
Happy reading :)
Karena cinta butuh pengorbanan bukan hanya rasa
•••
Kenzi sudah siap dengan seragam sekolahnya, ia bangun jam 05.30 pagi hanya supaya datang cepat ke sekolah. Ia tak ingin terlambat ke sekolah dan tidak diperbolehkan masuk oleh satpam penjaga sekolah, ia tak ingin menyia - nyiakan kesempatan untuk bareng ke kantin bersama Naya.
"Good morning mamsque papsque," ucap Kenzi sambil duduk di ruang makan.
"Pagi, kamu alay gimana sih," jawab papanya kesal, karena panggilan Kenzi yang diberikan untuknya terlalu alay.
"Pagi Ken, ih papa gapapa Kenzi panggil kita dengan sebutan itu berarti itu panggilan kesayangan Kenzi untuk kita." sanggah mamanya yang senang jika dipanggil seperti itu oleh Kenzi.
"Iya terserah kalian aja, yang penting bahagia," ucap papanya sambil anggukan kepala.
"Ini kopi papsquee, diminum ya," ucap Mama Ratna sambil meletakkan secangkir kopi di atas meja makan dan memanggil suaminya dengan sebutan yang sama dengan Kenzi.
"Ken mau susu?" tanya Mama Ratna.
"Boleh."
"Yang warna apa maunya?"
"Ha?" tanya Kenzi yang tak mengerti dengan ucapan mamanya.
"Susunya mau yang warna apa?putih, coklat, pink atau blackpink." Kenzi berpikir untuk menjawab pertanyaan mamanya.
"hmm coklat aja deh." mamanya langsung membuatkan Kenzi susu coklat, setelah selesai membuat langsung saja dia berikan kepada Kenzi.
"Tumben kamu bangun cepat," ucap Papa Diego yang merasa heran karena biasanya Kenzi bangun pukul 07.00 dan berangkat pukul 08.00.
"Bangun cepat salah, bangun lama salah, hidup aku emang serba salah," ucap Kenzi sambil mengelus dadanya.
"Eits bentar serba salah judul lagunya Raisa, apa ya liriknya mama lupa, apa ya Ken liriknya kamu ingat gak," kata Ratna sambil mengingat lirik lagu Raisa yang berjudul serba salah. Diego hanya memutar bola mata jengah melihat kelakuan istrinya.
"Karna cinta, lelah menjalani, semua serba salah, apalagi salahku, apalagi salahmu, ku tak mengerti, apalagi salahku, dan apalagi salahmu, apalagi ,yee." Kenzi mengucapkan sambil bernyanyi dan memegang sendok sebagai mic nya.
"Suara kamu bagus banget Ken, pasti suara kamu turunan dari mama." Papa Kenzi langsung tertawa mendengar ucapan Mama Kenzi karena baginya suara Mama Kenzi sebelas dua belas dengan suara piring pecah.
"Papa kenapa ketawa." Mama Kenzi langsung heran melihat suaminya yang tertawa dan langsung bertanya saja.
"Mama kalo ngomong suka lucu."
"Papa baru tau kalau mama lucu," jawab Mama Kenzi sambil bergaya mengangkat kedua tangannya dan menyatukan diatas kepala seperti membuat simbol hati.
"Suara mama aja sama kayak suara piring pecah, suara Kenzi itu turunan suara papa mama sendiri tau lah papa kan vokalist band saat SMA sampai mama sendiri fans berat sama papa. Terus teror papa saking sukanya sama papa." Kenzi sekarang yang dibuat tertawa setelah mendengar ucapan papanya, membuat mamanya langsung menunduk malu karena rahasianya terbongkar di depan Kenzi, dia sudah pasti tau akan ditertawakan oleh Kenzi mangkanya ia ingin dirahasiakan tapi suaminya sendiri yang bikin dia malu.
"Ihh papa kalau ngomong gak perlu jujur juga kali, malu aku tuh malu apalagi di depan Kenzi ditertawain jadinya kan," ucap Ratna sambil menundukan kepala karena menahan malu.
"Papa bilang jujur itu baik loh, biar mama gak kepedean," jawab Diego dengan masih tertawa.
"Hahaha mama parah abis, sampe segitunya sama papa, mama the best lah," ucap Kenzi yang paling tertawa keras.
