
Happy reading :)
Cinta tanpa kepastian lebih menyakitkan karena sudah dibuat baper tapi gak ada kepastian sama sekali. Udah sayang tapi ditinggalin kan nyesek.
Sudah seminggu Kenzi menjadi anak baik yang seperti diinginkan Naya, walaupun seminggu setidaknya perubahan itu telah ada.
Kenzi benar menjadi anak yang rajin dan tertib. Dengan memakai seragam sekolah yang lengkap serta rapi dan belajar tanpa bolos pembelajaran.
Sekarang Naya dan Kenzi sedang dalam perpustakaan, karena Naya ingin mencari buku yang akan dia gunakan untuk mencari materi yang diberi guru dan dia mengajak Kenzi.
Awalnya Naya ingin mengajak temannya tapi langsung ditolak dikarenakan sekarang jam istirahat dan temannya ingin ke kantin untuk mengisi perut yang lapar.
Sebelum ke perpus, Kenzi menyempatkan diri ke kantin untuk membeli roti sebagai penganjal perut agar rasa laparnya berkurang dan tak lupa ia belikan juga untuk Naya.
Kenzi hanya memperhatikan Naya yang sibuk menyalin jawaban, ia tak ingin menganggu Naya. Naya tak merasa risih dilihatin Kenzi seperti itu.
"Udah?" tanya Kenzi setelah melihat Naya membereskan buku - bukunya.
"Udah, mau balik ke kelas?"
"Kalau ke KUA boleh gak?"
"Ngapain?" tanya Naya yang belum mengerti dengan ucapan Kenzi.
"Mau nyari kodomo."
"Kodomo bukannya bedak ya?"
"Eh maksudnya komodo."
"Ngapain cari komodo di KUA, yang ada lihat orang nikah," ucap Naya.
"Iya, kita yang nikah. Yuk!"
"Masih sekolah, gak boleh nikah dulu. Kalau mau nikah, nikah aja sama komodo noh!"
"Hmm berarti kalau udah tamat, langsung nikah bisa dong?"
"Jadi sukses dulu lah, ya kali nikah tapi gak ada modal."
"Mau nunggu gak?"
"Apanya?"
"Nunggu gue sukses, baru kita nikah."
"Kalau jodoh sejauh mana lo pergi, kalau tempat pulang lo gue, kita bakalan bersatu."
"Naya udah bucin ya." Kenzi mengelus kepala Naya sambil tersenyum.
"Gak!"
"Ya udah, ke KUA yuk!"
"Mau ngapain ke KUA bambankkk?"
"Nikah Hayati."
"Hayati siapa?"
"Udah lah, capek gue ngomong sama lo. Tentang pelajaran gak tanggung hebatnya, coba tentang yang lain gak tanggung lemotnya." Naya hanya cengengesan.
"Ayo balik ke kelas!"
Kenzi langsung mengenggam tangan Naya dan berjalan keluar perpus. Naya melihat genggaman tangan tersebut dan langsung melepaskannya.
"Kenapa?" Kenzi mencoba menggenggam tangan Naya kembali tapi langsung ditepis Naya.
"Percuma genggaman tangan tapi gak ada kepastian!"
"Astaga dedek Naya kenapa jadi bucin gini? Udah jatuh cinta ya sama babang Kenzi?"
"Alay!" cibir Naya yang melangkah duluan meninggalkan Kenzi. Kenzi langsung mengejar Naya dan berjalan sejajar dengan Naya.
"Sabar dong Nay, gak mudah juga menyampaikan perasaan. Apalagi ke cewek yang benar gue suka."
"Bullshit!"
"Sabar ya Nay, tenang aja lo bakal jadi teman hidup gue karena gak ada cinta selain lo."
"Iyain."
"Gue gak bohong."
"Dan gue gak bilang lo bohong, tapi tolong pegang omongan lo. Jangan buat gue kecewa lagi, jangan ngomong aja tapi buktiin. Ucapan adalah pegangan."
"Iya ukhti." Naya senyum dipanggil ukthi oleh Kenzi, Kenzi mencubit hidung Naya membuat Naya memukul lengan Kenzi.
Kenzi melihat hidung Naya yang berwarna merah di ujungnya karena ia cubit tadi dan tertawa melihat Naya yang baginya lucu.
Sesampainya di kelas Naya, Kenzi memberi pesan ke Naya sebelum pergi ke kelasnya.
"Jaga hati, jaga mata. Cukup gue jangan ada yang lain karena gue hanya punya lo."
"Eh Kenzi lo ngomong gitu, udah pacaran sama Naya?" tanya teman sekelas Naya yang kebetulan ingin masuk kelas dan juga kebetulan mendengar ucapan Kenzi.
