Married With Senior

Married With Senior
16. Masalah



Happy reading :)


Iri hanya milik mereka yang tidak menghargai diri sendiri.


"Lo salah tingkah."


"Enggak."


"Iya."


"Enggak."


"Iya."


"Enggak."


"Kenapa jadi enggak iya enggak iya, eh Nay lo tau gak persamaan lo sama sate ini?" tanya Kenzi kepada Naya.


"Enggak tau."


"Masa enggak tau?"


"Iya enggak tau, emangnya apaan?"


"Lo sama sate ini sama sama favorit gue," ucap Kenzi sambil menunjuk sate lalu menunjuk Naya.


"Receh."


"Yang penting gak ngemis."


"Ngemis?" tanya Naya heran.


"Iya, kan gue ngak minta uang sama lo. Cuman kasih gombalan aja."


"Gombalan receh."


"Iya cewek selalu benar," ucap Kenzi sambil mengelus ujung kepala Naya, membuat Naya semakin salah tingkah.


Mereka langsung melahap sate pesanan mereka dalam hening, Kenzi fokus kepada makanan favoritnya ini. Setelah menghabiskan makanan, Kenzi mengantarkan Naya pulang, mereka tiba dengan selamat.


"Makasih ya," ucap Naya.


"Iya, masuk sana." suruh Kenzi.


"Kak Ken gak pulang?"


"Iya ini mau pulang, masuk dulu lo nya." Naya hanya menganggukkan kepala lalu berjalan ke arah pagar rumah, lalu melambaikan tangan kepada Kenzi.


"Gak masuk kak?"


"Ngak usah, gue mau langsung istirahat aja."


"Oke."


"Titip salam buat mama lo," teriak Kenzi sambil mengendarai motornya, Naya hanya mengangkat jempol tangannya sebagai jawaban,  iya.


Naya berjalan masuk ke dalam rumah, saat di ruang TV mamanya menanyakan siapa yang berteriak tadi.


"Nay, siapa yang teriak?" tanya Tina.


"Kenzi ma."


"Dia yang nganterin kamu?"


"Iya."


"Kok bisa?" tanya Mama Naya kepo.


"Ya bisa lah."


"Udah pulang Nay?" tanya Reyhan sambil menuruni anak tangga.


"Ya udah lah, kalau udah di rumah berarti aku udah pulang. Masa udah di rumah tapi gak pulang, unfaedah banget pertanyaan abang."


"Iya, santai aja jawabnya gak usah ngegas," ucap Reyhan sambil menjitak kepala adeknya, membuat Naya kesakitan.


"Udah gak usah berantem, setiap hari berantem terus gak capek apa. Nay, sana tukar baju dulu," ucap Yud! menagahi pertengkaran mereka.


"Siap," ucap Naya sambil menaiki tangga.


•••


Naya sudah memakai baju rumah biasa, dia merebahkan diri di atas kasur miliknya dan memainkan ponsel yang sedari tadi dia abaikan. Banyak pesan masuk di grup yang beranggotakan sahabat gilanya.


Gesrek squad


Yasmin


Gua udah sampe rumah nih


Alexa


2


Naya


3


Yasmin


Eh gimana, senang gak lo Nay dianterin Kak Ken?


Alexa


Udah pasti senang lah


Naya


B aja


Alexa


Bisa ae lu, padahal dalam hati senang


Yasmin


Jangan munafik Nay


Naya


Hiyahiya


Alexa


Berhasil kan misi gue, so gimana kayaknya Kak Ken emang suka benaran sama lo Nay


Yasmin


Benar tuh


Naya


Hiyahiya


Yasmin


Keyboard lo sehat? atau lo nya yang gak sehat?


Naya


Hiyahiya


Alexa


Kesambet nih orang


Yasmin


Iya kesambet cintanya KENZI!


Alexa


Gak usah CAPSLOCK juga kali


Yasmin


Lo gak ngaca?


Alexa


Kaca gue pecah, dibanting sama adek gue


Yasmin


Parah juga adek lo, punya kekuatan apa tuh anak


Alexa


Kekuatan pecahan beribu kaca trulalalalalala


Yasmin


Bisa ae lo


Naya


Pc sana!


Yasmin


Eh lupa gue kalau ada lo Nay


Naya


Hmm


Alexa


Naya


G


Yasmin


Singkat amat


Naya


Y


Alexa


Astaga, capek ah gue mau bobo manis dulu. Babay❤


Yasmin


Bye


Naya langsung saja mematikan ponselnya, dan tidur malam.


•••


"Pagi papsquee mamsquee," ucap Kenzi sambil mencium tangan kedua orangtuanya.


"Pagi," jawab Ratna sambil menyerahkan selembar roti yang sudah diolesi selai.


"Papsquee kok gak jawab ucapan pagi dari Kenzi sih."


"Pagi."


"Cuek amat, ya udahlah Kenzi pergi dulu. Assalamualaikum." Kenzi menyalami tangan kedua orangtuanya lalu berjalan keluar dari rumah menuju garasi.


•••


Naya berjalan di koridor sekolah sambil tersenyum ke murid yang menyapanya. Dia sudah sampai di kelas, dan langsung duduk di bangku yang biasa dia duduki.


Alexa datang sambil mengipaskan wajahnya dengan kipas bulu berwarna pink.


"Eh Nay, gimana kemaren lancar gak?"


"Lancar."


"Bagus kan ide gue."


"Ya."


Alexa tidak menanggapi ucapan Naya lagi, karena jika menjawab pun percuma. Bertanya panjang tapi dijawab singkat, percuma. Dia lebih memilih memainkan ponselnya sambil memasang earphone ke telinganya.