"Haha iya Ken, mama kamu ini sering kali ganggu papa waktu SMA untung cintanya gak bertepuk sebelah tangan kalau bertepuk sebelah tangan sangat menyedihkan sekali," ucap Diego menggelengkan kepala dan tersenyum sambil melirik istrinya.
"Udah ah, mama tau suara mama itu gak sebelas dua belas sama suara piring pecah tapi sama kayak suara microfon jatuh, nyaring banget sampai telinga sakit dengarnya." Papa Diego dan Kenzi tertawa setelah mendengar ucapan mamanya.
"Kamu lagi Ken gak belain mama, gak kasian sama mama apa, ikut tertawain mama lagi." Ratna hanya geleng - geleng kepala melihat kelakuan anaknya yang sama dengan kelakuan suaminya, soal meledek nomor satu.
"Udah ah Kenzi mau sekolah dulu, mau jadi anak rajin dulu biar sukses," ucap Kenzi sambil melampirkan tas nya di punggung sebelah kanan.
"Kegayaan ya kamu, liat materi aja udah kayak cacing kepanasan aja," kata Diego.
"Ya udah lah, terserah papa aku mau pergi dulu. Assalamualaikum," jawab Kenzi sambil menyalami kedua tangan orangtuanya.
"Waalaikumsalam," jawab orangtua Kenzi serempak.
•••
Naya sudah sampai di kelasnya, sebagian temannya sudah datang dan duduk di bangku masing - masing. Tak heran jika pagi begini teman sekelasnya sudah datang karena Naya masuk ke kelas unggul dan berarti semua murid yang berada di kelas unggul merupakan murid yang rajin.
Naya mengeluarkan novel baru yang dibelikan oleh abangnya. Dia membaca novel tersebut karena bel masuk masih sekitar 10 menit lagi, dia akan memanfaatkan waktu yang kosong dan tak akan menyia - nyiakan waktu, karena waktu itu sangat berharga dan tidak bakal dapat diulangi lagi.
Satu persatu teman sekelas Naya sudah datang dan hampir semua bangku sudah terisi, memang bel masuk akan berbunyi satu menit lagi. Naya melihat kedua sahabatnya yang baru masuk kelas dengan nafas ngos - ngosan.
"Tumben terlambat," ucap Naya.
"Dipanggil Kak Kenzi," jawab Alexa setelah selesai minum.
"Siapa?" tanya Naya.
"Apanya?" tanya balik Yasmin.
"Yang dipanggil Kak Kenzi."
"Ya kami lah, masa elo," jawab Yasmin ngegas.
"Ngak usah ngegas lo, ngapain dia?" tanya Naya yang juga agak kesal.
"Ngapain ya tadi, Xa ngapain ya tadi Kak Ken, lo ingat gak?" tanya Yasmin yang lupa ucapan Kenzi karena dia harus buru - buru ke kelas.
"Hmm dia bilang mau pergi bareng ke kantin sama Naya," jawab Alexa.
"Ohh," jawab Naya sambil menganggukan kepala.
"Assalamualaikum," jawab guru yang baru masuk ke kelas Naya.
"Waalaikumsalam," jawab murid kelas XI IPA 1
"Berdoa menurut keyakinan masing - masing, mulai," ucap ketua kelas yang selalu memimpin doa ketika akan memulai pelajaran.
•••
Bel istirahat baru berbunyi, Kenzi langsung berjalan menuju kelas Naya, ia tak perduli dengan guru yang masih berada di dalam kelas. Panggilan guru tersebut ia hiraukan karena baginya guru yang belum keluar saat bel istirahat berbunyi termasuk guru korupsi.
Kenzi sudah berada di depan kelas Naya, ia menyandarkan badannya di dinding samping pintu kelas Naya. Ia jengah melihat guru yang mengajar di kelas Naya masih berceramah, tiga menit ia menunggu barulah guru tersebut keluar dari kelas Naya.
Naya keluar dari kelas dan terkejut saat Kenzi sudah berada di depannya sambil melambaikan tangan.
"Jadi ke kantin bareng?" tanya Kenzi. Naya hanya menganggukan kepala, Kenzi melihat ke belakang kepada sahabat Naya.
"Kalian duluan aja." kedua sahabat Naya hanya menganggukan kepala dan langsung melewati Naya dan Kenzi.
