
Happy reading :)
Mencintai itu sakit.
Tapi jika dicintai dengan orang yang salah pasti lebih sakit.
Mencintai siapa pun memang wajar, namun kadangkala tidak sewajar yang kita pikirkan.
•••
Naya sudah sampai di sekolahnya, dia berjalan di koridor sekolah menuju kelasnya sambil membalas senyuman dari para siswa yang dilontarkan padanya.
Naya yang ramah dan mudah bergaul banyak disukai oleh siswa SMA Pelita termasuk Kenzi. Tapi Naya hanya menganggap itu biasa saja, Naya belum bisa membuka hatinya untuk orang lain. Naya begitu takut jika berpacaran lagi, seolah apa yang pernah terjadi masih membekas di ingatannya.
Naya masih berjalan di koridor, dia melihat Kenzi dan dua teman Kenzi lainnya yang ingin menuju ke kelas mereka. Mereka berjalan bersisian, Kenzi yang melihat Naya langsung memanggil Naya.
"Nay," panggil Kenzi sambil tersenyum ketika Naya sudah berjalan hampir mendekati mereka, Naya langsung membalas senyuman Kenzi tersebut.
"Eh ada adek Naya, mau ke kelas ya. Abang titip salam buat sahabat adek yang galak itu," ucap Axel sambil cengingir tidak jelas.
"Yang mana?" tanya Naya karena dia rasa kedua sahabatnya itu galak seperti singa kelaparan.
"Yang kemaren di kantin, yang namanya Alexa yang cantik itu loh tapi galak kayak kucing minta kawin," jawab Axel sambil memutar bola mata malas mengingat bagaimana galaknya Alexa padanya.
"Mungkin dia minta langsung dikawinin sama lo mangkanya dia galak ke lo," ucap Prima sambil tertawa.
"Enak aja bilang minta kawin, sekolah aja belum selesai. Jadi orang sukses dulu baru bahagiakan orang lain," ucap Naya, Axel hanya mengangguk anggukan kepalanya.
"Mau ke kelas Nay?" tanya Kenzi.
"Ya mau ke kelas lah, lo pikir mau ke parkiran mall," timpal Prima, Kenzi hanya memutar bola matanya malas.
"Benar juga tuh kata Kak Prima, aku mau ke kelas. Ya udah aku duluan ya, mau bunyi bel."
"Eh Nay, gue anterin."
"Eh, gak usah kak ini mau bunyi bel nanti Kak Ken telat masuk kelasnya." tolak Naya karena memang bel akan berbunyi beberapa menit lagi.
"Lima menit lagi masih lama juga, ayo," ucap Kenzi sambil berjalan duluan menuju kelas Naya, Naya langsung berlari mengiringi langkahnya dengan Kenzi. Teman Kenzi hanya bisa geleng - geleng kepala melihat kelakuan Kenzi dan langsung berjalan menuju ke kelas mereka.
"Hmm kak."
"Umm," jawab Kenzi sambil menatap lurus ke depan tanpa melihat ke arah Naya.
"Kak Ken udah sarapan?" tanya Naya kepada Kenzi.
"Belum sih," jawab Kenzi sambil menoleh ke arah Naya.
"Aku bawa bekal, Kak Ken mau?" tawar Naya sambil menyodorkan kotak bekal yang berisi roti selai ke arah Kenzi. Kenzi langsung mengambil satu roti selai tersebut dan langsung memakannya sekaligus, Naya tercengang karena Kenzi memakannya dengan sekali lahap yang membuat Kenzi langsung tersedak. Naya langsung mengambil minuman dari tasnya dan langsung dia berikan pada Kenzi, Kenzi meminumnya sampai habis karena yang Naya kasih kepada Kenzi adalah minuman susu kotak.
"Ihh Kak Ken kok makannya sekaligus sih jadi tersedakkan." marah Naya.
"Hehe gue lapar."
"Emang Kak Ken udah berapa hari gak makan?" tanya Naya kepo.
"Hmm makan sih tiap harinya, tapi sarapan enggak karena tadi gue buru -buru. Emangnya kenapa?"
"Kak Ken makan mirip orang kelaparan yang belum makan satu minggu aja," jawab Naya sambil tertawa kecil.
"Ya sudah lah, udah ketelan juga. Makasih ya Nay, nih udah sampai di kelas lo masuk gih." suruh Kenzi pada Naya setelah mereka sudah berada di depan kelas Naya.