Yasmin berjalan sambil bernyanyi kecil dan memegang ponselnya.


"Eh Naya, gimana kemaren lancar gak?"


"Kalian berdua sama aja, nanya nya sama kalimatnya juga sama jodoh ya kalian."


"Ih amit - amit," jawab Yasmin sambil mengetukkan tangannya ke meja.


"Apalagi gue, double amit - amit," jawab Alexa.


"Terserah lu, lancar Nay?"


"Lancar."


"Hooh alhamdulillah."


Bel masuk berbunyi menandakan pelajaran akan di mulai, semuanya sudah duduk dengan tenang. Tidak berlangsung lama guru yang mengajar di kelas Naya masuk.


"Siapkan dan baca doa," ucap guru yang sekarang mengajar di kelas Naya. Ketua kelas menyiapkan dan semuanya membaca doa menurut kepercayaan masing - masing.


"Keluarkan buku paket dan buku latihan kalian. Ibu ada perlu sebentar, kalian kerjakan halaman 126-128. Kalau ada yang mau keluar izin dulu sama ketua kelas," ucap guru tersebut sambil berjalan keluar kelas XI IPA 1.


"Gue mau cuci muka dulu," ucap Naya sambil meminta izin keluar kelas setelah diiyakan oleh ketua.


Naya masuk ke toilet, lalu mencuci mukanya di wastafel. Tidak berlangsung lama, masuk dua orang cewe yang seangkatan dengan Naya, mereka jurusan IPS.


"Eh ada cewe centil," ucap cewe yang memakai jaket jeans berwarna army.


"Heh iya, cewe penggoda gak kuat kita," ucap salah satu cewe yang memakai bando berwarna pink.


Naya hanya mendengarkan saja, dia tak ingin ambil pusing. Jika dibalas sama saja Naya dengan mereka.


"Eh cewe centil, kenapa diam aja."


"Siapa lo bilang cewe centil?" tanya Naya baik - baik.


"Elo lah, siapa lagi kalau bukan lo. Kan cuman ada lo disini."


"Ohh," jawab Naya sambil menganggukkan kepalanya.


"Kurang ajar lo, jadi cewe jangan sok kecantikan, jangan tebar pesona kesana kemari merasa lo paling cantik aja," ucap cewe yang memakai bando pink tadi yang bernama Tiwi terlihat dari name tag yang ada di bajunya.


"Iri lo?"


"Sorry ya, ngak level."


"Kalau gak level kenapa lo bahas? gak mampu ya lo jadi kayak gue? ******!" jawab Naya sambil menunjukan jarinya ke arah cewe yang bernama Tiwi tadi. Naya langsung keluar dari toilet tersebut sambil menggerutu tidak jelas, apa maksud mereka tadi mengatakannya cewe centil.


Naya kembali masuk kelas dan mengerjakan tugasnya. Gak terasa bel istirahat berbunyi, Naya dan sahabatnya langsung saja menuju ke kantin untuk mengisi perut.


"Lo mau apa? biar gue pesanin," ucap Naya sambil menunggu jawaban sahabatnya.


"Bakso sama es jeruk," jawab Alexa.


"Siomay sama es teh," jawab Yasmin.


Naya langsung saja memesan pesanan mereka, setelah dapat dia langsung saja membawa ke tempat meja yang dia duduki bersama sahabatnya.


"Nih," ucap Naya sambil memberi pesanan sahabatnya.


"Makasih Nay."


"Makasih Nay." Naya hanya mengangkat jempol tangan kirinya.


Kenzi dan sahabatnya masuk ke dalam kantin, dan langsung mengusir adek kelas yang sedang makan di meja paling sudut. Tidak ada yang bisa melawan mereka, semuanya beranjak dari meja tersebut.


Kenzi berjalan menuju meja Naya, semua pandangan mata murid tertuju pada Kenzi. Kepo.


"Hai Nay," sapa Kenzi sambil melambaikan tangannya.


"Hai kak."


"Udah makan?"


"Pertanyaan bodoh apaan itu," jawab Axel yang sudah berada di samping Kenzi, ia ingin melihat Alexa.


"Ini lagi makan, ngapain nanya lagi," jawab Naya.


"Hehe gak ada topik sih." Kenzi cengengesan sambil menggaruk kepala Axel.


"Ngapain lo *****." Axel langsung merapikan rambutnya yang sudah dibuat berantakan oleh Kenzi.


"Gemesh gue."


"Lo gak gay kan?" tanya Axel was - was.


"Enggak *****."


Cewe yang melabrak Naya di toilet tadi masuk sambil matanya melirik sinis ke arah Naya, Naya hanya acuh tak acuh seperti tak ada kejadian apa - apa.


Kenzi dan Axel kembali ke meja mereka yang berada di sudut kantin, mereka menyantap pesanan mereka.


Naya dan sahabatnya berjalan keluar kantin, karena waktu istirahat tinggal sebentar lagi.


•••


Bel pulang berbunyi begitu merdu, semuanya langsung siap - siap untuk pulang ke rumah.


Naya sedang menunggu abangnya di depan gerbang sekolah. Kenzi yang baru keluar melihat Naya dan langsung saja ia berjalan ke arah Naya berdiri.


"Nay gue anterin?" tanya Kenzi.


"Ga usah," jawab Naya cuek.


"Kenapa?"


"Nggak ada apa."


"Pulang sama siapa?"


"Abang."


"Ohh, gue pulang duluan ya." Naya hanya diam tak membalas ucapan Kenzi.


Kenapa dia?  Kenzi membatin.


Bersambung ...


Follow my ig @serlyymp_


Follback?dm aja👌


Thanks❤


Salam Manis


      Dari,


GeminiGirl❤