Married With Senior

Married With Senior
19. Memulai Misi (2)



Happy reading :)


Ada tawa dan duka dalam satu waktu. Nantinya bukanlah jadi hal yang langka.


•••


Setelah membeli air mineral di kantin, Naya dan sahabatnya langsung menuju ke lapangan. Ia melihat si bad boy SMA Pelita dihukum di depan tiang bendera di cuaca yang tengah terik ini.


Alexa mendorong - dorong punggung Naya, agar berjalan ke arah Kenzi berada. Saat sudah berada di depan Kenzi, Naya langsung saja menyodorkan air mineral yang dia beli tadi. Kenzi langsung menerimanya dan langsung ia minum sampai habis.


"Thanks Nay," ucap Kenzi sambil tersenyum ke arah Naya.


"Masa Naya aja sih yang di kasih, kita nggak nih?" tanya Prima yang merasa haus juga.


"Minta ke Yasmin."


Yasmin langsung menyodorkan air mineral kepada Prima, begitu juga dengan Alexa yang juga menyodorkan air mineral kepada Axel.


"Gue baik ini buat lo kak gue beliin juga," kata Alexa yang juga memberikan air mineral kepada Kenan, Kenan langsung mengucapkan terimakasih.


Setelah itu mereka kembali ke dalam kelas karena takut jika guru di kelas mereka datang sebelum mereka sampai di kelas, bisa - bisa mereka juga kena hukum.


•••


Jam pulang sudah berbunyi, 5 menit sebelumnya. Naya berjalan di koridor bersama sahabatnya.


Kenzi yang sedang berdiri di bawah tangga, langsung menghampiri Naya dan mengajak Naya pulang bersama.


"Nay, gue anterin ya."


"Gak usah."


"Kenapa?"


"Udah di jemput sama abang."


"Yahh hati dedek kecewa," teriak Axel mengiba sambil mengelus dada Kenzi memberi sabar.


"Lihat nih gue, Alexa pulang bareng yuk. Ntar gue beliin deh apa yang lo mau asalkan lo pulang sama gue," ucap Axel sambil mengedipkan matanya, yang justru terlihat jijik.


"Itu namanya pemaksaan ogeb," ucap Prima sambil menjitak kepala Axel.


"Gue udah di jemput dan gue bukan cewe matre, kalau lo anggap gue cewe matre, lo cari aja sono biji cabe yang lagi ngemis harta orang. Gue ikhlas lahir bathin." Alexa berlalu pergi sambil menarik tangan kedua sahabatnya.


Sekarang giliran Kenzi yang mengelus dada Axel supaya sabar, Prima dan Kenan tertawa keras sampai membuat orang lain juga ikut tertawa, aneh memang, sudah gila mungkin melihat kelakuan cowo yang jadi hits di sekolah mereka.


•••


Kenzi duduk di meja makan, ia akan berangkat ke sekolah. Ia mengambil gorengan yang dibuatkan oleh mamanya, juga meminum susu yang juga dibuatkan oleh mamanya.


"Ken, kamu udah punya cewe?" tanya Diego kepada anak semata wayangnya.


"Belum."


"Ken, kalau bisa kamu jangan punya cewe. Mama gak mau lihat kamu dekat sama cewe lain selain mama."


"Mama naksir sama aku?" tanya Kenzi tak percaya.


"Bukan itu maksud mama, mama gak mau kamu lebih perhatiin wanita lain, kamu lebih sayang sama wanita lain, terus yang perhatiin sama sayangin mama siapa?"


"Kan ada papa."


"Tapi mama minta, kamu jangan pacaran dulu. Jangan sakiti diri kamu dulu, jangan pikirkan diri sendiri tapi pikirkan juga orang lain. Sampai kapanpun kalau kamu punya cewe sebelum waktunya mama gak mau." Kenzi dan papanya saling melirik, tidak biasanya mamanya seperti ini. Kenzi pamit saja untuk pergi ke sekolah, ia juga mengambil roti selai lalu memasukkannya ke kotak bekal.


Setiba di sekolah, ia langsung menuju ke kelas XI IPA 1 yaitu kelas Naya. Dia akan memberi roti ini kepada Naya, berbalas budi atas air mineral yang Naya berikan kemarin.


"Cewek," panggil Kenzi di luar kelas Naya, semua cewek yang berada di kelas Naya menoleh kepadanya. Bagaimana tidak yang dipanggil cewek bukan nama, cewek juga banyak ya pasti semuanya melihat ke Kenzi. Ia meringis malu karena kebodohannya.


"Naya maksud gue, bukan lo semua." Semua cewe jengah, dan ada yang merasa malu. Merasa dirinya lah yang dipanggil padahal bukan dia. Naya bertanya sambil menaikkan alisnya, Kenzi melambaikan tangan menyuruh Naya ke tempat dia berdiri sekarang.


