
NEGARA F °BANDARA
Mereka keluar dari Jet pribadi Jane dengan gayanya yang swag. Mereka disambut oleh puluhan pria berjas dengan tubuh yang tinggi dan gagah serta kacamata hitamnya.
Salah satu pria berjas berjalan mendekat kearah Jane dan menyodorkan beberapa kacamata hitam. Jane mengambil salah satu kacamata tersebut, memakainya dan berlalu pergi. Pria tersebut menyodorkan kacamata hitamnya pada Miko dan Joy dkk. Mereka megambil kacamata tersebut dan berlalu pergi mengikuti Jane. Para pria berjas berjalan mengikuti dengan tubuh tegapnya.
Banyak orang yang menatap mereka dengan tatapan kagum dan iri. Tapi tidak ada yang berani mendekat setelah melihat puluhan pria berjas yang berjalan mengelilingi Jane dkk.
Mereka keluar dari bandara dan disuguhkan oleh beberapa mobil lambo dengan berbagai warna. Mereka menaiki mobil yang berbeda dengan masing-masing supir. Jane bersama Joy. Miko bersama Kaylee. Alice bersama Ferra. Dan Natalie bersama Reana. Sedangkan bodyguard Jane mengikuti dengan mobil lainnya.
Di Mobil `Jane
"Kenapa kalian membantu kami. Bahkan kita tidak saling mengenal. Dan kenapa kalian membelikan kami baju dan mengajak kami ke mansion baru." tanya Joy dan menghadap ke Jane.
Jane menaikkan kacamata nya dan menoleh kearah Joy.
"Aku tidak melakukan ini dengan cuma-cuma. Kalian harus menjadi anggota mafiaku." jawab Jane santay.
"APA?!" teriak Joy kaget.
"ke-kenapa harus mafia." tanya Joy merinding.
"Apa kau tak ingin balas dendam?" tanya balik Jane.
"A-apa maksudmu." ucap Joy gugup.
"Apa kau tak mengerti. Menurutku kau mengerti. Joy Angelina." ucap Jane dan menekan kalimat terakhirnya.
"Da-darimana kau tahu." ucap Joy gemetar.
"Aku tidak akan membawa segala orang asing."
"Darimana kau mengenalku."
"Aku mencari informasimu tadi." jawab Jane dan menyenderkan badannya sambil memainkan ponselnya.
"Bukankah kau hanya diam selama perjalan di bandara." ucap Joy bingung.
"Jet." jawab Jane singkat.
"Bukankah kau tadi hanya diam."
"Bodyguard ku yang mencarinya. Aku hanya membacanya."
"Jangan bertanya lagi aku ingin tidur. Perjalanan ke mansion masih sangat jauh." ucap Jane dan menutup wajahnya dengan jaket hitamnya.
Joy mengangguk dan melakukan hak yang sama seperti Jane.
"Oh iya pak, nanti kita ke tempat makan dulu ya pak." ucap Jane tanpa melepas jaket di wajahnya.
"Mau turun Non." sahut pak supir.
"Nggak usah pak, drive thru aja."
"Oke, Non."
Mereka menelusuri jalan dengan kecepatan rata-rata. Saat ditengah perjalanan, mobil Jane berbelok kearah McD dan memesan makanan secara drive thru. Sedangkan yang lainnya menunggu didepan McD.
Setelah selesai memesan, mobil Jane menghampiri yang lainnya dan Jnae turun bersamaan Joy. Mereka membagikan makanan kesetiap orang, serta bodyguard dan supir.
Mereka melanjutkan perjalanannya sekitar dua setengah jam. Jane dan Joy dkk tertidur pulas didalam mobil. Karena saat di Jet mereka terus memandangi pemandangan dan saling mengobrol satu sama lain kecuali Jane. Jane sibuk dengan ponsel dan laptopnya. Ia membaca tentang informasi keluarga Joy dkk yang dikirim oleh bodyguard nya.
Diketahui bahwa Joy dkk berasal dari keluarga terkaya di Negara California. Joy dkk berasal dari keluarga bermarga Angelina. Keluarga mereka dibantai habis oleh Keluarga Sean Glory. Karena keluarga Sean Glory menduduki peringkat kedua, sedangkan keluarga Angelina menduduki peringkat pertama.
