
"Oke.. Hal yang sebenarnya ingin kita bahas adalah.." Ujar Nyonya Fredly serius.
"Kita aka-"
Belum selesai melanjutkan omongannya. Salah satu anak keluarga Zeto berbicara dengan cepat.
" Tunggu dulu. Aku mau dia" seraya menunjuk kearah kayra. " Jadi adek angkat aku." Ucapnya dengan cengiran tak berdosa.
"Tapi aku juga mau dia." lanjutnya menunjuk kearah lili.
" Dia aku " ujar salah satu tak terima.
" AKU!! " teriak mereka serempak.
" Aku mau Ayesa sama Nana aja" Sahut salah satu keluarga Fransisco.
"Dia aku juga"
"Kok jadi kamu semua sih" ujarnya kesal.
"Iiiih kan aku duluan yang ketemu sama dia."
" Ya nggk bisa gitu donk. kan bagi-bagi"
"Nggak mau.. Dia cuman punya aku." seraya menjulurkan lidahnya.
"NGGAK DIA PUNYA AKU. KAMU KAN KATANYA KAYRA SAMA LILI. MASA AYESA SAMA NANA JUGA." ucap salah satu anak dari keluarga Fransisco.
"KALO KAMU AYESA SAMA NANA. BERARTI AKU KAYRA SAMA LILI." Lanjutnya kesal.
"NGGAK KAYRA SAMA LILI AKU DULUAN YANG DAPETIN. KALO AYESA SAMA NANA KAN BARU DATENG. KITA LIAT DIA BAKAL PILIH SIAPA."
Mereka berdua berdiri dan menghadap ke Ayesa dan Nana. Lalu menjulurkan kedua tangan nya kedepan.
"PILIH AKU!!"
Ayesa dan Nana hanya memutar bola matanya jengah. Dan menggeleng kearah mereka.
"Tuhkan kamu ditolak"
"kamu kali yang ditolak. kan dia didepan kamu."
"KAMU!!"
"Nggak mau dua-duanya." Ujar Ayesa dan Nana dengan suara imutnya.
😫
Mereka kembali duduk dengan tangan yang dilipat di dada, dan memalingkan wajahnya yang masam.
"Kembali ke topik utama."
"Hal yang ingin kita bahas adalah , Mereka akan menjadi bagian dari keluarga kita." Sambung Nyonya Fredly dengan senyum hangatnya.
"YEEAAY🎉 PARTY. PUNYA ADEK LAGI." Teriak mereka serempak. Namun, salah satu dari mereka memasang wajah tak senang.
Jantung Lili kembali berdegup kencang. Ia mengingat kejadian saat difitnah oleh saudara angkatnya. Lili turun dari pangkuan Nyonya Fransisco, dan beranjak ke pangkuan Zero. Ia memeluk leher Zero erat dengan tubuh yang bergetar ketakutan.
Zero yang menyadari keadaan Lili , langsung memeluk nya erat dan menenangkan nya. Yang lainnya hanya menatap penuh keheranan. Zero memberikan isyarat agar semuanya diam terlebih dahulu.
Setelah tenang. Zero melepas pelukannya dan memgang kedua lengan Lili. Ia berusaha meyakinkan lili bahwa mereka adalah orang baik.
"Lili, denger kak Zero. Dulu saat keadaan kak Zero kayak kamu. Nyonya Fredly sama yang lainnya yang ngurus kak zero sampai sekarang. Mereka menerima kak Zero, yang bahkan saat itu kak zero nggak memiliki apa-apa." Ujar Zero lembut. Lili mulai tenang dan kembali ke pangkuan Nyonya Fransisco.
"TUNGGU DULU. Mereka mau tinggal sama siapa?"
"KELUARGA FRANSISCO."
"KELUARGA FREDLY."
"KELUARGA ZETO."
Teriak mereka serempak.
"FRANSISCO." "ZETO." "FREDLY."
Kegaduhan kembali dimulai. Mereka memperebutkan Kayra, Lili, Ayesa, dan Nana untuk tinggal bersama mereka.
"KAN KALIAN UDH PUNYA 4 ANAK CEWEK. MASA MAU LAGI." Teriak Keluarga Fransisco ke Keluarga Fredly.
"KELUARGA KITA JUGA BELOM ADA ANAK CEWEKNYA. CUMAN ANAK COWOK SEMUA." Ujar keluarga Zeto.
Mereka berdebat tanpa henti. Kini, Kayra dan yang lainnya duduk sendiri disofa dan memperhatikan perdebatan mereka.