"Iya Kak, Kak Ken balik gih ke kelasnya udah mau bel nih," ucap Naya sambil memaju mundurkan tangannya bermaksud mengusir Kenzi.
"Hehe canda, emang Kak Ken gak takut telat apa."
"Ngapain takut, guru kan bukan untuk ditakuti. Percuma juga datang cepat - cepat ke kelas kalau gurunya sendiri masuknya lama."
"Ya udah seterah Kak Ken, aku masuk duluan yah," ucap Naya sambil melambaikan tangannya, Kenzi langsung tersenyum melihat itu.
"Belajar yang rajin." teriak Kenzi sambil berjalan menuju ke kelasnya.
Naya masuk ke kelasnya dan langsung duduk di kursinya, semua temannya melihat ke arah Naya karena kaget melihat Naya bersama Kenzi yang notabennya bad boy SMA Pelita. Teman Naya mengusili Naya dengan mengulang kalimat terakhir yang diucapkan Kenzi padanya.
"Belajar yang rajin, aduh meleleh hati dedek bwang," ucap Tino yang mulutnya kayak plastik bocor, jika plastiknya diisi air pasti mengalir terus karena plastiknya bocor, bicara terus tanpa tau kadang - kadang ucapannya menyakiti hati orang lain.
"Asyyyiiiappp bwang, adek akan belajar yang rajin hanya untuk abang," balas Tini yang merupakan pacar Tino, mereka sebenarnya dulu saling membenci karena dijodoh - jodohkan oleh teman satu kelas mereka, jadinya mereka saling suka dan sekarang sudah berpacaran.
"Diam lo berdua," ucap Naya sambil memutar bola mata. Memang dua orang itulah yang orangnya paling usil, jadi mereka memang mungkin ditakdirkan untuk bersama karena memiliki mulut yang super pedas.
"Sabar Nay, eh lo udah siap pr matematika, liat ya gue," pinta Yasmin karena dia belum mengerjakan pr matematika karena semalaman dia habiskan untuk menonton drama korea.
"Gue juga dong Nay," ucap Alexa sambil cengegesan.
"Oh ada maunya, pantasan kalian gak ikut usilin gue takut gue gak liatin pr nya?" tanya Naya sarkastik. Mereka berdua hanya cengengesan gak jelas.
"Ayo lah Nay, lo juga cocok sama Kak Kenzi jadi gue sangat mendukung," ucap Yasmin karena itu satu satunya cara untuk membujuk Naya supaya bisa melihatkan pr nya.
"Apa hubungannya sama Kak Ken, gak jelas lo." cibir Naya sambil mengeluarkan buku pr nya dan langsung memberinya ke dua sahabatnya itu, Yasmin dan Alexa langsung menyalin semua jawaban yang ada di buku Naya ke buku pr mereka dengan tergesa - gesa.
Cuman butuh waktu sebentar untuk mereka menyalin karena memang soalnya saja cuman dua dan jawabannya juga tidak terlalu panjang.
"Nay ntar sebelum ke kantin temenin gue ke toilet ya, mau ganti nih," ucap Alexa sambil agak berbisik.
"Iya - iya."
"Oh iya Kak Axel kirim salam buat lo Alexa," lanjut Naya.
"Ihh apaan sih dia alay deh." cibir Alexa.
"Sok sok an lo, nanti naksir baru tau rasa lo," jawab Yasmin.
"Gak akan PERNAH," ucap Alexa sambil menekankan kalimat terakhir.
"Eh Bu Ina udah masuk," teriak Yasmin saat dia melihat Bu Ina guru matematika sudah masuk. Guru yang terkenal pemarah tapi bakalan sayang sama murid yang mengerti pelajarannya.
"Kalau saya sudah masuk kenapa?" tanya Bu Ina pada Yasmin, Yasmin langsung terdiam karena takut melihat raut wajah Bu Ina yang dingin setelah mengucapkan kalimatnya tadi.
"Eng ... gak ada apa - apa buk," ucap Yasmin terbata - bata. Semua temannya menertawainya melihat ketakutan yang ada pada wajah Yasmin.
"Diam semua," teriak Bu Ina, semuanya diam seperti patung tanpa ada yang mau mengeluarkan suara.
"Baik kita mulai pelajarannya," lanjut Bu Ina.
•••
Bersambung ...
Salam Manis
Dari,
GeminiGirl❤