"Kok guru lo lama sih keluarnya, lagi khutbah ya," kata Kenzi yang merasa heran dengan guru yang suka keluar lama saat bel istirahat.
"Cuma bilang dikasih tugas aja, jadi ibunya jelasin dulu gimana bikin tugasnya," jawab Naya dan Kenzi hanya mengucapkan "oh".
"Ken Naya sini." teriak Axel ketika melihat Kenzi dan Naya memasuki kantin.
Naya sudah melihat kedua sahabatnya juga ikut gabung dengan sahabatnya Kenzi dan mereka sedang menyantap makanan mereka.
Naya dan Kenzi berjalan beriringan menuju tempat sahabat mereka dan duduk di kursi yang masih kosong.
"Eittss Kenzi memang pandai ngambil hati cewek," ucap Prima melihat kedekatan Kenzi dan Naya.
"Apain sih lu, Nay mau pesan apa biar gue pesanin."
"Nasi goreng sama es jeruk aja kak." Kenzi langsung saja memesan pesanan Naya dan pesanan untuknya.
Kenzi langsung memberikan pesanan Naya, dan langsung melahap makanannya.
"Beb suapin dong," ucap Axel sambil membuka mulutnya ke arah Alexa.
"Beb beb pala lu, pacaran aja enggak jadi jangan panggil gue dengan sebutan itu."
"Kode itu kode namanya," jawab Yasmin yang mengerti dengan ucapan Alexa.
"Ha?iya, tenang aja beb cari waktu yang tepat dulu."
"Apaan sih lu, gaje banget."
"Kok jutek lagi sih?" tanya Axel yang heran karena kemarin - kemarin Alexa sangat baik.
"Karena lo belum kasih kepastian, kalau udah lo kasih kepastian pasti gak jutek lagi. Buruan kasih kepastian daripada diambil orang," jawab Prima.
"Apaan sih," jawab Alexa sambil memutar bola mata malas.
"Hmm yang pergi bareng mah diam - diam aja, udah jadian nih?" tanya Prima yang melihat Kenzi dan Naya yang asik sedang makan.
"Makan aja tuh bakso lu, gak usah urusin hidup orang lain," jawab Kenzi sambil menunjuk bakso Prima.
"Panas, tenggorokan gue kok kering ya. Sini panas banget yang lagi pdkt kok duduk di sini ya, butuh air minum nih," ucap Axel sambil mengelus ngelus tenggorokannya dan langsung meminum airnya.
"Iya nih, tenggorokan gue serasa kering juga padahal gue udah minum nih kuah bakso nya," jawab Prima sambil mengelus tenggorokannya menirukan gaya Axel.
"Ini kak, minum," jawab Yasmin sambil menyodorkan air minumnya, Prima terdiam sebentar menatap Yasmin dan langsung saja mengambil minuman yang disodorkan oleh Yasmin tadi.
"Ekhem yang gak ada doinya di sini apa daya," ucap Kenan sambil meminum airnya.
"Mangkanya cari cewe baru," balas Kenzi.
"Gue mah setia, cukup satu hati aja yang gue jaga."
"Ya elah lo selingkuh, Tiara juga gak bakal tau juga kali."
"Gue cukup satu hati aja yang gue jaga, walaupun kami ldr an gue percaya dia. Hubungan baik terjadi karena adanya kepercayaan kalau gak ada ya hancur."
"Kak Kenan udah punya pacar?" tanya Naya yang daritadi hanya mendengarkan.
"Udah."
"Kapan balik kesini pacar lo?" tanya Prima.
"Akhir tahun."
"Emangnya pacar Kak Kenan dimana?" sekarang giliran Yasmin yang bertanya karena dirinya sangat kepo. Sedangkan Alexa masih asik dengan makanannya yang belum habis sedari tadi.
"Di Bandung, dulunya sih dia di sini tapi karena bokapnya tentara jadi kadang - kadang tempat tugasnya pindah - pindah."
"Oh gitu, masih ada komunikasi kan sama pacar Kak Kenan?"
"Masih lah." Yasmin hanya menganggukan kepala, mereka kembali asik dengan makanan. Hingga suara bel istirahat sudah habis, mereka kembali ke kelas kecuali dengan Kenzi dan Axel yang masih duduk di kantin.
Bersambung ...
Hai👋
Follow akun aku ya SerlyMP❤
Salam Manis
Dari,
GeminiGirl❤