Married With Senior

Married With Senior
17. Ketidaktahuan Masalah



Happy reading :)


Jika diam tak akan menyelesaikan masalah, maka berbicaralah agar dirimu tenang.


Kenzi


Hai


Naya


Y


Kenzi


Cuek banget


Naya


Ngak


Kenzi


Kenapa?


Naya


Apanya?


Kenzi


Kenapa cuek?


Naya


Nggak kok


Kenzi


Ohh


Lagi ngapain?


Naya


Bikin pr


Kenzi


Rajin ya lo


Naya


Hmm


Kenzi


Lagi nyanyi?


Naya


Lagi ngetik


Kenzi


Ngetik apaan?


Naya


Gak ada


Kenzi


Kenapa jadi gini sih


Naya


Apa?


Kenzi


Kenapa cuek?


Perasaan kemaren malam salting tuh


Naya


Ga cuek, lagi malas aja


Kenzi


Seorang Naya bisa malas juga👏


Naya


B aja kali


Kenzi


Keluar yuk


Naya


Males


Kenzi


Padahal tadi cuman bercanda


Naya


Y


Kenzi


Keyboardnya hilang atau sakit atau gimana sih? bikin emosi aja


Naya


Ada kok keyboardnya


Kenzi


Gue ada salah sama lo?


Naya


Gak ada


Kenzi


Terus kenapa dingin, abis jadi es batu lo?


Naya


Gak lucu


Kenzi


Gak lagi ngelawak


Naya


Ya


Kenzi


Mungkin gue ganggu lo ya


Ya udah, kerjain pr lo anak rajin


Good Night😻


Naya


Ish


Kenzi


Kenapa?


Naya


Gak


Kenzi


Gak ada balasannya gitu?


Naya


Gak ada


Kenzi


Astagfirullah


Naya


Bisa juga ngucap


Kenzi


Ya bisa lah, semua manusia pasti bisa ngucap. Kalau gak ngucap bisu dong


Naya


Y


Kenzi


Naya


Tonjok aja gak ada yang ngelarang


Kenzi


Kepingin marah tapi lo cewe jadi gak tega


Naya


Ya


Kenzi


Habis kesabaran gue Nay


Udah gue capek, lagi dapet ya makanya sensian gini


Naya


Tapi capek, jadi ya udah


Kenzi


Oh iya


Mau gue bawain sesuatu gak?


Naya


Ga usah


Kenzi


Okeh, bye👋


Naya hanya membaca pesan terakhir dari Kenzi tanpa mau menjawabnya. Dia lagi dalam mood yang kurang baik semenjak dia dilabrak oleh teman seangkatannya. Dia tidak tau kenapa bisa dilabrak, apa mungkin karena dia dekat dengan Kenzi itupun sahabatnya yang suruh untuk dia dekat dengan Kenzi, jadi salahnya apa.


Naya kembali mengerjakan pr sekolahnya, dia tak ingin memikirkan perkataan teman seangkatannya tadi karena itu terlalu membuatnya pusing dan juga dia tak ingin menyampaikan kepada sahabatnya karena sudah dipastikan sahabatnya akan marah.


•••


Naya pergi ke sekolah diantarkan oleh Reyhan. Dia langsung menuju ke kelasnya XI IPA 1.


Naya yang sedang asik dengan novelnya dikagetkan dengan teriakan Alexa dan Yasmin yang memanggil namanya. Dia langsung menolah dan melihat sahabatnya yang ngos - ngosan seperi abis berlari.


"Lo lari atau ngesot sampai keringatan gitu, tarik napas dulu deh," tutur Naya yang diikuti oleh sahabatnya dengan menarik napas dalam - dalam lalu dihembuskan.


"Kenapa?" tanya Naya kepada Alexa dan Yasmin.


"Itu Kak Ken bertengkar," jawab Alexa masih sambil mengatur napasnya.


"Sama?" tanya Naya datar.


"Dirga, kelas XII IPA 4. Sampai berdarah tuh orang karena dipukul sama Kak Ken sampai pingsan," terang Yasmin.


"Ohh," jawab Naya pelan.


"Ohh doang?" tanya Alexa tak percaya dengan jawaban Naya.


"Lah terus?" tanya Naya bingung.


"Lo gak mau samperin gitu, liat kondisi Kak Ken. Mulut dia robek sampai berdarah tapi untung yang lainnya gak ada yang luka."


"Salah dia sendiri kenapa bertengkar," ungkap Naya.


"Lo gak kasihan atau lo gak mau misahin mereka?"


"Ngapain kasihan ntar ada yang marah lagi."


"Siapa?" tanya Kenzi yang berjalan masuk ke kelas Naya. Semuanya kaget mendengar suara Kenzi yang tiba - tiba, termasuk Naya yang sama kagetnya dengan yang lain.


"Orang," tukas Naya.


"Hoh, lo gak kasihan sama gue?"


"Kasihan sih, tapi itu kan salah lo sendiri," jawab Naya.


"Lo?" tanya Kenzi terperanga dengan panggilan Naya yang tak biasanya.


"Ya."


"Udah berubah aja panggilannya."


"Emang gak boleh?" tanya Naya ketus.


"Heh boleh boleh hehe."


