingking nya dengan kayra. "Janji , Byee." Kayra hanya menganggukan kepalanya pelan.
Kayra berjalan mengahmpiri Rey , dan berhenti tepat di hadapan Rey. Kayra menarik jari kelingking Rey pelan.
"Ngantuk." lirih kayra pelan.
Ia duduk mengesamping di pangkuan Rey , dan menyandarkan kepala nya di bahu Rey. Dan tertidur.
Makin gemesh parah sama sikapnya
langsung tidur donk
Tidur aja lucu. apalagi pas bangunđŁ
Rey hanya tersenyum san mengelus rambut kayra pelan.
"Dibawa ke kamar aja biar enak. Lantai 3 pintu warna Biru tua." Sahut Nyonya Fredly. Rey hanya mengangguk seraya tersenyum. Dan menggendong tubuh mungil kayra.
"Lili mau ikut gak."
"Lili ikut kayra." Jawab lili semangat , dan mengikuti langkah Rey menuju kamar.
Sesampainya di kamar , rey menurunkan kayra pelan ke kasur dan menyelimutinya. Lili berlari kearah kasur dan membanting tubuhnya kencang. Membuat Rey kaget dan menoleh kearah lili yang dibalas cengiran tak berdosa oleh lili. Lili memakai selimut yang sama dengan kayra , dan memeluk tubuh kayra. Mereka tertidur pulas dalam satu ranjang.
Tanpa di sadari , Keluarga Fredly menatap mereka dengan senyum hangatnya.
"Lucu kan mereka. Kayak boneka." Ujar Nyonya Fredly kepada anak anaknya.
Ding...Dong
"HAAII PARA SAUDARA KU. KEMBALI LAGI DENGAN KELUARGA ZETO DAN FRANSISCO." Teriak keluarga Zeto dan fransisco serempak.
Mereka melangkahkan kakinya masuk , yang disambut tatapan tajam Oleh keluarga Fredly.
"Mata nya biasa aja donk. Kan kalau keluar serem." Ujar salah satu anak keluarga Fransisco.
"KAYRAA BANG ZERO DATANG."
" DIEM!! " Bentak keluarga Fredly serempak.
Tiga Keluarga besar tersebut berdebat kecil. Sedangkan Rey Dan Zero hanya menyimak.
" Kak Rey , kok berisik sih." Ucap kayra dengan suara khas bangun tidurnya seraya mengucek matanya. Lili hanya mengangguk pelan.
"UWWAAAAH KIYOWOO..." Teriak keluarga Zeto dan Framsisco. Para anak kelurga tersebut berlari menghampiri kayra dan lili.
"Eh lucu banget parah." Ucap salah satu anak keluarga Zeto seraya mencubit pipi kayra. Mereka mencubit dan memainkan pipi kayra dan lili dengan gemash.
Kayra dan lili duduk di kaki dari setiap anak salah satu keluarga Zeto dan Fransisco. Mereka kembali tidur dengan posisi menyandar.
Karna merasa tak adil. Salah satu dari mereka mengomel dan ingin menggendong juga. Dan terjadilah aksi kejar-kejaran dirumah. Kayra dan lili masih tertidur pulas dalam dekapan orang yang terus berlari lari.
Sedangkan yang lainnya hanya menggeleng melihat kelakuan mereka.
"Udah , itu mereka lagi tidur loh." Ujar Nyonya Zeto.
Mereka menghentikan langkahnya dan kembali kesofa ruang tamu. Pada Akhirnya , kayra dan lili tidur dalam dekapan Nyonya Zeto dan Fransisco.
Ding...Dong
"Biik... Tolong bukain pintunya!!." Teriak Nyonya Fredly.
"Ini mereka boss." Ujar salah satu orang yang membawa dua anak kecil.
"Bawa kesini." Ucap Zero pada orang tersebut. Kedua anak kecil tersebut berlaru dan memeluk Zero.
Merasa tak asing. Salah satu anak kecil tersebut melihat kayra dengan teliti.
"KAYRAA!!" Teriak sang anak kecil semangat.
Merasa dipanggil. Kayra mengerjapkan matanya dan berusaha mengumpulkan kesadarannya. Ia menoleh kearah gadis kecil yang menatap nya dengan mata berbinar.
" AYESAA!! NANA!!" Teriak kayra dan berlari memeluk mereka berdua.
Sedangakn Lili hanya menatap bingung. Dan masih berada dalam pangkuan Nyonya Fransisco.
"Kalian kok bisa sama kak Zero? Atau jangan-jangan kalian diculik kak Zero." Ujar Kayra dan menatap Zero tajam.
Dih kejam amat. batin Zero bergidik ngeri.
"Udah sana mandi dulu. Abis tuh baru kesini lagi." Ujar Zero menyodorkan paper bag.
Lili beranjak dari pangkuan Nyonya Fransisco, dan berjalan mengikuti kayra yang menarik tangan Ayesa dan Nana.
Langkah kayra terhenti , dan berbalik.
"Kamarnya yang mana?"
"Yang tadi. Pas kamu bangun kamu keluar dari kamar yang mana?" Sahur Rey cepat.
"Nggak tau" Jawab kayra dengan cengiran tak berdosanya.
Rey melangkahkan kakinyaenuju kayra. Namun ,
"Tunggu dulu Tolong sekalian paper bag nya bawain. Kan berat ada empat." ucap kayra dang langsung berlari pergi kekamarnya.
" BWAAHAHAHA " Tawa seluruh orang pecah.
" Di bo'ongin. Cuman disuruh bawa paer bag doank ternyata."
Dengan kesal , Rey membawa paper bag tersebut dan melangkah kan kakinya kekamar yang ditempati kayra dkk. Rey menaroh paper bag tersebut di ranjang dan berjalan keluar kamar. Dan membanting tubuhnya kencang ke Sofa.
Sehabis mandi , mereka memakai baju yang diberikan oleh Zero. Dan kembali turun ke ruang tamu.
"TADI DUA, SEKARANG EMPAT!!"
Dengan dress untuk anak anak dan bando unicorn. Membuat mereka semakin lucu dan menggemaskan.
Kayra duduk dipangkuan Nyonya Zeto. Lili duduk di pangkuan Nyonya Fransisco. Ayesa duduk di pangkuan di pangkuan Rey. Sedangkan Nana duduk di pangkuan Nyonya Fredly.
"Oke.. Hal yang sebenarnya ingin kita bahas adalah.." Ujar Nyonya Fredly serius.
Hai maaf ya up nya lama.
Like
komen Vote sebanyak banyaknya.
tunggu episode selanjutnya.
See You Next Time