Married With Senior

Married With Senior
29. Lomba Olimpiade



Happy reading :)


Gak akan gue rusak cewe karena gue tau cewe dilindungi bukan untuk dihancurkan!


-Kenziamr_


Pagi yang cerah untuk mengikuti upacara bendera. Semuanya sudah tertib dengan barisan masing - masing, tinggal menunggu untuk di mulai saja.


Semuanya diam saat suara protokol mulai menggema. Tidak ada yang ribut ataupun berbicara, upacara berjalan dengan semestinya.


Di saat amanat pembina, pembina menyampaikan lomba olimpiade yang mendadak untuk hari ini, bapak tersebut menyebutkan nama murid yang akan mengikuti lomba tersebut. Nama Naya terpanggil untuk mengikuti lomba itu dan juga murid lain yang sama berprestasi dengan Naya.


Mereka yang mengikuti lomba disuruh jangan membubarkan diri saat upacara selesai, karena setelah upacara semuanya langsung berangkat ke tempat yang mengadakan olimpiade.


"Upacara selesai, barisan dibubarkan," ucap protokol saat upacara sudah di akhir kegiatan, saat diucapkan begitu semuanya bubar terkecuali yang mengikuti lomba.


Semua yang mengikuti lomba diturunkan 10 orang. Itu diambil dari lokal unggul semua karena memang lokal unggul berisi dengan anak yang sudah dipastikan pintar.


Kenzi mendengar nama Naya saat diumumkan tadi, tidak membubarkan diri seperti yang lain tapi berdiri di bawah pohon dekat dengan ring basket untuk melihat Naya dan juga memberi semangat.


"Untuk ini saya yang akan mengantar kalian semua dengan menggunakan mobil sekolah," ucap bapak yang menjadi pembina tadi.


Di saat setelah mengucapkan kalimat tersebut, ponsel bapak tersebut berbunyi.


Hallo


Bapak tersebut berucap dengan microfon yang masih aktif dan berada tepat di depan mulutnya, jadi apa yang bapak ucapkan tersebut terdengar keras.


...


Apa


...


Serius? Istri saya brojolan? Anak saya mau keluar dong?


...


Masa iya saya sekarang mau jadi ayah, cepat banget


...


Iya gimana lagi, khilaf yang kemarin


...


Mau lah, masa saya gak mau anak, percuma dong saya buat kemarin


...


Alhamdulillah, saya punya dede gemass


...


Iya, tunggu saya mau on the way untuk anak saya yang ucul


Semua yang mendengar ucapan bapak tersebut, ada yang tertawa lepas dan ada yang menahan tawa.


"Ada kabar gembira buat kalian, sekarang kalian punya adek," ucap Pak Basri yang sedari tadi menampilkan raut yang bahagia.


Tapi semuanya hanya diam.


"Kok kalian diam aja sih, ini saya baru kasih tau loh."


"Kami udah tau sebelum bapak kasih tau!" teriak Kenzi yang masih berada di tempat semula, semuanya menoleh ke arah Kenzi termasuk Naya yang kaget dengan keberadaan Kenzi. Kenzi hanya menampilkan deretan giginya sambil tersenyum.


Cewe yang berada di dalam barisan yang mengikuti lomba menjadi histeris melihat senyumnya Kenzi yang manis. Apalagi saat Kenzi mengerlingkan matanya.


"Kenapa kalian bisa tau? Nguping ya kalian!" tuduh Pak Basri.


"Bapak guru kok lemot sih, bapak nelpon tepat di mic yang masih hidup, sudah dipastikan kami kedengeran apalagi kedengaran yang paling jelas pas bapak buat dedek gemas nya di saat khilaf, aduh bapak. Gak malu kan bapak?" tanya Sandi yang berbicara blak - blakan.


"Sialan kalian!" kesal Pak Basri sambil melihat jengkel ke Sandi.


"Jadi pergi gak pak?" tanya Kinan murid yang sedari tadi hanya diam karena orangnya emang tertutup dan pendiam tapi memiliki otak yang encer.


"Oh iya, berhubung istri saya melahirkan. Dan saya ingin menjadi suami yang bertanggung jawab atas apa yang telah saya perbuat. Jadi kalian tidak jadi bapak antarkan."


"Lah terus kami pergi sama siapa pak?"


"Di sini ada ngak yang bisa bawa mobil?" tanya Pak Basri, jika ada yang bisa maka dia yang akan membawa mobil. Berhubung guru di sini semua pada mengajar dan tidak bisa ditinggalkan.


"Saya bisa!" teriak Kenzi sambil mengacungkan tangan.


"Tapi kamu kan gak ikut olimpiade, bilang aja ini alasan biar kamu gak belajar! Udah nakal tambah nakal lagi kapan tobatnya coba!"


"Bapak mau saya bantu gak?"


"Parah sih, anak jaman sekarang gak bisa bawa mobil. Gak cocok jadi orang kaya, buruan sana belajar bawa mobil apalagi untuk yang cowo, jadi cowo harus gagah di depan cewe!"