"Woi Ken, lo dipanggil sama guru BK tapi lo ke sini. Emang gak waras lo, sono ke ruang BK sebelum buk Wati ngamuk," panggil Axel menyuruh Kenzi ke ruang BK.


"Males ah gue."


"Eh anying lo mau disamperin sendiri sama ibu tuh, dipukul sama rotan kesayangannya baru tau rasa lo," tandas Prima yang greget dengan Kenzi.


"Rasa apa?"


"Rasa cinta yang tak terbalaskan, nyesek sayang," jawab teman sekelas Naya yang bernama Fadil.


"Siapa lo?" tanya Kenzi ketus.


"Human lah."


"Kuman aja sok belagu loh, mau nantangin gue lo?" tantang Kenzi yang memang tidak waras.


"Human sayang bukan kuman," jawab Fadil sambil mengerlingkan matanya kepada Kenzi, semua yang melihat bergedik ngeri dengan kelakuan Fadil yang seperti kerasukan setan banci.


"Lo masuk rumah sakit jiwa cocoknya, pergi lo dari sini ganggu aja."


"Eitss ini kelas gue ya, lo yang harus pergi dari sini. Pagi - pagi udah cari ribut aja, sono pergi sekalian gak usah lo kesini lagi karena kelas ini gak pantas buat lo yang brandalan."


"Lo nantangin gue benaran? sini lo, gue gak takut sama lo! sekalian gue bunuh aja lo biar gak ada mulut nyinyir kayak lo." Kenzi berjalan menuju bangkunya Fadil, tangannya sudah ia layangkan untuk meninju Fadil, tapi suara seorang membuatnya berhenti.


"Lo masuk ke kelas orang, bikin masalah, apaan sih loh. Baik lo ke ruang BK deh daripada cari ribut di kelas orang," sindir Naya.


"Benar tuh Ken, lo ke ruang BK aja daripada lo nambah masalah lagi," ajak Kenan yang menarik Kenzi agar keluar dari kelas Naya. Sebelum keluar ia meninju meja guru yang berada di dekat pintu membuat semuanya kaget apalagi meja tersebut sampai dibuat bolong olehnya.


"*******," umpat Kenzi kesal.


•••


Bel istirahat berbunyi, Naya dan sahabatnya sudah berada di kantin. Mereka sedang makan pesanan mereka dengan tenang, sesekali menggunjingkan murid yang baru masuk kantin.


"Eh Nay, tumben lo tadi kayak marah gitu sama Kenzi?" tanya Yasmin heran.


"Itu namanya perhatian, iya kan Nay," sela Alexa sambil menaik turunkan alisnya.


"Sok tau lo."


"Ya udah, gue juga gak ingin tahu. Mungkin lo lagi dapet," ucap Alexa sedikit sebal dengan Naya.


"Sok tau lo," balas Naya cuek.


Mereka menghabiskan pesanan mereka, setelah habis mereka menuju ke kelas. Saat di awal pintu masuk kantin, Kenzi dan sahabatnya berjalan berlawanan arah dengan Naya. Kenzi menatap Naya yang diam saja tanpa menoleh ataupun menyapanya, Kenzi memanggil Naya dan memegang pergelangan tangan Naya dan ia mengajak Naya ke taman belakang sekolah untuk bertanya ada masalah apa sampai Naya cuek dengannya.


"Mau kemana sih," ketus Naya yang berusaha melepaskan pergelangan tangannya yang dipegang oleh Kenzi, dia merasa risih karena semua murid melihat ke arah mereka berdua. Kenzi hanya diam tak menjawab ucapan Naya.


Kenzi mendudukan Naya di bangku yang disediakan di taman tersebut, dan langsung bicara pada intinya.


"Kenapa?" tanya Kenzi sambil melihat Naya yang sedang menatapnya sebal.


"Apanya?" tanya balik Naya.


"Kenapa marah gitu cuek lagi, ada apa?"


"Gak ada."


"Jangan sampai gue yang cari tau sendiri Nay."


"Iya gak ada apa - apa, jangan gini ih."


"Gini gimananya, lo gak kayak biasanya. Ada yang ancam lo atau gimana?" tukas Kenzi.


"Iya ada."


"Siapa?"


"Seangkatan sama aku."


"Namanya?"


"Mau ngapain?" tanya Naya merasa was - was takut Kenzi menghampiri mereka.


"Namanya siapa? Tinggal jawab aja gak susah kok."


"Tiwi sama yang satu lagi gak ingat."


"Okey, masuk kelas sana," suruh Kenzi agar Naya masuk ke kelas karena bel untuk istirahat hampir habis.


"Lo jangan berantem lagi, gak baik. Udah kelas dua belas belajar yang diperbanyak bukan main," tutur Naya.


"Cie perhatian nih, dah berasa punya pacar aja gue. Siap laksanakan tuan puteri," jawab Kenzi sambil memberi hormat kepada Naya.


"Aku balik dulu." Kenzi menganggukan kepalanya, Naya berjalan di koridor menuju kelasnya.


"Gue harus beri pelajaran." geram Kenzi.


Bersambung ...


Tetap stay sama cerita aku😊


Thanks❤


Salam Manis


       Dari,


GeminiGirl❤