Married With Senior

Married With Senior
22. Jawaban Singkat



Happy reading :)


Kepercayaan terletak pada omongan. Tapi jika omongan itu sendiri yang merusak kepercayaan, bagaimana lagi cara agar bisa ada kepercayaan yang tidak pernah kamu langgar?


•••


Saat pulang, banyak pertanyaan yang Kenzi dapat dari mamanya. Sampai ia sendiri yang pusing menjawabnya, mamanya begitu khawatir melihat kondisi Kenzi yang banyak luka dan sisi tangan yang robek dan mengeluarkan darah walaupun darah tersebut sudah agak mengering.


"Kamu apa - apaan luka begini, gak sayang tubuh sama sekali." Ratna memukul luka yang ada di tangan Kenzi, membuat ia kesakitan.


"Mama jangan dipukul, sakit tau." protes Kenzi yang menahan kesakitan.


"Kalau tau sakit, kenapa buat badan sendiri luka gini, berantem ya kamu?" tanya Ratna sambil memperhatikan luka yang tadi dia pukul.


"Mama anaknya lagi kesakitan banyak luka gini, gak diobatin malah dikasih pertanyaan yang gak penting." Kenzi duduk di kursi ruang tamu, sambil melepas baju seragam sekolahnya menyisakan kaos hitam saja.


"Repot mama obatin kamu, gak kerjaan mama. Kamu obatin aja sendiri, cape bilang jangan berantem tapi gak didengarin punya anak kok gini banget Ya Tuhan," ucap Ratna mengeluh, sambil berjalan ke dapur untuk mengambil air hangat dan handuk kecil.


"Tapi mama gak mau obatin," ucap Kenzi, saat mamanya akan membersihkan luka yang ada di tangan Kenzi dan wajahnya.


"Kalau mama gak obatin kamu, jadi orangtua yang durhaka dong mama. Biarin anaknya sakit begini."


"Unchh mama sayang deh, Kenzi cinta mama," ucap Kenzi sambil memeluk mamanya, Ratna berusaha melepas diri dari pelukan Kenzi.


"Kamu bau, peluk - peluk mama lagi. Sana mandi, anak nakal." usir Ratna sambil mengibaskan tangannya bermaksud mengusir Kenzi.


"Lah aku gak jadi diobatin?" tanya Kenzi.


"Obatin aja sendiri, jangan manja." Ratna lebih memilih menonton dan memakan kripik singkong mengabaikan Kenzi yang mendengus kesal.


"Kalau gitu jangan kasih harapan, kalau gak mau tanggung jawab," ucap Kenzi sambil berlari menaiki tangga.


"Bucin kamu!!" teriak Ratna.


"Emak - emak jaman now, mirip tau aja arti bucin itu apa," balas Kenzi sambil teriak.


"Asal kamu tau, mama gak kudet ya, gak sama kayak emak - emak lain."


"Terserah mama cantik deh, aku mandi dulu."


"Abis mandi, langsung makan."


"Iya."


•••


"Wajah kamu kenapa? Tangan juga? Berantem lagi ya kamu?" pertanyaan beruntun dari papa Kenzi, membuat Kenzi menggeleng - gelengkan kepalanya.


"Masyaallah, punya orang tua perhatian banget, anak luka begini alhamdulillah ditanyain," ucap Kenzi sambil mengadahkan kedua tangannya ke depan dada, lalu mengusapkannya ke depan wajah, seperti orang berdoa.


"Bukan anak mama pa," ucap Ratna seperti tidak mengenal Kenzi.


"Bukan anak papa juga ma."


"Astagfirullah, baru tadi diperhatiin sekarang udah dicampakin aja. Begitu jahat kalian, sana pergi kalian." usir Kenzi kepada kedua orangtuanya.


"Berani ya kamu, usir kami." pelototan mata Diego, membuat Kenzi ciut.


"Bercanda papsquee, jangan anggap serius dah." Kenzi mengalihkannya dengan memakan sebanyak - banyaknya, membuat mulutnya penuh.


"Makan terus, sampai gak bisa napas." suruh Ratna yang sudah habis kesabarannya melihat kelakuan gila anaknya.


"Hehe iuuuuuaaaa muaaaa." Kenzi menambahkan makanan ke dalam mulutnya membuat dia tersedak, sampai makanan tersebut bertaburan mengenai wajah mamanya yang duduk di depan dia.


"Kenzi!!!!!" teriak mamanya naik pitam. Kenzi langsung membersihkan wajah mamanya dengan tisu, sambil melirik papanya yang menahan marah. Ia ingin ketawa tapi takut dosa.


Setelah membersihkan wajah mamanya, ia langsung minum dan menyalami tangan kedua orangtuanya, lalu langsung lari menaiki tangga sambil tertawa keras.


"Kenzi!!!!!" teriak kedua orangtuanya serentak.


"Maaf papsquee mamsquee." Kenzi langsung menguci pintu kamarnya, agar tidak terkena serangan ngamuk mamanya.


•••


Kenzi langsung mengambil handphone nya, dan membuka ruangan chat dengan Naya. Dari tadi hatinya gelisah, karena yakin Naya marah padanya.


Kenziamr_


Naya


Hai


Hello


Nayaque


Read dong


Nayalzata


Apaan sih


Kenziamr_


Marah?


Nayalzata


G


Kenziamr_


Titik!


Nayalzata


Gue bareng abang gue


Kenziamr_


Besok gue jemput :)


Bye


Kenzi tau dirinya sedikit memaksa, tapi mau gimana lagi. Ini demi mendapat wanita yang ia suka. Sedikit memaksa untuk keinginan juga tidak apa - apa.


