
Happy reading :)
Untuk melakukan sesuatu yang baru, kamu harus melepaskan sesuatu yang telah berlalu.
•••
Setelah bel berbunyi, Naya dan sahabatnya langsung menuju ke toilet sesuai permintaan Alexa yang ingin mengganti roti ambarnya.
Sesudah dari toilet, Naya mengajak temannya ke perpustakaan karena ingin meminjam novel. Naya sangat menyukai novel, jika punya waktu kosong Naya pergunakan untuk membaca novel, Naya tidak mau waktu kosongnya terbuang begitu saja.
Saat sampai di perpustakaan Naya langsung mengisi buku pengunjung, dia langsung menuju rak yang berisi novel sedangkan sahabatnya duduk di bangku yang sudah disediakan perpus untuk membaca.
Naya sibuk mencari novel yang dianggapnya menarik sedangkan sahabatnya mengobrol sesuatu yang tak jelas dan terkadang tertawa keras sampai membuat murid lain menatap mereka tajam karena sudah menganggu ketenangan mereka untuk membaca.
Yasmin melihat seorang cowok yang tidur dengan buku yang menutupi wajahnya, dia seperti mengenal cowok tersebut. Yasmin berjalan ke tempat cowok tersebut membuat Alexa mengernyit heran, ketika sampai di tempat cowok tersebut dia langsung mengangkat buku yang menutupi wajah cowok tersebut dan langsung berteriak ketika tau siapa cowok tersebut.
Mendengar teriakan Yasmin, Naya dan Alexa langsung saja menuju ke tempat Yasmin dan terkejut melihat siapa cowok di hadapan mereka.
"Kak Ken." teriak Alexa saat tau cowok tersebut adalah kakak kelasnya. Kenzi juga kaget ketika mendengar teriakan Yasmin dan membuat ia terbangun dari tidurnya.
"Siapa sih yang teriak - teriak gak jelas, ganggu tidur gue aja," ucap Kenzi dengan wajah datar karena ia marah tidurnya diganggu.
"Hehe." Yasmin hanya cengengesan mendengar ucapan Kenzi tadi.
"Lo ya?" tunjuk Kenzi kepada Yasmin.
"Iya," ucap Yasmin sambil tertawa kecil karena merasa bahagia sudah menganggu ketenangan Kenzi dari tidurnya.
"Ngapain lo teriak?"
"Kanget aja liat Kak Ken ada di sini, Kak Ken gak masuk kelas ya?" tanya Yasmin sambil memasang tampang menyelidiki.
"Gak, gue malas masuk kelas." Yasmin hanya ber oh sebagai jawaban, sedangkan Alexa dan Naya hanya memutar bola mata melihat kelakuan Kenzi yang kurang baik untuk dicontoh.
"Eh ada Naya," ucap Kenzi sambil tersenyum ke Naya. Naya langsung salah tingkah melihat senyum Kenzi yang diberikan kepadanya.
"Iya kak."
"Eh Nay, lo udah pilih novelnya kan yok lah ke kantin gue udah lapar nih. Kak Ken mau ikut kami gak ke kantin?" tawar Alexa kepada Kenzi.
"Boleh, pasti curut - curut gue juga ada di kantin."
"Ya udah, ayo," ajak Naya.
Mereka sama - sama berjalan menuju kantin. Di sepanjang jalan Kenzi terus melirik Naya yang berjalan di sampingnya, hal itu dilihat oleh kedua sahabat Naya. Saat mereka sudah sampai di kantin Kenzi melihat sahabatnya yang sedang menyantap makanan mereka, Kenzi langsung saja berjalan ke meja sahabatnya dan langsung memukul meja yang di duduki sahabatnya dengan keras membuat sahabatnya langsung tersedak karena kaget, bukan hanya sahabat Kenzi yang tersedak tapi sebagian pengunjung kantin juga tersedak membuat Kenzi tertawa lepas melihat wajah mereka yang merah karena menahan sakitnya tersedak.
Naya dan sahabatnya juga tertawa melihat wajah sahabat Kenzi yang memerah menurut mereka itu sangat lucu.
"Hahaha rasain lo," ucap Alexa sambil menunjuk ke arah Axel.
"Heh lo katain gue ha?" tanya Axel sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Iya lo lah, terus siapa lagi? kuntilanak? lo kan bukan kunti tapi gundorowo," ucap Alexa sambil memegangi perutnya karena tertawa keras.
"Eh lo yang kunti, wajah lo aja sebelas dua belas sama kunti di toilet sekolah."
"Ya enggak lah, ya kali gue bisa liat hantu bisa ngompol gue tiap hari."
"Tapi lo bilang tadi lo liat kunti di toilet," ucap Prima dengan tampang polos, Kenan langsung saja menjitak kepala Prima membuat Prima menatap Kenan dengan tajam.
"Mana mungkin si Axel bisa liat hantu, liat mungka lo aja ia udah ngompol apalagi liat hantu yang lebih serem daripada mungka lo." semuanya tertawa mendengar ucapan Kenan tersebut.
"Masa iya sih, Kak Axel ngompol liat mungkanya Kak Prima?" tanya Naya yang menurut dia itu terlalu berlebihan.
"Kenan hanya bercanda kali Nay," jawab Kenzi.
"Berisik lo pada, gue udah lapar nih. Nay lo yang pesan ya gue tunggu disini, kayak biasa pesanannya ya Nay," ucap Alexa menyuruh Naya, karena memang sekarang giliran Naya yang memesan makanan.
Mendengar itu Kenzi langsung saja menanyakan apa pesanan Naya dan sahabatnya supaya ia yang pergi memesan makanan, ia tak tega melihat Naya yang akan mengangkat makanan yang cukup banyak. Awalnya Naya menolak tapi karena Kenzi bersikeras jadinya Naya menganggukan kepala sebagai jawaban. Kenzi langsung saja pergi memesan makanan.
"Si Kenzi cari kesempatan dalam kesempitan," ucap Axel.
"Haha tumben dia rela jadi budak," timpal Prima.
"Bucin," jawab Kenan selanjutnya. Naya dan sahabatnya hanya diam mendengar celotehan dari sahabat Kenzi.
Kenzi datang dengan membawa pesanan dan langsung memberinya pada pemiliknya, mereka langsung memakannya karena memang daritadi mereka menahan lapar.
•••
Saat bel pulang sekolah berbunyi, Naya dan sahabatnya sudah berencana untuk ke rumah Naya karena mereka kangen dengan mamanya Naya dan kebetulan mama Naya menyuruh Naya untuk membawa sahabatnya ini ke rumahnya.
Mereka sudah sampai di rumah Naya dan langsung menyalami Mama Naya, Mama Naya langsung saja mengajak mereka makan bersama. Setelah mereka selesai makan, Naya dan sahabatnya langsung ke kamar Naya.
"Huaaa." Yasmin menguap karena merasa ngantuk setelah makan tadi.
"Eh lo kalau nguap tutup pake tangan dong, ntar masuk lalat baru tau rasa lo," ucap Alexa sedikit jengkel.
"Iya iya," jawab Yasmin sambil memutar bola mata.
"Eh gue rasa Kak Kenzi suka benaran sama lo Nay," ucap Yasmin sambil melihat Naya intens.
"Gue rasa juga gitu, dia beda kalau sama Naya," timpal Alexa.
Bersambung ...
Hai hai👋
Salam kenal :)
Jangan lupa kasih vote 😊
Maaf pendek :(
Salam Manis
Dari,
GeminiGirl❤