Joy dkk semlat dibawa pergi oleh Keluarga Sean Glory. Namun Zero datang bersama pasukannya dan membawa pergi Joy dkk. Zero ditipu oleh seseorang dan Joy dkk dibawa lari. Sampai mereka bertemu dengan Jane dkk.
Sesampainya dimansion yang dibeli Jane. Mereka keluar dari mobil dan menatap depan mansion dengan teliti. Jane berjalan maju kebagian depan kanan gerbang. Sebuah kamera kecil keluar dan mengidentifikasi wajah Jane dengan teliti menggunakan cahaya laser biru.
identification accessible
Mereka melihat ke sekeliling, mulai dari taman, dan air mancur dalam kolam. Jane dkk berjalan masuk kedalam mansion diikuti oleh beberapa bodyguard. Sedangkan bodyguard yang lainnya berpencar di sekitar mansion.
Kriieet
Pintu mansion terbuka lebar. Mereka masuk ke dalam dan melihat ke sekeliling mansion. mansion tersebut sangat bersih dan rapi dengan dominan warna putih dan biru. Reana menempelkan jarinya di meja dan menyeretnya pelan. Tidak ada debu sama sekali di meja itu. Ferra membuka tirai serta jendela dan membiarkan angin berhembus masuk kedalam mansion. Jane, Alice dan Miko melangkahkan kaki yang menaik anak tangga dan memeriksa setiap ruangan.
Berapa merombak beberapa ruangan dimansion dan merubahnya menjadi tempat latihan, komputer, medis, tempat santai dan fasilitas lainnya.
Malam°Ruang Tamu
"Mansion ini akan digunakan untuk apa?" tanya kaylee yang masih memandangi sekeliling mansion.
"Markas." jawab Jane santai.
"APA?!" Teriak mereka serempak.
"Buat apa?" tanya Ferra penasaran.
"Mafia."
"Kau ingin membangun mafi Jane?" tanya Alice antusias.
"Ya, apa itu salah. Jane hanya ingin melindungi keluarga dan perusahaan Jane."
"Kami akan selalu ikut denganmu. Asalkan itu benar dan untuk kebaikan. Ingat, jangan bunuh orang yang tidak bersalah." sahut Natalie yang dibalas anggukan oleh Miko.
"Kalian kira aku menunggu izin kalian. Bahkan saat kalian menolak pun aku akan tetap memaksa kalian untuk ikut." ucap Jane dengan seringai liciknya.
"Cih, kebiasaan." decih Miko kesal dan memutar bola matanya malas yang mendapat tatapan tajam dari Jane.
"Apa kami juga harua ikut?" tanya Reana seraya menunjuk kearah dirinya dan saudaranya.
"Of course. Angelina Family." jawab Jane dengan senyum smrik nya.
Reana dkk terkejut dan tubuh mereka bergetat ketakutan.
"Jane tidak akan mencelakai kita. DN aku setuju untuk bergabung dengan anggota mafianya." sahut Joy yang masih fokus dengan ponselnya.
"APA?!" teriak Reana dkk kaget.
"Apa kalian tidak ingin balas dendam?"/tanya Joy dengan senyum miringnya.
Mereka tampak berfikir dan langsung tersenyum penuh misteri.
" Cukup menarik."
"Tidak akan pernah aku lupakan apa yang pernah mereka lakukan."
"Karena"
"Darah dibayar darah."
"Dan nyawa dibayar nyawa." sahut Jane dengan senyum smriknya.
Mereka semua bergidik ngeri dan meneguk salivanya kasar. Kini ruang tamu dipenuhi dengan hawa dingin. Miko dkk yang tak tahu apa apa memilih untuk diam.
"Tidurlah, ini sudah terlalu malam. Besok kita akan mulai dari awal."
"Cepat tidur atau.."
"Jaga Mansion diluar dan jangan masuk sampai matahari terbit." ucap Jane dengan senyum mematikannya.
Mereka semua berlari memasuki kamar yang telah ditentukan dan langsung menyelimuti diri dengan dunia mimpi. Sedangkan Jane pergi dari mansion dengan beberapa bodyguardnya tanpa sepengetahuan orang rumah.
JANGAN LUPA BACA KARYA AUTHOR YANG KEDUA. A MISSION. CERITA JYA SERU LOH. DILIKE DAN KOMEN. SERTA RATE, VOTE SEBANYAK BANYAKNYA. LIKE ITU GRATIS LOH. BYEE BYEEE SEE YOU NEXT TIME.