•••


Paginya Kenzi sudah berada di depan pagar rumah Naya, ia menekan bel dan yang keluar ternyata Tina - Mama Naya. Kenzi menyalami tangan Tina, Tina mempersilahkan Kenzi untuk masuk karena mungkin Naya dan Kenzi sudah ada janji. Tina mengajak Kenzi untuk sarapan bersama, karena bertepatan Kenzi datang di saat keluarga Naya sedang sarapan. Kenzi menyalami Yuda-Papa Naya dan Reyhan. Lalu ia melirik Naya, yang sibuk dengan sarapannya.


"Ini Kenzi, dimakan ya sarapannya, maaf kalau cuman roti dengan isi selai saja," ucap Tina sambil meletakkan roti di atas piring Kenzi.


"Eh gapapa tante, makasih ya." Kenzi langsung memakannya, sambil masih melirik Naya. Reyhan memperhatikan Kenzi.


"Aku ke sekolah dulu ya ma," ucap Naya sambil mengaitkan tas ke punggungnya.


"Sama abang atau Kenzi?" tanya Tina.


"Sama dia." tunjuk Naya ke Kenzi, Kenzi langsung tersenyum dan langsung menyalami kedua orangtua Naya dan disusul menyalami Reyhan.


Mereka sudah berada dalam perjalanan, dan sama - sama diam. Kenzi membiarkan saja, karena ia tau Naya masih butuh waktu untuk mengerti semuanya.


Saat sudah sampai di sekolah, dan langsung memarkirkan motornya. Kenzi langsung menarik tangan Naya menuju ke kantin.


"Gue mau ke kelas." Naya mencoba melepaskan tangannya.


"Bentar."


"Kenapa?" tanya Naya. Kenzi tidak menjawab, ia masih saja menarik Naya. Saat sudah sampai di kantin, Kenzi mengajak Naya duduk di tempat yang pojok.


"Marah?" tanya Kenzi yang sudah duduk di hadapan Naya.


"Kenapa marah." elak Naya.


"Soal kemaren."


"Biasa aja."


"Maaf ya, gue belum bisa ngerubah sifat yang ada di gue, ini gue! Kenzi Amero. Sifat gue kayak gini dan bagaimanapun belum ada yang bisa ngerubah sifat nakal gue ini. Maaf kalau bikin lo kecewa, tapi tolong jangan jauhi gue, jangan cuekin gue, hanya lo, yang mungkin mampu ngerubah gue." Kenzi menggenggam tangan Naya, Naya takut jika nanti ada guru yang melihat, langsung saja dia lepas genggaman tangan Kenzi.


"Kalau emang gitu sifat lo, kalau lo emang ada niat untuk merubah yang ada pada diri lo, itu akan mudah. Kalau cuman lo mau berubah tanpa ada niat, itu gak akan bisa. Melalui gue ataupun orang lain, dengan diri lo sendiri, lo bisa ngerubahnya."


"Tapi setidaknya, ada lo mampu buat gue bahagia. Jadi, jangan lo ngejauh dari gue." Kenzi sudah benar - benar menjatuhkan hatinya untuk Naya, tak pernah sedikit pun ia berkata seperti ini kepada wanita ataupun mantan - mantannya yang dulu.


"Gue coba." Naya langsung berdiri dan berjalan keluar dari kantin. Kenzi melihat kepergian Naya, ia tak memanggil ataupun mengejar.


•••


Setelah bel berbunyi, Kenzi langsung menuju ke kelas Naya. Ia menunggu di luar pintu.


"Nay," panggil Kenzi, dan Naya langsung menoleh lalu berjalan ke arah Kenzi.


"Maaf banget, gue gak bisa antar lo pulang, gue ada perlu. Lo pulang bareng teman lo atau pulang bareng abang lo ya. Maaf ya Nay, gue pergi dulu." Kenzi mengelus rambut Naya dan langsung berlari menuju parkiran.


"Pulang bareng siapa Nay?" tanya Alexa yang baru keluar dari kelas.


"Gak tau."


"Ya udah bareng Yasmin aja, dia bawa motor kok. Oii Yasmin, lo antar Naya pulang ya! Gue duluan, dadah." Alexa langsung berjalan menuju gerbang karena abangnya sudah menjemput.


"Markicus Nay." Yasmin menarik tangan Naya dan berjalan menuju tempat parkir.


•••


Di simpang jalan dekat sekolahnya. Terjadi keributan, banyak anak cowo yang sedang berkelahi, membuat Yasmin dan Naya takut untuk melewatinya.


"Nay, gimana nih, gue takut ntar kita kena lagi." Yasmin sudah memasang tampang cemasnya, sedangkan Naya yang melihat itu juga memasang tampang cemas, tapi kecemasannya berubah jadi kecewa saat melihat Kenzi berada di antara mereka yang membuat keributan.


"Ini yang dia bilang ada keperluan, bullshit," ucap Naya sambil manahan marah.


"Eh lo kenapa Nay?" sekarang ketakutan Yasmin berubah, ketakutan sekarang melihat wajah Naya yang seram.


"Lewatin aja Min."


•••


Bersambung...


Jangan lupa kasih vote n komen :"


Gak ada status tapi saling menjaga kepercayaan, hanya pertemanan tapi serasa udah pacaran 😝


Babang Kenzi belum kasih kepastian nih ke Dedek Naya😂


Kasihan Dedek Naya, digantung terus😥


Sampai kapan kau gantung, cerita cintaku memberi harapan hinggaku tak sanggup lagi dan meninggalkan dirimu🎵


Mari para human yang masih di php in, ayo merapat bersama Dedek Naya, bernyanyi bersama. Terus langsung gantung aja si pemberi php, biar mati deh😂