"Anjay lo, belum kasih kepastian ke anak orang tapi udah buat baper dulu aja. Kasih kepastian keburu diambil orang."
"Iya kudanil," ucap Kenzi.
"Kampret lo, gue nasehatin tapi lo kayak gini. Hati gue tersakiti, cukup tau aja gue sama lo. Bukannya bilang terimakasih tapi lo ngelunjak gini." Agung langsung saja masuk ke kelas karena merasa hatinya tersakiti.
"Hehe makasih ya bro, gue canda kok tadi!" teriak Kenzi kepada Agung yang hanya menganggukkan kepalanya.
"Oh ya nanti pas pulang temanin lagi ya ke perpus, mau kan?"
"Apasih yang enggak buat dedek Naya. Sono masuk kelas!"
"Sono masuk kelas, nyuruh orang aja pandai." Kenzi melambaikan tangan Ke Naya dan langsung berjalan meninggalkan Naya dan menuju ke kelasnya.
♡♡♡
Jam pulang sudah berbunyi, Naya langsung ke kelas Kenzi. Sebenarnya Naya ragu ke kelas Kenzi karena dominan berisi kakak kelas dan semua mata menatapnya membuatnya risih dan ada juga menatap Naya tidak suka.
Tapi apa boleh buat, Naya sudah terlanjur ke kelas Naya berjalan sendirian. Dia menunggu di depan kelas Kenzi.
Saat melihat Kenzi keluar, langsung saja Naya mengajak Kenzi untuk ke perpus. Kenzi duduk di kursi yang di sediakan perpus sambil bermain hp. Naya sibuk mencari buku yang ingin dia cari dan membiarkan Kenzi.
"Ayo ayo kita kunci pintunya!" titah Axel yang bersiap untuk mengunci pintu perpus.
"Semuanya siap - siap sembunyi, jangan ada suara nanti ketauan." suruh Kenan yang juga ikut serta menjahili Kenzi. Semuanya mengangguk tanda paham.
Axel sudah mengunci pintu perpus, membuat semuanya menahan tawa. Ide ini di mulai dengan ajakan Alexa saat di kantin.
"*Eh naya sama Kenzi di perpus kan ya?" tanya Alexa.
"Iya," jawab Prima yang sibuk dengan gadgetnya.
"Gimana kita kerjain?" semuanya menatap Alexa dan memberhentikan aktifitas yang sebelumnya mereka lakukan.
"Maksud lo?" tanya Yasmin yang masih tidak mengerti.
"Gimana kita kunciin mereka berdua dalam perpus, bagus gak ide gue?"
"Buat apaan coba?" tanya Prima yang merasa ide tersebut gak jelas.
"Siapa tau mereka jadian."
"Gak jelas, tapi boleh dicoba. Siapa tau emang beneran jadian," ucap Kenan membuat semuanya tertawa.
"Iya juga, ayo lah kita kerjain. Kapan lagi Kenzi dikerjain yang ada kita terus yang jadi korbannya." semuanya mengangguk tanda setuju.
"Eh masa iya jam segini kita kerjain, pasti di perpus rame. Pulang aja gimana?" tanya Alexa.
"Emang pulang mereka ke perpus?" tanya Yasmin yang berpikir gak mungkin lagi Kenzi dan Naya ke perpus.
"Semoga aja mereka pas pulang ke perpus."
"Udah bel nih, saling kabar aja nanti."
Semuanya balik ke kelas, saat di kelas Axel langsung menanyakan sehabis pulang Kenzi mau kemana dan tepat Kenzi ingin ke perpus bersama Naya.
Dan disini lah mereka, mengerjai Kenzi dan Naya*.
Setelah sudah menemui buku yang dicari, Naya langsung saja mengajak Kenzi untuk pulang. Kenzi berjalan mendahului Naya, saat sampai di depan pintu Kenzi dan Naya berhenti dan heran kenapa pintu sudah tertutup.
Kenzi mencoba untuk mencek dan sialnya pintu terkunci tidak bisa dibuka.
"Shit," umpat Kenzi.
"Kenapa?" tanya Naya.
Bersambung ...
Yuhuuu
Hayoo lohh penasaran gak??
Sabar ya :) tunggu kelanjutannya
Naya dan Kenzi bakalan jadian gak ya??
Iya
Enggak
Eheheh jawabannya...
Iya
Tapi boong
Wkwkwk
Jangan lupa follow ig aku @serlyymp_
Dan jangan lupa follow akun aku ini
Dan paling penting jangan lupa kasih vote dan komen zeyenggg :")