"Lama ya filmnya." Sahut Ayesa yang sedang memakan cemilannya.
Seorang pembantu yang melihat perdebatan tersebut hanya menggelengkan kepalanya. Matanya beralih ke Kayra dan yang lainnya yang sedang menatap malas. Pembantu tersebut mengambil banyak cemilan dan memberikannya ke Kayra dkk agar tidak bosan. Mereka menerima dengan senang hati.
Sadar akan sebuah cemilan, dengan cepat mereka kembali memperebutkan sebuah cemilan. Kayra dkk menganga tak percaya. Setelah memperbutkan mereka sebagai keluarga, kini memperebutkan cemilan yang masih banyak stoknya.
Ketiga keluarga besar tersebut tersadar bahwa kayra dkk menghilang. Mereka memutuskan untuk mencari keluar, dan menemukan mereka yang sedang tertawa lepas ditaman.
Matahari mulai terbenam. Ketiga Nyonya keluarga besar menyuruh mereka semua untuk masuk. Kini suasana kembaki tenang.
"Intinya sekarang siapa yang bakal ikut keluarga Fransisco."
"Siapa yang ikut keluarga Zeto."
"Dan siapa yang ikut keluarga Fredly."
"Gimana kalau misalnya mereka berempat tetap masuk dalam Data keluarga Fredly. Tapi pakai marga kita. Dan tinggal di keluarga kita." Ujar Tuan Fransisco.
"Setuju!!" jawab mereka serempak.
"Tapi keluarga Fredly juga harus mendapatkan bagian."
"Mmm... Aku wakilin keluarga Zeto, dan mengambil alih Kayra. Gimana?" ucap salah satu keluarga Zeto.
"Tapi kan Kayra istimewa."
"Iya juga sih."
"..."
"Oh gini aja, Gimana kalau misalnya kayra sama keluarga Zeto tapi pakai marga Fredly." ujarnya seraya menjentikkan jari tengah dan jari jempolnya.
"Oke."
"Kalau gitu Keluarga Fredly Nana."
"Keluarga Fransisco Ayesa sama Lili."
"YEAAY SELESAI!!" Teriak mereka senang.
"Eh.. Nama mereka aja belom diganti."
"Iya juga sih. Masa mereka harus paje nama yang ngingetin mereka sama Seluruh Kejadian."
"Sesi pembagian selesai. Saatnya sesi pengubahan nama."
Baru selesai satu. ada lagi yang muncul.
Untung nggk heboh.
Ide gua kayaknya bagus.
Ada lagi aja pake sesi segala.
Tiga keluarga besar berpikir untuk memberikan nama yang bagus kepada calon anak-anak dan saudaranya. Sedangkan kayra dkk hanya diam.
" MIKO "
" JANE "
" NATALIE "
" ALICE "
Teriak mereka serempak.
Mereka kembali heboh dengan nama yang mereka buat.
"Nyonya, makan malam sudah jadi. Mari makan" ucap salah satu pembantu.
Setelah mendengar ucapan pembantu tersebut, Mereka semua berlari kearah meja makan dan mengambil posisi. Begitu pula dengan kayra dkk.
Mereka makan dengan elegan. Hanya ada suara dentingan sendok yang terdengar. Mereka memakan semuanya sampai habis tanpa disisakan. Karena mereka tahu bahwa diluar sana ada yang mencari beras dengan susah payah. Bersyukur memiliki segalanya dan nikmati apa yang dimiliki tanpa mengeluh.
Selesai makan, semuanya kembali keruang keluarga dan membahas tentang nama yang cocok dan bagus untuk kayra dkk.
"Itu aja yang tadi namanya udah bagus kok." ujar lili tersenyum manis.
"Kan katanya tinggal ditambahin sama yang namanya marga." ucap Nana menimpali.
Mereka mengangguk setuju.
"Oke" seraya menepuk tangannya sekali. " Nama nya sudah ditentukan."
" Kayra diganti jadi Jane. Lili diganti jadi Alice. Ayesa diganti jadi Miko. Sedangkan Nana diganti jadi Natalie. Gimana?oke gak?" tanya zero semangat.
Semuanya mengangguk setuju termasuk kayra dkk.
"Oke... Marga kaliam Adalah-"
Hayoo marganya apa. Ditunggu ya episode selanjutnya. Dukung author dengan cara like komen dan vote sebanyak banyaknya. Bye Bye Author ngantuk.
See You Next Time.