"Kenapa?" tanya Naya ketika sudah berdiri di depan Kenzi. Kenzi langsung saja menyodorkan kotak bekal yang ia bawa dari rumah tadi kepada Naya.


"Bekal, buat lo. Makasih atas kemaren." Naya membuka kotak bekal tersebut.


"Gak usah repot, gue juga ikhlas kok kemarin. Tapi kalau dikasih gak akan nolak kok, makasih ya."


"Mumpung gratis." batin Naya.


"Hehe iya sama - sama, kotak bekalnya jangan lupa dikembaliin."


"Iya."


"Gue pamit ke kelas dulu, dadah." Kenzi berjalan sambil melambaikan tangan kepada Naya, Naya langsung masuk ke kelasnya dan memakan roti yang diberikan Kenzi kebetulan juga dia tadi sarapan hanya minum susu karena roti di rumahnya habis dan mamanya lupa untuk membeli.


•••


Jam pelajaran kelas Naya di mulai dengan olahraga, Naya panik karena dia lupa untuk membawa seragam olahraganya. Dia hampir menangis, Yasmin sudah panik, Alexa sedang berusaha cari cara agar Naya bisa ikut olahraga.


Kebetulan Kenan lewat di depan kelas mereka, Alexa langsung saja memanggil Kenan dan bertanya apa sekarang kelas Kenan sedang olahraga tapi Kenan menjawab jadwal olahraga kelasnya bukanlah sekarang. Tambah membuat panik Alexa saja.


"Emang kenapa?" tanya Kenan heran melihat kepanikan Alexa.


"Naya lupa bawa baju olahraga, dia udah nangis, takut kena hukum gak ikut pelajaran olahrga." Kenan nampak berpikir.


"Kalau gak salah, Kenzi bawa baju olahraga deh, biasanya kalau habis dia cuci pasti dia bawa kembali ke sekolah. Dia masukkin ke laci mejanya biar gak lupa kalau pas jadwal olahraga ia gak bawa baju." Alexa tampak berbinar, ini bisa dijadikan misi. Bahwa Kenzi selalu ada buat Naya.


"Kak Kenzi, dimana kak?"


"Di kelas." Mereka berdua jalan menuju kelas XII IPS 4. Saat sampai, Alexa langsung saja meminjam baju olahraga Kenzi, Kenzi yang nampak panik mendengar penjelasan Alexa langsung saja mengambil baju olahraganya dan memberinya ke Alexa. Ia tak bisa langsung memberi ke Naya karena ada guru yang sedang mengajar di kelas.


Alexa langsung memberi baju Kenzi kepada Naya, Naya sempat heran tapi dengan paksaan Alexa akhirnya ia memakai baju tersebut, walau terlihat besar, baju yang sepanjang lutut dan celana yang kebesaran. Yang penting sekarang dia dapat mengikuti pelajaran olahraga.


•••


Setelah bel istirahat habis, Kenzi tetap masih duduk di kantin tanpa mau beranjak. Ia akan bolos karena guru yang akan mengajar di kelas mereka guru pendongeng, karena saat belajar selalu menceritakan kehidupannya.


"Kenzi makin dekat aja sama dedek Naya," ucap Axel yang menyerigai melihat Kenzi yang menatap dirinya tajam.


"Iya, dedek Naya pandai banget buat babang Kenzi jatuh cinta, jarang loh babang Kenzi benar - benar jatuh cinta," ucap Prima yang tertawa.


"Jijik gue jijik," ucap Kenzi.


"Babang Kenzi gak boleh gitu, gak boleh jahat nanti dedek Naya jadi gak suka sama Babang Kenzi." Kenan yang mendengar hanya geleng - geleng kepala melihat kelakuan Prima dan Axel yang sebelas dua belas.


"Diam lo *****." Kenzi meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya.


"Babang Kenzi galak, Dedek Naya jadi takut." Prima tertawa mendengar ucapannya sendiri.


"Mau gue sumpal sama kaos kaki Axel yang udah tiga minggu enggak dicuci ha?!"


"Ampun ampun, kalau gitu biar ngak deh daripada gue mati lucu. Mati habis disumpal kaos kaki sahabat sendiri yang tidak dicuci selama tiga minggu."


"Mangkanya diam."


"Lo jahat banget, kaos kaki gue belum dicuci selama tiga minggu, tapi tiga bulan." Axel tertawa karena memang kaos kakinya ini sangat jarang ia cuci, sekalinya cuci karena dipaksa oleh kakaknya yang super bersih.


"Parah lo."


"Biarin."


•••


Bersambung ...


Garing? hiyahiya:v


Salam Manis


      Dari,


GeminiGirl❤