"Kamu Kenzi yang bawa mobilnya ke Universitas Garuda ya. Habis itu langsung balik ke sekolah biar kamu belajar bisa juga ikutan kayak anak - anak ini," ucap Pak Basri sambil menunjuk ke anak - anak yang mengikuti olimpiade.


"Males kalau disuruh balik, bapak aja yang bawa kan awalnya emang bapak yang mau anterin." alibi Kenzi karena ia tau Pak Basri tidak bisa mengantarkan.


"Terus mau kamu apa ha?!"


"Saya mau bawa mobilnya tapi bolehin saya liat olimpiadenya," ucap Kenzi meminta tawaran, Naya yang mendengar hanya geleng - geleng kepala melihat kelakuan Kenzi.


"Bolehin aja pak, daripada gak ada yang anterin," ucap Sandi yang mengetahui alibi Kenzi agar tidak belajar.


"Ini kuncinya, hati hati ya." Pak Basri memberikan kunci mobil sekolah ke Kenzi lalu berlari ke arah parkiran.


"Ayo!!" teriak Kenzi yang sudah berjalan duluan. Semuanya mengikuti Kenzi dari belakang.


"Naya yang duduk di samping gue," ucap Kenzi sambil menaiki mobil.


"Gak usah, yang cowok aja disamping lo." tolak Naya.


"Kalau gak, gue gak jadi bawa mobilnya."


"Udah ikutin aja maunya Nay." suruh Aldo yang sebenarnya muak melihat kenzi tapi mau gimana lagi.


¤¤¤


Lomba olimpiade sudah selesai dan kenzi juga sudah mengantarkan balik mereka ke sekolah.


Kini Kenzi dan Naya sudah di dalam perjalan pulang mengantarkan Naya dengan motor sportnya.


"Nay, ke kedai ramen yuk," ajak Kenzi yang melihat kedai ramen yang sepertinya baru dibuka.


"Boleh."


Sekarang mereka berdua sudah duduk di dalam kedai ramen yang ramai ini, karena ada diskon mangkanya pemburu diskon banyak yang datang kesini.


Sebelumnya mereka sudah memesan ramen dan juga sushi.


"Nay, kalau lo menang traktir gue ya." suruh Kenzi sambil melihat Naya yang sibuk dengan ponselnya, jawaban Kenzi hanya diangguki saja dengan Naya.


"Lihat apaan sih, serius banget." Kenzi kepo lalu merebut ponsel Naya dan melihat layar ponsel Naya yang memberi informasi tentang pengumuman yang menang olimpiade.


"Besok pagi pengumumannya, kalau gue menang gue traktir lo sama sahabat gue juga."


"Eh jangan gabungan gitu, gue maunya kita berdua aja, kalau sama sahabat lo terserah kalian dimananya."


"Kok gitu?"


"Biar leluasa kalau mau ngomong sesuatu."


Sesuatu? Naya sempat mengira sesuatu itu yang dia harapkan, tapi lihat besok aja. Jika tidak seperti yang dia harapkan, dia juga yang kecewa.


"Terserah aja."


Pesanan mereka udah datang, Naya langsung mencoba mie ramen yang masih mengembulkan asap karena panas. Karena saking panasnya membuat mata Naya berair dan dia mengipas - ngipaskan bibirnya.


"Udah tau itu panas, langsung makan aja lo." Kenzi langsung memberi air es kepada Naya. Tapi masih saja Naya mengipaskan bibirnya.


"Gimana cara ilanginnya nih, masih panas banget." keluh Naya yang seperti setan kepanasan.


"Gue juga gak tau, dicium pake bibir aja gimana?" tanya Kenzi sambil menaik turunkan alisnya menggoda Naya.


"Gak mau!" tolak Naya. Kalau iya Kenzi melakukan hal tersebut, bisa malu dia, di mana di taruh muka Naya yang cantik ini.


"Bakalan hilang kok." Kenzi masih mencoba menggoda Naya yang sudah menahan amarah.


"Kalau gak mau ya gak mau!" tetap Naya pada pendiriannya.


"Gue tau lo malu di sini kalau lakuinnya, ya udah kita ke wc yuk," ajak Kenzi yang mengambil tangan Naya untuk mangajak ke wc. Kenzi sudah menahan tawa melihat Naya yang menahan emosi yang tak tersampaikan. Naya langsung menghempaskan tangannya.


"Gue juga canda sayang, coba aja minum es nya lagi siapa tau bisa agak ilangan."


"Sayang sayang pala lo peyang!" Naya menghabiskan minuman Kenzi sampai tidak tersisa, dia melampiaskan marahnya, kesalnya, sakitnya ke minuman Kenzi.


"Marah juga boleh, tapi jangan habisin juga minuman gue." Kenzi memutarkan bola matanya juga ikutan kesal tapi Naya hanya senyum senyum merasa tak berdosa dengan menghabiskan minuman orang.


"Ntar gue cium beneran, baru tau rasa lo!" Naya hanya menjulurkan lidahnya sebagai ejekan.


"Awas ya lo, liat aja nanti!"


Bersambung ...


Maaf kurang dapat feelnya:(


Follow ig aku @serlyymp_